Somdet Phra Nang Chao Suthida Bajrasudhabimalalakshana Phra Borrommarachini, lahir Suthida Tidjai, adalah Ratu Thailand sebagai istri keempat Raja Vajiralongkorn. Sebelum menikah, ia adalah seorang pramugari. Setelah bergabung dengan militer Thailand, ia dipromosikan menjadi pengawal Raja.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sang Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana | |||||
Ratu Suthida pada 2025 | |||||
| Permaisuri Thailand | |||||
| Periode | 1 Mei 2019 – sekarang | ||||
| Penobatan | 4 Mei 2019 | ||||
| Kelahiran | Suthida Tidjai 3 Juni 1978 Hat Yai, Songkhla, Thailand | ||||
| Pasangan | |||||
| |||||
| Wangsa | Mahidol (melalui pernikahan) | ||||
| Dinasti | Chakri (melalui pernikahan) | ||||
| Ayah | Kham Tidjai | ||||
| Ibu | Jangheang Tidjai | ||||
| Agama | Buddha Theravada | ||||
| Tanda tangan | |||||
| Karier militer | |||||
| Pengabdian | Kerajaan Thailand | ||||
| Dinas/cabang | |||||
| Lama dinas | 2010–sekarang | ||||
| Pangkat | |||||
| Komandan | Unit Operasi Khusus | ||||
Somdet Phra Nang Chao Suthida Bajrasudhabimalalakshana Phra Borrommarachini (bahasa Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสุทิดา พัชรสุธาพิมลลักษณ พระบรมราชินีcode: th is deprecated , RTGS: Suthida Phatcharasuthaphimonlak, pelafalan [sùʔ.tʰíʔ.dāː pʰát.tɕʰa.ráʔ.sùʔ.tʰāː.pʰíʔ.mōn.lák] ⓘ), lahir Suthida Tidjai (Thai: สุทิดา ติดใจcode: th is deprecated ; 3 Juni 1978),[1] adalah Ratu Thailand sebagai istri keempat Raja Vajiralongkorn. Sebelum menikah, ia adalah seorang pramugari. Setelah bergabung dengan militer Thailand, ia dipromosikan menjadi pengawal Raja.[2]
Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana lahir pada tanggal 3 Juni 1978[3][4] di Tambon Ban Phru, Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla. Beliau lahir dengan nama Suthida Tidjai dan memiliki nama panggilan "Nui". Beliau merupakan putri dari Kham Tidjai dan Khunying Jangheang Tidjai; keluarganya merupakan keturunan Tionghoa-Thailand.
Beliau menempuh pendidikan menengah di Sekolah Hat Yai Witthayalai Somboon Kulkanya sebelum melanjutkan ke pendidikan vokasi di Phanichayakan Phra Nakhon. Kemudian, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang ilmu komunikasi di Fakultas Seni Komunikasi, Universitas Assumption pada tahun 2000.[5][6]
Setelah lulus, beliau bekerja sebagai pramugari di Japan Airlines (JAL) dari tahun 2000 hingga 2003, dan kemudian berkarier sebagai pramugari di Thai Airways dari tahun 2003 hingga 2008.[7]


Pada tanggal 1 Mei 2019, dilaksanakan upacara pernikahan kerajaan dan pelantikan Ratu di Istana Ambara, Istana Dusit.[8] Pada hari yang sama, Lembaran Negara Thailand menerbitkan maklumat kerajaan mengenai pelantikan tersebut. Maklumat itu menyatakan bahwa Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun telah melaksanakan pernikahan kerajaan dengan Jenderal Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya secara sah menurut hukum dan tradisi kerajaan.[9] Raja menitahkan agar Jenderal Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya, Sang Permaisuri dilantik sebagai Ratu Suthida, dengan gelar dan kedudukan anggota keluarga kerajaan.[10]
Kemudian dalam Upacara Penobatan Raja pada 4 Mei 2019, Raja Vajiralongkorn secara resmi meningkatkan gelar kehormatan Ratu Suthida menjadi Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, Sang Permaisuri (Somdet Phra Nang Chao Suthida Bajrasudabimalalakshana Phraborrommarachini).[11]
Sejak 10 Juni 2019, Raja Vajiralongkorn menitahkan agar Ratu Suthida memegang komando dan tanggung jawab atas unit-unit kerajaan yang berada langsung di bawah koordinasi Ibu Suri Sirikit. Unit-unit tersebut meliputi Sekretariat Kerajaan untuk Ibu Suri, Departemen Rumah Tangga Kerajaan untuk Ibu Suri, Divisi Seni dan Kerajinan, Institut Sirikit, Yayasan Promosi Seni dan Kerajinan Ibu Suri Sirikit, serta para dayang dan asisten pribadi Ibu Suri.[12]
Suthida ditunjuk menjadi komandan kepala keamanan dan rumah tangga Pangeran Vajiralongkorn pada Agustus 2014. Suthida diberitakan memiliki hubungan romantis dengan pangeran mahkota setelah perceraian pangeran mahkota dengan Srirasmi Suwadee.[13][14][15][16][17] Pada Oktober 2016, media internasional melaporkan bahwa ia akan dijadikan seorang permaisuri raja, meskipun istana tidak pernah mengumumkan secara resmi hal ini.[18][19] Namanya sebagai pemegang gelar kebangsawanan akan diselaraskan dengan aturan penamaan istri pangeran Thailand.
Pada 13 Oktober 2017 ia dianugerahi Salib Agung (Kelas Pertama) Yang Termashyur Ordo Chula Chom Klao,[20] yang membuatnya memperoleh gelar kebangsawanan Than Phu Ying (bahasa Thai: ท่านผู้หญิงcode: th is deprecated ; RTGS: Than Phu Ying). Ia adalah perempuan pertama yang memperoleh gelar ini sejak 2004 dan yang pertama pada masa takhta Raja Rama X.
Pada 1 Mei 2019, Suthida menjadi permaisuri raja[2][21] dan dinobatkan pada 4-6 Mei 2019 di Bangkok.[22] Registrasi pernikahan dilakukan di Amphorn Sathan Residential Hall di Bangkok, dengan Putri Sirindhorn dan Presiden Dewan Rahasia Prem Tinsulanonda sebagai saksi.[23]


Saat masih menjabat sebagai Jenderal Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya, Ratu Suthida mengemban amanah sebagai Wakil Komandan Komando Keamanan Kerajaan (pangkat Jenderal Senior).[24] Selain itu, beliau juga dipercaya oleh Raja Vajiralongkorn untuk menjadi ajudan militer (ADC) bagi Raja sendiri maupun anggota keluarga kerajaan lainnya.[25][26]
Pada tanggal 1 Agustus 2019, Ratu Suthida menghadiri pembukaan perayaan Hari Perempuan Thailand di IMPACT Arena, Muang Thong Thani. Acara ini merupakan tugas resmi pertama yang beliau jalankan secara mandiri sejak dilantik menjadi Ratu.[27] Dalam pidatonya saat itu, beliau menyatakan tekadnya untuk melanjutkan visi dan aspirasi Ibu Suri Sirikit.[28]
Selanjutnya, pada 28 Agustus 2019, Raja Vajiralongkorn menunjuk Ratu Suthida sebagai Ketua Penasihat untuk proyek pelestarian gajah liar di lima provinsi wilayah timur,[29] serta Ketua Penasihat proyek pengembangan masyarakat di kawasan suaka margasatwa dan taman nasional di Provinsi Kanchanaburi.[30]
Pada 25 Oktober 2019, Ratu Suthida mewakili Raja Vajiralongkorn dalam upacara persembahan kain Kathina di Wat Arun.[31] Tak lama berselang, pada 11 November 2019, beliau ditunjuk menjadi Ketua Penasihat program "Ratchathan Pansuk" (Kesehatan Penjara), sebuah inisiatif sosial di bawah gerakan "Melakukan Kebaikan dengan Hati".[32]
Antara tanggal 4 hingga 7 Mei 2023, Raja Vajiralongkorn dan Ratu Suthida melakukan kunjungan kenegaraan ke Britania Raya atas undangan Raja Charles III untuk menghadiri upacara penobatan Raja Charles III dan Ratu Camilla di Westminster Abbey, London.[33] Perjalanan ini menjadi kunjungan luar negeri resmi pertama sang Raja setelah prosesi penobatan penuh.
Pada 21 September 2024, Raja dan Ratu memberikan audiensi di Istana Ambara kepada Panglima Angkatan Bersenjata untuk menyerahkan bantuan berupa 100 unit mesin pembersih tekanan tinggi bagi warga yang terdampak banjir besar di Provinsi Chiang Rai.
Kemudian pada 3 Desember 2024, Raja Vajiralongkorn menghadiri Upacara Sumpah Setia dan Parade Militer Penjaga Raja di Pelataran Istana Dusit. Dalam upacara tersebut, Ratu Suthida tampil memimpin parade sebagai "Komandan Pasukan Gabungan", didampingi oleh Putri Sirivannavari yang memimpin batalyon kavaleri.
Tugas terbaru pada 25 Juli 2025, Raja dan Ratu menginstruksikan pendirian dapur umum kerajaan guna menyalurkan bantuan makanan bagi warga dan pengungsi di wilayah Perbatasan Thailand–Kamboja, dengan dukungan teknis dari Batalyon Infanteri ke-3, Resimen Infanteri ke-23.
| Gelar bangsawan untuk Ratu Suthida dari Thailand | |
|---|---|
| Gaya referensi | Kebawah Duli Yang Maha Mulia |
| Gaya penyebutan | Kebawah Duli Seri Paduka Baginda |
| Gaya alternatif | Phra Boromma Rajini |
Suthida dari Thailand Lahir: 3 Juni 1978 -kini | ||
| Thailand | ||
|---|---|---|
| Lowong Terakhir dijabat oleh Sirikit Kitiyakara |
Permaisuri Raja Thailand 2019–kini |
Petahana |
| Urutan protokoler | ||
| Didahului oleh: Raja |
Permaisuri posisi kedua |
Diteruskan oleh: Ibu Suri |