Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Willem V, Pangeran Oranye

Willem V adalah Pangeran Oranye dan Stadtholder terakhir Republik Belanda. Ia menjabat sebagai Stadtholder Provinsi Bersatu dari 22 Oktober 1751 hingga pengasingannya pada 18 Januari 1795, serta penguasa Kepangeranan Oranye-Nassau hingga kematiannya pada 1806. Pemerintahannya ditandai oleh konflik politik, ketidakstabilan internal, dan akhirnya kejatuhan kekuasaan keluarga Oranye sebagai Stadtholder akibat Revolusi Batavia yang didukung Prancis. Setelah diasingkan ke Inggris, ia digantikan oleh putranya, Willem Frederik, sebagai penguasa Kepangeranan Oranye-Nassau.

Pangeran Oranye dan Stadtholder terakhir Republik Belanda
Diperbarui 26 Maret 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Willem V, Pangeran Oranye
Willem V
Pangeran Oranye
Periode22 Oktober 1751 – 9 April 1806
PendahuluWillem IV
PenerusWillem VI
Pangeran Oranye-Nassau
Berkuasa22 Oktober 1751 – 9 April 1806
PendahuluWillem IV
PenerusWillem VI
Stadhouder Provinsi Bersatu
Berkuasa22 Oktober 1751 – 23 Februari 1795
PendahuluWillem IV
PenerusJabatan dihapuskan
Kelahiran(1748-03-08)8 Maret 1748
Den Haag, Republik Belanda
Kematian9 April 1806(1806-04-09) (umur 58)
Braunschweig, Braunschweig-Lüneburg
PasanganPutri Wilhelmina dari Prusia
KeturunanLouise, Putri Pewaris Braunschweig-Wolfenbüttel
Willem I dari Belanda
Pangeran Frederik
Nama lengkap
Willem Batavus
WangsaOranye-Nassau
AyahWillem IV, Pangeran Oranye
IbuAnna, Putri Kerajaan
AgamaGereja Reformasi Belanda

Willem V (Willem Batavus; 8 Maret 1748 – 9 April 1806) adalah Pangeran Oranye dan Stadtholder terakhir Republik Belanda. Ia menjabat sebagai Stadtholder Provinsi Bersatu dari 22 Oktober 1751 hingga pengasingannya pada 18 Januari 1795, serta penguasa Kepangeranan Oranye-Nassau hingga kematiannya pada 1806. Pemerintahannya ditandai oleh konflik politik, ketidakstabilan internal, dan akhirnya kejatuhan kekuasaan keluarga Oranye sebagai Stadtholder akibat Revolusi Batavia yang didukung Prancis. Setelah diasingkan ke Inggris, ia digantikan oleh putranya, Willem Frederik (kemudian menjadi Raja Willem I), sebagai penguasa Kepangeranan Oranye-Nassau.

Kehidupan Awal

Willem V lahir pada 8 Maret 1748 di Den Haag, Republik Belanda, sebagai putra tunggal Willem IV, Pangeran Oranye, dan Putri Anne dari Hannover, putri Raja George II dari Britania Raya. Ia dilahirkan setahun setelah ayahnya diangkat menjadi Stadtholder turun-temurun dari semua provinsi Republik Belanda pada 1747, mengakhiri Periode Tanpa Stadtholder Kedua. Ketika Willem IV meninggal pada 22 Oktober 1751 akibat komplikasi kesehatan, Willem V yang baru berusia tiga tahun mewarisi gelar Pangeran Oranye dan posisi Stadtholder. Karena usianya yang masih sangat muda, masa kekuasaannya diawali dengan periode perwalian yang panjang.

Masa Perwalian

Masa kecil Willem V diwarnai oleh perwalian yang dikelola oleh ibunya, Putri Anne, hingga kematiannya pada 1759. Setelah itu, perwalian dilanjutkan oleh neneknya, Putri Marie Louise dari Hesse-Kassel, hingga ia meninggal pada 1765. Selama periode ini, Adipati Louis Ernest dari Brunswick-Lüneburg bertindak sebagai penasihat utama dan memainkan peran besar dalam pemerintahan, sesuai dengan Acte van Consulentschap, sebuah dokumen rahasia yang memberikan pengaruh signifikan kepada adipati tersebut. Perwalian ini berlangsung hingga Willem V mencapai usia dewasa pada 1766, saat ia resmi mengambil alih kekuasaan sebagai Stadtholder dan Kapten-Jenderal Angkatan Darat Negara Belanda.

Pendidikan Willem V lebih berfokus pada teori ketimbang praktik pemerintahan. Adipati Louis Ernest, yang mengendalikan banyak urusan negara, sering kali membatasi keterlibatan langsung Willem dalam pengambilan keputusan, sehingga ia lebih berperan sebagai penandatangan dokumen resmi ketimbang pemimpin aktif.

Pernikahan dan Keluarga

Pada 4 Oktober 1767, Willem V menikahi Putri Wilhelmina dari Prusia di Berlin. Wilhelmina adalah putri Pangeran Augustus Willem dari Prusia dan keponakan Raja Frederick II yang Agung (Frederick the Great). Pernikahan ini memperkuat hubungan antara keluarga Oranye dan wangsa Hohenzollern di Prusia, serta mencerminkan ikatan keluarga Willem dengan Raja George III dari Britania Raya, yang merupakan sepupu pertamanya melalui garis ibu.

Pasangan ini memiliki tiga anak yang bertahan hingga dewasa:

  1. Willem Frederik (25 Agustus 1772 – 12 Desember 1843), yang kemudian menjadi Raja Willem I dari Belanda.
  2. Willem Georg Frederik (15 Februari 1774 – 6 Januari 1799), meninggal tanpa keturunan sah.
  3. Wilhelmina Frederika Louise (28 November 1770 – 15 Oktober 1819), menikah dengan Karl Georg August dari Brunswick-Wolfenbüttel.

Wilhelmina dikenal sebagai wanita yang energik dan berpengaruh dalam kehidupan politik suaminya, terutama selama masa-masa krisis di akhir pemerintahannya.

Pemerintahan sebagai Stadtholder

Willem V mengambil alih kekuasaan penuh pada 1766, tetapi pemerintahannya segera menghadapi tantangan besar. Republik Belanda pada masa itu terpecah antara faksi Oranye, yang mendukung kekuasaan Stadtholder, dan faksi Patriot, yang menginginkan reformasi demokratis serta mengurangi pengaruh aristokrasi dan keluarga Oranye. Ketergantungan Willem pada Adipati Louis Ernest, yang tetap menjadi penasihat hingga 1784, sering dikritik karena membuatnya tampak lemah dan tidak mandiri.

Koleksi Seni dan Galeri

Willem V memiliki minat besar pada seni dan budaya. Pada 1774, ia membuka Galerij Prins Willem V di Den Haag, salah satu galeri seni publik pertama di Belanda. Koleksi ini mencakup karya-karya seniman terkenal seperti Rembrandt dan Rubens, yang sebagian besar diwarisi dari pendahulu keluarga Oranye. Galeri ini menjadi simbol statusnya sebagai kolektor seni dan masih dapat dikunjungi hingga hari ini sebagai bagian dari Mauritshuis.

Perang Kemerdekaan Amerika

Selama Perang Kemerdekaan Amerika (1775–1783), Republik Belanda mengambil sikap netral di bawah kepemimpinan Willem V. Meski demikian, ia memimpin faksi pro-Inggris dalam pemerintahan, yang menentang upaya faksi pro-Amerika dan pro-Prancis untuk melibatkan Belanda dalam konflik mendukung aliansi Prancis-Amerika. Ketegangan ini mencerminkan kelemahan posisinya, karena ia gagal menjaga konsensus di antara provinsi-provinsi yang terpecah.

