Wahyu 16 adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes, tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis. Bab ini menggambarkan tujuh cawan, botol atau botol kecil yang berisi murka Allah, yang ditumpahkan kepada orang-orang jahat dan para pengikut Antikristus setelah dibunyikannya tujuh terompet, atas perintah "suara keras dari Bait Suci" yang didengar oleh penulisnya. Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Wahyu 16 | |
|---|---|
Wahyu 13:16-14:4 yang tertulis pada fragmen Papirus 47 dari abad ke-3 M. | |
| Kitab | Kitab Wahyu |
| Kategori | Apokalips |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 27 |
Wahyu 16 (disingkat "Why 16") adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes,[3][4] tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis.[5] Bab ini menggambarkan tujuh cawan, botol[6] atau botol kecil[7] yang berisi murka Allah,[8] yang ditumpahkan kepada orang-orang jahat dan para pengikut Antikristus setelah dibunyikannya tujuh terompet,[9] atas perintah "suara keras dari Bait Suci" yang didengar oleh penulisnya.[10] Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[11][12][13]
Pembagian isi pasal: