Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Barito Kuala

Kabupaten Barito Kuala adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Marabahan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.996,46 km² dan berpenduduk sebanyak 332.178 jiwa pada semeter pertama tahun 2025. Sebagian wilayah Barito Kuala termasuk dalam calon Wilayah Metropolitan Banjar Bakula. Kabupaten Barito Kuala berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di kabupaten Kapuas, dan lokasinya berada di tepi laut.

kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan
Diperbarui 21 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten in Kalimantan SelatanTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Kalimantan Selatan
Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten
Taman Makam Pahlawan Marabahan
Taman Makam Pahlawan Marabahan
Lambang resmi Kabupaten Barito Kuala
Lambang
Julukan: 
Bumi Ijejela
Motto: 
Selidah
Peta
Barito Kuala di Kalimantan Selatan
Barito Kuala
Barito Kuala
Peta
Tampilkan peta Kalimantan Selatan
Barito Kuala di Kalimantan
Barito Kuala
Barito Kuala
Barito Kuala (Kalimantan)
Tampilkan peta Kalimantan
Barito Kuala di Indonesia
Barito Kuala
Barito Kuala
Barito Kuala (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 2°58′52″S 114°46′00″E / 2.98114305°S 114.76677877°E / -2.98114305; 114.76677877
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Tanggal berdiri4 Januari 1960
Dasar hukumUU Nomor 27 Tahun 1959
Ibu kotaMarabahan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 17 kecamatan[1]
  • Kelurahan: 6 kelurahan[1]
  • Desa: 195 desa[1]
Pemerintahan
 • BupatiBahrul Ilmi
 • Wakil BupatiHerman Susilo
 • Sekretaris DaerahZulkipli Yadi Noor
 • Ketua DPRDSaleh
Luas
[1]
 • Total2.996,46 km2 (1,156,94 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[2]
 • Total332.178
 • Kepadatan110/km2 (290/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 98,93% Islam
    • 0,61% Kekristenan
      • 0,41% Protestan
      • 0,20% Katolik
  • 0,44% Hindu
  • 0,02% Buddha[2]
 • BahasaIndonesia, Banjar
 • IPMKenaikan 66,64 (2021)
Sedang[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
705xx – 705xx
Kode BPS
6304 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 511
Pelat kendaraanDA xxxx M**
Kode Kemendagri63.04 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.176.086.858.320,-[4]
PADRp 65.000.000.000,-
DAURp 601.975.382.000,00- (2020)
Situs webwww.baritokualakab.go.id

Kabupaten Barito Kuala adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Marabahan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.996,46 km² dan berpenduduk sebanyak 332.178 jiwa pada semeter pertama tahun 2025.[2] Sebagian wilayah Barito Kuala termasuk dalam calon Wilayah Metropolitan Banjar Bakula.[5][6] Kabupaten Barito Kuala berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di kabupaten Kapuas, dan lokasinya berada di tepi laut.

Geografi

Kabupaten Barito Kuala yang ber-ibu kota Marabahan terletak paling barat dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan batas-batas: sebelah utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin, sebelah selatan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan letak astronomis berada pada 2°29’50” - 3°30’18” Lintang Selatan dan 114°20’50” - 114°50’18” Bujur Timur.[7]

Kabupaten Barito Kuala berada pada hamparan wilayah yang datar dengan kelerengan 0% - 2%, dengan ketinggian elevasi berkisar antara 1-3 meter di atas permukaan laut. Tanah Alluvial berwarna coklat hijau, tanah ini terdiri dari endapat Alluvium yang bahan induknya terutama termasuk dari pasir dan lumpur yang dibawa dan diendapkan oleh arus sungai dari pedalaman, tanah terdapat di sepanjang Sungai Barito dan tepi Sungai Kapuas, berupa tanggul-tanggul dan juga pada beberapa medeander sungai. Tanah Alluvial ini menutupi areal seluas 191.390 Ha, atau lebih kurang 64% dari luas wilayah Kabupaten Barito Kuala dan merupakan daerah terbaik bagi pertanian pasang surut.[butuh rujukan] Sekurangnya 10% dari daratan Kabupaten Muaro Jambi berupa rawa.[8]

Angin pada bulan Januari, Februari dan Maret berembus dari arah Barat Laut, bulan April dari arah Tenggara dan pada bulan November, arah angin dari Barat Laut. Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh iklim, geografi dan pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan selama Tahun 2009 sebesar 2.047 mm. Curah hujan tertinggi pada Tahun 2009 terjadi pada bulan Januari dan Desember yaitu sebesar 359,7 dan 334 mm. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan September yakni sebesar 9,7 mm. Jumlah hari hujan selama Tahun 2009 sebanyak 107 hari dengan hari hujan terbanyak adalah pada bulan Januari sebesar 19 hari. Hari hujan terjarang terjadi pada bulan Agustus dan September sebanyak 1 hari hujan.

Pulau

Barito Kuala memiliki beberapa delta yang disebut pulau. Pulau tersebut terdapat di tengah-tengah sungai Barito yang membelah kabupaten Barito Kuala. Sungai Barito lebarnya lebih dari 1 km. Delta tersebut antara lain:[butuh rujukan]

  1. Pulau Kembang (hutan wisata, habitat kera ekor panjang)
  2. Pulau Bakut (terdapat jembatan Barito)
  3. Pulau Kaget (cagar alam, habitat kera hidung panjang, yaitu bekantan)
  4. Pulau Sugara (pulau yang berpenduduk)
  5. Pulau Alalak (pulau yang berpenduduk)
  6. Pulau Sewangi (pulau yang berpenduduk)

Sejarah

  • 1400: Bandar Muara Bahan sebagai bandar Kerajaan Negara Daha, tempat kediaman Patih Arya Taranggana.
  • 1900: Onderafdeeling Bakoempai, dipimpin oleh Controleur der de klasse: R.C.L. Bosch.
  • 1900: Distrik Bakumpai dengan Kepala Distrik adalah Haji Mohammad Adrak bin Abdurrahim.

Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178, Distrik Bakumpai adalah satu-satunya Distrik di dalam Onderafdeeling Bakoempai dengan ibu kota Marabahan, yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya).[9] Kabupaten Barito Kuala yang beribu kota di Marabahan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 dengan status sebelumnya sebagai Kawedanan dibawah Kabupaten Banjar.

Mengingat luas wilayah, jumlah penduduk dan perkembangannya, potensi ekonomi yang dimiliki serta kondisi lain yang menunjang daerah ini untuk diangkat menjadi Daerah Otonom Tingkat II, maka oleh para tokoh masyarakat diperjuangkan agar menjadi Daerah Tingkat II yang berotonomi. Proses perjuangan menjadikan Marabahan menjadi Daerah Kabupaten dimulai sejak tanggal 17 Februari 1957 dengan dibentuknya Panitia gabungan Partai/Organisasi Penuntut Kabupaten (diketuai oleh M. Jalaluddin dan Imansyah sebagai penulis), bersamaan pula dengan dikeluarkannya resolusi oleh Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) kepada Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan tentang tuntutan supaya kawedanaan Marabahan dijadikan Daerah Otonom Tingkat II.

Berbagai usaha ditempuh guna mewujudkan tuntutan tersebut beberapa peristiwa yang patut dicatat sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala Nomor 11/Kpts/DPRD-Batola/1997, antara lain:

  1. Pada tanggal 17 Februari 1957, Telah terbentuk Panitia Penuntutan Kabupaten Daerah Otonom Tingkat II yang diketuai oleh M. Jalaluddin dan Sekretarisnya Imansyah. Pada waktu itu juga kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) ikut mengajukan tuntutan agar Kewedanan Marabahan dapat ditingkatkan menjadi kabupaten.
  2. Pada tanggal 15 Maret 1957, Panitia Penuntut Kabupaten mengadakan rapat yang dihadiri oleh Partai Politik dan Organisasi Masa untuk menyusun resolusi yang isinya memohon kepada Pemerintah agar kewedanaan Marabahan dapat ditingkatkan menjadi Daerah Otonom Tingkat II yang diberi nama kabupaten dalam waktu yang sesingkatsingkatnya.
  3. Pada tanggal 1 Juni 1957, Panitia Penuntut kabupaten mengadakan rapat untuk menentukan sikap dengan dibentuknya Provinsi Kalimantan Tengah.
  4. Pada Bulan Juli 1957, Membentuk Panitia Penampung Hasrat Rakyat Marabahan dengan Ketua H. Marli Hasan, Wakil Ketua M. Jalaludin dan Sekretaris H. Syarkani. AB.
  5. Tanggal 15 Juli 1957, Panitia Penampungan Hasrat Rakyat Marabahan mengadakan rapat umum di Pasar Marabahan dengan kesimpulan apabila tuntutan menjadi kabupaten tidak berhasil, masih terbuka jalan untuk menjadi kabupaten di Kalimantan Tengah.
  6. Tanggal 17 Juli 1957, Presiden Soekarno berkunjung ke Banjarmasin dan menanggapi cara tuntutan Panitia Penampungan Hasrat Rakyat Marabahan yang menyatakan akan masuk Kalimantan Tengah dengan perkataan: “Mis Begrifven Demokrasi”. Akibat adanya tanggapan presiden tersebut, maka komando P.D.M. Martapura Letnan H. Muhammad Noor bersama Bupati Kepala Daerah Kabupaten Banjar yang diwakili Oleh H. Mukerad Bakeri, Ketua DPRD Bidang Ekonomi datang ke Marabahan untuk melihat secara dekat keadaan situasi Marabahan, tetapi kenyataannya Marabahan tetap aman.
  7. Tanggal 18 Juli 1957, Sebagai pengurus mengundurkan diri dari kepanitian.
  8. Tanggal 20 Juli 1957, Mukrad Bakeri dan Wedana Mustafa Ideham memberi penjelasan kepada tokoh masyarakat untung ruginya masuk Kalimantan Tengah.
  9. Tanggal 24 Juli 1957, Diadakan rapat untuk melengkapi personalia Panitia Gabungan Partai Politik diadakan Organisasi Massa Penuntut Kabupaten dengan susunan panitia baru sebagai berikut:
    • Ketua: Baidillah
    • Wakil Ketua: M. Taosun Ma'ruf
    • Penulis I: Anang Asran
    • Penulis II: Darmansyah
    • Bendahara: Maksum
    • Pembantu: Semua anggota partai/organisasi yang ada.
  10. Bulan Agustus 1957, DPRDP Kabupaten Banjar mengadakan kunjungan ke Marabahan sekaligus berdialog dengan tokoh masyarakat, pamong praja dan parpol/ormas.
  11. Tanggal 8 Agustus 1957, DPRDP Kabupaten Banjar dalam sidangnya mengambil keputusan yang isinya pada Pemerintah Pusat agar Daerah Swatantra Tingkat II Kabupaten Banjar dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah sebagai berikut: a. Kabupaten Banjar Barat meliputi Kewedanan Kayu Tangi; b. Kabupaten Banjar Tengah meliputi Kewedanan Ulin; c. Kabupaten Banjar Timur meliputi Kewedanan Barito Kuala.
  12. Tanggal 19 Agustus 1957, DPRDP Provinsi Kalimantan Selatan dalam sidangnya hanya dapat menyetujui 2 (dua) Daerah Swatantra tingkat II saja, yaitu: a. Kabupaten Banjar Barat meliputi kewedanan Kayu Tangi, Tanah Laut dan Ulin; b. Kabupaten Banjar Timur meliputi Kewedanaan Barito Kuala.
  13. Tanggal 30 Oktober 1957, DPRDP Kabupaten Banjar membuat resolusi yang isinya mendesak kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan agar meninjau kembali keputusannya tanggal 19 Agustus 1957 dengan memperhatikan Keputusan DPRD Kabupaten Banjar tanggal 8 Agustus 1957. Pada hari itu juga dating ke Kalimantan Selatan 2 (dua) orang dari Biro Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri yaitu Drs. Husin dan Mr. Parengkuan.. Kedua utusan tersebut mengadakan pertemuan di Barabai dengan wakil-wakil daerah yang mengajukan permintaan otonomi daerah tingkat II. Mukerad Bakeri, anggota DPD Kabupaten Banjar mewakili Marabahan. Setelah terjadi dialog yang mendalam, oleh utusan dinyatakan tuntutannya akan diperhatikan apabila data-data yang lengkap tentang Marabahan dapat diserahkan sebelum utusan kembali ke Jakarta.
  14. Tanggal 1 Nopember 1957, Mukrad Bakeri bersama-sama dengan Sekretaris Pemda Provinsi Kalimantan Selatan (M. Burhan Noor) menyerahkan data-data dimaksud kepada Utusan Departemen Dalam Negeri di Landasan Ulin.
  15. Bulan Nopember 1957, Di luar daerah kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) juga turut berjuang dengan cara mengadakan pendekatan dengan Gubernur Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
  16. Tanggal 24 Nopember 1957, Mukerad Bakeri memberikan penjelasan kepada Panitia Gabungan tentang Pembentukan Kabupaten.
  17. Tanggal 18 Januari 1958, Panitia gabugan memberikan kuasa kepada Anggota Dewan Nasional, yaitu:
    • Brigjen H. Hasan Basry, Letkol Inf. Dan Resimen Infanteri 21/LAM di Banjarmasin.
    • Tjilik Riwut, Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah. Untuk membantu memperjuangkan kepada kepada Menteri Dalam Negeri agar Kabupaten Marabahan dapat diresmikan bersama-sama Kabupaten Barabai dan Kabupaten Kota Waringin.
  18. Tanggal 12 April 1958, Anggota DPR-RI Seksi 6 (Kementerian Dalam Negeri) datang ke Kalimantan Selatan dan meninjau Marabahan. Rombongan terdiri dari 3 (tiga) orang, yaitu Handoko, Hasan Basry dan Nuncik AR. Rombongan didampingi oleh Mukerad Bakeri dengan menumpang KM Bido. Laporan disusun di kapal sewaktu dalam perjalanan pulang ke Banjarmasin dengan isinya mendukung hasrat masyarakat Marabahan untuk dijadikan Daerah Otonomi Tingkat II.
  19. Tanggal 17 Oktober 1958, Bertempat di Sekolah Rakyat (SR) VI Tahun Marabahan diadakan rapat pembaruan Pengurus Gabungan Partai/Organisasi dengan susunan kepengurusan adalah sebagai berikut:
    • Ketua I: Baidillah
    • Ketua II: M. Taosun Ma’ruf
    • Ketua III: Asranuddin
    • Penulis I: Darmansyah/Anang Asran
    • Penulis II: Manuar
    • Bendahara I: Mawardi
    • Bendahara II: Maksum
  20. Tanggal 11 Mei 1959, DPR RI menerima baik Rencana Undang-Undang Pembagian Kabupaten di Kalimantan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 tanggal 4 Juli 1959 Daerah Tingkat II Barito Kuala dengan ibu kotanya Marabahan disetujui oleh pemerintah.
  21. Tanggal 6 September 1959, Gubernur Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menunjuk Patih Akhmad Yunan untuk mempersiapkan pembentukan Kantor Daerah Swatantra Tingkat II Barito Kuala di Marabahan. Dan sebelum diresmikan dibentuklah Panitia yang diketahui oleh H. Kesuma Yuda dengan dibantu oleh beberapa orang.
  22. Tanggal 4 Januari 1960, Akhirnya Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan (H. Maksid), meresmikan Daerah Tingkat II Barito Kuala di Marabahan dan hingga sampai sekarang pada tanggal 4 Januari diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala.

Pemerintahan

Kepala daerah

Artikel utama: Daftar Bupati Barito Kuala
Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
Bahrul Ilmi 20 Februari 2025 Petahana 2025-2030 Herman Susilo

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Kuala

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[10] 2019–2024[11] 2024–2029
PKB 4 Penurunan 3 Penurunan 1
Gerindra 4 Penurunan 3 Steady 3
PDI-P 4 Penurunan 3 Steady 3
Golkar 13 Kenaikan 16 Penurunan 12
NasDem 0 Kenaikan 2 Kenaikan 4
PKS 4 Steady 4 Penurunan 3
Hanura 2 Penurunan 0 Steady 0
PAN 3 Steady 3 Steady 3
PPP 1 Steady 1 Kenaikan 6
Jumlah Anggota 35 Steady 35 Steady 35
Jumlah Partai 8 Steady 8 Steady 8

Pembagian wilayah administrasi

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Barito Kuala

Kabupaten Barito Kuala terdiri dari 17 kecamatan, 6 kelurahan, dan 195 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 309.749 jiwa dengan luas wilayah 2.996,46 km² dan sebaran penduduk 103 jiwa/km².[12][13]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Barito Kuala, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
63.04.05 Alalak 315Desa
  • Berangas Timur
  • Beringin
  • Pulau Sugara
  • Sungai Lumbah
  • Tatah Mesjid
  • Panca Karya
  • Pulau Alalak
  • Pulau Sewangi
  • Sungai Pitung
  • Belandean
  • Belandean Muara
  • Tanjung Harapan
  • Semangat Dalam
  • Semangat Bakti
  • Semangat Karya
Kelurahan
  • Berangas
  • Berangas Barat
  • Handil Bakti
63.04.04 Anjir Muara 15Desa
  • Anjir Muara Kota
  • Anjir Muara Kota Tengah
  • Anjir Muara Lama
  • Anjir Serapat Baru
  • Anjir Serapat Baru I
  • Anjir Serapat Lama
  • Anjir Serapat Muara
  • Anjir Serapat Muara I
  • Beringin Jaya
  • Marabahan Baru
  • Patih Muhur
  • Patih Muhur Baru
  • Sepakat Bersama
  • Sungai Punggu
  • Sungai Punggu Baru
63.04.03 Anjir Pasar 15Desa
  • Andaman
  • Andaman II
  • Anjir Pasar Kota
  • Anjir Pasar Kota II
  • Anjir Pasar Lama
  • Anjir Seberang Pasar
  • Anjir Seberang Pasar II
  • Banyiur
  • Barunai Baru
  • Danau Karya
  • Gandaraya
  • Gandaria
  • Hilir Mesjid
  • Mentaren
  • Pandan Sari
63.04.10 Bakumpai 18Desa
  • Bahalayung
  • Balukung
  • Banitan
  • Batik
  • Benua Anyar
  • Murung Raya
  • Palingkau
  • Sungai Lirik
Kelurahan
  • Lepasan
63.04.14 Barambai 11Desa
  • Bagagap
  • Barambai
  • Handil Barabai
  • Karya Baru
  • Karya Tani
  • Kolam Kanan
  • Kolam Kiri
  • Kolam Kiri Dalam
  • Pendalaman
  • Pendalaman Baru
  • Sungai Kali
63.04.08 Belawang 13Desa
  • Bambangin
  • Belawang
  • Binaan Baru
  • Karang Buah
  • Karang Dukuh
  • Murung Keramat
  • Parimata
  • Patih Selera
  • Rangga Surya
  • Samuda
  • Sukaramai
  • Sungai Seluang
  • Sungai Seluang Pasar
63.04.09 Cerbon 8Desa
  • Badandan
  • Bantuil
  • Sawahan
  • Simpang Nungki
  • Sungai Kambat
  • Sungai Rasau
  • Sungai Raya
  • Sungai Tunjang
63.04.11 Kuripan 9Desa
  • Asia Baru
  • Batik
  • Jambu
  • Jambu Baru
  • Jarenang
  • Kabuau
  • Kuripan
  • Rimbung Tulang
  • Tabatan
63.04.17 Jejangkit 7Desa
  • Bahandang
  • Cahaya Baru
  • Jejangkit Barat
  • Jejangkit Muara
  • Jejangkit Pasar
  • Jejangkit Timur
  • Sampurna
63.04.06 Mandastana 14Desa
  • Antasan Segara
  • Bangkit Baru
  • Karang Bunga
  • Karang Indah
  • Lok Rawa
  • Pantai Hambawang
  • Puntik Dalam
  • Puntik Luar
  • Puntik Tengah
  • Sungai Ramania
  • Tabing Rimbah
  • Tanipah
  • Tatah Alayung
  • Terantang
63.04.15 Marabahan 28Desa
  • Antar Baru
  • Antar Jaya
  • Antar Raya
  • Bagus
  • Baliuk
  • Karya Maju
  • Penghulu
  • Sido Makmur
Kelurahan
  • Marabahan Kota
  • Ulu Benteng
63.04.13 Mekarsari 9Desa
  • Indah Sari
  • Jelapat II
  • Karang Mekar
  • Mekarsari
  • Tamban Raya
  • Tamban Raya Baru
  • Tinggiran Baru
  • Tinggiran Darat
  • Tinggiran Tengah
63.04.07 Rantau Badauh 9Desa
  • Danda Jaya
  • Pindahan Baru
  • Simpang Arja
  • Sinar Baru
  • Sungai Bamban
  • Sungai Gampa
  • Sungai Gampa Asahi
  • Sungai Pantai
  • Sungai Sahurai
63.04.12 Tabukan 11Desa
  • Bandar Karya
  • Karya Indah
  • Karya Jadi
  • Karya Makmur
  • Muara Pulau
  • Pantang Baru
  • Pantang Raya
  • Rantau Bamban
  • Tabukan Raya
  • Tamba Jaya
  • Teluk Tamba
63.04.01 Tabunganen 14Desa
  • Beringin Kencana
  • Karya Baru
  • Kuala Lupak
  • Sungai Jingah Besar
  • Sungai Telan Besar
  • Sungai Telan Kecil
  • Sungai Telan Muara
  • Sungai Teras Dalam
  • Sungai Teras Luar
  • Tabunganen Kecil
  • Tabunganen Muara
  • Tabunganen Pemurus
  • Tabunganen Tengah
  • Tanggul Rejo
63.04.02 Tamban 16Desa
  • Damsari
  • Jelapat Baru
  • Jelapat I
  • Koanda
  • Purwosari Baru
  • Purwosari I
  • Purwosari II
  • Sekata Baru
  • Sidorejo
  • Tamban Bangun
  • Tamban Bangun Baru
  • Tamban Kecil
  • Tamban Muara
  • Tamban Muara Baru
  • Tamban Sari Baru
  • Tinggiran II Luar
63.04.16 Wanaraya 13Desa
  • Babat Raya
  • Dwipa Sari
  • Kolam Kanan
  • Kolam Kiri
  • Kolam Makmur
  • Pinang Habang
  • Roham Raya
  • Sidomulyo
  • Simpang Jaya
  • Sumber Rahayu
  • Surya Kanta
  • Tumih
  • Waringin Kencana
TOTAL6195