Krisis Politik dan Revolusi Patriot

Pada 1780-an, pemerintahan Willem V semakin goyah akibat munculnya gerakan Patriot, yang menuntut reformasi politik dan mengkritik kekuasaan Stadtholder yang dianggap otoriter. Setelah Perjanjian Paris (1783) mengakhiri Perang Kemerdekaan Amerika, ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Willem meningkat. Patriot, yang terdiri dari regenten Partai Negara Belanda lama dan demokrat baru, mulai menantang otoritasnya secara terbuka.

Pengusiran dari Den Haag

Pada September 1785, Willem V meninggalkan Den Haag dan memindahkan istananya ke Istana Het Loo di Gelderland, jauh dari pusat politik negara. Keputusan ini dianggap sebagai tanda kelemahannya dalam menghadapi tekanan politik. Pada September 1786, ia mengirim pasukan Negara untuk menggulingkan pemerintahan Patriot di Hattem dan Elburg, meskipun menghadapi perlawanan dari Korps Bebas Patriot yang dipimpin oleh Herman Willem Daendels. Tindakan ini memicu reaksi keras dari Dewan Negara Holland yang didominasi Patriot, yang mencabut jabatannya sebagai Kapten-Jenderal pada 1787 dan menyerahkan posisi tersebut kepada Rhinegrave Salm.

Insiden Goejanverwellesluis

Pada Juni 1787, Wilhelmina, istri Willem V, berusaha melakukan perjalanan ke Den Haag untuk memicu pemberontakan pendukung Oranye. Namun, ia dihentikan oleh Korps Bebas Patriot di dekat Schoonhoven dan ditahan sebentar di sebuah peternakan di Goejanverwellesluis sebelum dipaksa kembali ke Nijmegen. Insiden ini menjadi pemicu intervensi Prusia, sekutu Willem V. Pada September 1787, pasukan Prusia di bawah pimpinan Adipati Karl Wilhelm Ferdinand dari Brunswick menyerbu Belanda, mengalahkan Patriot, dan mengembalikan kekuasaan Willem V di Den Haag.

Pengasingan dan Akhir Hidup

Kemenangan sementara ini tidak bertahan lama. Pada 1795, pasukan Revolusi Prancis di bawah Jenderal Charles Pichegru, didukung oleh Patriot Belanda, menginvasi Republik Belanda. Pada 18 Januari 1795, Willem V melarikan diri dari Den Haag ke pantai Scheveningen dan berlayar ke Inggris. Kedatangannya menandai berdirinya Republik Batavia, yang mengakhiri jabatan Stadtholder dan kekuasaan keluarga Oranye di Belanda untuk sementara waktu.

Di pengasingan, Willem V tinggal di London sebelum pindah ke Kepangeranan Brunswick-Wolfenbüttel, wilayah kekuasaan Prusia. Ia meninggal pada 9 April 1806 di Brunswick, dalam usia 58 tahun, dan dimakamkan di sana. Setelah kematiannya, putranya, Willem Frederik, mewarisi gelar Pangeran Oranye-Nassau dan kemudian menjadi Raja Willem I dari Belanda pada 1815 setelah kekalahan Napoleon.

Lihat Juga

  • Wangsa Oranye-Nassau
  • Republik Batavia
  • Willem IV, Pangeran Oranye
  • Willem I dari Belanda

