Teleskop Dragonfly Telephoto Array merupakan rangkaian teleskop optik berbasis darat yang dikembangkan di Dunlap Institute for Astronomy & Astrophysics, Universitas Toronto, Kanada. Instrumen ini menggunakan kombinasi lensa telefoto untuk mengamati objek astronomi luar galaksi dengan tujuan utama memperoleh citra galaksi yang memiliki kecerahan permukaan sangat rendah pada panjang gelombang cahaya tampak. Lensa yang digunakan memiliki kaca optik berlapis khusus yang berfungsi mengurangi penyebaran cahaya, sehingga memungkinkan pengamatan terhadap objek dengan kecerahan rendah secara lebih efektif dan akurat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teleskop Dragonfly Telephoto Array merupakan rangkaian teleskop optik berbasis darat yang dikembangkan di Dunlap Institute for Astronomy & Astrophysics, Universitas Toronto, Kanada. Instrumen ini menggunakan kombinasi lensa telefoto untuk mengamati objek astronomi luar galaksi dengan tujuan utama memperoleh citra galaksi yang memiliki kecerahan permukaan sangat rendah pada panjang gelombang cahaya tampak.[1] Lensa yang digunakan memiliki kaca optik berlapis khusus yang berfungsi mengurangi penyebaran cahaya, sehingga memungkinkan pengamatan terhadap objek dengan kecerahan rendah secara lebih efektif dan akurat.[2][3]
Desain awal Dragonfly Telephoto Array dilakukan oleh Roberto Abraham dari Universitas Toronto dan Pieter van Dokkum dari Universitas Yale.[4] Teleskop ini mulai dioperasikan pada tahun 2013 dengan delapan lensa kamera Canon EF 400mm f/2.8L IS II USM yang tersedia secara komersial.[5] Selanjutnya jumlah lensa ditingkatkan menjadi sepuluh, dan pada tahun 2016 diperluas menjadi dua kelompok masing-masing 24 lensa, sehingga total menjadi 48 lensa.[6][7]
Setiap penambahan lensa memungkinkan peningkatan aperture efektif teleskop, yang berkontribusi terhadap kemampuan pengumpulan cahaya yang lebih besar.[5] Dengan konfigurasi 48 lensa, Dragonfly memiliki kemampuan pengumpulan cahaya setara dengan lensa 400 mm f/0.4 atau teleskop refraktor dengan diameter lensa objektif sekitar 990 mm. Pada Maret 2021, diumumkan rencana untuk menambahkan 120 lensa tambahan guna meningkatkan kapasitas pengamatan.[8]
Desain teleskop berbasis lensa (refraktor) mengurangi masalah hamburan cahaya dan efek difraksi dibandingkan dengan desain berbasis cermin (reflektor). Pada teleskop reflektor, hamburan cahaya meningkat akibat interaksi dengan debu dan ketidakrataan permukaan cermin, sementara difraksi muncul akibat adanya hambatan di jalur optik.[9]
Dalam bidang penelitian astronomi, Dragonfly Telephoto Array digunakan untuk menemukan galaksi Dragonfly 44, yang memiliki massa hampir setara dengan Bima Sakti dimana sekitar 99,9% massanya terdiri dari materi gelap.[10] Dragonfly Telephoto Array juga digunakan untuk mempelajari NGC 1052-DF2, sebuah galaksi yang awalnya diperkirakan memiliki materi gelap sangat sedikit.[11] Pengukuran lanjutan menunjukkan bahwa galaksi tersebut lebih dekat ke Bumi daripada perkiraan awal, sehingga kandungan materi gelapnya dianggap setara dengan galaksi pada umumnya.[12] Perdebatan mengenai jarak NGC 1052-DF2 kemudian diselesaikan melalui pengamatan lanjutan menggunakan Hubble Space Telescope, yang mengkonfirmasi pengukuran fluktuasi kecerahan permukaan sebelumnya dan menetapkan jarak yang lebih tepat.[13]