Bahasa Ahom, juga disebut sebagai bahasa Tai-Ahom, adalah suatu bahasa Tai-Kadai telah mati, yang dulunya dituturkan oleh suku Ahom. Bahasa ini sangat penting dalam merekonstruksi bahasa Proto-Tai, karena hampir bebas dari pengaruh rumpun bahasa Austroasia dan Indo-Arya, serta memiliki bukti tertulis sejak abad ke-13 Masehi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Ahom, juga disebut sebagai bahasa Tai-Ahom, adalah suatu bahasa Tai-Kadai telah mati,[n 1] yang dulunya dituturkan oleh suku Ahom. Bahasa ini sangat penting dalam merekonstruksi bahasa Proto-Tai, karena hampir bebas dari pengaruh rumpun bahasa Austroasia dan Indo-Arya, serta memiliki bukti tertulis sejak abad ke-13 Masehi.
Suku Ahom mendirikan Kerajaan Ahom dan pernah menguasai lembah Sungai Brahmaputra pada abad ke-13 hingga ke-18, di tempat yang sekarang bagian dari Assam, India. Penutur bahasa ini kemudian beralih menuturkan bahasa Assam sejak abad ke-17. Sistem nada dalam bahasa Ahom juga telah hilang. Bahasa tersebut hanya diketahui sebagian oleh sekelompok kecil pendeta tradisional agama Ahom, dan hanya digunakan untuk tujuan keagamaan.
Bahasa Ahom digolongkan sebagai bagian dari cabang Tai Barat Daya karena kedekatan hubungan dengan Aiton, Shan, Khamti, dan lebih jauh lagi, bahasa Thai. Bahasa induk langsung dari Ahom telah direkonstruksi sebagai bahasa Proto-Tai, yang dituturkan 2000 tahun lalu,[7][8] dalam rumpun bahasa Tai–Kadai,[9][8][7] Ahom paling mirip ke bahasa Aiton,[10] yang masih dituturkan di Assam.
Ahom memiliki ciri khas yang umum dijumpai dalam bahasa-bahasa Tai lainnya, seperti:
Ketika menuturkan dan menulis Ahom, banyak tergantung pada konteks dan penafsiran dari penutur. Beberapa bagian kalimat dapat ditinggalkan; kata kerja, dan kata sifat akan tetap ada, tetapi bagian lain dari pengucapan, terutama kata ganti, dapat dihilangkan. Kata kerja tidak memiliki bentuk kala, dan kata benda tidak memiliki bentuk jamak. Periode waktu dapat dikenal dengan kata keterangan, rangkaian kata kerja, atau kata bantu yang ditempatkan sebelum kata kerja.[8] Ahom, seperti bahasa Tai lainnya, menggunakan penggolong untuk mengidentifikasi kategori, dan pengulangan kata untuk mengekspresikan ekspresi ungkapan. Namun, ekspresi, penggolong, kata ganti, dan partikel kalimat lainnya beragam antara bahasa-bahasa Tai yang diturunkan dari bahasa Proto-Tai, membuat bahasa-bahasa Tai saling tidak dapat dipahami.[8]
Bahasa ini memiliki aksara tersendiri, yaitu aksara Ahom.
A sketch of Tai Ahom, as recorded in original manuscripts to appear in Das, Biswajit and Phukan Basumatary (eds).