Referensi

  1. The Dutch Republic: Its Rise, Greatness, and Fall, 1477–1806 karya Jonathan Israel (Oxford University Press, 1995).
  2. Oranje tegen de Republiek: Willem V en de ondergang van het stadhouderschap karya Pieter Geyl.
  3. Arsip Nasional Belanda (Nationaal Archief) di Den Haag, yang menyimpan dokumen-dokumen resmi dari masa pemerintahan Willem V, termasuk korespondensi dengan Adipati Louis Ernest dan laporan tentang Revolusi Batavia.
  4. Acte van Consulentschap (1766), dokumen yang mengatur perwalian Willem V, tersedia dalam arsip sejarah Belanda.
  5. The House of Orange and Nassau karya J.L. Price.
  6. Wilhelmina van Pruisen, de laatste stadhoudersvrouw karya Nanda van der Zee (1997).
  7. Catatan dari Phillip Charles, Count of Alvensleben, duta besar Prusia di Den Haag pada masa Willem V, yang memberikan perspektif luar tentang kepemimpinannya.
  8. Laporan dan pamflet dari faksi Patriot, seperti yang diterbitkan oleh Herman Willem Daendels, yang mengkritik kekuasaan Stadtholder.
  9. Entri di Huygens ING (seperti Biografisch Portaal van Nederland), yang menyediakan biografi terperinci tentang tokoh-tokoh Belanda, termasuk Willem V.
  10. Koleksi digital Mauritshuis dan Galerij Prins Willem V, yang mendokumentasikan warisan seni Willem V.

Pranala luar

  • Media terkait William V, Prince of Orange di Wikimedia Commons
Willem V, Pangeran Oranye
Wangsa Oranye-Nassau
Cabang kadet Wangsa Nassau
Lahir: 8 Maret 1748 Meninggal: 9 April 1806
Bangsawan Belanda
Didahului oleh:
Willem IV
Pangeran Oranye
1751–1806
Diteruskan oleh:
Willem VI
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Willem IV dari Oranye
Pangeran Oranye-Nassau
1751–1806
Diteruskan oleh:
Willem VI dari Oranye
Baron Breda
1751–1795
Dibubarkan
digabung ke dalam Republik Batavia
Stadhouder Provinsi Bersatu
1751–1795
Fungsi dihapuskan
dilanjutkan oleh Republik Batavia
  • l
  • b
  • s
Revolusi Prancis
  • Penyebab
  • Liniwaktu
  • Rezim Ancien
  • Revolusi
  • Kekaisaran konstitusional
  • Republik
  • Directory
  • Konsulat
  • Glossary
  • Journals
  • Museum
Peristiwa sipil dan politik yang signifikan menurut tahun
1788
  • Day of the Tiles (7 Jun 1788)
  • Assembly of Vizille (21 Jul 1788)
1789
  • What Is the Third Estate? (Jan 1789)
  • Réveillon riots (28 Apr 1789)
  • Convocation of the Estates-General (5 May 1789)
  • Death of the Dauphin (4 June 1789)
  • National Assembly (17 Jun – 9 Jul 1790)
  • Tennis Court Oath (20 Jun 1789)
  • National Constituent Assembly (9 Jul – 30 Sep 1791)
  • Storming of the Bastille (14 Jul 1789)
  • Great Fear (20 Jul – 5 Aug 1789)
  • Abolition of Feudalism (4-11 Aug 1789)
  • Declaration of the Rights of Man and of the Citizen (27 Aug 1789)
  • Women's March on Versailles (5 Oct 1789)
1790
  • Abolition of the Parlements (Feb–Jul 1790)
  • Abolition of the Nobility (19 Jun 1790)
  • Civil Constitution of the Clergy (12 Jul 1790)
  • Fête de la Fédération (14 Jul 1790)
1791
  • Flight to Varennes (20–21 Jun 1791)
  • Champ de Mars Massacre (17 Jul 1791)
  • Declaration of Pillnitz (27 Aug 1791)
  • The Constitution of 1791 (3 Sep 1791)
  • Legislative Assembly (1 Oct 1791 – Sep 1792)
1792
  • France declares war (20 Apr 1792)
  • Brunswick Manifesto (25 Jul 1792)
  • Paris Commune becomes insurrectionary (Jun 1792)
  • 10th of August (10 Aug 1792)
  • September Massacres (Sep 1792)
  • National Convention (20 Sep 1792 – 26 Oct 1795)
  • First republic declared (22 Sep 1792)
1793
  • Execution of Louis XVI (21 Jan 1793)
  • Revolutionary Tribunal (9 Mar 1793 – 31 May 1795)
  • Reign of Terror (27 Jun 1793 – 27 Jul 1794)
    • Committee of Public Safety
    • Committee of General Security
  • Fall of the Girondists (2 Jun 1793)
  • Assassination of Marat (13 Jul 1793)
  • Levée en masse (23 Aug 1793)
  • The Death of Marat (painting)
  • Law of Suspects (17 Sep 1793)
  • Marie Antoinette is guillotined (16 Oct 1793)
  • Anti-clerical laws (throughout the year)
1794
  • Danton and Desmoulins guillotined (5 Apr 1794)
  • Law of 22 Prairial (10 Jun 1794)
  • Thermidorian Reaction (27 Jul 1794)
  • Robespierre guillotined (28 Jul 1794)
  • White Terror (Fall 1794)
  • Closing of the Jacobin Club (11 Nov 1794)
1795
  • Constitution of the Year III (22 Aug 1795)
  • Conspiracy of the Equals (Nov 1795)
  • Directoire (1795–99)
    • Council of Five Hundred
    • Council of Ancients
  • 13 Vendémiaire 5 Oct 1795
1797
  • Coup of 18 Fructidor (4 Sep 1797)
  • Second Congress of Rastatt (Dec 1797)
1799
  • Coup of 30 Prairial VII (18 Jun 1799)
  • Coup of 18 Brumaire (9 Nov 1799)
  • Constitution of the Year VIII (24 Dec 1799)
  • Consulate
Operasi militer revolusioner
1792
  • Verdun
  • Thionville
  • Valmy
  • Royalist Revolts
    • Chouannerie
    • Vendée
    • Dauphiné
  • Lille
  • Siege of Mainz
