Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Inflasi (kosmologi)

Dalam kosmologi fisik, inflasi kosmik atau inflasi adalah pengembangan eksponensial alam semesta muda dengan faktor 1078 untuk volume, yang didorong oleh kepadatan energi vakum bertekanan negatif. Periode inflasioner meliputi bagian pertama periode elektrolemah setelah periode penyatuan agung. Periode ini berlangsung dari 10−36 detik setelah Ledakan Dahsyat hingga 10−33 dan 10−32 detik. Setelah periode inflasioner, alam semesta terus mengembang, tetapi dengan laju yang lebih lambat.

pemekaran secara cepat dari alam semesta
Diperbarui 23 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Inflasi (kosmologi)
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
  • Ledakan Besar · Alam semesta · Umur alam semesta · Kronologi alam semesta
Alam semesta awal
  • Masa Planck
  • Masa penyatuan agung
  • Inflasi
  • Nukleosintesis Ledakan Besar
  • Zaman Kegelapan
Latar belakang
  • Radiasi kosmik (CBR)
  • Gelombang gravitasi (GWB)
  • Gelombang mikro kosmik (CMB)
  • Neutrino kosmik (CNB)
  • Inframerah kosmik (INB)
Ekspansi · Masa depan
  • Hukum Hubble
  • Pergeseran merah
  • Pengembangan alam semesta
  • Metrik FLRW
  • Persamaan Friedmann
  • Masa depan alam semesta yang mengembang
  • Kematian panas alam semesta
  • Robekan Besar
  • Remukan Besar
  • Pantulan Besar
Komponen · Struktur
Komponen
  • Model Lambda-CDM
  • Materi barionik
  • Energi
  • Radiasi
  • Energi gelap
    • Kuintesensi
    • Energi fantom
  • Materi gelap
    • Materi gelap dingin
    • Materi gelap hangat
    • Materi gelap panas
  • Radiasi gelap
Struktur
  • Bentuk alam semesta
  • Reionisasi · Pembentukan struktur
  • Pembentukan galaksi
  • Struktur skala besar
  • Grup kuasar besar
  • Filamen galaksi
  • Supergugus
  • Gugusan galaksi
  • Grup galaksi
  • Grup Lokal
  • Kekosongan
Eksperimen
  • BOOMERanG
  • Cosmic Background Explorer (COBE)
  • Proyek Illustris
  • Observatorium luar angkasa Planck
  • Dark Energy Survey
  • Euclid
  • Large Synoptic Survey Telescope
  • Sloan Digital Sky Survey (SDSS)
  • 2dF Galaxy Redshift Survey ("2dF")
  • Wilkinson Microwave Anisotropy
    Probe (WMAP)
Ilmuwan
  • Aaronson
  • Alfvén
  • Alpher
  • Bharadwaj
  • Boushaki
  • Copernicus
  • de Sitter
  • Dicke
  • Ehlers
  • Einstein
  • Ellis
  • Friedman
  • Galileo
  • Gamow
  • Guth
  • Hawking
  • Hubble
  • Lemaître
  • Linde
  • Mather
  • Newton
  • Penrose
  • Penzias
  • Rubin
  • Schmidt
  • Smoot
  • Starobinsky
  • Steinhardt
  • Suntzeff
  • Sunyaev
  • Tolman
  • Wilson
  • Zel'dovich
Sejarah subjek
  • Penemuan radiasi latar belakang
    gelombang mikro kosmis
  • Sejarah teori Big Bang
  • Garis waktu teori kosmologi
  • Category Kategori
  •  Portal Astronomi
  • l
  • b
  • s

Dalam kosmologi fisik, inflasi kosmik atau inflasi adalah pengembangan eksponensial alam semesta muda dengan faktor 1078 untuk volume, yang didorong oleh kepadatan energi vakum bertekanan negatif.[1] Periode inflasioner meliputi bagian pertama periode elektrolemah setelah periode penyatuan agung. Periode ini berlangsung dari 10−36 detik setelah Ledakan Dahsyat hingga 10−33 dan 10−32 detik. Setelah periode inflasioner, alam semesta terus mengembang, tetapi dengan laju yang lebih lambat.

