Suzuki Fronx merupakan SUV Crossover subkompak (B) yang diproduksi oleh perusahaan otomotif asal Jepang, Suzuki melalui anak perusahaannya di India, Maruti Suzuki sejak 2023. Berbasis dari Baleno Hatchback, mobil ini diposisikan di bawah Brezza.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Suzuki Fronx スズキ・フロンクス | |
|---|---|
Maruti Suzuki Fronx 1.2 Delta+ (India) | |
| Informasi | |
| Tipe | WDB3S (FWD) WEB3S (AWD)[1] |
| Produsen | Suzuki |
| Juga disebut | Toyota Urban Cruiser Taisor (India)[2] Toyota Starlet Cross (Afrika)[3] |
| Masa produksi | 2023–sekarang |
| Model untuk tahun | 2023-sekarang |
| Perakitan | India: Ahmedabad, Gujarat (Suzuki Motor Gujarat (Plant C)) Indonesia: Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Suzuki Indomobil (Cikarang Plant)) |
| Perancang | Koichiro Fukushima, Masahiro Kato, Vidyasagar Gupta, Abhishek Bhasker dan Mohammad Arif[4][5] |
| Bodi & rangka | |
| Kelas | SUV crossover subkompak (B) |
| Bentuk kerangka | SUV 5-pintu |
| Tata letak | Mesin depan, penggerak roda depan |
| Platform | Suzuki HEARTECT B Platform |
| Mobil terkait | Suzuki Baleno[6] Suzuki Swift |
| Penyalur daya | |
| Mesin | Bensin
|
| Motor listrik | Integrated Starter Generator (ISG) |
| Transmisi | Manual
|
| Daya penggerak | Mild Hybrid (K10C Boosterjet & K15C Boostergreen) |
| Baterai | 6-Ah lithium-ion |
| Dimensi | |
| Jarak sumbu roda | 2,520 mm (99.2 inci) |
| Panjang | 3,995 mm (157,3 inci) |
| Lebar | 1,765 mm (69.5 inci) |
| Tinggi | 1,550 mm (61,0 inci) |
| Berat kosong | 965–1,060 kg (2,127–2,337 lb) |
Suzuki Fronx (Jepang: スズキ・フロンクスcode: ja is deprecated , Suzuki Furonkusu) merupakan SUV Crossover subkompak (B)[7] yang diproduksi oleh perusahaan otomotif asal Jepang, Suzuki melalui anak perusahaannya di India, Maruti Suzuki sejak 2023. Berbasis dari Baleno Hatchback, mobil ini diposisikan di bawah Brezza.[8][9]
Diperkenalkan di Auto Expo di India pada Januari 2023, Fronx untuk pasar India hanya dijual melalui jaringan NEXA yang dikhususkan untuk model menengah keatas dari Maruti Suzuki. Ini merupakan model kedua Suzuki untuk segmen SUV sub-4 meter di India setelah Brezza dan memiliki pajak yang lebih ringan karena mesinnya yang lebih kecil.[10]
Menurut manajer pengembangan dari Fronx, mobil ini terlahir dari ide untuk membuat sebuah SUV yang diterima luas oleh pasar dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia, seperti platform dari Baleno. Proses pengembangannya mengakomodir ide-ide seperti pembuatan pintu bagasi yang lebih tinggi untuk menekankan kelegaan interior, tetapi perusahaan tersebut memilih penggunaan gaya atap ala coupé dengan pintu belakang yang dibuat miring.[11] Dibandingkan Baleno Hatchback, kap mesinnya dibuat lebih tinggi, panel bodi dibentuk ulang dan pilar belakang dibuat lebih miring ke depan. Mobil ini memiliki kapasitas bagasi 308 liter, 10 liter lebih kecil daripada kapasitas bagasi di Baleno Hatchback karena lantai bagasi yang lebih tinggi.[12] Jarak terendah ke tanah juga meningkat 20 mm (0,8 inci) menjadi 210 mm (8,3 inci) karena suspensi khusus dan ban yang lebih tebal dengan profil 195/60 R16.[13] Maruti Suzuki mengklaim telah menghabiskan 900 crore Rupee India untuk pengembangan Fronx.[14]
Per November 2025, Fronx produksi India telah diekspor ke beberapa pasar, seperti Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, Australia, Hong Kong dan Jepang.[7] Sedangkan Fronx produksi Indonesia diekspor ke beberapa pasar di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia dan Filipina. Untuk pasar ekspor, Fronx memakai mesin K15B 1,500cc 4-segaris dengan teknologi VVT atau K15C, 1,500cc 4-segaris dengan teknologi Smart Hybrid (SHVS).[15]
Di pasar India, Fronx dipasarkan melalui jaringan penjualan Maruti Nexa dengan lima tipe: Sigma, Delta, Delta+, Zeta dan Alpha. Tipe Sigma, Delta dan Delta+ tersedia dengan opsi mesin 1,200cc 4-segaris bensin dengan Dualjet, sedangkan tipe Delta+, Zeta dan Alpha tersedia dengan opsi mesin 1,000cc 3-segaris dengan Boosterjet. Transmisi manual tersedia untuk semua varian dengan tipe 1.2 Delta dan 1.2 Delta+ juga tersedia dalam transmisi Auto Gear Shift (sebutan Suzuki untuk AMT) 5-percepatan dan 1.0T Delta+, 1.0T Zeta dan 1.0T Alpha juga dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Tipe Sigma dan Delta juga tersedia dengan opsi S-CNG (sebutan Suzuki untuk CNG) dengan transmisi manual.[16] Pada 25 Juli 2025, Fronx mendapat fitur 6 SRS Airbags sebagai standar di semua variannya.[17]
Versi rebadge dan restyle dari Fronx yang bernama Toyota Urban Cruiser Taisor diperkenalkan di India pada 3 April 2024.[18] Model ini mendapat perbedaan pada desain lampu senja dan lampu belakang, bumper dan grill depan yang terinspirasi dari Toyota Rumion dan desain pelek 5 palang. Di pasar India, mobil ini dipasarkan dengan lima tipe: E, S, S+, G dan V. Tipe E, S dan S+ tersedia dengan opsi mesin 1,200cc 4-segaris bensin, sedangkan tipe G dan V tersedia dengan opsi mesin 1,000cc 3-segaris turbo bensin. Tipe E juga tersedia dengan opsi CNG dengan transmisi manual. Pada 12 Agustus 2025, Urban Cruiser Taisor mendapat fitur 6 SRS Airbags sebagai standar di semua variannya.[19]
Untuk pasar Nepal, Fronx diluncurkan pada 7 Agustus 2023. Diimpor dari India, mobil ini dijual dalam tiga tipe: Sigma, Delta dan Delta+ yang ditenagai oleh mesin K12N 1,200cc 4-segaris Dualjet dan transmisi manual 5-percepatan atau AGS (mulai tipe Delta).
Untuk pasar Pakistan, Fronx akan dirilis pada awal 2026. Direncanakan untuk diproduksi secara lokal, spesifikasi dan fitur dari Fronx untuk pasar tersebut belum diketahui.
Untuk pasar Timur Tengah, Fronx diperkenalkan pada 16 Juli 2023. Diimpor dari India, mobil ini dijual dalam dua tipe: GL dan GLX yang ditenagai mesin K15C, 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid.
Untuk pasar Afrika Selatan, Fronx diluncurkan pada 15 Agustus 2023. Diimpor dari India, mobil ini dijual dalam dua tipe: GL dan GLX yang ditenagai mesin K15B, 1,500cc 4-segaris bensin dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.[20]
Untuk pasar Afrika Selatan, versi rebadge dan restyle dari Fronx diluncurkan pada 26 Juli 2024 sebagai Starlet Cross. Diimpor dari India, mobil ini ditenagai mesin K15B, 1,500cc 4-segaris bensin dengan VVT dan dijual dalam dua tipe: Xs dan XR, yang keduanya tersedia dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.
Untuk pasar Meksiko, Fronx diperkenalkan pada 23 Juli 2023. Diimpor dari India, mobil ini hanya dijual dalam tipe GLX yang ditenagai mesin K15C, 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid.
Untuk pasar Jepang, Fronx diperkenalkan pada Juli 2024 dan diluncurkan pada 16 Oktober 2024. Diimpor dari India, mobil ini memakai mesin K15C, 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.[21] Model ini memiliki beberapa perbedaan spesifikasi dan fitur dibandingkan model yang dijual di India, seperti AllGrip (Sebutan Suzuki untuk sistem AWD) dengan Hill Descent Control, Snow mode dan Grip Control, Suzuki Safety Support (sebutan Suzuki untuk ADAS) yang terdiri dari Adaptive Cruise Control, Dual Sensor Brake Support II, Blind Spot Warning, Lane Keeping Assist dan lain sebagainya, Jok dengan pemanas, rem parkir elektrik dengan auto brake hold dan mode berkendara sport. Eksteriornya sendiri memiliki beberapa perbedaan, seperti pelek dengan jumlah PCD sebanyak 5 lubang ukuran 100 inci (PCD spek India sebanyak 4 lubang ukuran 100 inci) dan rem cakram belakang. Interiornya sendiri memiliki skema interior dengan corak warna yang berbeda.[21]
Untuk pasar Hong Kong, Fronx dirilis pada 17 April 2025. Diimpor dari India, mobil ini memakai mesin K15C, 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan. Layaknya spek Jepang, Fronx di Hong Kong dilengkapi dengan sistem ADAS Suzuki Safety Support, rem parkir elektrik dengan auto brake hold, rem cakram belakang, sport mode dan wireless charger.
Untuk pasar Indonesia, Fronx diungkap pada 1 Mei 2025[22] dan resmi dirilis pada 28 Mei 2025. Pembukuan pesanan untuk Fronx dimulai pada saat yang sama, sedangkan pengirimannya secara nasional dimulai pada 5 Juli 2025, ditandai dengan penyerahan kunci mobil tersebut kepada 55 pelanggan pertamanya. Alih-alih diimpor dari India, Fronx spek Indonesia langsung diproduksi secara lokal di pabriknya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dijual dalam tiga tipe: GL, GX dan SGX, Fronx menjadi model pertama Suzuki di Indonesia dengan fitur ADAS Suzuki Safety Support (khusus SGX) dan model Suzuki produksi Indonesia pertama dengan 6 SRS Airbags untuk semua tipe. Tipe GL memakai mesin K15B 1,500cc 4-segaris dengan teknologi VVT yang dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan, sedangkan tipe GX dan SGX memakai mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid yang dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan (khusus GX) atau otomatis 6-percepatan.[23]
Untuk pasar Filipina, Fronx diperkenalkan pada 14 Juni 2025, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-50 Suzuki di Filipina,[24] sedangkan pembukuan awal untuk model ini dimulai pada 20 Agustus 2025.[25] Model ini resmi dirilis pada 12 September 2025 sebagai model 2026.[26] Diimpor dari Indonesia, model ini dijual dengan tiga tipe: GL, GLX dan SGX. Tipe GL memakai mesin K15B 1,500cc 4-segaris dengan teknologi VVT dan transmisi otomatis 4-percepatan, sedangkan tipe GLX dan SGX memakai mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan. Tidak ada varian bertransmisi manual untuk spek Filipina.[27]
Untuk pasar Thailand, Fronx diluncurkan pada 25 September 2025.[28] Diimpor dari Indonesia, model ini dipasarkan dalam tiga tipe: GL, GLX dan GLX Plus. Tipe GL memakai mesin K15B 1,500cc 4-segaris dengan teknologi VVT dan transmisi otomatis 4-percepatan, sedangkan tipe GLX dan GLX Plus memakai mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.
Untuk pasar Malaysia, Fronx diumumkan pada 6 Agustus 2025,[29] kemudian pada 22 Agustus 2025, Naza Eastern Motors sebagai agen pemegang merek Suzuki disana mengkonfirmasi hal tersebut.[30] Masa pre-order untuk model ini dimulai pada September 2025, sedangkan modelnya sendiri resmi dirilis pada 18 November 2025. Model ini diimpor dari Indonesia, sekaligus menjadi model mainstream pertama Suzuki di Malaysia setelah 11 tahun sejak dirilisnya S-Cross (CBU Hongaria) pada November 2014. Di Malaysia, Fronx hanya dipasarkan dengan satu tipe yang ditenagai oleh mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.
Untuk pasar Laos, Fronx dirilis pada 10 Oktober 2025. Diimpor dari Indonesia, model ini hanya dipasarkan dalam tipe GLX dengan mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.
Untuk pasar Vietnam, Fronx dirilis pada 17 Oktober 2025. Diimpor dari Indonesia, model ini dipasarkan dalam tiga tipe: GL, GLX dan GLX Plus. Tipe GL memakai mesin K15B 1,500cc 4-segaris dengan teknologi VVT dan transmisi otomatis 4-percepatan, sedangkan tipe GLX dan GLX Plus memakai mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.
Untuk pasar Australia, Fronx diungkap pada 17 Juli 2025 dan dirilis pada 29 Juli 2025. Penjualannya secara nasional dimulai pada 1 September 2025. Alih-alih diimpor dari Indonesia, Fronx spek Australia diimpor dari India. Fronx di Australia hanya ditawarkan dalam satu tipe yang ditenagai oleh mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid yang dipadukan dengan transmisi otomatis 6-percepatan dan berpenggerak roda depan.[31]
Untuk pasar Selandia Baru, Fronx dirilis pada 7 Juli 2025. Diimpor dari India, model ini hanya dipasarkan dalam tipe GLX dengan mesin K15C 1,500cc 4-segaris Dualjet dengan teknologi Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-percepatan.
Di India, Fronx ditenagai oleh mesin K10C, 1,000cc 3-segaris Boosterjet dengan Smart Hybrid 48V, yang menghasilkan tenaga 73.6 kW (99 hp; 100 PS) dan torsi 147.6 N⋅m (15.1 kg⋅m; 109 lb⋅ft) yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 5-percepatan atau otomatis torque converter 6-percepatan buatan Aisin. Opsi mesin lainnya adalah mesin K12N, 1,200cc 4-segaris Dualjet dengan tenaga 66 kW (89 hp; 90 PS) dan torsi 113 N⋅m (11.5 kg⋅m; 83.3 lb⋅ft) yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 5-percepatan atau Auto Gear Shift 5-percepatan.[13]
| Tipe mesin | Kode mesin[32] | Kapasitas mesin | Tenaga | Torsi | Motor listrik + Baterai | Transmisi | Tata letak mesin | Produksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bensin | K12N Dualjet[33] | 1,197cc (1,2 L) 4-segaris | 66 kW (89 hp; 90 PS) pada 6,000 rpm | 113 N⋅m (11.5 kg⋅m; 83.3 lb⋅ft) pada 4,400 rpm | - | Mesin depan, penggerak roda depan | 2023-sekarang | |
| Bensin CNG |
|
|
Manual 5-percepatan | 2023-sekarang (India) | ||||
| Bensin Turbo Mild Hybrid | K10C Boosterjet | 998cc (1,0 L) 3-segaris | 73.6 kW (99 hp; 100 PS) pada 5,500 rpm | 147.6 N⋅m (15.1 kg⋅m; 109 lb⋅ft) pada 2,000–4,500 rpm | ISG dengan Lithium-ion | 2023-sekarang | ||
| Bensin | K15B | 1,462cc (1,5 L) 4-segaris | 77 kW (103 hp; 104 PS) pada 6,000 rpm | 138 N⋅m (14.1 kg⋅m; 102 lb⋅ft) pada 4,400 rpm | - |
| ||
| Bensin Mild Hybrid | K15C Dualjet | 76 kW (102 hp; 103 PS) pada 6,000 rpm | 137 N⋅m (14.0 kg⋅m; 101 lb⋅ft) pada 4,400 rpm | ISG dengan Lithium-ion |
|
| Skor ASEAN NCAP | ||
|---|---|---|
| Bintang keseluruhan / Skor | 77,70 | |
| Penumpang dewasa | 29,37/32,00 | |
| Penumpang kecil | 38,94/51,00 | |
| Safety Assist | 16,50/21,00 | |
| Keselamatan pesepeda motor | 8,00/16,00 | |
| Suzuki Fronx 2025 | ||
|---|---|---|
| Tes | Poin | % |
| Keseluruhan | ||
| Penumpang dewasa | 19,30 | 48% |
| Penumpang kecil | 20,06 | 40% |
| Pejalan kaki | 41,39 | 65% |
| Safety Assist | 10,03 | 55% |
^ Mengacu pada Euro NCAP
Hasil tes tabrak Suzuki Fronx oleh ANCAP menyatakan kegagalan penggulung sabuk pengaman yang mengakibatkan "pelepasan sabuk pengaman yang tidak terkendali, dimana dummy belakang terlepas hingga menabrak bagian belakang dari kursi baris pertama." Bagaimanapun itu, ANCAP mencatat bahwa masih ada hal lain yang berkontribusi dalam penilaian tersebut, selain kegagalan penggulung sabuk pengaman tersebut, dimana Fronx tidak menghasilkan poin sama sekali dalam tes tabrak depan penuh sebelum hal tersebut terjadi. Menurut ANCAP, para penumpang disarankan untuk tidak berada di kabin belakang Fronx selama tim ANCAP menginvestigasi alasan dibalik kegagalan tersebut dan mencari solusi yang paling relevan.
Pada Desember 2025, Suzuki Australia menarik kembali 324 unit Fronx yang terdampak dari hasil tes tabrak tersebut.
| Tahun | India | Meksiko[34] | Jepang[35] | Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| 2023 | 94,393[36] | 384 | ||
| 2024 | 156,235[37] | 2,483 | 5,267 | |
| 2025 | 12,134 |