Galaksi tipe cD disebut juga dengan galaksi cD merupakan salah satu klasifikasi morfologi galaksi, subtipe dari galaksi elips raksasa tipe-D. Galaksi ini ditandai oleh adanya halo bintang besar yang umumnya terletak di pusat gugus galaksi yang kaya. Sebutan lain untuk galaksi ini antara lain galaksi elips super raksasa atau galaksi dominan pusat merujuk pada ukuran yang besar dan posisinya di pusat gugus galaksi tertentu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Galaksi tipe cD (dalam bahasa Inggris : type-cD galaxy atau cD-type galaxy) disebut juga dengan galaksi cD merupakan salah satu klasifikasi morfologi galaksi, subtipe dari galaksi elips raksasa tipe-D. Galaksi ini ditandai oleh adanya halo bintang besar yang umumnya terletak di pusat gugus galaksi yang kaya.[1] Sebutan lain untuk galaksi ini antara lain galaksi elips super raksasa atau galaksi dominan pusat merujuk pada ukuran yang besar dan posisinya di pusat gugus galaksi tertentu.[2]
Galaksi tipe cD merupakan salah satu klasifikasi dalam skema klasifikasi galaksi Yerkes, yang masih digunakan secara luas bersama dengan tipe D. Huruf “c” pada istilah cD menunjukkan ukuran galaksi yang sangat besar, sehingga sering disebut sebagai superraksasa, sedangkan huruf “D” merujuk pada sifat galaksi yang tampak menyebar atau difus.[2] Dalam beberapa literatur, istilah cD juga dipandang sebagai singkatan dari galaksi Dominan pusat (central dominant galaxy).[3] Galaksi cD termasuk salah satu galaksi yang terbesar yang diketahui di alam semesta.
Galaksi cD memiliki kesamaan dengan galaksi lentikular (S0) dan galaksi elips (E#), tetapi ukurannya jauh lebih besar. Beberapa galaksi cD memiliki selubung atau envelope bintang yang dapat melampaui satu juta tahun cahaya dari pusatnya. Bentuknya menyerupai galaksi elips, dengan selubung bercahaya rendah yang mungkin termasuk dalam gugus galaksi seperti halnya galaksi cD.[4] Saat ini diyakini bahwa galaksi cD terbentuk melalui proses penggabungan galaksi.Beberapa cD memiliki beberapa inti galaksi.
Galaksi cD adalah salah satu jenis yang sering ditemukan sebagai galaksi gugus paling terang (BCG) dari sebuah gugus galaksi. Banyak galaksi kelompok fosil menunjukkan kemiripan dengan galaksi cD BCG, sehingga muncul teori bahwa galaksi cD dapat terbentuk melalui pembentukan kelompok fosil yang kemudian menjadi pusat gugus galaksi baru. Meskipun demikian, galaksi cD jarang ditemukan sebagai galaksi medan, berbeda dengan kelompok fosil. Diperkirakan galaksi cD membentuk sekitar 20 persen dari keseluruhan BCG.[4]
Galaksi masif, seperti galaksi elips superraksasa, memiliki peran dalam memahami evolusi alam semesta. Bersama dengan galaksi besar tipe awal lainnya, galaksi ini menyumbang sekitar setengah dari total massa bintang di alam semesta, memberikan kontribusi terhadap pemerkayaan kimia, dan menyediakan informasi mengenai sejarah pembentukan bintang di alam semesta.[5]
Galaksi cD diyakini berkembang melalui penggabungan galaksi-galaksi yang bergerak menuju pusat gugus galaksi, sebuah teori yang pertama kali diajukan oleh Herbert J. Rood pada tahun 1965.[6] Mekanisme pertumbuhan yang disebut kanibalisme galaksi menghasilkan diameter dan kecerahan galaksi cD yang besar.[7] Galaksi kedua terang dalam gugus biasanya memiliki kecerahan lebih rendah karena telah “dimakan” oleh galaksi cD.[8] Sisa-sisa galaksi yang digabungkan kadang muncul sebagai halo gas dan debu yang menyebar,[7] sebagai aliran pasang surut, atau inti galaksi yang tidak sepenuhnya terserap di luar pusat galaksi cD. Selubung ini dapat terdiri dari cahaya intra-gugus yang berasal dari bintang-bintang yang terlepas dari galaksi asalnya, dengan ukuran mencapai hingga tiga juta tahun cahaya. Diperkirakan galaksi cD sendiri menyumbang antara 1 hingga 7 persen dari total massa barion dalam 12,5 jari-jari virial bergantung pada massa gugus galaksi.[9]
Gesekan dinamis dianggap berperan dalam pembentukan galaksi cD di pusat gugus galaksi.[10] Proses ini dimulai ketika gerakan galaksi besar dalam gugus menarik galaksi yang lebih kecil dan materi gelap kedalam jejak di belakangnya. Kepadatan berlebih ini mengikuti galaksi besar dan memberikan gaya gravitasi konstan, sehingga memperlambat gerakannya. Saat energi kinetik berkurang, galaksi besar secara bertahap bergerak menuju pusat gugus. Di pusat, bintang-bintang, gas, debu, dan materi gelap dari galaksi besar beserta galaksi-galaksi yang mengikutinya akan bergabung dengan materi galaksi lain yang sebelumnya telah berada di pusat.[11] Akumulasi ini menghasilkan galaksi besar atau superraksasa yang bersifat difus atau elips.[12] Inti pusat galaksi yang telah digabungkan atau sedang dalam proses penggabungan dapat tetap terlihat dalam waktu lama, muncul sebagai beberapa inti pada galaksi cD.[13]
Galaksi tipe-cD juga digunakan untuk mendefinisikan gugus. Gugus galaksi dengan cD di pusatnya disebut gugus cD (cD cluster) atau gugus galaksi cD (cD galaxy cluster atau cD cluster of galaxies). [14]