Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wahyu 5

Wahyu 5 adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes, tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis. Bab ini berisi penglihatan perdana anak domba di atas takhta di surga. Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wahyu 5
Wahyu 5
Wahyu 13:16-14:4 yang tertulis pada fragmen Papirus 47 dari abad ke-3 M.
KitabKitab Wahyu
KategoriApokalips
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
27
← pasal 4
pasal 6 →

Wahyu 5 (disingkat "Why 5") adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes,[3][4] tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis.[5] Bab ini berisi penglihatan perdana anak domba di atas takhta di surga.[6] Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[7][8][9]

Teks

  • Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.
  • Sejumlah naskah tertua yang memuat salinan pasal ini antara lain adalah
    • Papirus 115 (~ 275 M; terlestarikan: ayat 8-9)
    • Codex Sinaiticus (~330-360 M)
    • Codex Alexandrinus (~400-440 M)
  • Pasal ini dibagi atas 14 ayat.
  • Berisi penglihatan Yohanes akan peristiwa yang terjadi di sorga.

Struktur

Pembagian isi pasal:

  • Wahyu 5:1–3 = Kitab yang di meterai
  • Wahyu 5:4–14 = Anak Domba

Ayat 1

Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.[10]

Ayat 8

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.[11]

Hal ini menunjuk kepada syafaat orang kudus bagi kedatangan kerajaan itu ketika mereka akan ikut memerintah di bumi (Wahyu 5:9–10). Doa mereka ialah, "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga" (Matius 6:6; Matius 6:10; 2 Petrus 3:12; bandingkan Mazmur 141:2).[12]

Ayat 12

Katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"[13]

Lihat pula

  • Kitab Daniel
  • Bagian Alkitab yang berkaitan: Yesaya 11, Wahyu 4, Wahyu 6, Wahyu 7, Wahyu 8, Wahyu 22

Referensi

  1. ↑ Merrill C. Tenney. 1995. Survei Perjanjian Baru. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas.
  2. ↑ Peter Wongso. 1999. Eksposisi Doktrin Alkitab: Kitab Wahyu. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara.
  3. ↑ Davids, Peter H (1982). I Howard Marshall and W Ward Gasque (ed.). New International Greek Testament Commentary: The Epistle of James (Edisi Repr.). Grand Rapids, Mich.: Eerdmans. ISBN 0802823882.
  4. ↑ Evans, Craig A (2005). Craig A Evans (ed.). Bible Knowledge Background Commentary: John, Hebrews-Revelation. Colorado Springs, Colo.: Victor. ISBN 0781442281.
  5. ↑ F. L. Cross, The Oxford Dictionary of the Christian Church, (New York: Oxford University Press, 1997), 45
  6. ↑ Bauckham 2007, hlm. 1289.
  7. ↑ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  8. ↑ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
  9. ↑ C. Groenen. 1984. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hlm.394-398.
  10. ↑ Wahyu 5:1
  11. ↑ Wahyu 5:8
  12. ↑ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  13. ↑ Wahyu 5:12

Pranala luar

  • (Indonesia) Teks Wahyu 5 dari Alkitab SABDA
  • (Indonesia) Audio Wahyu 5
  • (Indonesia) Referensi silang Wahyu 5
  • (Indonesia) Komentari bahasa Indonesia untuk Wahyu 5
  • (Inggris) Komentari bahasa Inggris untuk Wahyu 5
  • l
  • b
  • s
Wahyu kepada Yohanes • Αποκάλυψη του Ιωάννη (Apokalypse tou Ioanne)
Alkitab
Wahyu 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 • 7 • 8 • 9 • 10 • 11 • 12 • 13 • 14 • 15 • 16 • 17 • 18 • 19 • 20 • 21 • 22
  • iconPortal Kristen
Istilah/
Peristiwa
  • Abadon
  • Alfa
  • Anak Domba Allah
  • Apolion
  • Apsintus
  • Bilangan binatang
  • Kerajaan Seribu Tahun
  • Kitab kehidupan
  • Lautan api
  • Omega
  • Pelacur Besar
  • Pengadilan Terakhir
  • 4 penunggang kuda
  • 7 cawan
  • 7 jemaat di Asia Kecil
  • 7 meterai
  • 7 sangkakala
  • 7 Roh Allah
Tokoh
  • Asyer
  • Balak
  • Benyamin
  • Bileam
  • Daud
  • Gad
  • Iblis
  • Isakhar
  • Izebel
  • Lewi
  • Manasye
  • Naftali
  • Nikolaus
  • Ruben
  • Simeon
  • Yehuda
  • Yesus Kristus
  • Yohanes
  • Yusuf
  • Zebulun
Tempat
Asia Kecil • Babel • Efesus • Efrat • Filadelfia • Harmagedon • Laodikia • Mesir • Patmos • Pergamus • Sardis • Smirna • Sodom • Tiatira • Yerusalem
Sumber
Teks Yunani • Latin Vulgata • Versi Terjemahan Baru • Versi Wycliffe • Versi King James • Versi American Standard • Versi World English
Surat Yudas ← •

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Teks
  2. Struktur
  3. Ayat 1
  4. Ayat 8
  5. Ayat 12
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Wahyu 12

Mas. 1993, 1994. Wahyu 12:2 Wahyu 12:3 Wahyu 12:4 Wahyu 12:5 Wahyu 12:6 Wahyu 12:9 Alkitab bahasa Indonesia Shellabear Draft (1912) Wahyu 12:9. Kejadian

Wahyu kepada Yohanes

Buku terakhir dari Perjanjian Baru

Empat Penunggang Kuda

dicatatnya dalam kitab Wahyu kepada Yohanes, yang merupakan kitab terakhir dalam Alkitab Kristen. Yohanes mendapat penglihatan berisi "Wahyu Yesus Kristus" yang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026