Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sindrom koroner akut

Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti mendadak.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sindrom koroner akut
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Sindrom koroner akut
Penyumbatan arteri koroner
SpesialisasiKardiologi

Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti mendadak (cardiac arrest).[1]

Penyebab

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya sindrom koroner akut adalah merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), hiperlipidemia, diabetes melitus, aktivitas fisik, tekanan mental (depresi), dan obesitas.[2] Sindrom ini lebih sering ditemukan pada pria berusia lebih dari 45 tahun dan wanita lebih dari 55 tahun.[1]

Sindrom koroner akut sering disebabkan adanya penumpukan plak di pembuluh darah arteri (ateroskleoris koroner). Plak yang terdiri dari lemak akan menyumbat pembuluh arteri sehingga darah sulit mengalir. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Sebagian besar sindrom koroner akut diakibatkan permukaan plak di arteri pecah dan menyebabkan pembentukan bekuan darah. Adanya penumpukan plak dan bekuan darah tersebut akan membatasi jumlah darah yang mengalir ke otot jantung dan menyebabkan sindrom tersebut.[1]

Penanganan

Pasien dengan gejala sindrom koroner akut akan mendapatkan pemeriksaan darah untuk melihat apakah keadaan sel jantung dan elektrokardiogram (EKG atau ECG) untuk melihat aktivitas elektris jantung. Jika kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya hambatan aliran darah ke jantung maka dokter akan membuka arteri pasien secepatnya. Umumnya, pasien yang mendapatkan penanganan berupa pembukaan arteri dalam empat jam setelah gejala terjadi, akan dapat pulih dengan cepat. Selain pemberian obat untuk melarutkan bekuan darah, pasien juga akan mendapatkan perlakuan yang disebut angioplasty (dokter membuka arteri dengan mengembangkan sebuah balon kecil).[3]

Referensi

  1. 1 2 3 Gejala, Penyebab & Faktor Risiko Sindrom Koroner Akut, Amazine - Online Popular Knowledge. Diakses 18 Agustus 2013.
  2. ↑ Faktor risiko Sindroma koroner akut Diarsipkan 2014-09-12 di Wayback Machine., Universitas Sumatera Utara.
  3. ↑ Acute Coronary Syndrome , American Heart Association. Diakses 18 Agustus 2013.
  • l
  • b
  • s
Penyakit kardiovaskular (jantung)
Iskemia
Penyakit koroner
  • Penyakit arteri koroner (CAD)
  • Aneurisma arteri koroner
  • Diseksi arteri koroner spontan (SCAD)
  • Trombosis koroner
  • Vasospasme koroner
  • Jembatan miokardium
Iskemia aktif
  • Angina pektoris
    • Angina Prinzmetal
    • Angina stabil
  • Sindrom koroner akut
    • Infark miokard
    • Angina tidak stabil
Sekuela
  • jam
    • Miokardium hibernasi
    • Miokardium tertegun
  • hari
    • Ruptur miokard
  • minggu
    • Aneurisma ventrikel
    • Sindrom Dressler
Lapisan
Perikardium
  • Perikarditis
    • Akut
    • Kronis / Konstriktif
  • Efusi perikardial
    • Tamponade jantung
    • Hemoperikardium
Miokardium
  • Miokarditis
    • Penyakit Chagas
  • Kardiomiopati
    • Dilatasi
      • Alkoholik
    • Hipertrofik
    • Akibat takikardia
    • Restriktif
    • Endokarditis Löffler
    • Amiloidosis jantung
    • Fibroelastosis endokardial
    • Viral
  • Displasia ventrikel kanan aritmogenik
Endokardium /
katup
Endokarditis
  • endokarditis infektif
    • Endokarditis bakterial subakut
  • endokarditis non-infektif
    • Endokarditis Libman–Sacks
    • Endokarditis trombotik nonbakterial
Katup
  • mitral
    • prolaps
    • stenosis
    • regurgitasi
  • aorta
    • stenosis
    • regurgitasi
  • trikuspid
    • stenosis
    • regurgitasi
  • pulmonal
    • stenosis
    • regurgitasi
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
  • Bradikardia sinus
  • Sindrom sinus sakit
  • Blok jantung: Sinoatrial
  • AV
    • 1°
    • 2°
    • 3°
  • Intraventrikular
  • Blok cabang berkas
    • Kanan
    • Kiri
    • Fasikula anterior kiri
    • Fasikula posterior kiri
    • Bifasikular
    • Trifasikular
  • Sindrom Adams–Stokes
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
  • Atrial
    • Multifokal
  • Jungsional
    • Reentri nodus AV
    • Ektopik jungsional
Ventrikel
  • Irama idioventrikel terakselerasi
  • Polimorfik katekolaminergik
  • Torsades de pointes
Kontraksi prematur
  • Atrial
  • Jungsional
  • Ventrikel
Sindrom pra-eksitasi
  • Sindrom Lown–Ganong–Levine
  • Sindrom Wolff–Parkinson–White
Gelepar / fibrilasi
  • Gelepar atrial
  • Gelepar ventrikel
  • Fibrilasi atrial
    • Familial
  • Fibrilasi ventrikel
Pacu jantung
  • Pacu jantung ektopik / Denyut ektopik
  • Takikardia atrial multifokal
  • Sindrom pacu jantung
  • Parasistol
  • Pacu jantung atrial berkelana
Sindrom QT panjang
  • Sindrom Andersen–Tawil
  • Sindrom Jervell dan Lange-Nielsen
  • Sindrom Romano–Ward
Henti jantung
  • Kematian jantung mendadak
  • Asistol
  • Aktivitas listrik tanpa nadi
  • Henti sinoatrial
Lainnya / tidak dikelompokkan
  • Sistem referensi heksaksial
    • Deviasi aksis kanan
    • Deviasi aksis kiri
  • QT
    • Sindrom QT pendek
  • T
    • Alternans gelombang T
  • ST
    • Gelombang J
    • Elevasi ST
    • Depresi ST
  • Pola regangan
Kardiomegali
  • Hipertrofi ventrikel
    • Kiri
    • Kanan
    • Penyakit jantung paru
  • Pembesaran atrium
    • Kiri
    • Kanan
  • Sindrom jantung atlet
Lainnya
  • Fibrosis jantung
  • Gagal jantung
    • Gagal jantung diastolik
    • Asma kardial
  • Demam rematik
  • Syok obstruktif
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Penanganan
  3. Referensi

Artikel Terkait

Sindrom Kounis

Sindrom Kounis didefinisikan sebagai sindrom koroner akut (gejala seperti nyeri dada yang berhubungan dengan berkurangnya aliran darah ke jantung) yang

Sesak napas

sulit bernapas

Serangan jantung

Serangan jantung terutama disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pada penyakit jantung koroner, plak terbentuk di dalam arteri kecil jantung. Hal ini disebut

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026