Batalyon Infanteri 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan adalah sebuah pasukan elit infanteri berkualifikasi raider TNI Angkatan Darat yang bermarkas di Jl. Namu Ukur, Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Batalyon Infanteri 100/Prajurit Setia | |
|---|---|
| Dibentuk | 15 Oktober 1965 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Infanteri |
| Tipe unit | Raider |
| Peran | Pasukan Pemukul Reaksi Cepat |
| Bagian dari | Kodam I/Bukit Barisan |
| Markas | Kabupaten Langkat, Sumatera Utara |
| Julukan | Yonif 100/PS |
| Moto | Prajurit Setia |
| Baret | Hijau Lumut |
| Maskot | Pisau Komando dan Petir |
| Ulang tahun | 15 Oktober |
Batalyon Infanteri 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan adalah sebuah pasukan elit infanteri berkualifikasi raider TNI Angkatan Darat yang bermarkas di Jl. Namu Ukur, Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Sebelum dibekukan, batalyon ini bernama resmi Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia disingkat Yonif Linud 100/PS. 5 bulan setelah pembekuannya, batalyon ini kemudian diaktifkan kembali pada tanggal 22 Desember 2003 dengan nama baru Yonif 100/Raider Kodam I/Bukit Barisan. Personel Yonif 100 terdiri dari 747 anggota yang dibagi dalam 5 kompi. Anggota kesatuan ini sebagian besar diganti dan didatangkan dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya serta dari Kodam Jaya dan sebagian hasil seleksi dari anggota Yonif 100 sendiri.[1]
Batalyon ini pernah dilikuidasi pada tanggal 2 Oktober 2002 setelah terjadi bentrokan antara oknum anggota batalyon dengan oknum anggota Brigade Mobil Polda Sumut yang bermarkas di Tanah Tinggi, Binjai (Insiden Binjai).
Berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 1 Tahun 2016 tentang pengesahan validasi satuan jajaran TNI AD dan Perkasad Nomor 4 Tahun 2016 Tanggal 24 Februari 2016 tentang penataan satuan jajaran TNI AD, Yonif 100/Raider berubah nama menjadi Yonif Raider 100/Prajurit Setia.[2]