Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiChulabhorn Walailak, Putri Srisavangavadhana
Artikel Wikipedia

Chulabhorn Walailak, Putri Srisavangavadhana

Somdet Phra Nong Nang Thoe Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari, Krom Phra Srisavangavadhana Worakhatiya Rajanari atau Chulabhorn, Sang Putri Srisavangavadhana (bahasa Thai: จุฬาภรณcode: th is deprecated ; Pengucapan Thai: [tɕù.lāː.pʰɔ̄ːn]; RTGS: Chulaphon; adalah seorang putri kerajaan Thailand. Ia adalah anak bungsu dari Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit.

Anak keempat Raja Bhumibol Adulyadej (lahir 1957)
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chulabhorn Walailak, Putri Srisavangavadhana
Anggota keluarga kerajaan Thailand (lahir 1957)Templat:SHORTDESC:Anggota keluarga kerajaan Thailand (lahir 1957)
Chulabhorn
จุฬาภรณ
Yang Teramat Mulia Putri Chulabhorn Walailak Agrarajakumari, Sang Putri Srisavangavadhana
Putri Chulabhorn, Sang Putri Srisavangavadhana, pada tahun 2020
KelahiranSomdet Phra Chao Luk Thoe Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari
04 Juli 1957 (umur 68)
Bangkok, Thailand
PasanganVirayudh Tishyasarin (menikah pada 1982, bercerai pada 1984)
Keturunan
  • Putri Siribhachudabhorn
  • Putri Aditayadornkitikhun
Nama lengkap
Somdet Phra Chao Nong Nang Thoe Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari, Khun Phra Srisavangvadhana Worakhatiya Rajanari
WangsaMahidol
DinastiChakri
AyahRaja Rama IX
IbuRatu Sirikit
AgamaBuddha
Tanda tanganChulabhornจุฬาภรณ
Gelar bangsawan untuk
Putri Chulabhorn dari Thailand
Gaya referensiYang Teramat Mulia
Gaya penyebutanKebawah Paduka Baginda
Gaya alternatifChao Fa
Keluarga Kerajaan Thailand
Emblem of the House of Chakri
Keluarga Inti

Baginda Sang Raja
Baginda Sang Ratu
Yang Teramat Mulia Selir Kerajaan

  • Paduka Sang Putri Rajasarini Siribajra
  • Paduka Putri Sirivannavari Naritana
  • Paduka Pangeran Dipangkorn Rasmijoti

  • Paduka Sang Putri Kerajaan
  • Paduka Sang Putri Srisavangvadhana
    • Yang Mulia Putri Siribhachudabhorn
    • Yang Mulia Putri Aditayadornkitikhun
  • Putri Ubolratana Rajakanya
    • Than Phu Ying Ploypailin Jensen
    • Than Phu Ying Sirikitiya Jensen

  • Paduka Sang Putri Suddhanarinatha

  • Yang Mulia Pangeran Chaloemsuek Yugala

  • Than Phu Ying Dhasanawalaya Sornsongkram
Keluarga kerajaan tambahan
  • Yang Mulia Pangeran Nawaphansa Yugala
  • Yang Mulia Putri Srisawangwong Yugala
  • Yang Mulia Pangeran Ticomporn Yugala
  • Yang Mulia Pangeran Chatrichalerm Yugala
  • Yang Mulia Putri Noppadolchalermsri Yugala

  • Yang Mulia Putri Uthaikanya Bhanubandhu

  • Yang Mulia Pangeran Charuridhidej Jayankura
  • lihat
  • bicara
  • sunting

Somdet Phra Nong Nang Thoe Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari, Krom Phra Srisavangavadhana Worakhatiya Rajanari atau Chulabhorn, Sang Putri Srisavangavadhana (bahasa Thai: จุฬาภรณcode: th is deprecated ; Pengucapan Thai: [tɕù.lāː.pʰɔ̄ːn]; RTGS: Chulaphon; (lahir 4 Juli 1957) adalah seorang putri kerajaan Thailand. Ia adalah anak bungsu dari Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit.

Putri Chulabhorn mempelajari kimia di Fakultas sains Universitas Kasetsart dan lulus pada tahun 1979. Ia melanjutkan studinya di Universitas Mahidol, di mana ia menerima gelar doktoralnya pada tahun 1985. Ia sangat terlibat dalam pelaksanaan pendidikan dan penelitian ilmiah di Thailand. Ia beraktivitas sebagai dosen tamu kimia di Universitas Mahidol. Ia juga menjabat sebagai presiden Institut Riset Chulabhorn. Selain itu ia pernah memperoleh penghargaan Medali Einstein dari UNESCO.[1] untuk usahanya dalam mempromosikan kerja sama ilmiah pada tahun 1986 dan merupakan orang Asia pertama yang diundang untuk bergabung dengan Royal Society bidang kimia di Inggris sebagai anggota kehormatan.[2]

Putri Chulabhorn adalah seorang "Putri Ilmuwan" yang memiliki kontribusi menonjol di tingkat internasional dalam bidang karsinogen kimia dan toksikologi lingkungan. Beliau mendirikan Institut Riset Chulabhorn pada tahun 1987 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Akademi Kerajaan Chulabhorn sejak tahun 2018[3] serta Ketua Dewan Institut Pascasarjana Chulabhorn.[4] Beliau juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Produk Bahan Alam dan Laboratorium Karsinogen Kimia, serta menjabat sebagai Profesor di Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol.

Putri Chulabhorn juga dikenal sebagai musisi berbakat yang mewarisi bakat musik dari ayahandanya dan mendapat dukungan dari ibundanya sejak kecil. Beliau mahir memainkan berbagai alat musik seperti piano, gitar, dan instrumen tradisional Tiongkok guzheng, yang mampu beliau mainkan pada tingkat profesional dalam waktu singkat. Pada tahun 2001, beliau menyelenggarakan pertunjukan musik dan budaya "Hubungan Dua Negeri" untuk pertama kalinya di Thailand untuk mempererat persahabatan antara Thailand dan Tiongkok serta menggalang dana untuk bantuan sosial. Beliau dianugerahi gelar Duta Budaya dan terus mendukung pertukaran seni dan budaya.

Pada tahun 2025, Kementerian Kebudayaan (Thailand) menganugerahkan gelar kehormatan "Sirisilpin Seniman Nasional" kepada beliau atas kontribusinya dalam menciptakan karya seni rupa dan lukisan yang berharga bagi masyarakat dan negara, yang diakui secara luas di dunia akademik seni, serta peran penting beliau dalam menjaga identitas bangsa.[5]

Pernikahan

Putri Chulabhorn, saat masih bergelar Putri Chulabhorn Walailak Akkra Ratchakumari, menikah dengan Marsekal Pertama Virayudh Tishyasarin pada 7 Januari 1982 di Balairung Chakri Maha Prasat, Istana Besar[6] dan memiliki dua orang putri, yaitu:

  • Siribhachudabhorn (lahir 8 Oktober 1982 — sekarang)
  • Aditayadornkitikhun (lahir 5 Mei 1984 — sekarang)

Saat lahir, kedua putri tersebut menyandang gelar Phra Chao Lan Thoe Phra Ong Chao atas perintah Raja Bhumibol Adulyadej yang menetapkan gelar bangsawan bagi putra-putri Putri Chulabhorn sebagai Phra Chao Lan Thoe Phra Ong Chao untuk semua keturunannya,[7] yang mana gelar tersebut setara dengan posisi "Phra Chao Worawong Thoe Phra Ong Chao".[8]

