Komando Daerah Militer V/Jayakarta merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Komando Daerah Militer V/Jayakarta | |
|---|---|
Lambang Kodam Jaya | |
| Dibentuk | Desember 24, 1949 (1949-12-24) |
| Negara | |
| Tipe unit | Komando Daerah Militer |
| Bagian dari | TNI Angkatan Darat |
| Markas | Jakarta |
| Moto | Aneka Daya Tunggal Bhakti |
| Baret | HIJAU |
| Himne | Mars Jayakarta |
| Situs web | kodamjaya-tniad.mil.id |
| Tokoh | |
| Panglima | |
| Kepala Staf | |
| Inspektur | |
| Kepala Kelompok Staf Ahli | |
Komando Daerah Militer V/Jayakarta (atau disingkat Kodam V/Jaya) merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKB-DR) berdiri pada tanggal 24 Desember 1949 dalam rangka untuk menerima tanggung jawab di bidang keamanan kota Jakarta dari Angkatan Perang Belanda. Selanjutnya pada tanggal 24 Oktober 1959 KMKB-Djakarta Raya berubah nama menjadi Komando Daerah Militer V/Djayakarta (Kodam V/Djayakarta) setelah dikeluarkan Keputusan Kasad Nomor: 952/10/1959 tentang pelaksanaan penyempurnaan pembagian wilayah kodam-kodam sedangkan pelaksanaan peresmian Kodam V/Djaya itu sendiri dilakukan pada tanggal 18 Januari 1960 pukul 09.00 WIB di Lapangan Banteng. Walaupun peresmian Kodam Jaya pada tanggal itu, tetapi untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kodam Jaya adalah pada tanggal lahirnya KMKB-Djakarta Raya yaitu pada tanggal 24 Desember 1949.
Nama “Jayakarta” berasal dari nama lama dan asli kota Jakarta sebelum kedatangan Belanda dan Pangeran Jayakarta adalah nama lain dari Pangeran Achmad Jakerta, putra Pangeran Sungerasa Jayawikarta dari Kesultanan Banten. Nama ini berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata yaitu "Jaya" yang berarti "kemenangan" dan "Karta" yang berarti "tercapai", secara harfiah diterjemahkan menjadi "Kemenangan yang tercapai" yang merupakan latar belakang sejarah berdirinya kota ini ketika Angkatan Darat Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengusir pasukan Portugis dari Jayakarta pada abad ke-16.
Saat ini, Kodam Jayakarta dipimpin oleh seorang Panglima Kodam (Pangdam) yang berpangkat Letnan Jenderal. Saat ini jabatan Pangdam diduduki oleh Letjen TNI Deddy Suryadi.
Satuan Wilayah di Kodam Jaya terdiri dari 2 Korem dan 1 Kodim berdiri sendiri dengan pembagian wilayah sebagai berikut:[1]
Satuan tempur dan bantuan tempur yang dimiliki Kodam Jaya meliputi:[2]
Satuan pendidikan yang ada di Kodam Jaya adalah Resimen Induk Kodam Jayakarta (Rindam Jayakarta) yang bermarkas di Jalan Raya Condet, Pasar Rebo, Jakarta Timur.