Jakarta Aktual – 09 Juni 2026 | Kasus dugaan penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menimbulkan banyak spekulasi dan tekanan pada mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen (Purn) Sony Sonjaya. Menurut kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony mengaku tidak bertindak sendiri dan bahwa ada banyak tokoh yang memiliki pengaruh dalam pengaturan dapur MBG yang telah menekannya. "Dia tidak mau disudutkan sendiri," ujar Krisna saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Menurut Krisna, Sony mengaku mengetahui keterlibatan sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh dalam perkara tersebut. Namun, identitas pihak-pihak yang dimaksud belum akan diungkap saat ini. "Akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho. Beliau sampaikan nanti di persidangan. Bahwa beliau tuh ditekan, bahwa otaknya tuh bukan beliau gitu lho," kata Krisna.
Selain itu, Krisna mengungkapkan bahwa Sony mengaku pernah suruh orang dekatnya untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan harus memiliki uang. "Pernah suruh orang dekat bangun SPPG, harus punya uang: Anak juga saya suruh," kata Krisna. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa ada kecurangan dalam pengelolaan program MBG.
Krisna juga menambahkan bahwa Sony mengaku tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur praktik jual beli titik dapur dalam program MBG. "Dia tidak mau disudutkan sendiri," ujar Krisna. Hal ini menunjukkan bahwa Sony tidak memiliki kontrol penuh atas pengelolaan program MBG.
Dalam kesimpulan, kasus dugaan penyimpangan tata kelola program MBG adalah sebuah skandal yang memalukan dan mengecewakan. Pengakuan Sony Sonjaya bahwa ada banyak tokoh yang memiliki pengaruh dalam pengaturan dapur MBG telah menambah kekhawatiran bahwa ada kecurangan dalam pengelolaan program ini. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk memulai penyelidikan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.