Pendidikan

  • Tingkat Prasekolah, Dasar, and Menengah dari Sekolah Chitralada.
  • Sarjana Sains (Bidang Kimia) dengan predikat Cum Laude (Kelas 1) dari Fakultas Sains, Universitas Kasetsart. Beliau menerima penghargaan prestasi akademik selama 4 tahun studi dan menerima beasiswa untuk melanjutkan studi tingkat Doktoral di bidang Kimia Organik.
  • Doktor Filsafat (Bidang Kimia Organik) dari Fakultas Sains, Universitas Mahidol. Karena lulus sarjana dengan nilai luar biasa, Universitas Mahidol mengizinkan beliau masuk program Doktoral tanpa harus melalui jenjang Magister terlebih dahulu. Meskipun sibuk dengan tugas kerajaan, beliau sangat tekun belajar bersama teman-teman sekelas dan melakukan penelitian laboratorium sendiri meskipun mengalami alergi terhadap bahan kimia. Disertasi beliau berjudul "Part I: Constituents of Boesenbergia pandurata (yellow rhizome) (Zingiberaceae). Part II: Additions of lithio chloromethyl phenyl sulfoxide to aldimines and alpha, beta-unsaturated compounds" dan lulus pada 11 Juli 1985.
  • Doktor Filsafat (Bidang Akuakultur) dari Fakultas Perikanan, Universitas Kasetsart (Kurikulum berbasis riset tanpa kredit mata kuliah) tahun akademik 2006 dengan penelitian berjudul "Molecular Genetic Studies and Preliminary Culture Experiments of Scallops Bivalve: Pectinidae) in Thailand".
  • Doktor Filsafat Ilmu Biologi Bidang Biologi Veteriner (Program Internasional) dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Kasetsart dengan disertasi berjudul “Effect of Morphine and Morphine-Tramadol Infusions in Sevoflurane-Anesthetized Dogs.”
  • Doktor Filsafat (Toksikologi) dari Universitas Tokyo, Jepang.
  • Tingkat Pasca-Doktoral (Post Doctoral) di Universitas Ulm, Jerman, dalam bidang Synthesis of Oligonucleotides Using Polymer Support and Their Applications in Genetic Engineering.

Beliau juga menempuh pendidikan tingkat Doktoral dalam program Doktor Filsafat bidang Seni Rupa di Fakultas Seni Lukis, Patung, dan Grafis, Universitas Silpakorn pada tahun akademik 2017.[9]

Tugas Kerajaan

Institut Riset Chulabhorn

Karena menyadari masalah kekurangan tenaga medis dan kesehatan serta kesulitan rakyat, beliau mendirikan Dana Chulabhorn yang kemudian terdaftar sebagai Yayasan Chulabhorn dengan tujuan menggunakan sains dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Thailand.[10]

Selanjutnya, beliau mendirikan Institut Riset Chulabhorn pada 1 Desember 1987. Beliau menjabat sebagai Ketua Institut yang memiliki tujuan utama mempromosikan pengetahuan dari riset sains, teknologi, teknik, dan ilmu sosial untuk pembangunan negara, serta menjadi pusat pengembangan personel sains dan pertukaran pengetahuan melalui kerjasama internasional.

Untuk menciptakan pengetahuan sains yang berkelanjutan, Putri Chulabhorn memperluas misi ke pendidikan pascasarjana dengan mengusulkan pendirian Institut Pascasarjana Chulabhorn pada tahun 2005.

Selain menjabat sebagai kepala laboratorium kimia sendiri, beliau menemukan bahwa angka penderita kanker di Thailand meningkat pesat. Oleh karena itu, beliau mendirikan Pusat Riset, Studi, dan Terapi Kanker untuk membantu pasien kanker agar memiliki umur panjang dan kualitas hidup yang baik, serta menjadi pusat diagnosis kanker yang paling maju di kawasan ini.

Beliau juga mendirikan Pusat Siklotron dan PET Scan Nasional (Cyclotron and PET Scan),[11] unit layanan pemeriksaan dengan teknologi tinggi yang dapat memantau dan menganalisis fungsi organ pada tingkat sel metabolisme, yang sangat berguna dalam pengobatan kanker, penyakit otak, dan jantung.

