Bahasa Hokkien Sarawak adalah suatu dialek bahasa Hokkien yang dituturkan di Sarawak, Malaysia Timur. Bahasa ini berkembang di bawah pengaruh Mandarin, Melayu, Inggris, Tiochiu, Hakka, Fuzhou, dan sejumlah kecil bahasa asli di pulau Kalimantan. Dialek di Sarawak bagian selatan cukup mirip dengan dialek Zhangzhou (Zhao'an), sedangkan yang cukup mirip dialek Quanzhou, terdapat di Sarawak bagian utara (Limbang). Penutur Hokkien berjumlah 14,5% dari jumlah penutur bahasa Tionghoa di wilayah tersebut, berjumlah sekitar 81.000 jiwa (2010),dan merupakan penutur utama Hokkien Sarawak. Asal leluhur utama penutur bahasa Hokkien Sarawak adalah Quanzhou, Zhangzhou, Xiamen, Kinmen, dan Zhao'an. Hokkien Sarawak memiliki sejumlah penutur di kota-kota besar di Sarawak, dan merupakan bahasa Tionghoa yang umum di Kuching.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bahasa Hokkien Sarawak | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Dituturkan di | Malaysia | ||||
| Wilayah | Sarawak (Kuching, Kapit, Limbang) | ||||
Penutur | 81.000 (2010)[1] | ||||
| |||||
| Aksara Han sederhana | |||||
| Kode bahasa | |||||
| ISO 639-3 | – | ||||
| Hokkien Sarawak | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi sederhana: | 砂劳越福建话code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi tradisional: | 砂勞越福建話code: zh is deprecated | ||||||
| |||||||
Bahasa Hokkien Sarawak (Hanzi sederhana: 砂劳越福建话; Hanzi tradisional: 砂勞越福建話; Pe̍h-ōe-jī: Sa-la-oa̍t Hok-kiàn-ōa/ōe) adalah suatu dialek bahasa Hokkien yang dituturkan di Sarawak, Malaysia Timur. Bahasa ini berkembang di bawah pengaruh Mandarin, Melayu, Inggris, Tiochiu, Hakka, Fuzhou, dan sejumlah kecil bahasa asli di pulau Kalimantan. Dialek di Sarawak bagian selatan cukup mirip dengan dialek Zhangzhou (Zhao'an), sedangkan yang cukup mirip dialek Quanzhou, terdapat di Sarawak bagian utara (Limbang). Penutur Hokkien berjumlah 14,5% dari jumlah penutur bahasa Tionghoa di wilayah tersebut, berjumlah sekitar 81.000 jiwa (2010)[1],dan merupakan penutur utama Hokkien Sarawak. Asal leluhur utama penutur bahasa Hokkien Sarawak adalah Quanzhou, Zhangzhou, Xiamen, Kinmen, dan Zhao'an. Hokkien Sarawak memiliki sejumlah penutur di kota-kota besar di Sarawak, dan merupakan bahasa Tionghoa yang umum di Kuching.[2]
Sejak abad ke-19, kaum Tionghoa telah merantau dari daerah pesisir Tiongkok ke Sarawak untuk mencari nafkah. Sekitar tahun 1840, gelombang kedua pendatang Tionghoa mulai mendarat di Kuching. Pendatang-pendatang ini sebagian besar adalah orang Tiochiu dan Hokkien (orang-orang dari Quanzhou dan Zhangzhou di Fujian bagian selatan).[3] Bahasa Hokkien sejak saat itu mulai menjadi basantara masyarakat Tionghoa di Sarawak.