  • Jemappes
  • Namur [fr]
1793
  • Koalisi Pertama
  • Vendée
  • Neerwinden
  • Battle of Famars (23 May 1793)
  • Expédition de Sardaigne (21 Dec 1792 - 25 May 1793)
  • Pertempuran Kaiserslautern
  • Siege of Mainz
  • Battle of Wattignies
  • Battle of Hondschoote
  • Siege of Bellegarde
  • Battle of Peyrestortes (Pyrenees)
  • Pengepungan Toulon (18 Sep – 18 Dec 1793)
  • First Battle of Wissembourg (13 Oct 1793)
  • Pertempuran Truillas (Pyrenees)
  • Second Battle of Wissembourg (26–27 Dec 1793)
1794
  • Battle of Villers-en-Cauchies (24 Apr 1794)
  • Pertempuran Boulou (Pyrenees) (30 Apr – 1 May 1794)
  • Battle of Tourcoing (18 May 1794)
  • Battle of Tournay (22 May 1794)
  • Battle of Fleurus (26 Jun 1794)
  • Chouannerie
  • Battle of Aldenhoven (2 Oct 1794)
1795
  • Perdamaian Basel
1796
  • Battle of Lonato (3–4 Aug 1796)
  • Pertempuran Castiglione (5 Aug 1796)
  • Battle of Theiningen
  • Battle of Neresheim (11 Aug 1796)
  • Battle of Amberg (24 Aug 1796)
  • Battle of Würzburg (3 Sep 1796)
  • Battle of Rovereto (4 Sep 1796)
  • First Battle of Bassano (8 Sep 1796)
  • Battle of Emmendingen (19 Oct 1796)
  • Battle of Schliengen (26 Oct 1796)
  • Second Battle of Bassano (6 Nov 1796)
  • Pertempuran Calliano (6–7 Nov 1796)
  • Battle of the Bridge of Arcole (15–17 Nov 1796)
  • The Ireland Expedition (Dec 1796)
1797
  • Naval Engagement off Brittany (13 Jan 1797)
  • Pertempuran Rivoli (14–15 Jan 1797)
  • Battle of the Bay of Cádiz (25 Jan 1797)
  • Perjanjian Leoben (17 Apr 1797)
  • Battle of Neuwied (18 Apr 1797)
  • Treaty of Campo Formio (17 Oct 1797)
1798
  • French invasion of Switzerland (28 January – 17 May 1798)
  • French Invasion of Egypt (1798–1801)
  • Irish Rebellion of 1798 (23 May – 23 Sep 1798)
  • Quasi-War (1798–1800)
  • Peasants' War (12 Oct – 5 Dec 1798)
1799
  • Koalisi Kedua (1798–1802)
  • Siege of Acre (20 Mar – 21 May 1799)
  • Battle of Ostrach (20–21 Mar 1799)
  • Battle of Stockach (25 Mar 1799)
  • Battle of Magnano (5 Apr 1799)
  • Battle of Cassano (27 Apr 1799)
  • First Battle of Zurich (4–7 Jun 1799)
  • Battle of Trebbia (19 Jun 1799)
  • Battle of Novi (15 Aug 1799)
  • Second Battle of Zurich (25–26 Sep 1799)
1800
  • Pertempuran Marengo (14 Jun 1800)
  • Convention of Alessandria (15 Jun 1800)
  • Pertempuran Hohenlinden (3 Dec 1800)
  • League of Armed Neutrality (1800–02)
1801
  • Perjanjian Lunéville (9 Feb 1801)
  • Perjanjian Florence (18 Mar 1801)
  • Kampanye Algeciras (8 Jul 1801)
1802
  • Perjanjian Amiens (25 Mar 1802)
Pemimpin militer
Prancis Angkatan Darat
Prancis
  • Eustache Charles d'Aoust
  • Pierre Augereau
  • Alexandre de Beauharnais
  • Jean-Baptiste Bernadotte
  • Louis-Alexandre Berthier
  • Jean-Baptiste Bessières
  • Guillaume Marie Anne Brune
  • Jean François Carteaux
  • Jean Étienne Championnet
  • Chapuis de Tourville
  • Adam Philippe, Comte de Custine
  • Louis-Nicolas Davout
  • Louis Desaix
  • Jacques François Dugommier
  • Thomas-Alexandre Dumas
  • Charles François Dumouriez
  • Pierre Marie Barthélemy Ferino
  • Louis-Charles de Flers
  • Paul Grenier
  • Emmanuel de Grouchy
  • Jacques Maurice Hatry
  • Lazare Hoche
  • Jean-Baptiste Jourdan
  • François Christophe de Kellermann
  • Jean-Baptiste Kléber
  • Pierre Choderlos de Laclos
  • Jean Lannes
  • Charles Leclerc
  • Claude Lecourbe
  • François Joseph Lefebvre
  • Jacques MacDonald
  • Jean-Antoine Marbot
  • Marcellin Marbot
  • François Séverin Marceau-Desgraviers
  • Auguste de Marmont
  • André Masséna