Istilah "inflasi" juga merujuk kepada hipotesis bahwa inflasi pernah terjadi. Hipotesis ini pertama kali diusulkan pada tahun 1980 oleh fisikawan Amerika Serikat Alan Guth.[2] Teori ini juga diusulkan oleh Katsuhiko Sato pada tahun 1981.[3]

Teori inflasi menjawab permasalahan klasik dalam kosmologi Ledakan Dahsyat: mengapa alam semesta tampak datar, seragam, dan isotropik, sementara berdasarkan fisika Ledakan Dahsyat, alam semesta seharusnya melengkung dan beragam? Inflasi juga menjelaskan asal-usul struktur kosmos yang besar.

Sementara mekanisme fisika partikel yang menyebabkan terjadinya inflasi masih belum diketahui, gambaran dasarnya memungkinkan beberapa prediksi yang telah dipastikan melalui pengamatan. Maka, inflasi saat ini dianggap sebagai bagian dari kosmologi Ledakan Dahsyat. Partikel atau medan dasar yang diduga menyebabkan terjadinya inflasi disebut inflaton.

Konsep

Inflasi kosmik adalah hipotesis yang menyatakan bahwa alam semesta pada masa yang sangat awal mengalami penmuaian yang sangat cepat secara eksponensial. Jarak antara dua titik di alam semesta berlipat ganda setiap sekitar 10-37 detik. fase pemuaian ini berlangsung setidaknya selama 10-35 detik, meskipun durasi pastinya belum dapat dipastikan.

Seluruh massa dan energi dari semua galaksi yang saat ini dapat kita amati pada awalnya berada dalam sebuah bola dengan jari-jari sekitar 4 x 10-29 meter, kemudian mengembang menjadi bola dengan jari-jari sekitar 0.9 meter pada akhir masa inflasi.[4]

Setelah inflasi berakhir, medan yang mendorong pemuaian tersebut berubah menjadi partikel-partikel, sehingga alam semesta memasuki "sup kuark". Pada fase ini, masih tersisa variasi kecil dalam kerapatan materi, yang berasal dari fluktuasi kuantum pada keadaan awal alam semesta yang kecil dan relatif seragam.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Liddle and Lyth (2000) and Mukhanov (2005) are recent cosmology text books with extensive discussions of inflation. Kolb and Turner (1988) and Linde (1990) miss some recent developments, but are still widely used. Peebles (1993) provides a technical discussion with historical context. Recent review articles are Lyth and Riotto (1999) and Linde (2012). Guth (1997) and Hawking (1998) give popular introductions to inflation with historical remarks.
  2. ↑ Chapter 17 of Peebles (1993).
  3. ↑ Sato, K. (1981). "First-order phase transition of a vacuum and the expansion of the Universe". Monthly Notices of Royal Astronomical Society. 195: 467. Bibcode:1981MNRAS.195..467S.
  4. ↑ Ryden, Barbara (17 November 2016). Introduction to Cosmology (2 ed.). Cambridge University Press. doi:10.1017/9781316651087. ISBN 978-1-107-15483-4.
  5. ↑ Turner, Michael S. (26 September 2022). "The Road to Precision Cosmology". Annual Review of Nuclear and Particle Science. 72 (1): 1–35. arXiv:2201.04741. Bibcode:2022ARNPS..72....1T. doi:10.1146/annurev-nucl-111119-041046. ISSN 0163-8998.

Pranala luar

  • Was Cosmic Inflation The 'Bang' Of The Big Bang?, by Alan Guth, 1997
  • An Introduction to Cosmological Inflation by Andrew Liddle, 1999
  • update 2004 Diarsipkan 2004-11-20 di Wayback Machine. by Andrew Liddle
  • hep-ph/0309238 Laura Covi: Status of observational cosmology and inflation
  • hep-th/0311040 David H. Lyth: Which is the best inflation model?
  • The Growth of Inflation Diarsipkan 2006-10-02 di Wayback Machine. Symmetry, December 2004
  • Guth's logbook showing the original idea Diarsipkan 2006-10-02 di Wayback Machine.
  • WMAP Bolsters Case for Cosmic Inflation, March 2006 Diarsipkan 2012-12-16 di Archive.is
  • NASA March 2006 WMAP press release
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Konsep
  2. Catatan kaki
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Garis waktu peristiwa jauh di masa depan

garis waktu

Aluk Todolo

salah satu kepercayaan di dunia

Julius Robert Oppenheimer

Fisikawan Amerika Serikat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026