Konsulat adalah pemerintahan tingkat tinggi Prancis dari kejatuhan Direktori dalam kudeta Brumaire pada 10 November 1799 sampai permulaan Kekaisaran Napoleonik pada 18 Mei 1804. Secara garis besar, istilah Konsulat juga merujuk kepada periode ini dalam sejarah Prancis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konsulat Prancis Consulat français | |
|---|---|
| Pemerintahan eksekutif Republik Pertama Prancis | |
Tiga konsul, Jean Jacques Régis de Cambacérèscode: fr is deprecated , Napoleon Bonapartecode: fr is deprecated dan Charles-François Lebruncode: fr is deprecated (kiri ke kanan) karya Auguste Couder | |
| Sejarah | |
| Dibentuk | 10 November 1799 |
| Dibubarkan | 18 Mei 1804 |
| Didahului oleh | Direktori Prancis |
| Digantikan oleh | Kekaisaran Prancis Pertama dengan Napoleon Bonaparte sebagai kaisar |
| Bagian dari seri tentang |
| Sejarah Prancis |
|---|
Konsulat (Prancis: Le Consulat) adalah pemerintahan tingkat tinggi Prancis dari kejatuhan Direktori dalam kudeta Brumaire pada 10 November 1799 sampai permulaan Kekaisaran Napoleonik pada 18 Mei 1804. Secara garis besar, istilah Konsulat juga merujuk kepada periode ini dalam sejarah Prancis.
Pada periode tersebut, Napoleon Bonaparte, sebagai Konsul Tingkat Satu, yang menjadikan dirinya sebagai kepala pemerintahan republikan yang lebih otoriter, otokrat dan tersentralisasi di Prancis meskipun tak mendeklrasikan dirinya sendiri sebagai penguasa tunggal. Karena lembaga-lembaga jangka panjang yang didirikan pada masa tersebut, Robert B. Holtman menyebut Konsulat sebagai "salah satu periode paling penting dari seluruh sejarah Prancis."[1] Napoleon mendatangkan kekuasaan personal otoritarian yang dipandang sebagai kediktatoran militer.[2]
Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Wiriath, Paul (1911). . Dalam Chisholm, Hugh (ed.). Encyclopædia Britannica. Vol. 10 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 859–860. ;