Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau adalah unsur pendukung di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang bertugas menyelenggarakan koordinasi dan perumusan, pengembangan, serta penerapan standar dan penilaian kesesuaian standar instrumen di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Dibentuk | September 17, 2020 (2020-09-17) |
| Dasar hukum | Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2020 |
| Nomenklatur sebelumnya | Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia |
| Susunan organisasi | |
| Kepala | - |
| Situs web | |
| bsilhk | |
Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau (disingkat menjadi BSILHK) adalah unsur pendukung di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang bertugas menyelenggarakan koordinasi dan perumusan, pengembangan, serta penerapan standar dan penilaian kesesuaian standar instrumen di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.[1]
Pada 17 September 2020, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2020 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di dalamnya dijelaskan bahwa BSILHK merupakan salah satu bagian dalam susunan organisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Secara garis besar, BSILHK merupakan transformasi dari Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia setelah unsur riset dari setiap kementerian dan lembaga di pemerintahan disatukan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam melaksanakan tugasnya, badan ini menyelenggarakan fungsi antara lain:
Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan terdiri atas:[2]
Selain memiliki Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Hidup (BBPSILH) di Samarinda dan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan (BBPSIK) di Yogyakarta, badan ini juga memiliki 13 unit Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) yang tersebar di seantero Indonesia, yakni:[3][4]
| Nama | Lokasi | Wilayah kerja |
|---|---|---|
| BPSILHK Aek Nauli | Simalungun | Aceh dan Sumatera Utara |
| BPSILHK Kuok | Kampar | Riau, Jambi, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat |
| BPSILHK Palembang | Palembang | Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung |
| BPSILHK Bogor | Bogor | Jabodetabek dan Banten |
| BPSILHK Ciamis | Ciamis | Sebagian Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah |
| BPSILHK Solo | Solo | Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Tengah |
| BPSILHK Banjarbaru | Banjarbaru | Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah |
| BPSILHK Samboja | Kutai Kartanegara | Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara |
| BPSILHK Makassar | Makassar | Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara |
| BPSILHK Manado | Manado | Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo |
| BPSILHK Kupang | Kupang | Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara |
| BPSILHK Mataram | Mataram | Bali dan Nusa Tenggara Barat |
| BPSILHK Manokwari | Manokwari | Papua Barat dan Papua |