Demografi

Jumlah pertumbuhan penduduk Kabupaten Barito Kuala tahun 2004 hingga tahun 2009 terus mengalami kenaikan dengan pertumbuhan antara 0,35 persen hingga 1,56 persen. Pada tahun 2004 jumlah penduduk Kabupaten Barito Kuala sebanyak 262.042 jiwa, lalu

tahun 2005 meningkat 0,35 persen menjadi 262.947 jiwa, tahun 2006 meningkat sebesar 1,56 persen menjadi 267.052 jiwa. Tahun 2007 meningkat sebesar 0,90 persen menjadi 269.448 jiwa kemudian pada tahun 2008 menjadi 272.332 jiwa atau meningkat sebesar 1,07 persen. Tahun 2009 meningkat sebesar 1,03 persen menjadi 275.143 jiwa Kalau dihitung dari tahun 2004 hingga tahun 2009 terjadi kenaikan jumlah penduduk sebesar 5,00 persen.

Distribusi penduduk menurut kecamatan terbesar adalah Kecamatan Alalak sebanyak 42.111 jiwa dan Kecamatan Tamban 32.021 jiwa. Sedangkan Jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Kuripan dengan jumlah penduduk sebanyak 5.431 jiwa. Kalau lebih jauh dilihat keadaan dinamika kependudukan di Kabupaten Barito Kuala, terutama kalau ditinjau dari aspek persebaran dan kepadatan penduduk per kecamatan akan tergambar secara kuantitas Kecamatan Alalak dan Tamban merupakan kecamatan yang berpenduduk banyak yaitu 15,31 persen dan 11,64 persen dari seluruh penduduk di Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan kecamatan dengan tingkat persebaran penduduk paling kecil adalah Kecamatan Kuripan yaitu 1,97 persen, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan dengan wilayah terluas di Kabupaten Barito Kuala. Hal ini terkait dengan letak dan kondisi geografis Kecamatan Kuripan itu sendiri dan belum terpenuhinya akses transportasi secara optimal. Akan tetapi jika dilihat dari tingkat kepadatannya dapat diketahui bahwa Kecamatan Alalak dan Wanaraya merupakan kecamatan yang padat penduduknya di Kabupaten Barito Kuala yaitu masing-masing sebesar 392,28 dan 382,96 jiwa/km2. Sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil masih dipegang oleh Kecamatan Kuripan yaitu sekitar 15,81 jiwa/km2. Hal ini wajar, mengingat wilayah paling luas dengan penduduk paling sedikit di Kabupaten Barito Kuala. Selebihnya, penduduk tersebar merata hampir di seluruh Kabupaten Barito Kuala.

Penduduk kabupaten Barito Kuala Tahun 2009 berjumlah 275.143 jiwa yang terdiri dari laki–laki 135.240 jiwa dan perempuan 139.903 jiwa dengan sex ratio sebesar 96,67. Dibandingkan dengan tahun 2008 jumlah penduduk pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 1,03 %.

Jumlah rumah tangga di Kabupaten Barito Kuala adalah sebesar 77.282 rumah tangga. Dibandingkan dengan tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 2,53 %. Kepadatan penduduk per km2 di Kabupaten Barito Kuala adalah 92 jiwa, di mana Kecamatan Alalak adalah kecamatan terpadat dengan 392 jiwa per km2 disusul Kecamatan Wanaraya 383 jiwa per km2, sedangkan kecamatan yang kecil kepadatannya yaitu Kecamatan Kuripan sebesar 16 jiwa per km2.

Berdasarkan kelompok umur, hampir dari setengah penduduk Kabupaten Barito Kuala adalah penduduk usia dewasa/produktif (20 - 59 th) tercatat sebesar 56,50 persen, kemudian penduduk usia sekolah (5 - 19 th) sebesar 27,15 persen, usia tua/lansia (> 60) sebesar 5,80 persen dan usia balita (0 - 4 th) sebesar 10,55 persen. Pada tahun 2009, penduduk usia tua/lansia dan penduduk usia sekolah mengalami penurunan 58,91 persen dan 3,44 persen, tetapi untuk penduduk usia balita dan usia produktif mengalami peningkatan masing-masing sebesar 20,17 persen dan 17,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa angka kelahiran mengalami peningkatan dan usia harapan hidup penduduk Kabupaten Barito Kuala menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perekomonian

Pertanian

Lahan sawah non irigasi masih menjadi mayoritas lahan sawah di Kabupaten Barito Kuala. Dari 120.037 hektar sawah yang ada, 93,57 persennya merupakan sawah non irigasi. Produksi padi sawah tahun 2017 adalah 389.758 ton dengan rata-rata produksi 38,50 Kw/Ha. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi sawah.[7]

Selain itu Kabupaten Barito Kuala juga merupakan sentra produksi padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Produksi tanaman bahan makanan lainnya pada tahun 2017 yaitu jagung 2.586 ton, kedelai 680 ton, kacang tanah 13 ton, ubi kayu 15.923 ton, dan ubi jalar 35 ton.

Wilayah Hutan

Wilayah hutan di Kabupaten ini tersebar diseluruh wilayah kecamatan, di antaranya ditumbuhi oleh berbagai jenis kayu seperti : galam, terantang, jingah, halaban, bungur dan lain-lainnya. Sebagian hutan ini merupakan kawasan lindung dengan fungsi khusus yaitu sebagai cagar alam, hutan wisata, hutan pantai berbakau dan hutan sempadan sungai.[7]

Pulau Kaget yang terletak di Kecamatan Tabunganen dengan satwa khas Bekantan merupakan Kawasan Cagar Alam. Hutan wisata juga terdapat di Pulau Bakut yang terletak di Kecamatan Anjir Muara dengan dengan flora yang khas yaitu rambai, kayu bulan, jingah, beringin dan fauna yaitu bekantan, kera abu-abu.[7]

Cagar Alam Kuala Lupak terletak di pesisir pantai di Kecamatan Tabunganen. Data potensi hutan menunjukkan bahwa potensi terbesar ada pada hutan galam. Data potensi perkebunan terbesar ada pada kelapa, disusul karet, purun, dan kelapa sawit.

