Semboro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di barat. Semboro dimekarkan dari Kecamatan Tanggul pada tahun 1995. Semboro merupakan daerah satelit dari Tanggul sebagai pusat ekonomi Jember bagian barat. Sebagian besar wilayah Semboro ada di selatan Tanggul termasuk pusat kecamatannya di Desa Semboro. Namun ada juga desa yang berada di barat Tanggul yaitu Pondok Dalem. Pusat kecamatan Semboro memiliki ikon seperti Pasar Semboro yang cukup ramai serta Pabrik Gula (PG) Semboro. PG Semboro sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan merupakan satu-satunya pabrik gula yang masih aktif di Jember. Sekarang PG Semboro dikelola oleh Perkebunan Nusantara XI. Semboro juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi jeruk di Jember dengan varietas unggulannya dinamai Jeruk Semboro.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Semboro | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | A. Fauzi, S.Sos., M.Si. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 50.011 jiwa | ||||
| Kode pos | 68157 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.07 | ||||
| Kode BPS | 3509150 | ||||
| Luas | 45,2 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 6 | ||||
| |||||
Semboro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di barat. Semboro dimekarkan dari Kecamatan Tanggul pada tahun 1995.[1] Semboro merupakan daerah satelit dari Tanggul sebagai pusat ekonomi Jember bagian barat. Sebagian besar wilayah Semboro ada di selatan Tanggul termasuk pusat kecamatannya di Desa Semboro. Namun ada juga desa yang berada di barat Tanggul yaitu Pondok Dalem.[2] Pusat kecamatan Semboro memiliki ikon seperti Pasar Semboro yang cukup ramai serta Pabrik Gula (PG) Semboro.[3] PG Semboro sudah ada sejak zaman kolonial Belanda (dibangun sekitar 1920-an) dan merupakan satu-satunya pabrik gula yang masih aktif di Jember. Sekarang PG Semboro dikelola oleh Perkebunan Nusantara XI.[4] Semboro juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi jeruk di Jember dengan varietas unggulannya dinamai Jeruk Semboro.[5][2]

Semboro adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian barat. Geografi Semboro berupa dataran rendah yang didominasi oleh areal pertanian dan perkebunan, terutama komoditas tebu dan jeruk. Jeruk Semboro dikenal sebagai salah satu varietas jeruk unggulan di Jember.[5] Semboro berada di jalur penghubung Tanggul dengan Jember bagian selatan seperti Umbulsari dan Kencong. Desa paling utara dari Semboro adalah Pondok Dalem. Berbeda dari desa lainnya di Semboro, Pondok Dalem berada di barat Tanggul dan di utara jalan nasional. Sungai utama di kecamatan ini adalah Sungai Bondoyudo yang melintas dari utara ke selatan. Sungai tersebut dimodifikasi oleh Belanda untuk dijadikan sistem irigasi perkebunan tebu.[6]
Batas wilayah Kecamatan Semboro adalah sebagai berikut:[2]
| Utara | Kecamatan Tanggul |
| Timur | Kecamatan Tanggul dan Kecamatan Umbulsari |
| Selatan | Kecamatan Umbulsari dan Kecamatan Jombang |
| Barat | Kecamatan Sumberbaru |
Kecamatan Semboro terdiri dari 6 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Pondokdalem | Krajan, Bangkalan, Jatian, Kandangan, Sukokulon, Sunduan | [2] |
| 2[a] | Pondokjoyo | Pondok Rampal, Songon | [2] |
| 3 | Rejoagung | Krajan, Wonoasri | [2] |
| 4 | Semboro | Semboro Lor, Semboro Kidul, Semboro Pasar, Kamaran, Kampung Baru, Kendalan, Sadengan, Salakan | [2] |
| 5[b] | Sidomekar | Babatan, Besuki, Beteng | [2] |
| 6[c] | Sidomulyo | Darungan, Pucu'an, Rowotengu | [2] |

Semboro memiliki Pabrik Gula (PG) Semboro yang merupakan satu-satunya pabrik gula yang masih aktif di Kabupaten Jember. Pabrik gula ini berdiri sekitar tahun 1921 oleh perusahaan swasta Belanda bernama Handels Vereeniging Amsterdam (HVA). Pabrik ini mulai melakukan giling tebu pada tahun 1928 dengan kapasitas giling sebanyak 24.000 kuintal tebu setiap 24 jam. PG Semboro bukan satu-satunya pabrik gula yang berdiri di wilayah ini. Ada juga PG Goenoengsari di Kencong dan Bedadung di Balung. Selain itu, PG Semboro juga berdekatan dengan PG Jatiroto di Lumajang. PG Semboro diambil alih oleh Pemerintah Indonesia sekitar tahun 1957 dan sekarang dikelola oleh Perkebunan Nusantara XI.[4]