Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Angka reproduksi dasar

Dalam epidemiologi, Angka reproduksi dasar dari infeksi dapat dianggap sebagai jumlah kasus yang dihasilkan oleh satu kasus secara rata-rata selama periode menularnya, dalam populasi yang tidak terinfeksi.

Wikipedia article
Diperbarui 9 Januari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nilai R0 penyakit menular terkenal[1]
PenyakitTransmisiR0
CampakUdara12–18
DifteriAir liur6-7
SmallpoxPartikel air kecil di udara5–7
PolioRute tinja-oral5–7
RubellaPartikel air kecil di udara5–7
BegukPartikel air kecil di udara4–7
HIV/AIDSHubungan seksual2–5
Batuk rejanPartikel air kecil di udara5,5[2]
COVID-19Partikel air kecil di udara3-5[3]
SARSPartikel air kecil di udara2–5[4]
Influenza
(Flu Spanyol)
Partikel air kecil di udara2–3[5]
Ebola
(Wabah virus Ebola 2014)
Cairan tubuh1,5-2,5[6]

Dalam epidemiologi, Angka reproduksi dasar (kadang-kadang disebut rasio reproduksi dasar, atau walaupun tidak tepat disebut tingkat reproduksi dasar, dan dinotasikan R0, r nought) dari infeksi dapat dianggap sebagai jumlah kasus yang dihasilkan oleh satu kasus secara rata-rata selama periode menularnya, dalam populasi yang tidak terinfeksi.[7]

Metrik ini berguna karena membantu menentukan apakah suatu penyakit infeksi dapat menyebar dalam suatu populasi. Akar konsep reproduksi dasar dapat ditelusuri melalui karya Alfred Lotka, Ronald Ross, dan lainnya, tetapi aplikasi modern pertama dalam epidemiologi adalah karya George MacDonald pada tahun 1952, yang membangun model populasi dari penyebaran malaria.

Jika

R0 < 1

infeksi akan berhenti dalam jangka panjang. Namun, jika

R0 > 1

infeksi akan dapat menyebar dalam suatu populasi.

Secara umum, semakin besar nilai R0, semakin sulit untuk mengendalikan epidemi.