Barito Kuala sempat mengalami bencana berupa kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2022.

Lagu Daerah

Lagu-lagu daerah yang berasal dari wilayah ini antara lain:

  • Kambang Barenteng (bahasa Banjar)
  • Mandare Purun (bahasa Bakumpai)
  • Ulek Marabahan (bahasa Bakumpai)

Pariwisata

Tempat Wisata

Kabupaten Barito Kuala memiliki beberapa tempat wisata, yaitu:

  • Agrowisata Terantang
  • Jembatan Barito
  • Jembatan Rumpiyang
  • Makam H. Abdussamad
  • Makam Datu Kayan
  • Makam Datu Aminin
  • Pulau Kembang
  • Pulau Kaget
  • Wisata Argo Sei. Kambat
Didahului oleh:
Kawedanan Marabahan
Diteruskan oleh:
tidak ada

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Permendagri no.137 tahun 2017". 27 Desember 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 12 Juni 2018.
  2. 1 2 3 "Data Agregrat Kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan Semester 1 Tahun 2025" (pdf). www.disdukcapil.kalselprov.go.id. hlm. 1–4. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
  3. ↑ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 8 Maret 2022.
  4. ↑ "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-06. Diakses tanggal 2018-07-06.
  5. ↑ oza (3 Februari 2011). "Prospek Menjadi Kota Metropolis". Radar Banjarmasin. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2011-04-11.
  6. ↑ "Konsep Metropolitan Banjar Bakula Akhirnya Diakui Pusat". Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 04 Februari 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-25. Diakses tanggal 2011-04-11. ;
  7. 1 2 3 4 kalselpos (2021-08-12). "Profil Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan". kalselpos. Diakses tanggal 2025-01-15.
  8. ↑ Fahmi, A., dkk. (Desember 2024). Sasiwi, Prapti (ed.). Sif at dan Pengelolaan Tanah Sulfat Masam dan Gambut. Kota Jakarta Pusat: Penerbit BRIN. hlm. 5. ISBN 978-602-6303-47-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  10. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Barito Kuala 2014-2019
  11. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Barito Kuala 2019-2024
  12. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  13. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.

Pranala luar

  • l
  • b
  • s
Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
  • Bupati: Bahrul Ilmi
  • Wakil Bupati: Herman Susilo
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Alalak
  • Anjir Muara
  • Anjir Pasar
  • Bakumpai
  • Barambai
  • Belawang
  • Cerbon
  • Jejangkit
  • Kuripan
  • Mandastana
  • Marabahan
  • Mekarsari
  • Rantau Badauh
  • Tabukan
  • Tabunganen
  • Tamban
  • Wanaraya
Lambang Kabupaten Barito Kuala
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Barito Kuala
  • l
  • b
  • s
Banjarbakula
  • Banjar
  • Banjarbaru
  • Banjarmasin
  • Barito Kuala
  • Tanah Laut
  • l
  • b
  • s
Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Banjarbaru
  • Gubernur: Muhidin
  • Wakil Gubernur: Hasnuryadi Sulaiman
Kabupaten
  • Balangan
  • Banjar
  • Barito Kuala
  • Hulu Sungai Selatan
  • Hulu Sungai Tengah
  • Hulu Sungai Utara
  • Kotabaru
  • Tabalong
  • Tanah Bumbu
  • Tanah Laut
  • Tapin
Lambang Kalimantan Selatan
Kota
  • Banjarbaru
  • Banjarmasin
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Geografi
  2. Pulau
  3. Sejarah
  4. Pemerintahan
  5. Kepala daerah
  6. Dewan Perwakilan
  7. Pembagian wilayah administrasi
  8. Demografi
  9. Perekomonian
  10. Pertanian
  11. Wilayah Hutan
  12. Lagu Daerah
  13. Pariwisata
  14. Tempat Wisata
  15. Referensi
  16. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan

artikel daftar Wikimedia

Kalimantan Selatan

provinsi di Pulau Kalimantan, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Kalimantan Barat

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026