Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tembaga(I) sulfida

Tembaga(I) sulfida adalah sebuah sulfida tembaga, senyawa kimia yang terdiri dari tembaga dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia Cu2S. Senyawa ini ditemukan di alam sebagai mineral kalkosit. Rentang stoikiometrinya sempit, mulai dari Cu1,997S hingga Cu2,000S. Sampel Cu2S biasanya berwarna hitam.

senyawa kimia
Diperbarui 13 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tembaga(I) sulfida
Tembaga(I) sulfida
Nama
Nama IUPAC
Tembaga(I) sulfida
Nama lain
Kuprit sulfida
Kalkosit
Penanda
Nomor CAS
  • 22205-45-4 checkY
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
ChEBI
  • CHEBI:51114 checkY
ChemSpider
  • 8305611 checkY
Nomor EC
PubChem CID
  • 62755
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • 349M3C1RS1 checkY
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID0041804 Sunting di Wikidata
InChI
  • InChI=1S/2Cu.S/q2*+1;-2 checkY
    Key: AQMRBJNRFUQADD-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/2Cu.S/q2*+1;-2
    Key: AQMRBJNRFUQADD-UHFFFAOYAN
SMILES
  • [Cu+].[Cu+].[S-2]
Sifat
Rumus kimia
Cu2S
Massa molar 159,16 g/mol
Densitas 5,6 g/cm3 [1]
Titik lebur 1.130 °C (2.070 °F; 1.400 K)[2]
Kelarutan dalam air
Tak larut
Kelarutan Sedikit larut dalam HCl; larut dalam NH4OH, KCN; terdekomposisi dalam HNO3, H2SO4
Bahaya
Titik nyala Tak mudah terbakar
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[3]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[3]
IDLH (langsung berbahaya)
TWA 100 mg/m3 (sebagai Cu)[3]
Senyawa terkait
Anion lain
Tembaga(I) oksida
Tembaga(I) selenida
Kation lainnya
Nikel(II) sulfida
Tembaga(II) sulfida
Seng(II) sulfida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Tembaga(I) sulfida adalah sebuah sulfida tembaga, senyawa kimia yang terdiri dari tembaga dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia Cu2S. Senyawa ini ditemukan di alam sebagai mineral kalkosit. Rentang stoikiometrinya sempit, mulai dari Cu1,997S hingga Cu2,000S.[4] Sampel Cu2S biasanya berwarna hitam.

Pembuatan dan reaksi

Cu2S dapat dibuat dengan mereaksikan tembaga dengan belerang atau H2S.[2] Laju reaksi ini bergantung pada ukuran partikel dan suhu.[5] Cu2S akan bereaksi dengan oksigen membentuk SO2:[6]

2 Cu2S + 3 O2 → 2 Cu2O + 2 SO2

Produksi tembaga dari kalkosit merupakan proses umum dalam mengekstraksi logam tembaga dari bijihnya. Biasanya, konversi ini melibatkan pemanggangan, menghasilkan Cu2O dan SO2:[6]

2 Cu + SO2"}},"i":0}}]}' id="mwTQ"/>Cu2S + O2 → 2 Cu + SO2

Tembaga(I) oksida mudah berubah menjadi tembaga(II) oksida ketika dipanaskan dengan oksigen, dan menjadi logam tembaga ketika dipanaskan dalam lingkungan reduksi. (cf. Reduksi karbotermik)

Struktur

Kristal kalkosit (bentuk mineral dari Cu2S).

Stoikiometri

Dua bentuk (dimorfisme) Cu2S telah diketahui. Bentuk monoklinik ("rendah kalkosit") suhu rendah memiliki struktur kompleks dengan 96 atom tembaga dalam sel unitnya.[7] Bentuk heksagonal, stabil di atas suhu 104 °C,[8] memiliki 24 atom Cu yang berbeda secara kristalografi. Strukturnya telah dideskripsikan mendekati susunan atom belerang heksagonal yang rapat dengan atom Cu dalam koordinasi planar 3. Struktur ini awalnya ditetapkan sebagai sel ortorombik karena adanya kembaran kristal sampel.

Non-stoikiometri

Seperti yang diilustrasikan oleh mineral djurleit, suatu kuprit sulfida juga diketahui. Dengan rumus perkiraan Cu1,96S, material ini bersifat non-stoikiometri (kisaran Cu1,934S-Cu1,965S) dan memiliki struktur monoklinik dengan 248 atom tembaga dan 128 atom belerang dalam sel unitnya.[7] Cu2S dan Cu1,96S memiliki penampilan yang serupa dan sulit dibedakan satu sama lain.[9]

Transisi fase

Resistivitas listrik senyawa ini meningkat secara tiba-tiba pada titik transisi fase sekitar 104 °C, dengan suhu yang tepat bergantung pada stoikiometrinya.[10][11]

Lihat pula

  • Sulfida tembaga untuk ikhtisar semua fase sulfida tembaga
  • Tembaga(II) sulfida, CuS
  • Kalkosit
  • Djurleite
  • LK-99 - senyawa yang dievaluasi pada tahun 2023 untuk kemungkinan superkonduktivitas

