Bahasa Mak adalah suatu bahasa Tai–Kadai yang dituturkan di Kabupaten Libo, Prefektur Qiannan, Guizhou, Tiongkok. Bahasa ini kebanyakan dituturkan di empat kota kecil di Yangfeng (羊/阳风乡), termasuk Dali (大利村) dan Xinchang (新场村)), Fangcun (方村), Jialiang (甲良), dan Diwo (地莪) di Distrik Jialiang (甲良), Kabupaten Libo. Penutur Mak juga ditemukan di Kabupaten Dushan. Bahasa Mak dituturkan bersama dengan Ai-Cham dan Bouyei. Penutur Mak secara resmi digolongkan sebagai bagian dari suku Bouyei oleh Pemerintah Tiongkok.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bahasa Mak (Hanzi sederhana: 莫语; Hanzi tradisional: 莫語; endonim: ʔai3 maːk8)[6] adalah suatu bahasa Tai–Kadai yang dituturkan di Kabupaten Libo, Prefektur Qiannan, Guizhou, Tiongkok. Bahasa ini kebanyakan dituturkan di empat kota kecil di Yangfeng (羊/阳风乡), termasuk Dali (大利村) dan Xinchang (新场村)[7]), Fangcun (方村), Jialiang (甲良), dan Diwo (地莪) di Distrik Jialiang (甲良), Kabupaten Libo. Penutur Mak juga ditemukan di Kabupaten Dushan. Bahasa Mak dituturkan bersama dengan Ai-Cham dan Bouyei.[8] Penutur Mak secara resmi digolongkan sebagai bagian dari suku Bouyei oleh Pemerintah Tiongkok.
Yang (2000) menganggap bahasa Ai-Cham dan Mak sebagai dialek yang terpisah dalam satu bahasa yang sama.
Dialek Fangcun pertama kali diteliti oleh Fang-Kuei Li pada tahun 1942, dan dialek Yangfeng diteliti pada dasawarsa 1980-an oleh Dabai Ni dari Universitas Minzu Tiongkok.[8] Ni juga mencatat bahwa penutur bahasa Mak hanya menyanyikan lagu-lagu daerah Bouyei, dan sekitar 5.000 orang Mak telah beralih menuturkan bahasa Bouyei.