Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Raksa sulfida

Raksa sulfida atau raksa(II) sulfida adalah suatu senyawa kimia yang tersusun dari unsur kimia raksa dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia HgS dan bersifat hampir tidak larut dalam air.

senyawa kimia
Diperbarui 23 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Raksa sulfida
Artikel ini berisi tentang garam merkurat. Untuk garam merkurit hipotesis, lihat raksa(I) sulfida.
Raksa sulfida
Nama
Nama IUPAC
Raksa sulfida
Nama lain
Cinnabar
Vermilion
Penanda
Nomor CAS
  • 1344-48-5 checkY
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
ChemSpider
  • 8395759
Nomor EC
PubChem CID
  • 62402
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • ZI0T668SF1 checkY
Nomor UN 2025
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID301318265 DTXSID0047747, DTXSID301318265 Sunting di Wikidata
InChI
  • InChI=1S/Hg.S
    Key: QXKXDIKCIPXUPL-UHFFFAOYSA-N
SMILES
  • [S]=[Hg]
Sifat
Rumus kimia
HgS
Massa molar 232,66 g/mol
Densitas 8,10 g/cm3
Titik lebur 580 °C (1.076 °F; 853 K) terurai
Kelarutan dalam air
tidak larut
Celah pita 2,1 eV (langsung, α-HgS) [1]
Suseptibilitas magnetik (χ)
−55,4·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) w=2,905, e=3,256, bire=0,3510 (α-HgS) [2]
Termokimia
Entropi molar standar (So) 78 J·mol−1·K−1[3]
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −58 kJ·mol−1[3]
Bahaya
Lembar data keselamatan Fisher Scientific
Piktogram GHS GHS06: BeracunGHS07: Tanda SeruGHS08: Bahaya KesehatanGHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
Pernyataan bahaya GHS
H300, H310, H317, H330, H373, H410
Langkah perlindungan GHS
P261, P272, P280, P302+P352, P321, P333+P313, P363, P501
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Raksa oksida
Raksa selenida
Raksa telurida
Kation lainnya
Seng sulfida
Kadmium sulfida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Raksa sulfida atau raksa(II) sulfida adalah suatu senyawa kimia yang tersusun dari unsur kimia raksa dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia HgS dan bersifat hampir tidak larut dalam air.[4]

Struktur kristal

Struktur α-HgS jika dilihat sepanjang sumbu-a
Struktur α-HgS jika dilihat sepanjang sumbu-c

HgS bersifat dimorfik dengan dua bentuk kristal:

  • Sinabar merah (α-HgS, trigonal, hP6, P3221) merupakan bentuk di mana merkuri paling umum ditemukan di alam. Sinabar memiliki sistem kristal rombohedral. Kristal berwarna merah ini bersifat aktif secara optik, yang disebabkan oleh adanya heliks Hg–S dalam strukturnya.[5]
  • Metasinabar hitam (β-HgS) lebih jarang ditemukan di alam dan mengadopsi struktur kristal zinc blende. (T2d-F43m).

Sejarah

Raksa sulfida terutama ditemukan sebagai mineral sinabar, yaitu mineral sulfida berwarna merah yang berasal dari proses geologi seperti endapan hidrotermal pada suhu rendah. Sinabar telah diidentifikasi di berbagai wilayah di dunia, termasuk Tiongkok, Eropa, dan Amerika sejak zaman prasejarah, seringkali dikaitkan dengan aktivitas vulkanik atau mata air panas.[6]

Sejak masa Neolitik dan Zaman Tembaga, manusia telah menambang sinabar untuk mendapatkan raksa logam dan penggunaan pigmen merahnya. Bukti arkeologis menunjukkan penggunaan sinabar dalam pewarnaan dan ritual kuno di Iberia dan tempat lain, serta perdagangan mineral ini di wilayah Mediterania dan Eropa barat.[7]

Sinabar digunakan sebagai pigmen merah dalam seni dan kerajinan di banyak peradaban kuno serta dikenal sebagai bahan dalam obat tradisional Asia. Banyak masyarakat Tiongkok dan India kuno memanfaatkan HgS sebagai komponen dalam pengobatan herbo-metallic untuk berbagai penyakit, meskipun pemahaman ilmiah mengenai toksisitasnya belum berkembang saat itu.[8]