Putri Chulabhorn juga sangat mementingkan lingkungan. Beliau adalah pemimpin yang kuat dalam membangun pengetahuan sains lingkungan bagi sumber daya manusia Thailand dan memberikan pelatihan bagi negara-negara tetangga yang sedang berkembang dengan kerjasama dari organisasi lingkungan internasional.

Selain diakui secara internasional di bidang sains, beliau juga menerapkan sains dan teknologi untuk pembangunan negara di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi pertanian, pengelolaan hutan, manajemen lingkungan, akuakultur, pelestarian sumber daya laut, hingga peningkatan status sosial perempuan Thailand.

Acara Pramong Nom Klao

Pramong Nom Klao (Pameran Perikanan) adalah kegiatan pameran perikanan di Thailand yang berfokus pada ikan hias.

Acara ini diadakan atas inisiatif Putri Chulabhorn yang meminta Departemen Perikanan bersama Fakultas Kedokteran Siriraj untuk menyelenggarakan acara tersebut pertama kali pada 2 Juli 1986 di area Suan Amporn. Tujuannya adalah untuk memperingati jasa Pangeran Mahidol Adulyadej dalam bidang medis dan perikanan, serta menggalang dana untuk pembangunan Gedung Syamindra dalam rangka HUT ke-100 Rumah Sakit Siriraj.

Setelah itu, beliau memerintahkan agar acara ini diadakan setiap tahun dan pendapatan dari acara tersebut disumbangkan ke Yayasan Chulabhorn. Beliau secara pribadi hadir untuk membuka acara dan menyiapkan akuarium ikan hias untuk diberikan kepada para donatur yang beramal, serta memberikan piala penghargaan bagi pemenang berbagai kompetisi dalam acara tersebut.[12]

Kesehatan

Pada 6 September 2014, Putri Chulabhorn dirawat di Rumah Sakit Vichaiyut karena peradangan lambung. Beliau kemudian didiagnosis menderita gastritis dan disarankan untuk menghentikan sementara tugas-tugas kerajaannya.[13]

Pada 9 Oktober 2014, Putri Chulabhorn didiagnosis menderita infeksi parah pada pankreas dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter menyimpulkan bahwa beliau menderita penyakit autoimun yang disebut lupus eritematosus sistemik, yang sejak saat itu mulai diobati. Dokter menyarankannya untuk menghentikan aktivitas selama tiga bulan. Beliau telah berada di rumah sakit sejak September sebelumnya.[14]

Pada 5 November 2015, Putri Chulabhorn menjalani operasi di rumah sakit Vichaiyut untuk mengangkat tujuh polip dari usus besarnya. Tes darah sebelumnya menunjukkan bahwa sang putri memiliki tingkat antigen karsinoembrionik yang lebih tinggi dari normal, yang mengindikasikan bahwa beliau kemungkinan besar akan terkena kanker.[15]

Pada Mei 2016, sang Putri ditemukan memiliki tumor jinak di lehernya, yang kemudian diangkat di Rumah Sakit Vichaiyut. Beliau harus menangguhkan tugas resminya untuk pulih setelah operasi dan untuk mengobati pankreatitis yang telah dideritanya selama beberapa waktu, yang menyebabkan beberapa masalah kesehatan baginya.[16] Hingga Juli 2016, pankreatitis yang dideritanya menjadi intermiten dan akut, tanda bahwa kondisinya memburuk seiring berjalannya waktu. Untuk menjalani perawatan, sang Putri harus menangguhkan komitmen resminya hingga pulih.[17]

Pada Juni 2017, Putri Chulabhorn didiagnosis menderita peradangan paru-paru, hati, dan otot, serta kadar oksigen darah yang rendah. Beliau pergi ke Rumah Sakit Vichaiyuth karena kelelahan, sesak napas, dan gejala lainnya. Dokter memberikan diagnosis tersebut dan selanjutnya memberikan perawatan medis kepadanya.[18]

Pada Februari 2019, Putri Chulabhorn dirawat di Rumah Sakit Ramathibodi di Bangkok setelah mengalami nyeri punggung dan penglihatan kabur pada kedua matanya. Dokter menyimpulkan bahwa tes lebih lanjut diperlukan dan sang Putri memperpanjang masa tinggalnya di rumah sakit.[19]

Pada April 2019, Putri Chulabhorn menjalani operasi untuk mengangkat katarak (yang menyebabkan penglihatan kabur) dan menjalani perawatan untuk infeksi punggung yang baru didiagnosis (yang menyebabkan nyeri punggung). Kesembuhannya dikonfirmasi beberapa hari kemudian.[20]

Pada 30 September 2019, Putri Chulabhorn pergi ke Rumah Sakit Chulabhorn setelah mengalami mati rasa di tangan kirinya. Hasil MRI menunjukkan bahwa saraf di bawah siku kirinya tertekan, dan akibatnya sang Putri harus tetap berada di rumah sakit untuk perawatan dan menangguhkan tugas-tugas kerajaannya.[21] Akibat mati rasa di tangan kirinya, Putri Chulabhorn harus menjalani mikrobedah untuk mengangkat jaringan yang menyebabkan ketidaknyamanan tersebut dan tetap berada di rumah sakit hingga beliau pulih sepenuhnya.[22]

Pada 16 Juni 2020, Putri Chulabhorn menjalani operasi di Rumah Sakit Chulalongkorn karena mati rasa di ujung jari tangan kanannya, yang disebabkan oleh selaput yang menekan saraf di bawah sikunya. Beliau diperbolehkan pulang sekitar lima belas hari kemudian setelah dinilai telah pulih.[23]

Pada awal Oktober 2024, beliau harus menangguhkan agenda dan aktivitasnya untuk sementara waktu guna menjalani rehabilitasi, setelah operasi yang dijalani dua bulan sebelumnya karena nyeri pada kaki dan pergelangan kaki kiri di Rumah Sakit Chulabhorn di Distrik Lak Si.[24]

Penghargaan

Monogram

  • Monogram kerajaan Putri Chulabhorn
    Monogram kerajaan Putri Chulabhorn
  • Bendera pribadi Putri Chulabhorn
    Bendera pribadi Putri Chulabhorn

Pangkat militer

  • Jenderal, laksamana, dan marsekal besar[25]

Pangkat Korps Pertahanan Relawan Thailand

  • Kolonel Korps Pertahanan Relawan[26]

Gelar akademik

  • Profesor Akademi Angkatan Udara Kerajaan Thailand Navaminda Kasatriyadhiraj (27 Juni 1986 – 1 Oktober 1986)[27][28]
  • Profesor Dr. dalam bidang Kimia Organik dari Universitas Mahidol[29]

Penghargaan dalam Negeri (Thailand)

  • The Most Illustrious Order of the Royal House of Chakri
  • The Ancient and Auspicious Order of the Nine Gems
  • Dame Grand Cross (First Class) of The Most Illustrious Order of Chula Chom Klao
  • Dame Grand Cordon (Special Class) of The Most Exalted Order of the White Elephant
  • Dame Grand Cordon (Special Class) of The Most Noble Order of the Crown of Thailand
  • Dame Grand Cross (First Class) of The Most Admirable Order of the Direkgunabhorn
  • The Order of Symbolic Propitiousness Ramkeerati (Special Class) - Boy Scout Citation Medal
  • King Rama IX Royal Cypher Medal (First Class)
  • Freeman Safeguarding Medal (First Class)
  • Chakrabarti Mala Medal
  • Boy Scout Citation Medal (First Class)
  • Red Cross Medal of Appreciation (First Class)