  • Bon-Adrien Jeannot de Moncey
  • Jean Victor Marie Moreau
  • Édouard Mortier, duc de Trévise
  • Joachim Murat
  • Michel Ney
  • Pierre-Jacques Osten [fr]
  • Nicolas Oudinot
  • Catherine-Dominique de Pérignon
  • Jean-Charles Pichegru
  • Józef Poniatowski
  • Laurent de Gouvion-Saint-Cyr
  • Barthélemy Louis Joseph Schérer
  • Jean-Mathieu-Philibert Sérurier
  • Joseph Souham
  • Jean-de-Dieu Soult
  • Louis-Gabriel Suchet
  • Belgrand de Vaubois
  • Claude Victor-Perrin, Duc de Belluno
Prancis French Navy
  • Charles-Alexandre Linois
Opposition
Kekaisaran Austria Austria
  • József Alvinczi
  • Charles, Adipati Teschen
  • Count of Clerfayt (Walloon)
  • Karl Aloys zu Fürstenberg
  • Friedrich Freiherr von Hotze (Swiss)
  • Friedrich Adolf, Count von Kalckreuth
  • Pál Kray (Hungarian)
  • Charles Eugene, Prince of Lambesc (French)
  • Maximilian Baillet de Latour (Walloon)
  • Karl Mack von Leiberich
  • Rudolf Ritter von Otto (Saxon)
  • Prince Josias of Saxe-Coburg-Saalfeld
  • Peter Vitus von Quosdanovich
  • Prince Heinrich XV of Reuss-Plauen
  • Johann Mészáros von Szoboszló (Hungarian)
  • Karl Philipp Sebottendorf
  • Dagobert von Wurmser
Kerajaan Britania Raya Britania Raya
  • Sir Ralph Abercromby
  • Laksamana Sir James Saumarez
  • Laksamana Sir Edward Pellew
  • Pangeran Frederick, Adipati York dan Albany
Republik Belanda Republik Belanda
  • William V, Pangeran Oranye
Prusia Prusia
  • Charles William Ferdinand, Adipati Brunswick-Wolfenbüttel
  • Frederick Louis, Pangeran Hohenlohe-Ingelfingen
Kekaisaran Rusia Rusia
  • Alexander Korsakov
  • Alexander Suvorov
Spanyol Spanyol
  • Luis Firmín de Carvajal
  • Antonio Ricardos
Tokoh dan faksi berpengaruh lainnya
Society of 1789
  • Jean Sylvain Bailly
  • Gilbert du Motier, Marquis de Lafayette
  • François Alexandre Frédéric, duc de la Rochefoucauld-Liancourt
  • Isaac René Guy le Chapelier
  • Honoré Gabriel Riqueti, comte de Mirabeau
  • Emmanuel Joseph Sieyès
  • Charles-Maurice de Talleyrand-Périgord
  • Nicolas de Condorcet
Feuillants
and monarchiens
  • Madame de Lamballe
  • Madame du Barry
  • Louis de Breteuil
  • Loménie de Brienne
  • Charles Alexandre de Calonne
  • de Chateaubriand
  • Jean Chouan
  • Grace Elliott
  • Arnaud de La Porte
  • Jean-Sifrein Maury
  • Jacques Necker
  • François-Marie, marquis de Barthélemy
  • Guillaume-Mathieu Dumas
  • Antoine Barnave
  • Lafayette
  • Alexandre-Théodore-Victor, comte de Lameth
  • Charles Malo François Lameth
  • André Chénier
  • Jean-François Rewbell
  • Camille Jordan
  • Madame de Staël
  • Boissy d'Anglas
  • Jean-Charles Pichegru
  • Pierre Paul Royer-Collard
Girondis
  • Jacques Pierre Brissot
  • Roland de La Platière
  • Madame Roland
  • Father Henri Grégoire
  • Étienne Clavière
  • Marquis de Condorcet
  • Charlotte Corday
  • Marie Jean Hérault
  • Jean Baptiste Treilhard
  • Pierre Victurnien Vergniaud
  • Bertrand Barère de Vieuzac
  • Jérôme Pétion de Villeneuve
  • Jean Debry
  • Jean-Jacques Duval d'Eprémesnil
  • Olympe de Gouges
  • Jean-Baptiste Robert Lindet
  • Louis Marie de La Révellière-Lépeaux
The Plain
  • Abbé Sieyès
  • de Cambacérès
  • Charles François Lebrun
  • Lazare Nicolas Marguerite Carnot
  • Philippe Égalité
  • Louis Philippe I
  • Mirabeau
  • Antoine Christophe Merlin de Thionville
  • Jean Joseph Mounier
  • Pierre Samuel du Pont de Nemours
  • François de Neufchâteau
Montagnards
  • Maximilien Robespierre
  • Georges Danton
  • Jean-Paul Marat
  • Camille Desmoulins
  • Louis Antoine de Saint-Just
  • Paul Nicolas, vicomte de Barras
  • Louis Philippe I
  • Louis Michel le Peletier de Saint-Fargeau
  • Jacques-Louis David
  • Marquis de Sade
  • Georges Couthon
  • Roger Ducos
  • Jean-Marie Collot d'Herbois
  • Jean-Henri Voulland
  • Philippe-Antoine Merlin de Douai
  • Antoine Quentin Fouquier-Tinville
  • Philippe-François-Joseph Le Bas
  • Marc-Guillaume Alexis Vadier
  • Jean-Pierre-André Amar
  • Prieur de la Côte-d'Or
  • Prieur de la Marne
  • Gilbert Romme
  • Jean Bon Saint-André
  • Jean-Lambert Tallien
  • Pierre Louis Prieur
  • Bertrand Barère de Vieuzac
  • Antoine Christophe Saliceti
Hébertists
dan Enragés
  • Jacques Hébert
  • Jacques-Nicolas Billaud-Varenne
  • Pierre Gaspard Chaumette
  • Charles-Philippe Ronsin
  • Antoine-François Momoro
  • François-Nicolas Vincent
  • François Chabot
  • Jean Baptiste Noël Bouchotte
  • Jean-Baptiste-Joseph Gobel
  • François Hanriot
  • Jacques Roux
  • Stanislas-Marie Maillard
  • Charles-Philippe Ronsin
  • Jean-François Varlet
  • Theophile Leclerc
  • Claire Lacombe
  • Pauline Léon
  • Gracchus Babeuf
  • Sylvain Maréchal
Others
  • Charles X
  • Louis XVI
  • Louis XVII
  • Louis XVIII
  • Louis Antoine, Adipati Enghien
  • Louis Henri, Prince of Condé
  • Louis Joseph, Prince of Condé
  • Marie Antoinette
  • Napoléon Bonaparte
  • Lucien Bonaparte
  • Joseph Bonaparte
  • Joseph Fesch
  • Joséphine de Beauharnais
  • Joachim Murat
  • Jean Sylvain Bailly
  • Jacques-Donatien Le Ray
  • Guillaume-Chrétien de Malesherbes
  • Talleyrand
  • Thérésa Tallien
  • Gui-Jean-Baptiste Target
  • Catherine Théot
  • List of people associated with the Revolusi Prancis
Pemikir berpengaruh
  • Les Lumières
  • Beaumarchais
  • Edmund Burke
  • Anacharsis Cloots
  • Charles-Augustin de Coulomb
  • Pierre Claude François Daunou
  • Diderot
  • Benjamin Franklin
  • Thomas Jefferson
  • Antoine Lavoisier
  • Montesquieu
  • Thomas Paine
  • Jean-Jacques Rousseau
  • Abbé Sieyès
  • Voltaire
  • Mary Wollstonecraft
Efek budaya
  • La Marseillaisecode: fr is deprecated
  • Cockade dari Prancis
  • Flag dari Prancis
  • Liberté, égalité, fraternitécode: fr is deprecated
  • Marianne
  • Bastille Day
  • Panthéoncode: fr is deprecated
  • French Republican Calendar
  • Cult of the Supreme Being
  • Cult of Reason
    • Temple of Reason
  • Sans-culottescode: fr is deprecated
  • Metric system
  • Phrygian cap
  • Women in the Revolusi Prancis
  • Symbolism in the Revolusi Prancis
  • Historiography of the Revolusi Prancis
  • Influence of the Revolusi Prancis
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Belgia
Seniman
  • ULAN
  • RKD Artists
Orang
  • Belanda
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • RISM
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Masa Perwalian
  3. Pernikahan dan Keluarga
  4. Pemerintahan sebagai Stadtholder
  5. Koleksi Seni dan Galeri
  6. Perang Kemerdekaan Amerika
  7. Krisis Politik dan Revolusi Patriot
  8. Pengusiran dari Den Haag
  9. Insiden Goejanverwellesluis
  10. Pengasingan dan Akhir Hidup
  11. Lihat Juga
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Wangsa Oranye-Nassau

membawa Belanda menjadi republik independen. Beberapa anggota wangsa menjabat sebagai gubernur atau stadtholder (stadhouder) selama masa Republik Belanda. Namun

Monarki Belanda

artikel daftar Wikimedia

Bendera

gambar khusus yang digunakan sebagai simbol, yang secara tradisional diwujudkan dalam bentuk sepotong kain

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026