Tai Hsu atau disebut jugaTaixu adalah seorang biksu Buddha, pemimpin gerakan pembaruan sejak tahun 1915 di Tiongkok. Dia dianggap sebagai tokoh penting terhadap gerakan sosial pada abad 20 di Tiongkok. Sebagai biksu, ia merupakan penganjur umat Buddha untuk lebih menekankan pentingnya pelayanan sosial, terutama dalam bidang pengorganisasian-ulang isntitusi, pendidikan modern, kerjasama ekumenis dan bermisi glogal. Berkat jasanya, beberapa kota di Tiongkok, seperti Wuchang dan Fukien kemudian didirkan sekolah-sekolah tinggi agama Buddha sebagai sarana pendidikan para pendeta agama Buddha Mahayana. Tai Hsu dikenal juga melalui tulisan-tulisannya. Sebagai orang yang menekankan adanya reformasi, Tai Hsu mendapatkan julukan sebagai "Martin Luther"-nya Buddha di Tiongkok.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Taixu | |
|---|---|
太虛 | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Lǚ Pèilín (呂沛林) (1890-08-01)1 Agustus 1890 |
| Meninggal | 17 Maret 1947(1947-03-17) (umur 57) |
| Kebangsaan | China |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Buddhisme Humanistik |
| Sekolah | Mahāyāna |
| Bagian dari seri mengenai |
| Buddhisme Han 汉传佛教 / 漢傳佛教 |
|---|
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Mahāyāna |
|---|
Tai Hsu atau disebut jugaTaixu (Hanzi Tradisional: 太虛code: zh is deprecated ; Hanzi Sederhana: 太虚code: zh is deprecated ; Pinyin: Tàixū; Wade-Giles: T'ai Hsü)[1] (masa hidup 1890-1947) adalah seorang biksu Buddha, pemimpin gerakan pembaruan sejak tahun 1915 di Tiongkok.[2] Dia dianggap sebagai tokoh penting terhadap gerakan sosial pada abad 20 di Tiongkok.[3] Sebagai biksu, ia merupakan penganjur umat Buddha untuk lebih menekankan pentingnya pelayanan sosial, terutama dalam bidang pengorganisasian-ulang isntitusi, pendidikan modern, kerjasama ekumenis dan bermisi glogal.[2] Berkat jasanya, beberapa kota di Tiongkok, seperti Wuchang dan Fukien kemudian didirkan sekolah-sekolah tinggi agama Buddha sebagai sarana pendidikan para pendeta agama Buddha Mahayana.[2] Tai Hsu dikenal juga melalui tulisan-tulisannya.[2] Sebagai orang yang menekankan adanya reformasi, Tai Hsu mendapatkan julukan sebagai "Martin Luther"-nya Buddha di Tiongkok.[4]
Tai Hsu lahir tahun 1889/1890 dan menjadi biksu pada usia 16 tahun.[4] Ia mendapatkan gelar biksu di bawah Jin'an (1851-1913) pada tahun 1904, belajar secara khusus tentang ajaran Buddha tentang filsafat Dharmalakana dan belajar meditasi di bawah bimbingan beberapa guru.[4] Pada tahun 1914, ia memutuskan untuk mengabdikan diri di Gunung Putuo.[4] Tiga tahun kemudian, ia mengunjungi Jepang dan Taiwan.[4] Pada tahun 1918, ia mendirikan komunitas Pencerahan (Xueshe) dan memulai sebuah penerbitan majalah yang kemudian dinamakan Haichaoyin (Suara Laut Pasang).[4] Melalui majalah ini ia mengajarkan berbagai ajaran reformasi.[4] Peran Tai Hsu juga bergema pada saat Konferensi Umat Buddha Asia diadakan di Tokyo pada tahun 1925.[4] Ketika Perang Jepang (1937-1945), Tai Hsu aktif dalam mendukung kebijakan pemerintahan Tiongkok dalam kebijakan politik.[4] Ia kemudian menjadi delegasi misi politik pemerintahan Tiongkok ke Burma, India, dan Srilanka pada tahun 1939.[4] Tai Hsu meninggal pada 17 Maret 1947 dan meninggalkan 300 barang kenangan.[4]