Penghargaan Luar Negeri

  •  Jepang: Paulownia Dame Grand Cordon of the Order of the Precious Crown
  •  Belanda: Knight Grand Cross of the Order of Orange-Nassau[30]
  •  Peru: Knight Grand Cross of the Order of Merit for Distinguished Services
  •  Spanyol: Knight Grand Cross of the Order of Isabella the Catholic[31]
  •  Swedia: Member Grand Cross of the Royal Order of the Seraphim
  •  Britania Raya: Honorary Dame Grand Cross of the Royal Victorian Order[32]

Referensi

  1. ↑ "Chulabhorn Research Institute". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2013-09-19.
  2. ↑ Rsc
  3. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรีเรื่อง แต่งตั้งประธานราชวิทยาลัยจุฬาภรณ์ (ศาสตราจารย์ ดร. สมเด็จพระเจ้าลูกเธอ เจ้าฟ้าจุฬาภรณ์วลัยลักษณ์ อัครราชกุมารี) ราชกิจจานุเบกษา เล่ม ๑๓๕ ตอน ๑๘๓ ง พิเศษ หน้า ๕ ๑ สิงหาคม ๒๕๖๑
  4. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง แต่งตั้งประธานสภาราชวิทยาลัยจุฬาภรณ์ (ศาสตราจารย์ ดร. สมเด็จพระเจ้าลูกเธอ เจ้าฟ้าจุฬาภรณ์วลัยลักษณ์ อัครราชกุมารี) ราชกิจจานุเบกษา เล่ม ๑๓๓ ตอน ๒๑๘ ง พิเศษ หน้า ๙ ๒๘ กันยายน ๒๕๕๙
  5. ↑ "วธ.ถวายพระสมัญญา 'สิริศิลปินศิลปินแห่งชาติ' แด่กรมพระศรีสวางควัฒนฯ". Khaosod. 27 สิงหาคม 2025. Diakses tanggal 27 สิงหาคม 2025.
  6. ↑ วันประวัติศาสตร์จารึก พระราชพิธีอภิเษกสมรส "จุฬาภรณ์-วีระยุทธ" (วันพฤหัสบดีที่ 7 มกราคม 2525)
  7. ↑ Royal Gazette, พระบรมราชโองการ ประกาศ เรื่อง พระอิสริยยศฐานันดรศักดิ์ของพระโอรสพระธิดาในสมเด็จพระเจ้าลูกเธอ เจ้าฟ้าจุฬาภรณ์วลัยลักษณ์ อัครราชกุมารี, เล่ม ๙๙, ตอน ๑๓๕ ก ฉบับพิเศษ, ๒๓ กันยายน พ.ศ. ๒๕๒๕, หน้า ๑
  8. ↑ Kantor Identitas Nasional. Bahasa Kerajaan (Rachasap). Edisi Peringatan HUT ke-84 Raja Bhumibol Adulyadej. Cetakan ke-4. Bangkok: Kantor Identitas Nasional, 2012, halaman 41
  9. ↑ ทรงพระเจริญ...การเรียนรู้ไม่มีวันสิ้นสุด เจ้าฟ้าหญิงจุฬาภรณ์ทรงเข้าศึกษาปริญญาเอก สาขาทัศนศิลป์ คณะจิตรกรรม ที่ ม.ศิลปากร, TNEWS TV ONLINE
  10. ↑ Royal Gazette, ประกาศกระทรวงมหาดไทย เรื่อง ให้อำนาจจัดตั้ง "มูลนิธิจุฬาภรณ์" เป็นนิติบุคคล เล่ม ๑๐๓ ตอนที่ ๑๗๒ ง วันที่ ๐๗ ตุลาคม พ.ศ. ๒๕๒๙
  11. ↑ "ศูนย์ไซโคลตรอนและเพทสแกนแห่งชาติ". www.chulabhornhospital.com.
  12. ↑ Halaman 174, 84 Tahun Berdirinya Departemen Perikanan, Jurnal Spesial Departemen Perikanan Kementerian Pertanian dan Koperasi 2010
  13. ↑ "Princess Chulabhorn in hospital". Bangkok Post. 6 September 2014. Diakses tanggal 7 December 2023.
  14. ↑ "HM KING'S DAUGHTER SUFFERS FROM AUTO-IMMUNE DISEASE, PALACE SAYS". Khaosod English. 9 October 2014. Diakses tanggal 7 December 2023.
  15. ↑ "Princess Chulabhorn recovers after operation". Bangkok Post. 5 November 2015. Diakses tanggal 7 December 2023.
  16. ↑ "Princess resting after successful surgery". Bangkok Post. 28 May 2016. Diakses tanggal 8 December 2023.
  17. ↑ "Princess suffers acute pancreatitis". Bangkok Post. 23 July 2016. Diakses tanggal 8 December 2023.
  18. ↑ "Princess Chulabhorn in Vichaiyuth hospital, but her condition has improved". Thailand News. 23 June 2017. Diakses tanggal 9 December 2023.
  19. ↑ "HRH Princess Chulabhorn is in hospital". Bangkok Post. 5 February 2019. Diakses tanggal 7 December 2023.
  20. ↑ "KING'S SISTER RECOVERING FROM BACK INFECTION, PALACE SAYS". Khaosod English. 15 April 2019. Diakses tanggal 7 December 2023.
  21. ↑ "Princess Chulabhorn in hospital to treat numbness in her hand". Thai PBS World. 1 October 2019. Diakses tanggal 9 December 2023.
  22. ↑ "Princess Chulabhorn is recuperating in hospital after surgery to treat numbness in left hand". Thai PBS World. 4 October 2019. Diakses tanggal 9 December 2023.
  23. ↑ "Princess Chulabhorn recovers from surgery and is discharged from hospital". Thai PBS World. 28 June 2020. Diakses tanggal 8 December 2023.
  24. ↑ "Princess Chulabhorn begins post-op therapy". Bangkok Post. 2 October 2024. Diakses tanggal 21 October 2025.
  25. ↑ Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  26. ↑ Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  27. ↑ Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  28. ↑ Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  29. ↑ Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  30. ↑ Alamy
  31. ↑ "Ministerio de Asuntos Exteriores" (PDF) (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 April 2014. Diakses tanggal 20 July 2013.
  32. ↑ "Photographic image" (JPG). Cdn.c.photoshelter.com. Diakses tanggal 31 March 2016.

Pranala luar

  • The Royal Family |chulabhorn Diarsipkan 2005-03-03 di Wayback Machine.
  • Chulabhorn Receives International Research Award Diarsipkan 2005-04-07 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Putri Thailand
Generasi diurutkan sejak Dinasti Chakri berdiri tahun 1782
Rama I
  • Chimyai
  • Chaem
  • Praphaiwadi
  • Num
  • Pha-op
  • Phlap
  • Thida
  • Chongkon
  • Keson
  • Montha
  • Mani
  • Duang Suda
  • Chakkrachan
  • Ubon
  • Chimphli
  • Sasithon
  • Rerai
  • Kasattri
  • Chanthaburi
  • Suphathon
  • Sut


Rama II
  • Pom
  • Somchin
  • Duangchan
  • Thapthim
  • Chakkrachan
  • Buppha
  • Lamphu
  • Run
  • Phlap
  • Noi
  • Puk
  • Pha-op
  • Su-krom
  • Yisun
  • Wong
  • Inthanin
  • Sangwan
  • Rotsakhon
  • Prapha
  • Saisamon
  • Sopha
  • Nimnuan
  • Maenkhian
  • Phansaeng
  • Marayat
  • Yai
  • Kantha
  • Kanlayani
  • Kanittha Noi Nari
Rama III
  • Yai
  • Lamom
  • Pha-nga
  • Kesani
  • Vilas
  • Kamut
  • Nives
  • Galyani
  • Duangduen
  • Sangchandra
  • Mali
  • Subongkoj
  • Ngoen-yuang
  • Phuangkaeo
  • Sa-ngiam
  • Lekha
  • Lek
  • Kinnari
  • Chawiwan
  • Praphai Phak
  • Noralak
  • Chammari
  • Kritsana
  • Butri
Rama IV
  • Chandrmondol
  • Kannika Kaeo
  • Sunanda Kumariratana
  • Savang Vadhana
  • Saovabha Phongsri
  • Khiao
  • Butsabong Boekban
  • Sukhumala Marasri
  • Naphaphon Prapha
  • Prasan Si Sai
  • Yingyaowalack*
  • Phakphimonphan
  • Banchop Benchama
  • Daksinajar
  • Manyaphathon
  • Somawati
  • Sinak Sawat
  • Kanokwan Lekha
  • Khae Khai Duang
  • Phuang Soi Sa-ang
  • Si Phatthana
  • Praphatson
  • Orathai Thepkanya
  • Samoe Samai Hansa
  • Kanchanakon
  • Anong Nopphakhun
  • Arunwadi
  • Wani Rattanakanya
  • Montha Noppharat
  • Nariratana
  • Pradithasaree
  • Nongkhran Udomdi
  • Butsaban Buaphan
  • Charoenkamon Suksawat
  • Praphai Si Sa-at
  • Praphan Ratsami
  • Saowaphakphan
  • Phuttha Pradittha
Rama V
  • Bahurada Manimaya
  • Kannabhorn Bejaratana
  • Vichitra Chiraprabha
  • Valaya Alongkorn
  • Sirabhorn Sobhon
  • Suddha Dibyaratana
  • Yaovamalaya Narumala
  • Chandra Saradavara
  • Nabhachara Chamrassri
  • Malini Nobhadara
  • Nibha Nobhadol
  • Vimolnaka Nabisi
  • Srivilailaksana
  • Suvabaktra Vilayabanna
  • Bandhavanna Varobhas
  • Adorndibyanibha
  • Suchitra Bharani
  • Oraongka Ankayuba
  • Ajrabarni Rajkanya
  • Orabindu Benyabhak
  • Bhongprabai
  • Yaovabha Bongsanid
  • Praves Vorasamai
  • Bismai Bimalasataya
  • Sasibongse Prabai
  • Prabha Bannabilaya
  • Prabai Bannabilas
  • Vapi Busbakara
  • Komala Saovamala
  • Lavad Voraong
  • Abbhantripaja
  • Dibyalangkarn
  • Beatrice Bhadrayuvadi
  • Charoensri Chanamayu
  • Voralaksanavadi
  • Chudharatana Rajakumari
  • Hemvadi
  • Oraprabandh Rambai
  • Adisaya Suriyabha
Rama VI
  • Bejaratana Rajasuda
Rama VII
  • Tanpa keturunan
Rama VIII
  • Tanpa keturunan
Rama IX
  • Ubolratana Rajakanya**
  • Maha Chakri Sirindhorn
  • Chulabhorn Walailak
Rama X
  • Bajrakitiyabha
  • Sirivannavari
* dikeluarkan dari kerajaan
** melepaskan gelar kerajaan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Australia
Orang
  • Deutsche Biographie
Lain-lain
  • IdRef


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pernikahan
  2. Pendidikan
  3. Tugas Kerajaan
  4. Institut Riset Chulabhorn
  5. Acara Pramong Nom Klao
  6. Kesehatan
  7. Penghargaan
  8. Monogram
  9. Pangkat militer
  10. Pangkat Korps Pertahanan Relawan Thailand
  11. Gelar akademik
  12. Penghargaan dalam Negeri (Thailand)
  13. Penghargaan Luar Negeri
  14. Referensi
  15. Pranala luar

Artikel Terkait

Bhumibol Adulyadej (Rama IX dari Thailand)

Raja Thailand dari tahun 1946 hingga 2016

Sirikit dari Thailand

Ratu Thailand dari tahun 1950 hingga 2016

Srinagarindra

and Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX). Ia biasa dipanggil Sangwan (bahasa Thai: สังวาลย์code: th is deprecated ), sedangkan gelar kerajaannya adalah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026