Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Silvikultur

Silvikultur adalah praktik pengendalian proses permudaan (penanaman), pertumbuhan, komposisi, kesehatan, dan kualitas suatu hutan demi mencapai aspek-aspek ekologi dan ekonomi yang diharapkan. Sedangkan studi mengenai hutan dan kayu disebut dengan silvologi. Silvikultur berfokus pada perawatan tegakan hutan untuk menjamin produktivitas. Dengan kata lain, silvikultur adalah perpaduan antara ilmu dan seni menumbuhkan hutan, dengan berdasarkan ilmu silvika, yaitu pemahaman mengenai sifat-sifat hidup jenis-jenis pohon serta interaksinya dalam tegakan, dan penerapannya dengan memperhatikan karakteristik lingkungan setempat.

studi tentang penciptaan dan pemanfaatan hutan
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Silvikultur adalah praktik pengendalian proses permudaan (penanaman), pertumbuhan, komposisi, kesehatan, dan kualitas suatu hutan demi mencapai aspek-aspek ekologi dan ekonomi yang diharapkan. Sedangkan studi mengenai hutan dan kayu disebut dengan silvologi. Silvikultur berfokus pada perawatan tegakan hutan untuk menjamin produktivitas.[1] Dengan kata lain, silvikultur adalah perpaduan antara ilmu dan seni menumbuhkan hutan, dengan berdasarkan ilmu silvika, yaitu pemahaman mengenai sifat-sifat hidup jenis-jenis pohon serta interaksinya dalam tegakan, dan penerapannya dengan memperhatikan karakteristik lingkungan setempat.[2]

Perbedaan yang menyolok antara silvikultur dan kehutanan adalah pada cakupannya, yakni silvikultur diaplikasikan pada aras tegakan, sedangkan kehutanan lebih umum sifatnya. Keseluruhan cara pandang dan rangkaian tindakan dalam mempermudakan, merawat, hingga memanen suatu tipe hutan, dikenal sebagai sistem silvikultur.[3]

Permudaan hutan

Permudaan hutan adalah usaha memperbarui tegakan hutan dengan menanam pohon yang baru. Metode permudaan, spesies yang digunakan, dan kepadatan tegakan pohon dipilih berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Permudaan dapat dibedakan atas permudaan alami dan permudaan buatan.

Permudaan buatan telah menjadi metode yang paling umum dalam menanam karena lebih dapat diandalkan dibandingkan regenerasi alami. Penanaman dapat menggunakan semai (bibit), stek, atau benih.[4]

Regenerasi secara alami adalah permudaan hutan dengan memanfaatkan biji dari pohon-pohon induk yang tersisa, semai akar atau terubusan dari tunggak. Konifer melakukannya hanya dengan biji, sedangkan sebagian jenis pohon berdaun lebar dapat memperbanyak anakan melalui terubusan akar atau tunggaknya.[5]

Perawatan hutan

Pengayaan

Pengayaan adalah upaya meningkatkan kepadatan tegakan hutan dengan menanam di hutan yang telah tumbuh.[6] Secara sempit, istilah pengayaan dipakai jika jenis yang ditanam berbeda dengan jenis-jenis pohon yang telah ada (yakni, pengayaan jenis); sedangkan jika jenisnya sama, biasa disebut penyulaman atau penyisipan.

Penjarangan

Penjarangan adalah pengendalian jumlah pohon pada suatu area tertentu, misalnya dengan menebang pohon yang tumbuh secara tidak normal atau yang memiliki kualitas kayu yang buruk sehingga memberikan ruang lebih bagi pohon lain yang sehat.[7] Penipisan bukan untuk menyediakan ruang untuk menanam kembali. Penjarangan dapat dilakukan dengan seleksi (menebang pohon tertentu) maupun secara mekanis dengan pola tertentu (misalnya menebang baris tertentu atau lokasi tertentu).[8] Penjarangan juga sering dilakukan demi tujuan ekologi seperti untuk melestarikan spesies tertentu dan bukan untuk meningkatkan hasil kayu.

Sebuah studi menunjukkan bahwa penjarangan berulang kali menjaga kadar karbon dalam tanah lebih baik dibandingkan metode tebang habis yang segera ditanam kembali, sehingga usaha kehutanan dapat lebih lestari dan fungsi hutan untuk sekuestrasi karbon tetap terjaga.[9]

Pemangkasan

Pemangkasan dalam silvikultur adalah pemotongan cabang terendah dari suatu pohon[10] yang tidak produktif (dalam hal fotosintesis) dan mencegah perkembangan mata kayu. Kayu yang terbebas dari mata kayu memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Umumnya cabang dengan daun yang tidak menerima sinar matahari dalam waktu lama akan runtuh dengan sendirinya, dan angin membantu mempercepat keruntuhan cabang;[11] Situasi ini sering disebut pemangkasan alami. Pohon dapat ditanam dengan jarak tertentu sedemikian rupa sehingga ranting terbawah sulit menerima sinar matahari dan efek keruntuhan cabang secara alami tersebut dapat terjadi sesuai dengan tujuan.

