Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Penyakit jantung koroner

Penyakit arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penyakit jantung koroner
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Penyakit jantung koroner
Nama lainPenyakit jantung arteriosklerosis, penyakit jantung aterosklerosis,[1] penyakit pembuluh darah aterosklerotik,[2] penyakit jantung koroner[3]
Ilustrasi yang menggambarkan aterosklerosis pada arteri koroner
SpesialisasiKardiologi, bedah jantung
GejalaNyeri dada, dispnea[4]
KomplikasiGagal jantung, aritmia, serangan jantung, syok kardiogenik, jantung berhenti[5]
PenyebabAterosklerosis pada arteri koroner[6]
Faktor risikoTekanan darah tinggi, merokok, diabetes melitus, kurang latihan fisik, obesitas, kolesterol darah tinggi[6][7]
Metode diagnostikElektrokardiografi, uji stres jantung, angiografi koroner, angiogram CT scan jantung[8]
PencegahanDiet sehat, olahraga teratur, menjaga berat badan sehat, tidak merokok[9]
PengobatanIntervensi koroner perkutan (PCI), bedah pintas arteri koroner (CABG)[10]
ObatAspirin, penyekat beta, nitrogliserin, statin[10]
Frekuensi110 juta (2015)[11]
Kematian8,9 juta (2015)[12]

Penyakit arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.

Masalah ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau strok. Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian. Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

Ada sejumlah faktor yang terkait dengan penyakit jantung iskemik. Faktor-faktor yang berisiko sebagai penyebab penyakit jantung iskemik adalah merokok, kadar kolesterol yang tinggi dan diabetes mellitus. Beberapa penelitian lebih lanjut mengungkapkan faktor genetik dan keturunan sebagai faktor potensial lain yang menyebabkan timbulnya penyakit jantung iskemik.

Penyebab

Penyebab penyakit jantung koroner selalu berhubungan dengan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi penumpukan zat di sepanjang dinding arteri. Zat yang menumpuk ada dua jenis, yaitu lemak dan kolesterol dalam bentuk lunak, atau kalsium yang mengeras. Penumpukan zat ini menimbulkan plak yang menutupi atau menyumbat seluruh lumen arteri.[13] Kondisi aterosklerosis menyebabkan arteri mengalami perubahan struktur dan fungsi. Akibatnya, pengaliran darah menuju ke jantung mengalami penurunan selama penyempitan lumen arteri.[14]

Tingkat bahaya

Di negara-negara yang termasuk negara maju, penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian. Pada tahun 2006. Organisasi Kesehatan Dunia mencatat kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 17,5 juta jiwa. Penyakit-penyakit yang menjadi penyebab utamanya meliputi penyakit jantung koroner, strok, dan penyakit jantung rematik.[15] Di Amerika, rata-rata kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 550 orang.[16] Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab terjadinya henti jantung mendadak. Pada orang yang berusia di bawah 35 tahun, persentasenya hanya sebesar 10%. Namun, pada orang yang berusia di atas 35 tahun, persentasenya sebesar 80%.[17]

Penyembuhan

Bedah pintas arteri koroner

Terapi revaskularisasi

Terapi revaskularisasi merupakan alternatif untuk penyembuhan penyakit jantung koroner selain daripada terapi medis. Beberapa metode terapi revaskularisasi yang dapat diterapkan yaitu intervensi koroner perkutan atau bedah pintas arteri koroner.[18]

Pencegahan

Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Mencegah penyakit jantung koroner sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.

Pola Makan Sehat

Mengadopsi pola makan yang sehat sangat penting untuk kesehatan jantung. Konsumsi makanan yang kaya akan:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Biji-bijian
  • Sumber protein sehat seperti ikan

dan disarankan untuk membatasi asupan:

  • Lemak jenuh
  • Garam
  • Gula

Aktivitas Fisik Teratur

Aktivitas fisik yang teratur berkontribusi pada kesehatan jantung. Disarankan untuk melakukan olahraga minimal 150 menit setiap minggu. Beberapa pilihan kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berjalan cepat
  • Bersepeda
  • Berenang

Olahraga membantu menjaga berat badan dan mengoptimalkan kesehatan jantung.

Berhenti Merokok

Rokok memiliki efek merusak pada pembuluh darah dan dapat mempercepat penumpukan plak di arteri. Dengan berhenti merokok, individu dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.

Kelola Stres

Stres yang berkepanjangan dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan jantung. Untuk mengelola stres, individu dapat mencoba:

  • Meditasi
  • Olahraga

Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental serta fisik.

Kontrol Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah

Rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah adalah langkah penting. Hal ini membantu individu mengambil tindakan lebih awal jika terdapat masalah. Dokter mungkin meresepkan obat jika diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Batasi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Jika memilih untuk mengonsumsi alkohol, lakukan dengan jumlah yang moderat untuk menjaga kesehatan jantung.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, risiko terkena Penyakit Jantung Koroner dapat diminimalkan, serta kualitas hidup dapat ditingkatkan.[19]

Referensi

  1. ↑ "Coronary heart disease – causes, symptoms, prevention". Southern Cross Healthcare Group. Diarsipkan dari asli tanggal 3 March 2014. Diakses tanggal 15 September 2013.
  2. ↑ Faxon DP, Creager MA, Smith SC, Pasternak RC, Olin JW, Bettmann MA, et al. (June 2004). "Atherosclerotic Vascular Disease Conference: Executive summary: Atherosclerotic Vascular Disease Conference proceeding for healthcare professionals from a special writing group of the American Heart Association". Circulation. 109 (21): 2595–604. doi:10.1161/01.CIR.0000128517.52533.DB. PMID 15173041.
  3. ↑ MedlinePlus Encyclopedia Coronary heart disease
  4. ↑ "What Are the Signs and Symptoms of Coronary Heart Disease?". 29 September 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 24 February 2015. Diakses tanggal 23 February 2015.
  5. ↑ "Coronary Artery Disease (CAD)". 12 March 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 March 2015. Diakses tanggal 23 February 2015.
  6. 1 2 Mendis S, Puska P, Norrving B, ed. (2011). Global atlas on cardiovascular disease prevention and control. World Health Organization. hlm. 3–18. hdl:10665/44701. ISBN 978-92-4-156437-3.
  7. ↑ Mehta PK, Wei J, Wenger NK (February 2015). "Ischemic heart disease in women: a focus on risk factors". Trends in Cardiovascular Medicine. 25 (2): 140–51. doi:10.1016/j.tcm.2014.10.005. PMC 4336825. PMID 25453985.
  8. ↑ "How Is Coronary Heart Disease Diagnosed?". 29 September 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 February 2015. Diakses tanggal 25 February 2015.
  9. ↑ "How Can Coronary Heart Disease Be Prevented or Delayed?". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 February 2015. Diakses tanggal 25 February 2015.
  10. 1 2 "How Is Coronary Heart Disease Treated?". 29 September 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 February 2015. Diakses tanggal 25 February 2015.
  11. ↑ Vos T, Allen C, Arora M, Barber RM, Bhutta ZA, Brown A, et al. (GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence Collaborators) (October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990–2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282.
  12. ↑ Wang H, Naghavi M, Allen C, Barber RM, Bhutta ZA, Carter A, et al. (GBD 2015 Mortality and Causes of Death Collaborators) (October 2016). "Global, regional, and national life expectancy, all-cause mortality, and cause-specific mortality for 249 causes of death, 1980–2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1459–1544. doi:10.1016/S0140-6736(16)31012-1. PMC 5388903. PMID 27733281.
  13. ↑ Setiadi, A. P., dan Halim, S. V. (2018). Penyakit Kardiovaskular: Seri Pengobatan Rasional (PDF). Yogyakarta: Graha Ilmu. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Hariyono (2021). Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Panyakit Jantung Koroner Dengan Self Regulatory Intervention (SRI) (PDF). Jombang: ICME Press. hlm. 42. ISBN 978-623-6056-04-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Santosa, W. N., dan Baharuddin (2020). "Penyakit Jantung Koroner dan Antioksidan" (PDF). KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran. 1 (2): 98. doi:10.24123/kesdok.v1i2.2566. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  16. ↑ Karyatin (2019). "Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner". Jurnal Ilmiah Kesehatan. 11 (1): 37. ISSN 2301-9255.
  17. ↑ Rampengan, Starry Homenta (2014). Buku Praktis Kardiologi (PDF). Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. hlm. 101. ISBN 978-979-496-836-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ↑ Oktaviono, Yudi Her (2019). Perkembangan Terapi Intervensi pada Penyakit Jantung Koroner (PDF). Surabaya: Airlangga University Press. hlm. 1. ISBN 978-602-473-171-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ↑ "Waspadai Penyakit Jantung Koroner: Bahaya Tersembunyi yang Mengintai Kesehatan Anda". heartology.id.
  • l
  • b
  • s
Penyakit kardiovaskular (jantung)
Iskemia
Penyakit koroner
  • Penyakit arteri koroner (CAD)
  • Aneurisma arteri koroner
  • Diseksi arteri koroner spontan (SCAD)
  • Trombosis koroner
  • Vasospasme koroner
  • Jembatan miokardium
Iskemia aktif
  • Angina pektoris
    • Angina Prinzmetal
    • Angina stabil
  • Sindrom koroner akut
    • Infark miokard
    • Angina tidak stabil
Sekuela
  • jam
    • Miokardium hibernasi
    • Miokardium tertegun
  • hari
    • Ruptur miokard
  • minggu
    • Aneurisma ventrikel
    • Sindrom Dressler
Lapisan
Perikardium
  • Perikarditis
    • Akut
    • Kronis / Konstriktif
  • Efusi perikardial
    • Tamponade jantung
    • Hemoperikardium
Miokardium
  • Miokarditis
    • Penyakit Chagas
  • Kardiomiopati
    • Dilatasi
      • Alkoholik
    • Hipertrofik
    • Akibat takikardia
    • Restriktif
    • Endokarditis Löffler
    • Amiloidosis jantung
    • Fibroelastosis endokardial
    • Viral
  • Displasia ventrikel kanan aritmogenik
Endokardium /
katup
Endokarditis
  • endokarditis infektif
    • Endokarditis bakterial subakut
  • endokarditis non-infektif
    • Endokarditis Libman–Sacks
    • Endokarditis trombotik nonbakterial
Katup
  • mitral
    • prolaps
    • stenosis
    • regurgitasi
  • aorta
    • stenosis
    • regurgitasi
  • trikuspid
    • stenosis
    • regurgitasi
  • pulmonal
    • stenosis
    • regurgitasi
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
  • Bradikardia sinus
  • Sindrom sinus sakit
  • Blok jantung: Sinoatrial
  • AV
    • 1°
    • 2°
    • 3°
  • Intraventrikular
  • Blok cabang berkas
    • Kanan
    • Kiri
    • Fasikula anterior kiri
    • Fasikula posterior kiri
    • Bifasikular
    • Trifasikular
  • Sindrom Adams–Stokes
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
  • Atrial
    • Multifokal
  • Jungsional
    • Reentri nodus AV
    • Ektopik jungsional
Ventrikel
  • Irama idioventrikel terakselerasi
  • Polimorfik katekolaminergik
  • Torsades de pointes
Kontraksi prematur
  • Atrial
  • Jungsional
  • Ventrikel
Sindrom pra-eksitasi
  • Sindrom Lown–Ganong–Levine
  • Sindrom Wolff–Parkinson–White
Gelepar / fibrilasi
  • Gelepar atrial
  • Gelepar ventrikel
  • Fibrilasi atrial
    • Familial
  • Fibrilasi ventrikel
Pacu jantung
  • Pacu jantung ektopik / Denyut ektopik
  • Takikardia atrial multifokal
  • Sindrom pacu jantung
  • Parasistol
  • Pacu jantung atrial berkelana
Sindrom QT panjang
  • Sindrom Andersen–Tawil
  • Sindrom Jervell dan Lange-Nielsen
  • Sindrom Romano–Ward
Henti jantung
  • Kematian jantung mendadak
  • Asistol
  • Aktivitas listrik tanpa nadi
  • Henti sinoatrial
Lainnya / tidak dikelompokkan
  • Sistem referensi heksaksial
    • Deviasi aksis kanan
    • Deviasi aksis kiri
  • QT
    • Sindrom QT pendek
  • T
    • Alternans gelombang T
  • ST
    • Gelombang J
    • Elevasi ST
    • Depresi ST
  • Pola regangan
Kardiomegali
  • Hipertrofi ventrikel
    • Kiri
    • Kanan
    • Penyakit jantung paru
  • Pembesaran atrium
    • Kiri
    • Kanan
  • Sindrom jantung atlet
Lainnya
  • Fibrosis jantung
  • Gagal jantung
    • Gagal jantung diastolik
    • Asma kardial
  • Demam rematik
  • Syok obstruktif
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Latvia
  • Polandia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Tingkat bahaya
  3. Penyembuhan
  4. Terapi revaskularisasi
  5. Pencegahan
  6. Pola Makan Sehat
  7. Aktivitas Fisik Teratur
  8. Berhenti Merokok
  9. Kelola Stres
  10. Kontrol Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah
  11. Batasi Konsumsi Alkohol
  12. Referensi

Artikel Terkait

Serangan jantung

serangan jantung disebabkan oleh penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Serangan jantung terutama disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pada penyakit jantung

Penyakit kardiovaskular

penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah

Jantung

organ untuk sirkulasi darah pada sistem peredaran darah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026