Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Vajiralongkorn (Rama X dari Thailand)

Phra Bat Somdet Phra Poramenthramaha Vajiralongkorn adalah raja Thailand sejak 13 Oktober 2016. Sebagai raja kesepuluh dari Dinasti Chakri, ia diberi gelar Rama X.

Raja Thailand sejak 2016
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Vajiralongkorn (Rama X dari Thailand)
Vajiralongkorn
วชิราลงกรณcode: th is deprecated
Raja Rama X
Potret resmi, 2017
Raja Thailand
Berkuasa13 Oktober 2016 – sekarang
(9 tahun, 193 hari)[a]
Penobatan4 Mei 2019
PendahuluRama IX
Pewaris jelasDipangkorn Rasmijoti
Perdana MenteriPrayut Chan-o-cha
Srettha Thavisin
Paetongtarn Shinawatra
WaliPrem Tinsulanonda (2016)
Kelahiran28 Juli 1952 (umur 73)
Bangkok, Thailand
Pasangan
    Soamsawali Kitiyakara
    ​
    ​
    (m. 1977; c. 1991)​
      Yuvadhida Polpraserth
      ​
      ​
      (m. 1994; c. 1996)​
        Srirasmi Suwadee
        ​
        ​
        (m. 2001; c. 2014)​
          Suthida Tidjai
          ​
          ​
          (m. 2019)​
            Niramon Ounprom
            ​
            ​
            (m. 2019)​
            Keturunan
            • Bajrakitiyabha, Putri Rajasarini Siribajra
            • Juthavachara Vivacharawongse
            • Vacharaesorn Vivacharawongse
            • Chakriwat Vivacharawongse
            • Vatchrawee Vivacharawongse
            • Putri Sirivannavari
            • Pangeran Dipangkorn Rasmijoti
            WangsaMahidol
            DinastiChakri
            AyahRama IX
            IbuSirikit
            AgamaBuddha Theravāda
            Tanda tanganVajiralongkornวชิราลงกรณcode: th is deprecated
            Karier militer
            Dinas/cabang
            • Angkatan Darat Kerajaan Thailand
            • Komando Keamanan Kerajaan
            Lama dinas1977–sekarang
            Komandan
            • Batalyon Infantri ke-4, Resimen Infantri ke-1
            • Komando Keamanan Kerajaan
            Keluarga Kerajaan Thailand
            Emblem of the House of Chakri
            Keluarga Inti

            Baginda Sang Raja
            Baginda Sang Ratu
            Yang Teramat Mulia Selir Kerajaan

            • Paduka Sang Putri Rajasarini Siribajra
            • Paduka Putri Sirivannavari Naritana
            • Paduka Pangeran Dipangkorn Rasmijoti

            • Paduka Sang Putri Kerajaan
            • Paduka Sang Putri Srisavangvadhana
              • Yang Mulia Putri Siribhachudabhorn
              • Yang Mulia Putri Aditayadornkitikhun
            • Putri Ubolratana Rajakanya
              • Than Phu Ying Ploypailin Jensen
              • Than Phu Ying Sirikitiya Jensen

            • Paduka Sang Putri Suddhanarinatha

            • Yang Mulia Pangeran Chaloemsuek Yugala

            • Than Phu Ying Dhasanawalaya Sornsongkram
            Keluarga kerajaan tambahan
            • Yang Mulia Pangeran Nawaphansa Yugala
            • Yang Mulia Putri Srisawangwong Yugala
            • Yang Mulia Pangeran Ticomporn Yugala
            • Yang Mulia Pangeran Chatrichalerm Yugala
            • Yang Mulia Putri Noppadolchalermsri Yugala

            • Yang Mulia Putri Uthaikanya Bhanubandhu

            • Yang Mulia Pangeran Charuridhidej Jayankura
            • lihat
            • bicara
            • sunting

            Phra Bat Somdet Phra Poramenthramaha Vajiralongkorn (bahasa Thai: วชิราลงกรณcode: th is deprecated ; RTGS: Wachiralongkon, pengucapan [wá.tɕʰí.rāː.lōŋ.kɔ̄ːn] simakⓘ; lahir 28 Juli 1952)[3] adalah raja Thailand sejak 13 Oktober 2016.[1] Sebagai raja kesepuluh dari Dinasti Chakri, ia diberi gelar Rama X.

            Ia adalah putra satu-satunya dari Bhumibol Adulyadej, Raja Thailand, dan Ratu Sirikit. Pada tahun 1972, saat usianya masih 20 tahun, Raja Bhumibol memberinya gelar Somdech Phra Boroma Orasadhiraj Chao Fah Maha Vajiralongkorn Sayam Makutrajakuman, membuatnya menjadi Putra mahkota Thailand. Selain itu, ia juga bertugas di militer Thailand sebagai pilot helikopter. Ia ikut ambil bagian dalam operasi militer penumpasan Partai Komunis Thailand pada dekade 70-an, dan juga memimpin kontak senjata dalam sengketa perbatasan dengan Kamboja.[butuh rujukan]

            Pemahkotaan Raja Rama X B.E. 2562 (2019)

            Setelah kematian ayahnya pada 13 Oktober 2016, ia diprediksi akan menjadi penerus takhta kerajaan Thailand meskipun harus menunggu masa berkabung selesai.[4] Ia menerima kekuasaan pada 1 Desember 2016, tetapi belum akan dimahkotai secara resmi hingga kremasi dari ayahnya selesai dilakukan.[5]

            Kehidupan awal dan pendidikan

            Vajiralongkorn lahir pada 28 Juli 1952 pukul 17:45[6] di Balai Amphorn Sathan Residential dari Istana Dusit di Bangkok. Ketika putra mahkota berusia satu tahun, Somdet Phra Sangkharat Chao Kromma Luang Vajirananavongs, tanggal 13, Agung Patriark Thailand dari Era Rattanakosin, memberinya dengan nama pertamanya saat lahir, yaitu[7] "Vajiralongkorn Borommachakkrayadisonsantatiwong Thewetthamrongsuboriban Aphikhunuprakanmahittaladunladet Phumiphonnaretwarangkun Kittisirisombunsawangkhawat Borommakhattiyaratchakuman" (bahasa Thai: วชิราลงกรณ บรมจักรยาดิศรสันตติวงศ เทเวศรธำรงสุบริบาล อภิคุณูประการมหิตลาดุลเดช ภูมิพลนเรศวรางกูร กิตติสิริสมบูรณ์สวางควัฒน์ บรมขัตติยราชกุมารcode: th is deprecated ).[butuh rujukan] Ia adalah anak ke-4 dari Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit.[butuh rujukan]

            Vajiralongkorn memulai pendidikannya pada tahun 1956 ketika ia memasuki taman kanak-kanak di Sekolah Chitralada di Istana Dusit. Setelah menyelesaikan Mathayom 1 (kelas tujuh), ia dikirim untuk dididik di sekolah independen di Inggris. Ia pertama kali sekolah persiapan, King's Mead, Seaford, Sussex, dan kemudian di Millfield School, di Somerset,[8] di mana ia menyelesaikan pendidikan menengahnya pada Juli 1970.[9] Pada bulan Agustus 1970, ia mengikuti kursus pelatihan militer selama lima minggu di The King's School, di Sydney, Australia.[9]

            Pada tahun 1972, sang pangeran mendaftar di Royal Military College, Duntroon di Canberra, Australia. Pendidikannya di Duntroon dibagi menjadi dua bagian, pelatihan militer oleh Angkatan Darat Australia dan program sarjana di bawah naungan Universitas New South Wales. Ia lulus pada tahun 1976 sebagai kopral baru dengan gelar seni liberal.[9]

            Pada tahun 1982, ia menyelesaikan gelar sarjana hukum kedua, dengan penghargaan kelas dua di Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat.

            Pemerintahan

            Kenaikan takhta

            Potret Raja Vajiralongkorn di dalam pusat perbelanjaan EmQuartier, 2017

            Setelah kematian Bhumibol Adulyadej pada 13 Oktober 2016, Vajiralongkorn diharapkan untuk menggantikan Takhta Thailand, karena kabinet telah menginstruksikan ketua Majelis Nasional untuk mengundangnya menjadi raja berdasarkan Konstitusi Thailand 2007. Vajiralongkorn meminta waktu untuk berkabung sebelum secara resmi naik takhta.[10] Pada malam tanggal 1 Desember 2016, hari kelima puluh setelah kematian Bhumibol, Wali Raja Prem Tinsulanonda memimpin para kepala dari tiga cabang pemerintahan negara untuk menghadap Vajiralongkorn guna mengundangnya naik takhta sebagai raja kesepuluh dari Dinasti Chakri.[11] Vajiralongkorn menerima undangan tersebut, dan menyatakan dalam pernyataan televisi: "Saya bersedia menerima demi memenuhi keinginan mendiang raja dan untuk kepentingan seluruh rakyat Thailand."[12][13] Vajiralongkorn menjadi monarki pertama yang lahir di Thailand sejak paman buyutnya, Prajadhipok, meninggal pada tahun 1935.[14] Pemerintah secara surut menyatakan bahwa masa pemerintahannya dimulai sejak kematian ayahnya, namun ia tidak akan dinobatkan secara resmi sampai setelah kremasi ayahnya.[12] Jenazah tersebut kemudian dikremasi pada tanggal 26 Oktober 2017.[15][16][17] Saat ini, kediaman utamanya adalah Aula Kediaman Amphorn Sathan, setelah raja pindah dari Istana Nonthaburi pada tahun 2011.[18]

            Penunjukan anggota dewan penasihat

            Menyusul pengunduran diri para penasihat Bhumibol Adulyadej, Vajiralongkorn menunjuk 10 anggota Dewan Penasihat Thailand. Perintah tersebut dikeluarkan berdasarkan Pasal 2 dari Konstitusi Sementara Thailand 2014, dilengkapi dengan Pasal 12, 13, dan 16 dari konstitusi 2007 mengenai raja yang dipertahankan dan tetap berlaku. Tujuh anggota yang tersisa adalah Surayud Chulanont, Kasem Wattanachai, Palakorn Suwanrath, Atthaniti Disatha-amnarj, Supachai Poo-ngam, Chanchai Likhitjitta, dan Chalit Pukbhasuk, dengan tiga anggota baru, yaitu Paiboon Koomchaya, Dapong Ratanasuwan, dan Teerachai Nakwanich. Prem Tinsulanonda diangkat kembali sebagai presiden Dewan Penasihat melalui perintah kerajaan.[19] Pada 13 Desember 2016, Raja menunjuk dua anggota baru, Wirach Chinvinitkul dan Charunthada Karnasuta.[20] Pada 25 Desember 2016, Raja menunjuk satu lagi anggota baru, Kampanart Rooddit.[21] Pada 19 Januari 2017, anggota Dewan Penasihat Chanchai Likhitjitta meninggal dunia pada usia 71 tahun.[22]

            Campur tangan politik langsung

            Penobatan Vajiralongkorn

            Parlemen Thailand yang ditunjuk militer memberikan suara mayoritas pada Januari 2017 untuk melakukan amandemen terhadap konstitusi sementara, guna memungkinkan amandemen pada draf konstitusi seperti yang disarankan oleh kantor raja baru. Para kritikus mengatakan konstitusi baru akan memberi militer pengaruh politik yang kuat selama bertahun-tahun atau dekade ke depan.[23] Konstitusi Thailand 2017 disetujui dalam sebuah referendum pada tahun 2016, dan disahkan oleh Vajiralongkorn pada 6 April 2017, hari Chakri, dalam sebuah upacara di Balairung Singgasana Ananta Samakhom.[24][23] Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan bahwa kantor Raja Vajiralongkorn telah meminta beberapa perubahan pada klausul yang terkait dengan kekuasaan kerajaan dalam draf konstitusi, sebuah intervensi yang jarang terjadi oleh monarki Thailand yang sedang berkuasa.[25] Setelah kematian Raja Bhumibol, aktivitas politik dihentikan sementara selama masa berkabung yang berakhir pada tahun 2017.[23]

            Pada Februari 2019, dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, kakak perempuan Raja, Ubol Ratana, mengumumkan pencalonannya sebagai Perdana Menteri Thailand dalam pemilihan umum 2019, maju sebagai kandidat dari Partai Thai Raksa Chart yang bersekutu dengan Thaksin.[26][27] Belakangan pada hari yang sama, Vajiralongkorn mengeluarkan pernyataan keras yang menyatakan bahwa pencalonannya sebagai perdana menteri adalah "tidak pantas ... dan tidak konstitusional".[28] Komisi Pemilihan Umum Thailand kemudian mendiskualifikasinya dari pencalonan perdana menteri, yang secara resmi mengakhiri pencalonannya.[29] Partai Thai Raksa Chart dibubarkan pada 7 Maret 2019 atas perintah Pengadilan Konstitusi Thailand dan para pemimpin politiknya dilarang berpolitik selama satu dekade.[30]

            Vajiralongkorn memiliki kendali langsung atas Biro Rumah Tangga Kerajaan dan lembaga keamanan istana.[31]

            Penobatan

            Raja Vajiralongkorn di Aula Kediaman Amphorn Sathan, Istana Dusit pada tahun 2018

            Pada Januari 2019, rumah tangga kerajaan mengumumkan bahwa upacara penobatan Vajiralongkorn selama tiga hari akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Mei 2019.[32][33] Penobatan yang menelan biaya satu miliar baht (US$29,8 juta) tersebut diperkirakan akan menarik 150.000 orang ke Sanam Luang, dan hal itu memang terjadi.[34][35][36][37]

            Perjalanan luar negeri

            Pada 12 November 2025, Vajiralongkorn tiba di Beijing sebagai bagian dari kunjungan pertama monarki Thailand ke Tiongkok.[38]

            Kontroversi

            Masa pemerintahan Vajiralongkorn telah diwarnai oleh berbagai kontroversi yang tidak pernah terdengar selama masa pemerintahan pendahulunya. Citranya dipengaruhi oleh reputasinya sebagai seorang hidung belang.[39] Pada tahun 2020, Thailand mengalami protes luas dan belum pernah terjadi sebelumnya yang menentang kekuasaannya, yang menarik perhatian signifikan baik di dalam negeri maupun internasional.[40]

            Raja Vajiralongkorn yang memerintah dari negara bagian Bavaria, Jerman, memicu sentimen anti-monarki yang berkontribusi pada protes di seluruh Thailand.

            Selama sebagian besar tahun 2020, Vajiralongkorn dilaporkan menyewa Grand Hotel Sonnenbichl yang terletak di pegunungan Alpen di Garmisch-Partenkirchen untuk dirinya sendiri dan rombongannya selama Pandemi COVID-19.[41] Ia tetap tinggal di sana selama protes nasional dan di tengah gelombang sentimen anti-monarki di Thailand,[42] memicu kontroversi di Thailand maupun Jerman.[43] Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas memperingatkan Vajiralongkorn untuk tidak memerintah dari wilayah Jerman.[44] Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah Jerman akan menyelidiki perilakunya selama tinggal di negara tersebut.[45]

            Pada 26 Oktober 2020, pengunjuk rasa melakukan long march ke Kedutaan Besar Jerman, Bangkok, mengajukan petisi kepada pemerintah Jerman untuk menyelidiki aktivitas Vajiralongkorn di Jerman atas kemungkinan bahwa ia telah menjalankan kekuasaannya dari wilayah Jerman.[46][47]

            Pernikahan dan keturunan

            Soamsawali Kitiyakara

            Pada 3 Januari 1977, Vajiralongkorn menikah dengan Putri Soamsawali Kitiyakara (lahir 1957), sepupu pertama dari pihak ibunya. Mereka memiliki satu putri, Putri Bajrakitiyabha, yang lahir pada Desember 1978. Vajiralongkorn mulai tinggal bersama aktris Yuvadhida Polpraserth pada akhir 1970-an dan memiliki lima anak bersamanya. Meskipun Soamsawali menolak perceraian selama bertahun-tahun, Vajiralongkorn akhirnya dapat menuntut cerai di Pengadilan Keluarga pada Januari 1993. Dalam persidangan, Vajiralongkorn menuduh Soamsawali sepenuhnya bersalah atas kegagalan hubungan tersebut. Ia tidak dapat membantah tuduhan tersebut karena adanya larangan terhadap lèse majesté. Perceraian tersebut diresmikan pada Juli 1993.[48]

            Yuvadhida Polpraserth

            Saat Vajiralongkorn diperkenalkan kepada Yuvadhida Polpraserth, ia adalah seorang calon aktris. Ia menjadi pendamping tetap Vajiralongkorn dan melahirkan putra pertamanya, Pangeran Juthavachara Mahidol, pada 29 Agustus 1979. Ia kemudian memiliki tiga putra lagi dan seorang putri darinya. Mereka menikah dalam sebuah upacara istana pada Februari 1994, di mana mereka diberkati oleh Raja dan Ibu Suri, tetapi tidak oleh Ratu. Setelah pernikahan, ia diizinkan mengganti namanya menjadi Mom Sujarinee Mahidol na Ayudhaya, yang menandakan bahwa ia adalah rakyat jelata yang menikah dengan bangsawan. Ia juga ditugaskan sebagai mayor di Angkatan Darat Kerajaan Thailand dan ikut serta dalam upacara kerajaan bersama Vajiralongkorn. Pada tahun 1996, dua tahun setelah pernikahan, Mom Sujarinee (nama yang digunakannya saat itu) melarikan diri ke Inggris bersama semua anaknya, sementara Vajiralongkorn memerintahkan pemasangan poster di seluruh istananya yang menuduhnya melakukan perzinaan dengan Anand Rotsamkhan, seorang marsekal udara berusia 60 tahun.[49] Kemudian, pangeran mengambil putrinya dan membawanya kembali ke Thailand untuk tinggal bersamanya. Putri tersebut kemudian dinaikkan pangkatnya menjadi putri (princess), sementara Sujarinee dan putra-putranya dicabut paspor diplomatik dan gelar kerajaannya. Sujarinee dan putra-putranya pindah ke Amerika Serikat, dan per tahun 2007, ia dikenal sebagai Sujarinee Vivacharawongse.[50] Dari putra-putranya di Amerika, Vajiralongkorn memiliki tiga orang cucu.

            Srirasmi Suwadee

            Vajiralongkorn menikah untuk ketiga kalinya pada 10 Februari 2001 dengan Srirasmi Suwadee (nama kerajaan: Akharaphongpreecha), seorang rakyat jelata dari latar belakang sederhana yang telah bekerja melayaninya sejak 1992. Pernikahan tersebut tidak diungkapkan kepada publik hingga awal 2005. Ia melahirkan seorang putra, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti, pada 29 April 2005 dan kemudian pangkatnya dinaikkan menjadi putri. Putranya segera dinaikkan pangkatnya menjadi pangeran. Dalam sebuah wawancara majalah tak lama setelah itu, Vajiralongkorn menyatakan niatnya untuk menetap.[51]

            Namun, pada November 2014, Vajiralongkorn mengirim surat ke kementerian dalam negeri yang meminta agar keluarga Srirasmi dicabut dari nama kerajaan Akharaphongpreecha yang diberikan kepadanya, menyusul tuduhan korupsi terhadap tujuh kerabatnya.[52] Bulan berikutnya, Srirasmi melepaskan gelar dan nama kerajaannya dan secara resmi bercerai dari Vajiralongkorn.

            Suthida Tidjai

            Pada 1 Mei 2019, tiga hari sebelum penobatannya, Vajiralongkorn menikah dengan Suthida Tidjai, mantan penjabat komandan Departemen Ajudan Kerajaan Thailand.[53] Suthida oleh karena itu diangkat sebagai permaisuri Raja Vajiralongkorn[53][54] yang penobatannya berlangsung di Bangkok pada 4–6 Mei 2019.[55] Pendaftaran pernikahan berlangsung di Aula Kediaman Amphorn Sathan di Bangkok, dengan saudara perempuannya Putri Sirindhorn dan Presiden Dewan Penasihat Prem Tinsulanonda sebagai saksi.[56]

