Daur ulang kayu atau kayu daur ulang adalah proses mengubah limbah kayu menjadi produk yang dapat digunakan dan dimanfaatkan. Kayu yang didaur ulang marupakan suatu usaha atau kegiatan yang dipopulerkan pada awal tahun 1990-an. Dikarenakan pada saat itu muncul isu-isu lingkungan seperti deforestasi dan perubahan iklim sehingga mendorong pemasok kayu dan konsumen untuk beralih ke sumber kayu yang lebih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kayu daur ulang adalah bentuk produksi kayu yang paling ramah lingkungan dan sangat umum di negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru, di mana persediaan kayu tua berlimpah dan sangat banyak disana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Daur ulang kayu atau kayu daur ulang adalah proses mengubah limbah kayu menjadi produk yang dapat digunakan dan dimanfaatkan. Kayu yang didaur ulang marupakan suatu usaha atau kegiatan yang dipopulerkan pada awal tahun 1990-an. Dikarenakan pada saat itu muncul isu-isu lingkungan seperti deforestasi dan perubahan iklim sehingga mendorong pemasok kayu dan konsumen untuk beralih ke sumber kayu yang lebih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.[1] Kayu daur ulang adalah bentuk produksi kayu yang paling ramah lingkungan dan sangat umum di negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru, di mana persediaan kayu tua berlimpah dan sangat banyak disana.[2]
Kayu daur ulang paling sering berasal dari bangunan tua, jembatan dan dermaga, di mana kayu tersebut dipilah dengan hati-hati dan disisihkan oleh pekerja yang bekerja membongkar bangunan pada waktu tersebut. Pada saat yang sama setiap dimensi atau ukuran kayu kemudian dipilah serta disisihkan untuk digunakan kembali. Para pekerja pembongkaran tersebut kemudian menjual kayu sisa tersebut kepada pedagang kayu. Kayu sisa tersebut yang kemudian dibawa ke pabrik kayu.[3] Kayu yang sudah tiba di pabrik diperiksa secara manual terlebih dahulu dengan detektor logam agar layu tersebut terbebas dari logam seperti paku yang menempel. Kayu yang telah lolos pemeriksaan logam kemudian dapat digergaji sesuai ukuran atau dihaluskan. Setelah diolah kembali kayu biasanya dijual kepada konsumen dalam bentuk lantai kayu, balok dan perabotan rumah tangga.[4]
Daur ulang kayu semakin populer karena dianggap sebagai produk yang ramah lingkungan. Banyak konsumen percaya bahwa dengan membeli kayu daur ulang, permintaan terhadap kayu baru akan berkurang dan pada akhirnya bisa memberi manfaat bagi lingkungan.[5] Greenpeace juga menganggap kayu daur ulang sebagai produk ramah lingkungan, bahkan menyebutnya sebagai sumber kayu yang paling disarankan di situs resminya.[6] Kehadiran kayu daur ulang sebagai bahan bangunan juga punya peran penting, baik dalam meningkatkan kesadaran industri maupun kesadaran konsumen tentang masalah deforestasi. Selain itu kayu daur ulang juga berasal dari penggilingan kayu yang menghasilkan beberapa produk berbahan dasar kayu daur ulang serta menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan.[5]