Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kardiomiopati hipertrofi

Kardiomiopati hipertrofi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian dari jantung menebal tanpa sebab yang jelas. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Gejala-gejala yang dapat muncul adalah rasa lelah, kaki yang membengkak, dan kesulitan bernapas. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan rasa sakit di dada atau pingsan. Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal jantung, detak jantung yang tidak biasa, dan kematian mendadak.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kardiomiopati hipertrofi
SpesialisasiKardiologi
GejalaMerasa lelah, kaki membengkak, kesulitan bernapas, sakit dada, pingsan[1]
KomplikasiSakit jantung, detak jantung yang tidak biasa, kematian mendadak[2][3]
PenyebabGenetika, penyakit Fabry, ataksia Friedreich, obat tertentu[4][5]
Metode diagnostikElektrokardiogram, ekokardiogram, uji stres, uji genetik[6]
Diagnosis bandingPenyakit jantung hipertensif, stenosis aortik, jantung atlet[4]
PengobatanObat-obatan, implantable cardiac defibrillator, operasi[6]
ObatBeta blockers, diuretik, disopiramida[6]
PrognosisRisiko kematian kurang dari 1% dalam setahun (dengan perawatan)[7]
Frekuensi1 dari 500 orang[8]

Kardiomiopati hipertrofi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian dari jantung menebal tanpa sebab yang jelas.[8] Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.[2] Gejala-gejala yang dapat muncul adalah rasa lelah, kaki yang membengkak, dan kesulitan bernapas.[1] Kondisi ini juga dapat mengakibatkan rasa sakit di dada atau pingsan.[1] Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal jantung, detak jantung yang tidak biasa, dan kematian mendadak.[2][3]

Penyakit ini biasanya diwarisi dari orang tua.[5] Hal ini sering kali disebabkan oleh mutasi beberapa gen yang terlibat dalam proses pembuatan protein otot jantung.[5] Penyebab lainnya adalah penyakit Fabry, ataksia Friedreich, dan obat-obatan tertentu seperti takrolimus.[4] Penyakit ini merupakan salah satu jenis kardiomiopati, yaitu sekelompok penyakit yang menyerang otot jantung.[2] Diagnosis sering kali memerlukan penggunaan elektrokardiogram, ekokardiogram, dan uji stres.[6] Uji genetik juga dapat dilakukan.[6]

Kardiomiopati hipertrofi dapat ditangani dengan menggunakan beta blockers, diuretik, atau disopiramida.[6] Penggunaan implantable cardiac defibrillator disarankan untuk mereka dengan beberapa jenis detak jantung yang tidak biasa.[6] Operasi dalam bentuk miektomi septal atau transplantasi jantung dapat dilakukan untuk mereka yang tak kunjung pulih dengan cara yang lain.[6] Jika ditangani dengan baik, risiko kematian dari penyakit ini lebih rendah dari satu persen dalam setahun.[7]

Penyakit ini menyerang sekitar 1 dari 500 orang.[8] Kemungkinan kemunculan pada laki-laki dan perempuan kurang lebih sama.[8] Semua kelompok usia dapat terserang penyakit ini.[8]

Kardiomiopati hipertrofi pertama kali dideskripsikan oleh Donald Teare pada tahun 1958.[9][10]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 "What Are the Signs and Symptoms of Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017.
  2. 1 2 3 4 "What Is Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017.
  3. 1 2 Barsheshet, Alon; Brenyo, Andrew; Moss, Arthur; Goldenberg, Ilan (July 2011). "Genetics of Sudden Cardiac Death". Current Cardiology Reports. 13 (5): 364–376. doi:10.1007/s11886-011-0209-y. PMID 21789574.
  4. 1 2 3 Ferri, Fred F. (2017). Ferri's Clinical Advisor 2018 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 246. ISBN 9780323529570.
  5. 1 2 3 "What Causes Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gersh BJ, Maron BJ, Bonow RO, et al. (December 2011). "2011 ACCF/AHA guideline for the diagnosis and treatment of hypertrophic cardiomyopathy: executive summary". J. Thorac. Cardiovasc. Surg. 142 (6): 1303–38. doi:10.1016/j.jtcvs.2011.10.019. PMID 22093712.
  7. 1 2 Maron, BJ; Ommen, SR; Semsarian, C; Spirito, P; Olivotto, I; Maron, MS (8 July 2014). "Hypertrophic cardiomyopathy: present and future, with translation into contemporary cardiovascular medicine". Journal of the American College of Cardiology. 64 (1): 83–99. doi:10.1016/j.jacc.2014.05.003. PMID 24998133.
  8. 1 2 3 4 5 "Types of Cardiomyopathy". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017.
  9. ↑ Teare D (1958). "Asymmetrical hypertrophy of the heart in young adults". British Heart Journal. 20: 1–8. doi:10.1136/hrt.20.1.1. PMC 492780.
  10. ↑ McKenna WJ, Sen-Chowdhry S (2008). "From Teare to the Present Day: A Fifty Year Odyssey in Hypertrophic Cardiomyopathy, a Paradigm for the Logic of the Discovery Process". Revista Española de Cardiología. 61 (12): 1239–1244. doi:10.1016/S1885-5857(09)60050-5.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hypertrophic cardiomyopathy.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Palpitasi

hipertiroidisme, penyakit yang memengaruhi otot jantung seperti kardiomiopati hipertrofi, penyakit yang menyebabkan oksigen darah rendah seperti asma dan

Miopati

tempat lain (I42) Kardiomiopati (I42.0) Kardiomiopati dilatasi (I42.1) Kardiomiopati hipertrofi obstruktif (I42.2) Kardiomiopati hipertrofi lannya (I42.3)

Kardiomiopati

penyakit jantung dan miopati yang ditandai dengan penurunan fungsi otot jantung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026