Anatomi kayu adalah sub-area ilmiah ilmu kayu. Ilmu ini berfokus meneliti variasi atau karakteristik anatomi xilem di pohon, semak, dan spesies tumbuhan hidup lainnya untuk menjawab dan menjelaskan sesuatu hal yang berkaitan dengan fungsi tanaman, pertumbuhan tanaman, dan lingkungan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Anatomi kayu adalah sub-area ilmiah ilmu kayu.[1] Ilmu ini berfokus meneliti variasi atau karakteristik anatomi xilem di pohon, semak, dan spesies tumbuhan hidup lainnya untuk menjawab dan menjelaskan sesuatu hal yang berkaitan dengan fungsi tanaman, pertumbuhan tanaman, dan lingkungan.[2][3]
Pada abad ke tujuh belas para peneliti mulai mempelajari anatomi kayu, di mana para ilmuwan perintis seperti Robert Hooke, Marcello Malpigi, Nehemiah Grew, dan Antoni van Leeuwenhoek muncul sebagai individu pertama yang memanfaatkan mikroskop cahaya sederhana untuk memulai penelitian. Hooke, memanfaatkan keahlian teknisnya yang tinggi serta mendedikasikan upayanya untuk meningkatkan kualitas mikroskop yang fokus utamanya pada optimalisasi pencahayaan dan kontrol pemurnian atas ketinggian dan sudut. Pada akhirnya, mikroskop tersebut dapat mencapai pembesaran hingga 50× dalam melakukan pemeriksaan pada beragam objek yang diteliti. Pada tahun 1665, Robert C. Hooke menulis karya seminar "Micrographia," di mana ia memberikan rincian yang tepat mengenai porositas arang dan struktur gabus.[4]
Pada abad ke 20 terjadi kemajuan signifikan dalam teknologi sehingga memengaruhi area analisis terhadap anatomi kayu. Dengan demikian memungkinkan terdapatnya analisis yang lebih rinci tentang karakteristik mikrostruktur, kimia, dan fisiologis dari anatomi kayu. Irving W. Bailey menggunakan penerapan mikroskop cahaya konvensional dan metode tidak langsung seperti mikroskop polarisasi, difraksi sinar-X, dan teknik pewarnaan yang digali ke dalam struktur halus jaringan kayu. Bailey berkolaborasi dengan rekan kerjanya dan menetapkan kondisi uninuchecate dari inisial cambial fusiform. Dia meluncurkan rincian rumit mengenai struktur halus dinding sel kayu, terutama menyoroti sifat non-selulosa dari lamela tengah. Kontribusi untuk memahami struktur halus dinding sel kayu juga dibuat oleh Albert Frey-Wyssling dan Reginald Dawson Preston, yang menggunakan teknik berbasis mikroskop cahaya. Secara paralel, Johannes Liese mengintegrasikan keahliannya dalam anatomi kayu dan mekanisme pembusukan dengan studi ekstensif tentang perlindungan kayu.[4]
Terdapat beberapa database yang berkaitan dengan anatomi kayu. Salah satunya, InsideWood yang marupakan sumber daya dan basis data online untuk anatomi kayu, selain itu juga berfungsi sebagai alat referensi, penelitian, dan pengajaran.[5][6] Database ini dibuat oleh beberapa peneliti internasional yang merupakan anggota dari International Association of Wood Anatomists (IAWA) yang sebagian besar para ilmuan yang ahli botani, ahli biologi dan ilmuwan kayu. Pada database yang dihasilkan ribuan deskripsi anatomi kayu dan hampir 66.000 fotomikrograf kayu kontemporer dan 2.000 gambar kayu.[7]