Referensi

  1. ↑ Patnaik, Pradyot (2002). Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, ISBN 0-07-049439-8
  2. 1 2 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, Alan (1984). Chemistry of the Elements. Oxford: Pergamon Press. hlm. 1373. ISBN 0-08-022057-6.
  3. 1 2 3 "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0150". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  4. ↑ Potter, R. W. (1977). "An electrochemical investigation of the system copper-sulfur". Economic Geology. 72 (8): 1524–1542. Bibcode:1977EcGeo..72.1524P. doi:10.2113/gsecongeo.72.8.1524.
  5. ↑ 2</sub>S from the elements I. Copper used in form of powders"},"author":{"wt":"Blachnik R., Müller A."},"doi":{"wt":"10.1016/S0040-6031(00)00545-1"},"year":{"wt":"2000"},"journal":{"wt":"Thermochimica Acta"},"volume":{"wt":"361"},"pages":{"wt":"31"}},"i":0}}]}' id="mwzg"/>Blachnik R., Müller A. (2000). "The formation of Cu2S from the elements I. Copper used in form of powders". Thermochimica Acta. 361: 31. doi:10.1016/S0040-6031(00)00545-1.
  6. 1 2 Wiberg, Egon and Holleman, Arnold Frederick (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier ISBN 0-12-352651-5
  7. 1 2 1.94</sub>S) and Low Chalcocite (Cu<sub>2</sub>S): New Crystal Structure Studies"},"year":{"wt":"1979"},"last1":{"wt":"Evans"},"first1":{"wt":"H. T."},"journal":{"wt":"Science"},"volume":{"wt":"203"},"issue":{"wt":"4378"},"pages":{"wt":"356–8"},"pmid":{"wt":"17772445"},"bibcode":{"wt":"1979Sci...203..356E"},"s2cid":{"wt":"6132717"}},"i":0}}]}' id="mw4w"/>Evans, H. T. (1979). "Djurleite (Cu1.94S) and Low Chalcocite (Cu2S): New Crystal Structure Studies". Science. 203 (4378): 356–8. Bibcode:1979Sci...203..356E. doi:10.1126/science.203.4378.356. PMID 17772445. S2CID 6132717.
  8. ↑ Wells A.F. (1984) Structural Inorganic Chemistry, 5th ed., Oxford Science Publications, ISBN 0-19-855370-6
  9. ↑ Evans H.T. (1981). "Copper coordination in low chalcocite and djurleite and other copper-rich sulfides" (PDF). American Mineralogist. 66 (7–8): 807–818.
  10. ↑ Garisto, Dan (16 Agustus 2023). "LK-99 isn't a superconductor — how science sleuths solved the mystery". Nature (dalam bahasa Inggris). 620 (7975): 705–706. Bibcode:2023Natur.620..705G. doi:10.1038/d41586-023-02585-7. PMID 37587284. S2CID 260955242.
  11. ↑ Jain, Prashant K. "Phase transition of copper (I) sulfide and its implication for purported superconductivity of LK-99." arXiv preprint arXiv:2308.05222 (2023).
  • l
  • b
  • s
Senyawa tembaga
Cu(0,I)
  • Cu5Si
Cu(I)
  • CuBr
  • CuCN
  • CuCl
  • CuF
  • CuH
  • CuI
  • Cu2C2
  • Cu2Cr2O5
  • Cu2O
  • CuOH
  • Cu2S
  • Cu3P
Cu(II)
  • Cu(BF4)2
  • CuBr2
  • CuC2
  • Cu(CN)2
  • CuCO3
  • CuCl2
  • CuF2
  • Cu(NO3)2
  • Cu3(PO4)2
  • CuN6
  • CuO
  • Cu(OH)2
  • CuI2
  • CuS
  • CuSO4
  • Cu3(AsO4)2
Cu(III)
  • K3CuF6
  • Cu2O3
Cu(IV)
  • Cs2CuF6
  • Rb2CuF6
  • l
  • b
  • s
Sulfida (S2−)
H2S He
Li2S BeS B2S3
+BO3
CS2
COS
(NH4)SH O F Ne
Na2S MgS Al2S3 SiS
SiS2
-Si
PxSy
-P
-S2−2 Cl Ar
K2S CaS ScS
Sc2S3
TiS
TiS2
Ti2S3
VS
VS2
V2S3
CrS
Cr2S3
MnS
MnS2
FeS
Fe3S4
CoxSy NixSy Cu2S
CuS
ZnS GaS
Ga2S3
GeS
GeS2
-Ge
As2S3
As2S5
As4S3
-As
SeS2
+Se
Br Kr
Rb2S SrS Y2S3 ZrS2 NbS2 MoS2
MoS3
TcS2
Tc2S7
Ru Rh2S3 PdS Ag2S CdS In2S3 SnS
SnS2
-Sn
Sb2S3
Sb2S5
-Sb
TeS2 I Xe
Cs2S BaS * LuS
Lu2S3
HfS2 TaS2 WS2
WS3
ReS2
Re2S7
OsS4 Ir2S3
IrS2
PtS
PtS2
Au2S
Au2S3
HgS Tl2S PbS
PbS2
Bi2S3 PoS At Rn
Fr Ra ** Lr Rf Db Sg Bh Hs Mt Ds Rg Cn Nh Fl Mc Lv Ts Og
 
* LaS
La2S3
CeS
Ce2S3
PrS
Pr2S3
NdS
Nd2S3
PmS
Pm2S3
SmS
Sm2S3
EuS
Eu2S3
GdS
Gd2S3
TbS
Tb2S3
DyS
Dy2S3
HoS
Ho2S3
ErS
Er2S3
TmS
Tm2S3
YbS
Yb2S3
** Ac2S3 ThS
Th2S3
Th7S12
ThS2
Pa US
U2S3
U3S5
US2
NpS
Np2S3
Np3S5
NpS2
PuS
Pu2S3
AmS
Am2S3
CmS
Cm2S3
Bk2S3 Cf2S3 Es Fm Md No

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembuatan dan reaksi
  2. Struktur
  3. Stoikiometri
  4. Non-stoikiometri
  5. Transisi fase
  6. Lihat pula
  7. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026