Lihat pula

  • iconPortal Pertanian
  • Wanatani
  • Terubusan
  • Manajemen hutan

Referensi

  1. ↑ Hawley, RC. and DM. Smith. 1954. The Practice of Silviculture. 6th edition. New York: John Wiley & Sons Inc.
  2. ↑ Ford-Robertson, FC. (Ed.) 1971. Terminology of Forest Science, Technology, Practice and Products. English language version. Washington DC.:Soc. Amer. For. 349 p.
  3. ↑ Matthews, JD. 1991. Silvicultural Systems. Oxford Science Publications. ISBN 9780198546702
  4. ↑ Tappeiner, JC., DA. Maguire, & TB. Harrington. Silviculture and Ecology of Western U.S. Forests. Corvallis: Oregon State University Press, 2007. Print.
  5. ↑ Huss,J. 2004
  6. ↑ 'Fact Sheet 4.12. Forest Regeneration', IPCC Special Report on Land Use, Land-Use Change And Forestry
  7. ↑ Savill,P.S. 2004
  8. ↑ Baker, F. 1934. Theory and Practice of Silviculture. First Edition. New York: McGraw-Hill. (Print)
  9. ↑ D’Amato, Anthony W. 2011
  10. ↑ The Dictionary of Forestry, The Society of American Foresters
  11. ↑ Smith, DM., BC. Larson, MJ. Kelty, and PMS. Ashton. 1997. The Practice of Silviculture: Applied Forest Ecology. 9th edition. New York: John Wiley & Sons, Inc. (Print).

Bahan bacaan terkait

  • Daniel, T. W., J. A. Helms, and F. S. Baker 1979. Principles of Silviculture, 2nd Edition. McGraw-Hill, New York. 521 pp. ISBN 0-07-015297-7
  • Evans, J. 1984. Silviculture of Broadleaved Woodland. Forestry Commission Bulletin 62. HMSO. London. 232 pp. ISBN 0-11-710154-0
  • Hart, C. 1995. Alternative Silvicultural Systems to Clear Cutting in Britain: A Review. Forestry Commission Bulletin 115. HMSO. London. 93 pp. ISBN 0-11-710334-9
  • Nyland, R. D. 1996. Silviculture, Concepts and Applications. The McGraw-Hill Companies, Inc. New York. 633 pp. ISBN 0-07-056999-1
  • Nyland, R. D. 2002 Silviculture: Concepts and Applications, 2nd Edition. The McGraw-Hill Companies, Inc. New York. 704 pp. ISBN 0-07-366190-2
  • Savill, P., Evans, J., Auclair, D., Falck, J. 1997. Plantation Silviculture in Europe. Oxford University Press, Oxford. 297 pp. ISBN 0-19-854909-1
  • Smith, D. M. 1986. The Practice of Silviculture, 8th edition. John Wiley & Sons, Inc., New York. 527 pp. ISBN 0-471-80020-1
  • Smith, D. M., B. C. Larson, M. J. Kelty, P. M. S. Ashton. 1997. The Practice of Silviculture: Applied Forest Ecology, 9th edition. John Wiley & Sons, New York. 560 pp. ISBN 0-471-10941-X
  • Reid, R. (2006) 'Management of Acacia melanoxylon in Plantations' Diarsipkan 2007-06-26 di Wayback Machine.
  • Reid, R. (2002) 'The Principles and Practice of Pruning' Diarsipkan 2007-06-26 di Wayback Machine.