Referensi

  1. ↑ Unless noted R0 values are from: History and Epidemiology of Global Smallpox Eradication Diarsipkan 2016-05-10 di Wayback Machine. From the training course titled "Smallpox: Disease, Prevention, and Intervention". The CDC and the World Health Organization. Slide 16-17.
  2. ↑ Kretzschmar M, Teunis PF, Pebody RG (2010). "Incidence and reproduction numbers of pertussis: estimates from serological and social contact data in five European countries". PLoS Med. 7 (6): e1000291. doi:10.1371/journal.pmed.1000291. PMC 2889930. PMID 20585374. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ↑ Zhao, Shi; Ran, Jinjun; Musa, Salihu Sabiu; Yang, Guangpu; Lou, Yijun; Gao, Daozhou; Yang, Lin; He, Daihai (2020-01-24). "Preliminary estimation of the basic reproduction number of novel coronavirus (2019-nCoV) in China, from 2019 to 2020: A data-driven analysis in the early phase of the outbreak". bioRxiv (dalam bahasa Inggris): 2020.01.23.916395. doi:10.1101/2020.01.23.916395.
  4. ↑ Wallinga J, Teunis P (2004). "Different epidemic curves for severe acute respiratory syndrome reveal similar impacts of control measures". Am. J. Epidemiol. 160 (6): 509–16. doi:10.1093/aje/kwh255. PMID 15353409. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-06.
  5. ↑ Mills CE; Robins JM; Lipsitch M (2004). "Transmissibility of 1918 pandemic influenza". Nature. 432 (7019): 904–6. Bibcode:2004Natur.432..904M. doi:10.1038/nature03063. PMID 15602562.
  6. ↑ Althaus, Christian L. (2014). "Estimating the Reproduction Number of Ebola Virus (EBOV) During the 2014 Outbreak in West Africa". PLoS Currents. 6. doi:10.1371/currents.outbreaks.91afb5e0f279e7f29e7056095255b288. PMC 4169395. PMID 25642364. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ↑ Christophe Fraser; Christl A. Donnelly; Simon Cauchemez; et al. (19 June 2009). "Pandemic Potential of a Strain of Influenza A (H1N1): Early Findings". Science. 324 (5934): 1557–1561. Bibcode:2009Sci...324.1557F. doi:10.1126/science.1176062. PMC 3735127. PMID 19433588.Free text
  • l
  • b
  • s
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
  • Infektivitas
    • Dosis infeksius
  • Patogenisitas
    • Tingkat serangan
  • Virulensi
    • Endotoksin
    • Eksotoksin
    • Tingkat kematian kasus
  • Resistansi antimikroba
Inang
  • Individu rentan
  • Infeksi oportunistik
  • Respons imun
    • Imunodefisiensi
    • Imunosupresi
Lingkungan
  • Akses pada air, sanitasi, dan higiene
  • Bencana alam
    • Banjir
  • Deforestasi
  • Ekologi
  • Hewan
  • Kemiskinan
  • Kelembapan
  • Pengendalian vektor
  • Penggunaan obat suntik
  • Perang dan konflik
  • Perdagangan
  • Perubahan iklim
  • Wisata
Penularan
Konsep dasar
  • Fomit
  • Inang
  • Individu tanpa gejala
  • Infeksi oportunistik
  • Infeksi subklinis
  • Jeda waktu
  • Kasus indeks
  • Masa infeksius
  • Masa inkubasi
  • Masa laten
  • Penyebar super
  • Rantai infeksi
  • Reservoir alami
Mode
  • Penularan manusia-ke-manusia
    • Horizontal
    • Vertikal
  • Penularan antarspesies
    • Infeksi limpahan
    • Vektor
    • Zoonosis
    • Zoonosis balik
  • Infeksi terobosan
Rute
  • Air
  • Darah
  • Fomit
  • Hubungan seksual
  • Makanan
  • Nyamuk
  • Rumah sakit
  • Tinja
  • Udara
Pemodelan
  • Angka reproduksi dasar
  • Kekuatan infeksi
  • Kekebalan kelompok
  • Laju infeksi
  • Laju serangan
  • Model kompartemen dalam epidemiologi
  • Risiko dan laju penularan
  • Serial interval
  • Ukuran komunitas kritis
Tingkat kejadian
  • Endemi
  • Epidemi
  • Hiperendemi
  • Holoendemi
  • Insidensi
  • Klaster
  • Mesoendemi
  • Pandemi
  • Prevalensi
  • Sporadik
  • Sindemi
  • Wabah
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
  • Antibiotik
  • Antijamur
  • Antimikroba
  • Antiseptik
  • Antivirus
  • Imunisasi
  • Imunoterapi
    • Terapi antibodi monoklonal
  • Inokulasi
  • Profilaksis prapajanan
  • Profilaksis pascapajanan
  • Reposisi obat
  • Terapi fag
  • Vaksinasi
    • efikasi
    • penguat
    • resistansi
Nonfarmasi
  • Cordon sanitaire
  • Disinfeksi
  • Higiene
    • Keamanan pangan
    • Mencuci tangan
    • Sarung tangan
  • Isolasi
  • Karantina
  • Larangan perjalanan
  • Pelacakan kontak
  • Pembatasan sosial
  • Penapisan
  • Pengendalian sumber penyakit pernapasan
    • Alat pelindung diri
    • Masker medis
  • Pengendalian vektor
  • Perintah untuk tinggal di rumah
  • Sanitasi
  • Sekuestrasi protektif
  • Seks aman
  • Sterilisasi
  • Surveilans penyakit
Infeksi baru
  • Penyakit X
  • Virus baru
Lainnya
  • Penemuan
  • Pemberantasan
  • Penyakit infeksius (spesialisasi medis)
  • Bioterorisme
  • Penyakit tropis
    • Kedokteran tropis

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Reproduksi seksual

sex

Campak

penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus

Holokaus

genosida enam juta Yahudi Eropa selama Perang Dunia II

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026