Beranda » Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? Prabowo Subianto Menuai Kritik
Posted in

Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? Prabowo Subianto Menuai Kritik

Jakarta Aktual – 26 Juli 2026 | Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakan istilah tersebut dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut bahwa ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia maju dan menyebut mereka sebagai ‘londo ireng’, sebuah istilah yang berasal dari masa kolonial dan merujuk kepada pribumi yang bekerja sama atau menjadi kaki tangan pemerintah kolonial.

Prabowo kemudian menyebut beberapa entitas seperti jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai contoh ‘londo ireng’ yang masih ada hingga sekarang. Ia juga menyinggung bahwa mereka terus menyebarkan narasi negatif tentang Indonesia. Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, terutama dari organisasi jurnalis dan masyarakat sipil.

Menurut Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Ahmad Jilul Qurani Farid, penggunaan label yang merendahkan terhadap kelompok pengkritik berpotensi mengalihkan perhatian publik dari substansi kritik menjadi sekadar mempertanyakan motif pihak yang menyampaikan kritik. Ia menilai bahwa kritik adalah oksigen demokrasi, bukan pengkhianatan. Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini semakin memperkuat pandangan bahwa pemerintah perlu lebih terbuka dan responsif terhadap kritik dan saran dari masyarakat.

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga mengecam pernyataan Prabowo dan menilai bahwa pelabelan ‘londo ireng’ terhadap wartawan, akademisi, hingga aktivis yang menyampaikan kritik menjadi bentuk delegitimasi terhadap partisipasi publik. Mereka menekankan bahwa demokrasi justru mengandalkan adanya ruang bagi warga negara untuk menguji, mengawasi, mengkritik, dan mengevaluasi penyelenggaraan kekuasaan.

📖 Baca juga:
TAUD Minta Polisi Usut Dalang Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tuntutan 2,5 Tahun Dinilai Terlalu Ringan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan bahwa pernyataan tersebut dinilai merendahkan, mengecilkan dan mendelegitimasi profesi dan kerja-kerja jurnalis di lapangan. AJI menekankan bahwa jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta ke publik, bukan untuk kepentingan asing. Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini semakin menegaskan pentingnya kebebasan pers dan kebebasan berekspresi dalam demokrasi.

Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini telah menimbulkan reaksi luas dan menegaskan bahwa pemerintah perlu lebih memperhatikan pentingnya kritik dan saran dari masyarakat dalam memajukan Indonesia. Dalam konteks ini, Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih terbuka dan responsif terhadap kritik dan saran dari masyarakat.

Kesimpulan dari Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini adalah bahwa pemerintah perlu lebih memperhatikan pentingnya kritik dan saran dari masyarakat dalam memajukan Indonesia. Pemerintah perlu lebih terbuka dan responsif terhadap kritik dan saran dari masyarakat, dan tidak boleh menggunakan label yang merendahkan terhadap kelompok pengkritik. Dengan demikian, Viral disebut Prabowo, apa arti londo ireng yang dilabelkan presiden ke jurnalis hingga pengamat? [titlebase] ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dalam memajukan Indonesia.

📖 Baca juga:
Trump meets with aides [titlebase] untuk membahas kebijakan imigrasi dan Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *