| No |
Foto |
Nama |
Kementerian |
Kabinet |
Partai |
Kasus |
Tuntutan KPK |
Vonis Majelis Hakim |
Keterangan |
| 1 |
 |
Rokhmin Dahuri |
KKP |
Kabinet Gotong Royong |
PDIP |
Dana non-budgeting di Kementerian Kelautan dan Perikanan. |
- 6 tahun penjara.
- Denda Rp200 juta.[1]
|
- 7 tahun penjara.
- Denda Rp200 juta susider 6 bulan penjara.[2]
|
|
| 2 |
 |
Achmad Sujudi |
Kemenkes |
Kabinet Gotong Royong |
— |
Pengadaan alat kesehatan 2003. |
- 5 tahun penjara
- Denda Rp200 juta subsidair 3 bulan penjara.[3]
|
- 4 tahun penjara
- Denda Rp200 juta subsidair 4 bulan kurungan.[4]
|
|
| 3 |
 |
Hari Sabarno |
Kemendagri |
Kabinet Gotong Royong |
— |
Pengadaan mobil pemadam kebakaran 2003-2005. |
- 5 tahun penjara.
- Denda Rp250 juta subsidair 6 bulan penjara.[5]
|
- 2,6 tahun penjara
- Denda Rp250 juta subsidair 3 bulan penjara.[6]
|
- MA mengabulkan kasasi JPU KPK sehingga terdakwa dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan.[7]
|
| 4 |
 |
Bachtiar Chamsyah |
Kemensos |
Kabinet Indonesia Bersatu I |
PPP |
Pengadaan mesin jahit dan sapi impor. |
- 3 tahun penjara.
- Denda Rp100 juta subsidair 3 bulan.[8]
|
- 1,8 tahun penjara.
- Denda Rp50 juta subsidair 3 bulan.[8]
|
|
| 5 |
 |
Siti Fadilah Supari |
Kemenkes |
Kabinet Indonesia Bersatu I |
— |
Pengadaan alat kesehatan 2005 |
- 6 tahun penjara
- Denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan
|
- 4 tahun penjara
- Denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan[9]
|
|
| 6 |
 |
Andi Alfian Mallarangeng |
Kemenpora |
Kabinet Indonesia Bersatu II |
Demokrat |
Korupsi proyek Pusat Olahraga Hambalang |
- 10 tahun penjara
- Denda Rp300 juta
|
- 4 tahun penjara
- Rp200 juta subsider dua bulan kurungan[10]
|
|
| 7 |
 |
Jero Wacik |
Kemen ESDM |
Kabinet Indonesia Bersatu II |
Demokrat |
Proyek dana operasional menteri |
- 9 tahun penjara.
- Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.
|
- 4 tahun penjara.
- Denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan.[11]
|
- Ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat Kemenpar
- Hukuman diperberat MA menjadi 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.
|
| 8 |
 |
Suryadharma Ali |
Kemenag |
Kabinet Indonesia Bersatu II |
PPP |
- Penyalahgunaan dana ibadah haji.
- Penyalahgunaan dana operasional menteri.[12]
|
Kasus dana haji:
- 11 tahun penjara.
- Denda Rp750 juta.
- Membayar kerugian negara Rp2,325 miliar.[13]
|
Kasus dana haji:
- 6 tahun penjara
- Denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.
- Mengembalikan uang pengganti Rp1,8 miliar subsider 2 tahun kurungan.[14]
|
|
| 9 |
 |
Idrus Marham |
Kemensos |
Kabinet Kerja |
Golkar |
Korupsi proyek PLTU Riau-1 |
- 5 tahun penjara
- Denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan
|
- 3 tahun penjara
- Denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan
|
|
| 10 |
 |
Imam Nahrawi |
Kemenpora |
Kabinet Kerja |
PKB |
Suap dana hibah KONI |
- 10 tahun penjara.
- Denda Rp500 juta subsider 6 bulan.
- Uang penganti Rp 19,1 miliar dalam waktu satu bulan.
- Pencabutan hak politik 5 tahun.
|
- 7 tahun penjara[15]
- Denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan.
- Membayar uang pengganti Rp 18.154.203.882
- Pencabutan hak politik selama 4 tahun[16]
|
|
| 11 |
 |
Edhy Prabowo |
KKP |
Kabinet Indonesia Maju |
Gerindra |
Suap izin budi daya dan izin ekspor benih lobster (benur) |
- 5 tahun penjara.
- Denda Rp. 400 juta subsider 6 bulan.
- Pidana tambahan uang pengganti Rp. 9,68 miliar dan USD 77 ribu.[17]
|
- 9 tahun penjara.
- Denda Rp. 400 juta subsider 6 bulan.
- Uang pengganti Rp. 9,68 miliar dan USD 77 ribu subsider 3 tahun penjara.
- Pencabutan hak politik 3 tahun.[18]
|
|
| 12 |
 |
Juliari Batubara |
Kemensos |
Kabinet Indonesia Maju |
PDIP |
Suap pengadaan bantuan sosial untuk COVID-19 wilayah Jabodetabek |
- 11 tahun penjara.
- Denda Rp. 500 juta subsider 6 bulan.
- Pidana tambahan uang pengganti Rp. 14 miliar.[19]
|
- 12 tahun penjara
- Denda Rp. 500 juta subsider 6 bulan[20]
- Uang pengganti Rp.14,5 miliar dalam waktu satu bulan.[21]
- Pencabutan hak politik 4 tahun.[22]
|
- Ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat
|
| 13 |
 |
Johnny G. Plate |
Kemkominfo |
Kabinet Indonesia Maju |
Partai NasDem |
Korupsi pengadaan infrastruktur BTS 4G Bakti Kominfo paket 1,2,3,4 dan 5 tahun 2020-2022 |
- 15 tahun penjara
- Denda Rp.1 miliar subsider 12 bulan
- Uang pengganti Rp.17,8 miliar.[23]
|
- 15 tahun penjara
- Denda Rp.1 miliar subsider 6 bulan
- Uang pengganti Rp.15,5 miliar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.[24]
|
- Ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat
|
| 14 |
 |
Syahrul Yasin Limpo |
Kementan |
Kabinet Indonesia Maju |
Partai NasDem |
Gratifikasi dan pemerasan di lingkungan Kementerian Pertanian |
- 12 tahun penjara
- Denda Rp.500 juta subsider 6 bulan[25]
- Uang pengganti Rp.44,2 miliar dan 30 ribu dolar Amerika (senilai Rp.490 juta)[26]
|
- 10 tahun penjara
- Denda Rp.300 juta subsider 4 bulan
- Uang pengganti Rp.14,1 miliar dan 30 ribu dolar Amerika, subsider 2 tahun[27][28]
|
|