Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Asistol

Asistol merupakan ritme jantung yang mengancam nyawa yang dicirikan oleh tidak adanya aktivitas elektrik pada gambaran elektrokardiogram. Oleh karena tidak terdapat aktivitas elektrik, maka tidak terdapat pula denyutan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara cepat.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Asistol
SpesialisasiKardiologi Sunting ini di Wikidata

Asistol merupakan ritme jantung yang mengancam nyawa yang dicirikan oleh tidak adanya aktivitas elektrik pada gambaran elektrokardiogram. Oleh karena tidak terdapat aktivitas elektrik, maka tidak terdapat pula denyutan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara cepat.[1]

Penyebab

Penyebab asistol dibagi ke dalam asistol primer dan asistol sekunder

Asistol primer

Asistol primer terjadi ketika fungsi metabolik sel tidak lagi lengkap dan impuls elektrik tidak dapat dibuat. Dengan iskemia berat, sel pacemaker tidak dapat mengantarkan ion yang penting untuk memengaruhi potensial aksi transmembran. Kegagalan alat pacu jantung implan juga dapat menyebabkan asistol primer.

Oklusi proksimal dari arteri koroner kanan dapat menyebabkan iskemi atau infark nodus sinoatrial (SA) dan atrioventrikel (AV). Infark ekstensif dapat menyebabkan blok cabang berkas bilateral.

Degenerasi idiopatik dari nodus SA atau AV juga dapat menyebabkan blok pada henti sinus dan/atau AV, secara berurutan. Proses ini berlangsung lambat dan progresif, tetapi gejala dapat bersifat akut dan kemudian terjadi asistol. Alat pacu jantung implan biasanya digunakan untuk kondisi ini.

Adakalanya kematian asistolik terjadi akibat blok jantung kongenital, tumor lokal, atau cedera jantung.[2]

Asistol dapat terjadi akibat sambaran petir tidak langsung yang akan mendepolarisasi seluruh pacemaker jantung. Ritme ini dapat kembali secara spontan atau segera setelah resusitasi jantung-paru (RJP) dilakukan. Sementara arus alternating current (AC) dari alat elektronik buatan manusia biasanya menyebabkan fibrilasi ventrikel.

Asistol Sekunder

Kondisi yang sering terjadi antara lain termasuk mati lemas, tenggelam, stroke, emboli paru masif, hiperkalemia, hipotermia, infark miokard yang disertai fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel, post-defibrilasi, dan overdosis obat sedasi-hipnotik atau narkotik yang menyebabkan gagal napas.

Hipotermi merupakan suatu keadaan yang khusus, karena asistol dapat ditoleransi pada periode yang lebih lama pada situasi tertentu dan dapat dikembalikan dengan penghangatan kembali ketika RJP dilakukan.

Prognosis

Prognosis tergantung penyebab dari ritme asistolik, waktu dimulainya intervensi, dan keberhasilan atau gagalnya resusitasi. Keberhasilan resusitasi terjadi bila hal ini merupakan keadaan sekunder yang dapat dikoreksi secara cepat, misalnya henti jantung akibat tersedak, dan jika jalan napas dapat dibebaskan dan pasien teroksigenasi kembali. Adakalanya asistol primer dapat reversibel jika terjadi akibat kegagalan pacemaker, yang mana dapat terjadi baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, dan hal ini dikoreksi secara cepat dengan pacu jantung eksternal.

Komplikasi

Komplikasinya antara lain termasuk gangguan saraf permanen dan komplikasi dari resusitasi atau prosedur invasif itu sendiri. Kematian juga merupakan komplikasi dari asistol.

Referensi

  1. ↑ http://www.heart.org/HEARTORG/Encyclopedia/Heart-Encyclopedia_UCM_445084_Encyclopedia.jsp?levelSelected=1&title=asystole
  2. ↑ Bognolo DA, Rabow FI, Vijayanagar RR, Eckstein PF. Traumatic sinus node dysfunction. Ann Emerg Med. Jun 1982;11(6):319-21.
  • l
  • b
  • s
Penyakit kardiovaskular (jantung)
Iskemia
Penyakit koroner
  • Penyakit arteri koroner (CAD)
  • Aneurisma arteri koroner
  • Diseksi arteri koroner spontan (SCAD)
  • Trombosis koroner
  • Vasospasme koroner
  • Jembatan miokardium
Iskemia aktif
  • Angina pektoris
    • Angina Prinzmetal
    • Angina stabil
  • Sindrom koroner akut
    • Infark miokard
    • Angina tidak stabil
Sekuela
  • jam
    • Miokardium hibernasi
    • Miokardium tertegun
  • hari
    • Ruptur miokard
  • minggu
    • Aneurisma ventrikel
    • Sindrom Dressler
Lapisan
Perikardium
  • Perikarditis
    • Akut
    • Kronis / Konstriktif
  • Efusi perikardial
    • Tamponade jantung
    • Hemoperikardium
Miokardium
  • Miokarditis
    • Penyakit Chagas
  • Kardiomiopati
    • Dilatasi
      • Alkoholik
    • Hipertrofik
    • Akibat takikardia
    • Restriktif
    • Endokarditis Löffler
    • Amiloidosis jantung
    • Fibroelastosis endokardial
    • Viral
  • Displasia ventrikel kanan aritmogenik
Endokardium /
katup
Endokarditis
  • endokarditis infektif
    • Endokarditis bakterial subakut
  • endokarditis non-infektif
    • Endokarditis Libman–Sacks
    • Endokarditis trombotik nonbakterial
Katup
  • mitral
    • prolaps
    • stenosis
    • regurgitasi
  • aorta
    • stenosis
    • regurgitasi
  • trikuspid
    • stenosis
    • regurgitasi
  • pulmonal
    • stenosis
    • regurgitasi
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
  • Bradikardia sinus
  • Sindrom sinus sakit
  • Blok jantung: Sinoatrial
  • AV
    • 1°
    • 2°
    • 3°
  • Intraventrikular
  • Blok cabang berkas
    • Kanan
    • Kiri
    • Fasikula anterior kiri
    • Fasikula posterior kiri
    • Bifasikular
    • Trifasikular
  • Sindrom Adams–Stokes
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
  • Atrial
    • Multifokal
  • Jungsional
    • Reentri nodus AV
    • Ektopik jungsional
Ventrikel
  • Irama idioventrikel terakselerasi
  • Polimorfik katekolaminergik
  • Torsades de pointes
Kontraksi prematur
  • Atrial
  • Jungsional
  • Ventrikel
Sindrom pra-eksitasi
  • Sindrom Lown–Ganong–Levine
  • Sindrom Wolff–Parkinson–White
Gelepar / fibrilasi
  • Gelepar atrial
  • Gelepar ventrikel
  • Fibrilasi atrial
    • Familial
  • Fibrilasi ventrikel
Pacu jantung
  • Pacu jantung ektopik / Denyut ektopik
  • Takikardia atrial multifokal
  • Sindrom pacu jantung
  • Parasistol
  • Pacu jantung atrial berkelana
Sindrom QT panjang
  • Sindrom Andersen–Tawil
  • Sindrom Jervell dan Lange-Nielsen
  • Sindrom Romano–Ward
Henti jantung
  • Kematian jantung mendadak
  • Asistol
  • Aktivitas listrik tanpa nadi
  • Henti sinoatrial
Lainnya / tidak dikelompokkan
  • Sistem referensi heksaksial
    • Deviasi aksis kanan
    • Deviasi aksis kiri
  • QT
    • Sindrom QT pendek
  • T
    • Alternans gelombang T
  • ST
    • Gelombang J
    • Elevasi ST
    • Depresi ST
  • Pola regangan
Kardiomegali
  • Hipertrofi ventrikel
    • Kiri
    • Kanan
    • Penyakit jantung paru
  • Pembesaran atrium
    • Kiri
    • Kanan
  • Sindrom jantung atlet
Lainnya
  • Fibrosis jantung
  • Gagal jantung
    • Gagal jantung diastolik
    • Asma kardial
  • Demam rematik
  • Syok obstruktif
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Asistol primer
  3. Asistol Sekunder
  4. Prognosis
  5. Komplikasi
  6. Referensi

Artikel Terkait

Henti jantung

hipopulsasi, sementara dua ritme yang tidak dapat di-defibrilasi adalah asistol dan hipopulsasi aktivitas elektrik Henti jantung dibuktikan dengan pulsasi

Penyakit kardiovaskular

penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah

Serangan jantung

Lange-Nielsen Sindrom Romano–Ward Henti jantung Kematian jantung mendadak Asistol Aktivitas listrik tanpa nadi Henti sinoatrial Lainnya / tidak dikelompokkan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026