            Niramon Ounprom

            Pada 28 Juli 2019, Vajiralongkorn menganugerahkan gelar "Chao Khun Phra" atau Selir Mulia Kerajaan, dan nama kerajaan Sineenat Wongvajirapakdi, kepada Mayor Jenderal Niramon Ounprom; peristiwa ini menandai penamaan resmi pertama seorang selir sekunder selama hampir satu abad.[57] Tiga bulan kemudian, pada 21 Oktober 2019, sebuah perintah istana mencabut gelar dan pangkat Sineenat, dengan menyatakan bahwa ia telah tidak hormat kepada Ratu Suthida dan tidak setia kepada raja.[58] Pada 2 September 2020, gelar Sineenat dipulihkan dengan deklarasi bahwa ia "tidak tercemar" dan "Seterusnya, akan seolah-olah ia tidak pernah dicopot dari pangkat militer atau dekorasi kerajaannya."[59]

            Anak-anak

            Anak-anak Raja Maha Vajiralongkorn[60]
            Nama Hubungan Kelahiran Catatan
            Oleh Soamsawali Kitiyakara (menikah 1977, cerai 1991)
            Bajrakitiyabha, Putri Rajasarini Siribajra Putri 07 Desember 1978 (umur 47) dalam kondisi koma, diperkirakan tidak akan pulih[61]
            Oleh Yuvadhida Polpraserth (menikah 1994, cerai 1996)
            Juthavachara Vivacharawongse Putra 29 Agustus 1979 (umur 46) lahir sebagai Juthavachara Mahidol, menikah dengan Riya Gough, memiliki keturunan
            Vacharaesorn Vivacharawongse Putra 27 Mei 1981 (umur 44) lahir sebagai Vacharaesorn Mahidol, menikah dengan Elisa Garafano, memiliki keturunan
            Chakriwat Vivacharawongse Putra 26 Februari 1983 (umur 43) lahir sebagai Chakriwat Mahidol
            Vatchrawee Vivacharawongse Putra 14 Juni 1985 (umur 40) lahir sebagai Vatchrawee Mahidol
            Putri Sirivannavari Putri 8 Januari 1987 (umur 39) lahir sebagai Busyanambejra Mahidol
            Oleh Srirasmi Suwadee (menikah 2001, cerai 2014)
            Pangeran Dipangkorn Rasmijoti Putra 29 April 2005 (umur 20)

            Nama gelar

            Nama asli:

            พระบาทสมเด็จพระปรเมนทรรามาธิบดีศรีสินทรมหาวชิราลงกรณ มหิศรภูมิพลราชวรางกูร กิติสิริสมบูรณอดุลยเดช สยามินทราธิเบศรราชวโรดม บรมนาถบพิตร พระวชิรเกล้าเจ้าอยู่หัว

            Romanisasi:

            Phrabāth S̄omdĕch Phra Paramendra Rāmādhibodī Ṣ̄rīs̄inthra Mah̄ā Wachirālongkorṇ Mah̄iṣ̄ara Bhūmibol Rāchrāwarangkūra Kitis̄iris̄um Būrṇa Adulyadej S̄ayāmindrādhipeṣ̄hra Rāchawarodom Borommanāt̄h Bophitra Phra Wachira Kl̂āo Chêā Yū̀ H̄uạw"

            Monogram

            Gelar bangsawan untuk
            Raja Vajiralongkorn dari Thailand
            Gaya referensiKebawah Duli Yang Maha Mulia
            Gaya penyebutanKebawah Duli Seri Paduka Baginda
            Gaya alternatifPhra Chao Yu Hua
            Bendera pribadi Raja Vajiralongkorn (2016 - sekarang)
            • Monogram kerajaan Pangeran Vajiralongkorn (1955-1972)
              Monogram kerajaan Pangeran Vajiralongkorn (1955-1972)
            • Monogram kerajaan Pangeran Mahkota Vajiralongkorn (1972-1998)
              Monogram kerajaan Pangeran Mahkota Vajiralongkorn (1972-1998)
            • Monogram kerajaan Pangeran Mahkota Vajiralongkorn (1998-2016)
              Monogram kerajaan Pangeran Mahkota Vajiralongkorn (1998-2016)
            • Monogram kerajaan Raja Vajiralongkorn (2016 - sekarang)
              Monogram kerajaan Raja Vajiralongkorn (2016 - sekarang)
            • Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Orn-anong (2025 - sekarang)
              Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Orn-anong (2025 - sekarang)
            • Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Chayutra (2025 - sekarang)
              Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Chayutra (2025 - sekarang)
            • Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Papatsorn (2025 - sekarang)
              Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Papatsorn (2025 - sekarang)
            • Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Manassiya (2026 - sekarang)
              Monogram ganda Raja Vajiralongkorn dan Ibu Manassiya (2026 - sekarang)

            Tanda Jasa

            Berikut adalah deret pita medali yang biasa dipakai oleh Vajiralongkorn saat memakai seragam militer.[62]

