Wahyu 5 adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes, tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis. Bab ini berisi penglihatan perdana anak domba di atas takhta di surga. Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Wahyu 5 | |
|---|---|
Wahyu 13:16-14:4 yang tertulis pada fragmen Papirus 47 dari abad ke-3 M. | |
| Kitab | Kitab Wahyu |
| Kategori | Apokalips |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 27 |
Wahyu 5 (disingkat "Why 5") adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes,[3][4] tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis.[5] Bab ini berisi penglihatan perdana anak domba di atas takhta di surga.[6] Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[7][8][9]
Pembagian isi pasal:
Hal ini menunjuk kepada syafaat orang kudus bagi kedatangan kerajaan itu ketika mereka akan ikut memerintah di bumi (Wahyu 5:9–10). Doa mereka ialah, "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga" (Matius 6:6; Matius 6:10; 2 Petrus 3:12; bandingkan Mazmur 141:2).[12]