Preparasi dan sifat kimia

β-HgS mengendap sebagai padatan hitam ketika garam Hg(II) direaksikan dengan H2S. Reaksi ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan larutan asam asetat dari raksa(II) asetat. Dengan pemanasan ringan pada suspensi tersebut, polimorf hitam akan berubah menjadi bentuk merah.[9] β-HgS tidak reaktif terhadap hampir semua pereaksi kecuali asam pekat.[4]

Merkuri diproduksi dari bijih sinabar dengan cara dipanggang di udara, kemudian uapnya dikondensasikan.[4]

HgS → Hg + S

Kegunaan

Sinabar (bagian berwarna merah pada spesimen)

Ketika α-HgS digunakan sebagai pigmen merah, senyawa ini dikenal sebagai sinabar. Kecenderungan sinabar untuk menggelap selama ini dikaitkan dengan perubahan dari α-HgS merah menjadi β-HgS hitam. Namun, β-HgS tidak terdeteksi pada penggalian di Pompeii, tempat dinding yang awalnya berwarna merah menjadi gelap. Perubahan warna tersebut justru diatribusikan pada pembentukan senyawa Hg–Cl (misalnya kordeorit, kalomel, dan terlinguait) serta kalsium sulfat, gipsum.[10]

Seiring dengan sel merkuri yang digunakan dalam industri klor-alkali (proses Castner–Kellner) dihentikan secara bertahap karena kekhawatiran terhadap emisi merkuri, merkuri logam dari instalasi tersebut diubah menjadi raksa sulfida untuk penyimpanan bawah tanah.

Dengan celah pita sebesar 2,1 eV dan kestabilannya, senyawa ini berpotensi digunakan sebagai sel fotoelektrokimia.[11]

Netralisasi dengan belerang pernah diusulkan untuk membersihkan tumpahan merkuri, tetapi reaksi tersebut tidak berlangsung cukup cepat dan tidak cukup sempurna untuk digunakan dalam situasi darurat.[12]

Toksikologi dan dampak kesehatan

Walaupun HgS tidak larut dan sering dipandang kurang berbahaya dibanding bentuk merkuri lain seperti metilmerkuri, bukti ilmiah menunjukkan bahwa HgS tetap dapat diabsorbsi dari saluran pencernaan dan tersebar ke jaringan tubuh, termasuk otak, setelah paparan oral yang cukup tinggi.[13]

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa HgS dapat mengganggu fungsi sistem saraf, termasuk mempengaruhi refleks vestibulo-okular dan aktivitas enzim otak seperti Na⁺/K⁺-ATPase. Studi pada tikus dan marmut menunjukkan adanya gangguan motorik dan neurofisiologis setelah paparan HgS dan sinabar dalam dosis tinggi. Meskipun HgS dianggap kurang larut dibanding merkuri organik, penelitian eksperimental mencatat bahwa merkuri dari HgS dapat terdeteksi dalam darah, hati, ginjal, dan otak setelah pemberian oral dalam dosis besar kepada hewan, menunjukkan adanya penyerapan dari saluran pencernaan dan akumulasi jaringan.[14]

Paparan jangka panjang, bahkan pada dosis rendah dari HgS (mis. sinabar dalam persiapan tradisional) juga berpotensi menyebabkan efek neurotoksik pada keturunan dalam studi hewan, termasuk akumulasi Hg di otak dan defisit perilaku.[15]

Lihat pula

  • Keracunan merkuri
  • Raksa(I) sulfida (merkurit sulfida, Hg2S), hipotesis

Referensi

  1. ↑ L. I. Berger, Semiconductor Materials (1997) CRC Press ISBN 0-8493-8912-7
  2. ↑ Webminerals
  3. 1 2 Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles 6th Ed. Houghton Mifflin Company. hlm. A22. ISBN 978-0-618-94690-7.
  4. 1 2 3 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, Alan (1984). Chemistry of the Elements. Oxford: Pergamon Press. hlm. 1406. ISBN 0-08-022057-6.
  5. ↑ A. M. Glazer, K. Stadnicka (1986). "On the origin of optical activity in crystal structures". J. Appl. Crystallogr. 19 (2): 108–122. Bibcode:1986JApCr..19..108G. doi:10.1107/S0021889886089823. S2CID 96545158.
  6. ↑ Emslie, S., Brasso, R., Patterson, W.; et al. (2015). "Chronic mercury exposure in Late Neolithic/Chalcolithic populations in Portugal from the cultural use of cinnabar". Sci Rep (dalam bahasa Inggris). 5 (14679). doi:10.1038/srep14679. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  7. ↑ 4</sub>S<sub>4</sub>)-containing traditional medicines"},"journal":{"wt":"Journal of Ethnopharmacology"},"volume":{"wt":"210"},"year":{"wt":"2018"},"pages":{"wt":"340-350"},"issn":{"wt":"0378-8741"},"doi":{"wt":"10.1016/j.jep.2017.08.037"},"url":{"wt":"https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874117323917"},"language":{"wt":"en"}},"i":0}}]}' id="mwAQY"/>Jie Liu, Li-Xin Wei, Qi Wang, Yuan-Fu Lu, Feng Zhang, Jing-Zhen Shi, Cen Li, M. George Cherian (2018). "A review of cinnabar (HgS) and/or realgar (As4S4)-containing traditional medicines". Journal of Ethnopharmacology (dalam bahasa Inggris). 210: 340–350. doi:10.1016/j.jep.2017.08.037. ISSN 0378-8741. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  8. ↑ Kamath SU, Pemiah B, Sekar RK, Krishnaswamy S, Sethuraman S, Krishnan UM (2012). "Mercury-based traditional herbo-metallic preparations: a toxicological perspective". Arch Toxicol. (dalam bahasa Inggris). 86 (6): 831–8. doi:10.1007/s00204-012-0826-2. PMID 22441626. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  9. ↑ Newell, Lyman C.; Maxson, R. N.; Filson, M. H. (1939). "Red Mercuric Sulfide". Inorganic Syntheses. Vol. 1. hlm. 19–20. doi:10.1002/9780470132326.ch7. ISBN 9780470132326.
  10. ↑ Cotte, M; Susini J; Metrich N; Moscato A; Gratziu C; Bertagnini A; Pagano M (2006). "Blackening of Pompeian Cinnabar Paintings: X-ray Microspectroscopy Analysis". Anal. Chem. 78 (21): 7484–7492. doi:10.1021/ac0612224. PMID 17073416.
  11. ↑ Davidson, R. S.; Willsher, C. J. (March 1979). "Mercury(II) sulphide: a photo-stable semiconductor". Nature (dalam bahasa Inggris). 278 (5701): 238–239. Bibcode:1979Natur.278..238D. doi:10.1038/278238a0. ISSN 1476-4687. S2CID 4363745.
  12. ↑ Hegedüs, Kristof (20 Dec 2014). "How NOT to clean up mercury..." Pictures from an Organic Chemistry Laboratory. Tumblr. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2020. Diakses tanggal 4 January 2025. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  13. ↑ Chuu JJ, Liu SH, Lin-Shiau SY (2001). "Effects of methyl mercury, mercuric sulfide and cinnabar on active avoidance responses, Na+/K+-ATPase activities and tissue mercury contents in rats". Proc Natl Sci Counc Repub China B (dalam bahasa Inggris). 25 (2): 128–36. PMID 11370760. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  14. ↑ Yi-Ho Young, Jiunn-Jye Chuu, Shing-Hwa Liu, Shoei-Yn Lin-Shiau (2002). "Neurotoxic Mechanism of Cinnabar and Mercuric Sulfide on the Vestibulo-Ocular Reflex System of Guinea Pigs". Toxicological Sciences (dalam bahasa Inggris). 67 (2): 256–263. doi:10.1093/toxsci/67.2.256. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  15. ↑ Huang CF, Hsu CJ, Liu SH, Lin-Shiau SY (2012). "Exposure to low dose of cinnabar (a naturally occurring mercuric sulfide (HgS)) caused neurotoxicological effects in offspring mice". J. Biomed. Biotechnol. (dalam bahasa Inggris). doi:10.1155/2012/254582. PMID 22888198. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  • l
  • b
  • s
Senyawa raksa
Raksa(I)
  • HgH
  • Hg2H2
  • Hg2Br2
  • Hg2Cl2
  • Hg2F2
  • Hg2I2
  • Hg2(NO3)2
  • Hg2O
  • Hg2CO3
  • Hg2SO4
Raksa(II)
  • HgH2
  • HgNH2Cl
  • HgSe
  • HgS
  • HgTe
  • Hg(O2CCH3)2
  • HgBr2
  • HgCl2
  • Hg(CN)2
  • HgF2
  • Hg(OH)2
  • HgI2
  • Hg(NO3)2
  • HgO
  • HgSO4
  • Hg(SCN)2
  • Hg(CNO)2
  • Hg3N2
  • Hg(Si(CH3)3)2
  • K2HgI4
Senyawa
organomerkuri
  • Hg(CH3)2
  • Hg(C2H5)2
  • Hg(C6H5)2
  • HgC6H5CH3CO2
  • HgC6H5OB(OH)2
  • HgClC6H4CO2H
  • HgOHCH2CHOCH3CH2(NHCO)2C2H4CO2H
  • HgOHCH2CHOCH3CH2NHCOC6H4OCH2CO2H
  • Na2HgOHC6HOBrC6H2OBrOCHC6H4CO2
  • HgOC6H2CH3NO2
  • NaHgC2H5SC6H4CO2
Raksa(IV)
  • HgF4 (hipotetis)
Amalgam
  • Na(Hg)
  • Al(Hg)
  • K(Hg)
  • Au(Hg)
  • Tl(Hg)
  • Sn(Hg)
Kation raksa
  • Hg2+
  • Hg22+
  • Hg32+
  • Hg42+
  • Hg34+
  • HgCH3+
  • HgC2H5+
  • HgC6H5+
Rumus kimia
  • l
  • b
  • s
Sulfida (S2−)
H2S He
Li2S BeS B2S3
+BO3
CS2
COS
(NH4)SH O F Ne
Na2S MgS Al2S3 SiS
SiS2
-Si
PxSy
-P
-S2−2 Cl Ar
K2S CaS ScS
Sc2S3
TiS
TiS2
Ti2S3
VS
VS2
V2S3
CrS
Cr2S3
MnS
MnS2
FeS
Fe3S4
CoxSy NixSy Cu2S
CuS
ZnS GaS
Ga2S3
GeS
GeS2
-Ge
As2S3
As2S5
As4S3
-As
SeS2
+Se
Br Kr
Rb2S SrS Y2S3 ZrS2 NbS2 MoS2
MoS3
TcS2
Tc2S7
Ru Rh2S3 PdS Ag2S CdS In2S3 SnS
SnS2
-Sn
Sb2S3
Sb2S5
-Sb
TeS2 I Xe
Cs2S BaS * LuS
Lu2S3
HfS2 TaS2 WS2
WS3
ReS2
Re2S7
OsS4 Ir2S3
IrS2
PtS
PtS2
Au2S
Au2S3
HgS Tl2S PbS
PbS2
Bi2S3 PoS At Rn
Fr Ra ** Lr Rf Db Sg Bh Hs Mt Ds Rg Cn Nh Fl Mc Lv Ts Og
 
* LaS
La2S3
CeS
Ce2S3
PrS
Pr2S3
NdS
Nd2S3
PmS
Pm2S3
SmS
Sm2S3
EuS
Eu2S3
GdS
Gd2S3
TbS
Tb2S3
DyS
Dy2S3
HoS
Ho2S3
ErS
Er2S3
TmS
Tm2S3
YbS
Yb2S3
** Ac2S3 ThS
Th2S3
Th7S12
ThS2
Pa US
U2S3
U3S5
US2
NpS
Np2S3
Np3S5
NpS2
PuS
Pu2S3
AmS
Am2S3
CmS
Cm2S3
Bk2S3 Cf2S3 Es Fm Md No

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Struktur kristal
  2. Sejarah
  3. Preparasi dan sifat kimia
  4. Kegunaan
  5. Toksikologi dan dampak kesehatan
  6. Lihat pula
  7. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026