Sebuah perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menggunakan metode baru dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2010 hingga sekarang. Berikut ini akan disajikan penjelasan, sejarah, dan metodologi perhitungan IPM, serta daftar provinsi Indonesia menurut IPM tahun 2014.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Sebuah perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menggunakan metode baru dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2010 hingga sekarang. Berikut ini akan disajikan penjelasan, sejarah, dan metodologi perhitungan IPM, serta daftar provinsi Indonesia menurut IPM tahun 2014.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.[1]
Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Universitas Yale dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu, indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.
Amartya Sen menggambarkan indeks ini sebagai "pengukuran vulgar" oleh karena batasannya. Indeks ini lebih berfokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekadar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan. Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki tiga dimensi yang digunakan sebagai dasar perhitungannya:
Menurut Badan Pusat Statisitik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki beberapa manfaat:
Setiap komponen IPM distandardisasi dengan nilai minimum dan maksimum sebelum digunakan untuk menghitung IPM. Rumus yang digunakan sebagai berikut.
Keterangan:
I: indeks komponen
AHH: angka harapan hidup
AHHmin: angka harapan hidup terendah
AHHmaks: angka harapan hidup tertinggi
Keterangan:
I: indeks komponen
HLS: harapan lama sekolah
HLSmin: harapan lama sekolah terendah
HLSmaks: harapan lama sekolah tertinggi
Keterangan:
I: indeks komponen
RLS: rata-rata lama sekolah
RLSmin: rata-rata lama sekolah terendah
RLSmaks: rata-rata lama sekolah tertinggi
I: indeks komponen
HLS: harapan lama sekolah
RLS: rata-rata lama sekolah
Keterangan:
I: indeks komponen
In: indeks komponen
pengeluaranmin: pengeluaran terendah
pengeluaranmaks: pengeluaran tertinggi
Keterangan:
IPM: indeks pembangunan manusia
I: indeks komponen
Data di bawah ini merupakan data perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).

| Peringkat | Provinsi | IPM | Perubahan | Perbandingan dengan IPM Laporan Pembangunan Manusia
2015 untuk Perkiraan IPM Tahun 2014[5] |
|---|---|---|---|---|
| Pembangunan Manusia Tinggi | ||||
| 1 |
Daerah Khusus Ibukota Jakarta |
78,39 (0,783) | ||
| 2 |
Daerah Istimewa Yogyakarta |
76,81 (0,768) | ||
| 3 |
Kalimantan Timur |
73,82 (0,738) | ||
| 4 |
Kepulauan Riau |
73,40 (0,734) | ||
| 5 |
Bali |
72,48 (0,724) | ||
| 6 |
Riau |
70,33 (0,703) | ||
| Pembangunan Manusia Sedang | ||||
| 7 |
Sulawesi Utara |
69,96 (0,699) | ||
| 8 |
Banten |
69,89 (0,698) | ||
| 9 |
Sumatera Barat |
69,36 (0.693) | ||
| - | 68,90 (0,689) | |||
| 10 |
Sumatera Utara |
68,87 (0,688) | ||
| 11 |
Aceh |
68,81 (0,688) | ||
| 12 |
Jawa Barat |
68,80 (0,688) | ||
| 13 |
Jawa Tengah |
68,78 (0,687) | ||
| 14 |
Kalimantan Utara |
68,64 (0,686) | ||
| 15 |
Sulawesi Selatan |
68,49 (0,684) | ||
| 16 |
Kepulauan Bangka Belitung |
68,27 (0,682) | ||
| 17 |
Jambi |
68,24 (0,682) | ||
| 18 |
Jawa Timur |
68,14 (0,681) | ||
| 19 |
Sulawesi Tenggara |
68,07 (0,680) | ||
| 20 |
Bengkulu |
68,06 (0,680) | ||
| 21 |
Kalimantan Tengah |
67,77 (0,677) | ||
| 22 |
Kalimantan Selatan |
67,63 (0,676) | ||
| 23 |
Sumatera Selatan |
66,75 (0,667) | ||
| 24 |
Maluku |
66,74 (0,667) | ||
| 25 |
Sulawesi Tengah |
66,43 (0,664) | ||
| 26 |
Lampung |
66,42 (0,664) | ||
| 27 |
Maluku Utara |
65,18 (0,651) | ||
| 28 |
Gorontalo |
65,17 (0,651) | ||
| 29 |
Kalimantan Barat |
64,89 (0,648) | ||
| 30 |
Nusa Tenggara Barat |
64,31 (0,643) | ||
| 31 |
Nusa Tenggara Timur |
62,26 (0,622) | ||
| 32 |
Sulawesi Barat |
62,24 (0,622) | ||
| 33 |
Papua Barat |
61,28 (0,612) | ||
| Pembangunan Manusia Rendah | ||||
| 34 |
Papua |
56,75 (0,567) | ||