Pranala luar

  • Silviculture on the Ritchiewiki
  • Silvics of North America Volumes 1 and 2 (USDA Forest Service, Agriculture Handbook 654, December 1990) Diarsipkan 2011-07-08 di Wayback Machine.
  • Silviculture Practices in Canada Diarsipkan 2008-10-25 di Wayback Machine.
  • Blodgett Forest Research Station Diarsipkan 2013-11-05 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kehutanan
Tipe hutan
Bedasarkan status
  • Hutan negara
  • Hutan hak
  • Hutan adat
Bedasarkan fungsi
  • Hutan lindung
  • Hutan konservasi
    • Kawasan suaka alam
      • Cagar alam
      • Suaka margasatwa
    • Kawasan pelestarian alam
      • Taman nasional
      • Taman hutan raya
      • Taman wisata alam
    • Taman buru
  • Hutan produksi
    • Hutan produksi terbatas
    • Hutan produksi tetap
  • Kawasan hutan dengan tujuan khusus
  • Perhutanan kota
  • Cagar biosfer
Bedasarkan iklim
  • Hutan hujan tropis
  • Hutan musim
  • Hutan kerangas
  • Hutan gambut
  • Hutan rawa
  • Hutan payau
  • Hutan pantai
  • Sabana
Lain-lain
  • Ecoforestry
  • Kehutanan analog
  • Kehutanan berkelanjutan
  • Kehutanan energi
  • Kehutanan masyarakat
  • Kehutanan perkebunan
  • Hutan desa
  • Hutan alam
  • Hutan homogen
  • Hutan heterogen
  • Mycoforestry
  • Hutan rakyat
  • Wanatani
Ekologi dan
manajemen
  • Aforestasi
  • Alometri pohon
  • Arborikultur
  • Arsitektur pohon
  • Deforestasi
  • Degradasi
  • Dendrologi
  • Dendrokronologi
  • Ekologi api
  • Hutan
    • informatika
    • Inventarisasi
    • Manajemen hama
    • Patologi
    • Perlindungan
    • Restorasi
  • Hutan primer
  • Kayu bersertifikat
  • Manajemen berkelanjutan
  • Pemanfaatan hutan
  • Pembakaran terkendali
  • Penipisan ekologis
  • Pengukuran pohon
  • Permodelan pertumbuhan dan hasil
  • Reboisasi
  • (urban)
  • Silvikultur
  • Silvologi
Lingkungan
  • Daur ulang kayu
  • Deforestasi
  • Hujan asam
  • Fragmentasi hutan
  • Jasa ekologis
  • Kebakaran hutan
  • Kematian hutan
  • Peladangan
  • Ladang berpindah
  • Pembalakan liar
  • Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan
  • Sekuestrasi karbon
  • Tebang habis
  • Tebang pilih
  • Spesies invasif
Industri kayu
  • Anatomi kayu
  • Hasil hutan
  • Penebangan kayu
  • Terubusan
  • Manufaktur
    • Kayu gelondongan
    • Industri pulp dan kertas
    • Penggergajian kayu
  • Produk
    • Kayu lapis
    • Kayu serpih
    • Venir kayu
    • Papan partikel
    • Papan serat
    • Furnitur
    • Biochar
    • Biomassa
    • Arang
    • Hasil hutan non-kayu
    • Rayon
    • Resin
    • Karet
    • Kulit kayu penyamakan
  • Jalur rel hutan
  • Hutan tanaman
    • Budi daya pohon natal
    • Budi daya kenanga
    • Budi daya sengon
    • Hutan jati
    • Hutan pinus
    • Budi daya pohon-pohon keras
  • Kayu
Pekerjaan
  • Rimbawan
  • Arboris
  • Pemotong kayu
  • Pemasang choker
  • Ekologis
  • Pemadam kebakaran liar
  • Pembawa kayu
  • Pengukur kayu
  • Penebang kayu
  • Jagawana
  • Penyadap getah
Kebijakan and
organisasi
Organisasi kehutanan
  • FAO
  • ITTO
  • IUFRO
  • FSC
  • Perum Perhutani
  • Hutan Tanaman Industri
  • Kementrian
    • Direktorat Jenderal Kehutanan, Departemen Pertanian
    • Departemen Kehutanan
    • Departemen Kehutanan dan Perkebunan
    • Kementerian Kehutanan Indonesia
    • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Kebijakan kehutanan
  • Undang-undang
    • Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999
    • Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004
  • Perhutanan sosial
  • Reformasi Agraria
  • Konflik Agraria
  • Izin pemanfaatan hutan
  • Kawasan hutan
Lain-lain
  • Sekolah menengah kejuruan
  • Universitas
Acara
  • Arbor Day
  • Big Tree Plant (UK)
  • Billion Tree Campaign
  • Great Green Wall (Africa)
  • International Day of Forests
  • International Year of Forests
  • Million Tree Initiative
  • Three-North Shelter Forest Program (China)
  • World Forestry Congress
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Spanyol
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Permudaan hutan
  2. Perawatan hutan
  3. Pengayaan
  4. Penjarangan
  5. Pemangkasan
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Bahan bacaan terkait
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Deforestasi

kegiatan penebangan hutan sehingga lahannya dapat dialihkan untuk penggunaan selain hutan seperti pertanian, peternakan, atau permukiman

Hutan mangrove

hempasan gelombang dan arus laut. Aspek sosial-ekonomi dalam pembangunan ekowisata mangrove berupa pemanfaatan dari ekosistem hutan mangrove melalui kegiatan

Flora Madagaskar

tumbuh-tumbuhan endemik Madagaskar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026