Tembaga(I) sulfida adalah sebuah sulfida tembaga, senyawa kimia yang terdiri dari tembaga dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia Cu2S. Senyawa ini ditemukan di alam sebagai mineral kalkosit. Rentang stoikiometrinya sempit, mulai dari Cu1,997S hingga Cu2,000S. Sampel Cu2S biasanya berwarna hitam.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC
Tembaga(I) sulfida | |
| Nama lain
Kuprit sulfida Kalkosit | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChEBI | |
| ChemSpider |
|
| Nomor EC | |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| Cu2S | |
| Massa molar | 159,16 g/mol |
| Densitas | 5,6 g/cm3 [1] |
| Titik lebur | 1.130 °C (2.070 °F; 1.400 K)[2] |
| Tak larut | |
| Kelarutan | Sedikit larut dalam HCl; larut dalam NH4OH, KCN; terdekomposisi dalam HNO3, H2SO4 |
| Bahaya | |
| Titik nyala | Tak mudah terbakar |
| Batas imbas kesehatan AS (NIOSH): | |
PEL (yang diperbolehkan) |
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[3] |
REL (yang direkomendasikan) |
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[3] |
IDLH (langsung berbahaya) |
TWA 100 mg/m3 (sebagai Cu)[3] |
| Senyawa terkait | |
Anion lain |
Tembaga(I) oksida Tembaga(I) selenida |
Kation lainnya |
Nikel(II) sulfida Tembaga(II) sulfida Seng(II) sulfida |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Tembaga(I) sulfida adalah sebuah sulfida tembaga, senyawa kimia yang terdiri dari tembaga dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia Cu2S. Senyawa ini ditemukan di alam sebagai mineral kalkosit. Rentang stoikiometrinya sempit, mulai dari Cu1,997S hingga Cu2,000S.[4] Sampel Cu2S biasanya berwarna hitam.
Cu2S dapat dibuat dengan mereaksikan tembaga dengan belerang atau H2S.[2] Laju reaksi ini bergantung pada ukuran partikel dan suhu.[5] Cu2S akan bereaksi dengan oksigen membentuk SO2:[6]
Produksi tembaga dari kalkosit merupakan proses umum dalam mengekstraksi logam tembaga dari bijihnya. Biasanya, konversi ini melibatkan pemanggangan, menghasilkan Cu2O dan SO2:[6]
Tembaga(I) oksida mudah berubah menjadi tembaga(II) oksida ketika dipanaskan dengan oksigen, dan menjadi logam tembaga ketika dipanaskan dalam lingkungan reduksi. (cf. Reduksi karbotermik)

Dua bentuk (dimorfisme) Cu2S telah diketahui. Bentuk monoklinik ("rendah kalkosit") suhu rendah memiliki struktur kompleks dengan 96 atom tembaga dalam sel unitnya.[7] Bentuk heksagonal, stabil di atas suhu 104 °C,[8] memiliki 24 atom Cu yang berbeda secara kristalografi. Strukturnya telah dideskripsikan mendekati susunan atom belerang heksagonal yang rapat dengan atom Cu dalam koordinasi planar 3. Struktur ini awalnya ditetapkan sebagai sel ortorombik karena adanya kembaran kristal sampel.
Seperti yang diilustrasikan oleh mineral djurleit, suatu kuprit sulfida juga diketahui. Dengan rumus perkiraan Cu1,96S, material ini bersifat non-stoikiometri (kisaran Cu1,934S-Cu1,965S) dan memiliki struktur monoklinik dengan 248 atom tembaga dan 128 atom belerang dalam sel unitnya.[7] Cu2S dan Cu1,96S memiliki penampilan yang serupa dan sulit dibedakan satu sama lain.[9]
Resistivitas listrik senyawa ini meningkat secara tiba-tiba pada titik transisi fase sekitar 104 °C, dengan suhu yang tepat bergantung pada stoikiometrinya.[10][11]