            Lihat juga

            • Penobatan Vajiralongkorn

            Keturunan

            Silsilah dari Vajiralongkorn (Rama X dari Thailand)
            16. (=18.) Mongkut
            8. (=24.) Chulalongkorn
            17. Debsirindra
            4. Mahidol Adulyadej, Pangeran Songkla
            18. (=16.) Mongkut
            9. Savang Vadhana
            19. Piam Sucharitakul
            2. Bhumibol Adulyadej
            20. Chum Chukramol
            10. Chu Chukramol
            5. Sangwan Talapat
            11. Kham Chukramol
            23. Pha
            1. Vajiralongkorn
            24. (= 8.) Chulalongkorn
            12. Kitiyakara Voralaksana, Pangeran Chanthaburi I
            25. Uam Bisalayaputra
            6. Nakkhatra Mangala, Pangeran Chanthaburi II
            26. Devan Uthayavongse, Pangeran Devavongse Varopakarn
            13. Princess Apsarasaman Devakula
            27. Yai Sucharitakul
            3. Sirikit Kitiyakara
            28. Pangeran Sai Snidvongs
            14. Sadan Snidvongs
            29. Khian Sasisamit
            7. Bua Snidvongs
            30. Ruai Bunyathon
            15. Bang Bunyathon
            31. Wae Na Bangxang

            Referensi

            1. 1 2 "Vajiralongkorn ascends the throne as King Rama X". Khaosod English. 2 December 2016. Diakses tanggal 2 December 2016.
            2. ↑ Paddock, Richard (1 December 2016). "New King for Thailand as Crown Prince, Vajiralongkorn, Ascends to Throne". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2016. Diakses tanggal 2 December 2016.
            3. ↑ "King Rama X Maha Vajiralongkorn". globalsecurity.org.
            4. ↑ AFP (2016-10-13). "Thai Prime Minister Prayuth says Crown Prince seeks delay in proclaiming him King". Coconut.co. Bangkok: Coconuts BKK. Diakses tanggal 2016-10-14.
            5. ↑ "Thai Crown Prince Maha Vajiralongkorn to be proclaimed king". BBC News. 1 Desember 2016. Diakses tanggal 3 Desember 2016.
            6. ↑ ราชกิจจานุเบกษา, ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง ให้หยุดราชการและชักธงชาติเนื่องในการที่พระราชกุมารประสูติ Diarsipkan 4 Maret 2016 di Wayback Machine., เล่ม 69, ตอนที่ 49, 12 สิงหาคม พ.ศ. 2495, หน้า 2434
            7. ↑ "Long Live the King: Childhood". Bangkok Post. 1 Desember 2016. Diakses tanggal 3 Desember 2016.
            8. ↑ "Old Millfieldian Society – Overseas Branch Officials". Omsociety.com. Diakses tanggal 1 Desember 2016.[pranala nonaktif permanen]
            9. 1 2 3 "Long Live the King: Military Education". Bangkok Post. 1 December 2016. Diakses tanggal 3 December 2016.
            10. ↑
            11. ↑ "Crown Prince becomes King". Bangkok Post. 1 December 2016. Diakses tanggal 1 December 2016.
            12. 1 2 "Thai Crown Prince Maha Vajiralongkorn proclaimed king". BBC News. 1 December 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 April 2018. Diakses tanggal 8 May 2018.
            13. ↑ "Crown prince Vajiralongkorn becomes Thailand's new king". Al Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 December 2016. Diakses tanggal 2 December 2016.
            14. ↑ Kershaw, Roger (2001). Monarchy in South-East Asia: The faces of tradition in transition (Edisi 1st). London: Routledge. hlm. 152–153. ISBN 0415243483.
            15. ↑ Holmes, Oliver (26 October 2017). "Thailand grieves over former king at lavish cremation ceremony". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2017. Diakses tanggal 21 December 2017.
            16. ↑ "Thai king's coronation likely by the end of 2017: deputy PM". Reuters. 21 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 April 2017. Diakses tanggal 13 June 2017.
            17. ↑ Shawn W. Crispin, How stable is post-cremation Thailand? Diarsipkan 11 February 2018 di Wayback Machine., Asia Times (6 Desember 2017).
            18. ↑ "New Thai king receives Japanese emperor". Nikkei Asian Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 April 2017. Diakses tanggal 9 April 2017.
            19. ↑ "King appoints 10 members to his Privy Council". Bangkok Post. 6 December 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2019. Diakses tanggal 6 December 2016.
            20. ↑ "King appoints two new privy councilors". Thai PBS. Diarsipkan dari asli tanggal 25 August 2017. Diakses tanggal 19 December 2016.
            21. ↑ "Former assistant army chief appointed Thailand's new privy councillor". Xinhua News Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 26 December 2016. Diakses tanggal 25 December 2016.
            22. ↑ "Privy Councillor Chanchai Likhitjitta dies". The Nation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 January 2017. Diakses tanggal 19 January 2016.
            23. 1 2 3
            24. ↑ "King signs to promulgate new Constitution". Nation Multimedia Group. 6 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 April 2017. Diakses tanggal 6 April 2017.
            25. ↑ "Thai parliament approves king's constitutional changes request, likely delaying elections". Reuters. 13 January 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2017. Diakses tanggal 13 January 2017.
            26. ↑ Beech, Hannah (8 February 2019). "Thai King's Sister Is Picked to Run for Prime Minister, Upending Politics". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 February 2019. Diakses tanggal 8 February 2019.[Verifikasi gagal]
            27. ↑ Withnall, Adam (8 February 2019). "Thai princess joins election race to become prime minister in stunning move for 'apolitical' royals". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 February 2019. Diakses tanggal 8 February 2019.
            28. ↑ "Thai king says sister's candidacy for prime minister is 'inappropriate', 'unconstitutional': Palace statement". Channel NewsAsia. 8 February 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 February 2019. Diakses tanggal 9 February 2019.
            29. ↑ Jett, Jennifer (11 February 2019). "Thai King's Sister Is Formally Barred From Running for Prime Minister". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 February 2019. Diakses tanggal 12 February 2019.
            30. ↑ "Constitutional Court disbands Thai Raksa Chart". Bangkok Post (dalam bahasa Inggris). 7 March 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2022.
            31. ↑ "Thai king takes control of five palace agencies". businesstimes.com.sg. 2 May 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 May 2017. Diakses tanggal 18 May 2017.
            32. ↑ "Coronation of New Thai King Set for May 4-6". Voice of America (dalam bahasa Inggris). 2019-01-01. Diakses tanggal 2025-11-22.
            33. ↑ "Making of a monarch: King's image peppers Thailand ahead of coronation". France 24. Agence France-Presse. 30 April 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 April 2019. Diakses tanggal 30 April 2019.
            34. ↑
            35. ↑ "More than 150,000 to attend ceremonies". Bangkok Post. 30 April 2019. Diakses tanggal 30 April 2019.
            36. ↑ Sriring, Orathai; Kittisilpa, Juarawee (28 April 2019). "Thailand rehearses elaborate $31 million coronation for king". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2019. Diakses tanggal 29 April 2019.
            37. ↑ "Thai king celebrated in post-coronation procession". dw.com (dalam bahasa Inggris). 5 May 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 January 2023. Diakses tanggal 2023-01-10.
            38. ↑ "Thai king becomes country's first monarch to visit China". BBC. 2025-11-13. Diakses tanggal 2025-11-13.
            39. ↑ Bernstein, Richard (24 January 2020). "Thailand's playboy king isn't playing around". Vox. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 October 2020. Diakses tanggal 15 October 2020.
            40. ↑ Rasheed, Zaheena. "Why are Thai students protesting against King Vajiralongkorn?". Al Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 October 2020. Diakses tanggal 15 October 2020.
            41. ↑ Wiley, Melissa (6 April 2020). "Inside the luxury hotel where Thailand's playboy king is reportedly self-isolating with 20 women during the coronavirus outbreak". Business Insider.
            42. ↑ Mahtani, Shibani (16 October 2020). "Thousands of anti-monarchy protesters defy Thailand's new emergency decree". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-19. Diakses tanggal 2021-05-16.
            43. ↑ "Thai king's sojourn in Bavaria causes headache for Berlin". Financial Times. 11 October 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 October 2020. Diakses tanggal 16 October 2020.
            44. ↑ "Germany warns Thai King not to govern from its soil". The Telegraph. 9 October 2020. ISSN 0307-1235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 January 2022. Diakses tanggal 15 October 2020.
            45. ↑ Solomon, Feliz; Bender, Ruth (26 October 2020). "Thailand's King Becomes a Foreign Relations Challenge for Germany". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2020. Diakses tanggal 2 November 2020.
            46. ↑ "Thai protesters march on German embassy to seek probe of king". Al Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2020. Diakses tanggal 2020-10-26.
            47. ↑ "Protesters march to German embassy". Bangkok Post. 26 October 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 November 2020. Diakses tanggal 2020-10-26.
            48. ↑ Nonthaburi Family Court, Documents of Case #79/2536, 14 January 2007
            49. ↑ Campbell, Christy (20 October 1996). "Adultery princess casts shadow on untouchables". The Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 22 November 2003.
            50. ↑ "Thailand's new king in profile". BBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2016. Diakses tanggal 1 December 2016.
            51. ↑ "Simplicity, warmth win hearts", The Nation
            52. ↑ "Thailand crown prince strips wife's family of royal name". BBC News. 29 November 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 December 2014. Diakses tanggal 2 December 2014. It comes after seven of her close relatives were arrested in a purge of officials allegedly involved in corruption.
            53. 1 2 ประกาศ เรื่อง สถาปนาสมเด็จพระราชินี (PDF). Ratchakitcha. Royal Thai Government. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 May 2019. Diakses tanggal 1 May 2019.
            54. ↑ "พระราชประวัติ สมเด็จพระราชินีสุทิดา". BBC. 1 May 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 October 2019. Diakses tanggal 1 May 2019.
            55. ↑ "A new Queen emerges in pre-coronation Thailand". Asia Times. May 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 May 2019. Diakses tanggal 1 May 2019.
            56. ↑ "New queen named". Bangkok Post. 1 May 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 March 2021. Diakses tanggal 1 May 2019.
            57. ↑ Thaitrakulpanich, Asaree (30 July 2019). "Rama X Names First Royal Consort in Almost a Century". Khaosod English. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 August 2019. Diakses tanggal 2 August 2019.
            58. ↑ Charuvastra, Teeranai (21 October 2019). "Royal Consort Sineenat Stripped of Royal Ranks". Khaosod English. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 October 2019. Diakses tanggal 21 October 2019.
            59. ↑ "Thailand's king reinstates his consort after her fall from grace". BBC. 2 September 2020. Diakses tanggal 2 September 2020. The king's latest decision means that 'Sineenat Wongvajirapakdi is not tarnished', the Royal Gazette announced. 'Henceforth, it will be as if she had never been stripped of her military ranks or royal decorations.'
            60. ↑
            61. ↑ "Royal prodigal son's return stirs up Thailand". BBC News. EFE. 9 August 2023. Diakses tanggal 9 August 2023.
            62. ↑ {{url= https://www.smh.com.au/national/the-miseducation-of-king-rama-x-20200824-p55otc.html

            Bacaan lanjutan

            • Hannah Beech (7 November 2019). "'Perilaku yang Sangat Jahat': Intrik Istana Thailand Tumpah". The New York Times (dalam bahasa Inggris).
            • Elizabeth Yuko (29 Agustus 2019). "Internet Membocorkan Gambar Selir Thailand - Tetapi Apa Itu Selir?". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris).
            • Head, Jonathan (16 Oktober 2016). "Kematian Raja Thailand, Siapa Yang Berkuasa Sekarang?". BBC. Diakses tanggal 16 Oktober 2016.
            • Handley, Paul M. (2006). The King Never Smiles. Yale University Press. ASIN B0015GUOPY.
            Vajiralongkorn (Rama X dari Thailand)
            Dinasti Chakri
            Lahir: 28 Juli 1952
            Thailand
            Lowong
            Terakhir dijabat oleh
            Vajiravudh
            Putra Mahkota Thailand
            1972–2016
            Lowong
            Selanjutnya dijabat oleh
            tidak diketahui
            Didahului oleh:
            Bhumibol Adulyadej
            Raja Thailand
            2016–sekarang
            Petahana
            Akan diwariskan kepada (asumsi):
            Dipangkorn Rasmijoti
            • l
            • b
            • s
            Penguasa monarki berdaulat saat ini
            Afrika
            • Eswatini Mswati III
            • Lesotho Letsie III
            • Maroko Muhammad VI
            Asia
            • Bahrain Hamad
            • Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck
            • Brunei Hassanal Bolkiah
            • Kamboja Norodom Sihamoni
            • Kuwait Misy'al
            • Jepang Naruhito
            • Malaysia Ibrahim Iskandar
            • Oman Haitham
            • Qatar Tamim
            • Arab Saudi Salman
            • Thailand Rama X
            • Uni Emirat Arab Muhammad
            • Yordania Abdullah II
            Eropa
            • Andorra Josep-Lluís Serrano Pentinat dan Emmanuel Macron
            • Belanda Willem-Alexander
            • Britania Raya Charles III
            • Belgia Philippe
            • Denmark Frederik X
            • Liechtenstein Hans-Adam II
            • Luksemburg Henri
            • Monako Albert II
            • Norwegia Harald V
            • Spanyol Felipe VI
            • Swedia Carl XVI Gustaf
            • Vatikan Leo XIV
            Amerika
            • Antigua dan Barbuda Bahama Barbados Belize Grenada Jamaika Kanada Saint Kitts dan Nevis Saint Lucia Saint Vincent dan Grenadine Charles III
            Oseania
            • Australia Kepulauan Solomon Papua Nugini Selandia Baru Tuvalu Charles III
            • Tonga Tupou VI
            • Lihat juga: Ahli waris takhta saat ini
            Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
            Internasional
            • ISNI
            • VIAF
            • GND
            • FAST
            • WorldCat
            Nasional
            • Amerika Serikat
            • Australia
            • Polandia
            • Belgia
            Orang
            • Trove
            Lain-lain
            • IdRef
            • Yale LUX
            1. ↑ Setelah masa berkabung, pada 1 Desember 2016, Vajiralongkorn menerima undangan resmi untuk menjadi raja. Ia menjabat sebagai raja secara retroaktif hingga hari kematian pendahulunya dan ayahnya pada 13 Oktober 2016. Prem Tinsulanonda bertindak sebagai bupati sejak tanggal tersebut.[1][2]

            Bagikan artikel ini

            Share:

            Daftar Isi

            1. Kehidupan awal dan pendidikan
            2. Pemerintahan
            3. Kenaikan takhta
            4. Penunjukan anggota dewan penasihat
            5. Campur tangan politik langsung
            6. Penobatan
            7. Perjalanan luar negeri
            8. Kontroversi
            9. Pernikahan dan keturunan
            10. Nama gelar
            11. Monogram
            12. Tanda Jasa
            13. Lihat juga
            14. Keturunan
            15. Referensi
            16. Bacaan lanjutan

            Artikel Terkait

            Daftar raja Thai

            artikel daftar Wikimedia

            Sirikit dari Thailand

            Ratu Thailand dari tahun 1950 hingga 2016

            Piala Raja Thailand

            Piala Raja Thailand adalah sebuah turnamen sepak bola yang diselenggarakan di Thailand oleh Asosiasi Sepak bola Thailand. Tuan rumah, Thailand, adalah

            Jakarta Aktual
            Jakarta Aktual© 2026