Sumpur merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di arah utara tepian danau Singkarak dan di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Pada tahun 2021, nagari atau desa ini merupakan salah satu desa wisata andalan di Indonesia setelah mengikuti Anugerah Desa Wisata (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan branding Desa Wisata Kampung Minang Nagari Sumpur. Sebagai kampung wisata, pengembangan wisata di nagari Sumpu berfokus pada eksistensi rumah gadang sebagai pusat kehidupan masyarakat Minangkabau tradisional dan kekayaan alam di nagari Sumpur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sumpur | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Barat | ||||
| Kabupaten | Tanah Datar | ||||
| Kecamatan | Batipuh Selatan | ||||
| Kode Kemendagri | 13.04.14.2002 | ||||
| Luas | 7,34 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.246 jiwa | ||||
| |||||
Sumpur merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di arah utara tepian danau Singkarak dan di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Pada tahun 2021, nagari atau desa ini merupakan salah satu desa wisata andalan di Indonesia setelah mengikuti Anugerah Desa Wisata (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan branding Desa Wisata Kampung Minang Nagari Sumpur.[1][2] Sebagai kampung wisata, pengembangan wisata di nagari Sumpu berfokus pada eksistensi rumah gadang sebagai pusat kehidupan masyarakat Minangkabau tradisional dan kekayaan alam di nagari Sumpur.[3]
Pada akhir November 2025, nagari Sumpur adalah salah satu nagari di kabupaten Tanah Datar yang mengalami dampak cukup parah dari bencana banjir dan longsor Sumatera 2025 yang juga menimpa tidak hanya Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh akibat dari Siklon Senyar 2025.[4][5]
Nagari Sumpur memiliki luas wilayah 7,87 Km2 atau 10% dari luas wilayah kecamatan Batipuh Selatan. Nagari ini terletak pada koordinat 0,57304 Lintang Selatan - 100,48812 Bujur Timur. Nagari Sumpur memiliki jarak 20 Km dari Kota Batusangkar, ibu kota kabupaten Tanah Datar dan 86 Km dari kota Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat.[3]
Nagari Sumpur dibagi ke dalam 5 jorong yaitu:
| Utara | Nagari Bungo Tanjuang |
| Timur | Nagari Tanjung Barulak |
| Selatan | Nagari Padang Laweh Malalo, Nagari Guguak Malalo |
| Barat | Nagari Batipuh Baruah |
Saat Perang Paderi terjadi di Minangkabau (1821-1837), banyak rumah gadang di nagari Sumpur yang berkurang oleh karena kondisi sosial politik masa perang akibat hancur dibakar.[6] Pada tahun 2025, terdapat 70 unit rumah gadang di Nagari Sumpur yang masih eksis dan terus digunakan oleh para pemiliknya (kaum dan perseorangan).[3] Sebanyak 3 unit rumah gadang telah dijadikan sebagai tempat penginapan atau homestay dalam rangka mendukung program Kampung Wisata Minang di nagari Sumpur.[3] Berdasarkan jumlah ruangnya, rumah gadang di Nagari Sumpur dapat dikelompokkan ke dalam tiga klasifikasi, yaitu rumah gadang baanjuang kecil, rumah gadang bagonjong, rumah gadang baanjuang besar.[7]
Nagari Sumpu dihuni oleh empat suku (klan atau marga). Menurut adat dan sistem kekerabatan Minangkabau yang telah dikembangkan oleh Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan yang dipakai di seluruh alam Minangkabau, tiap-tiap suku dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok lebih kecil yaitu paruik yang dikepalai oleh seorang datuk/penghulu paruik.
1. Suku Panyalai. Suku Panyalai di nagari Sumpur mempunyai beberapa buah paruik, yaitu :
2. Suku Koto, terbagi ke dalam beberapa buah paruik, yaitu:
3. Suku Sumagek, dibagi ke dalam beberapa paruik:
4. Suku Jambak, terdiri dari beberapa paruik, yaitu: