Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiUniversitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Artikel Wikipedia

Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi adalah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. UIN Bukittinggi diberi nama dari Syekh Muhammad Djamil Djambek, seorang ulama pelopor pembaharuan Islam dari Sumatera Barat pada awal abad ke-20.

universitas di Indonesia
Diperbarui 16 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Universitas Islam Negeri
Sjech M. Djamil Djambek
Bukittinggi

Logo UIN SMDD Bukittinggi
Nama sebelumnya
STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (1997-2014)
IAIN Bukittinggi (2014-2022)
MotoReligius, Berbudaya, Profesional
JenisPerguruan tinggi Islam negeri di Indonesia
Didirikan21 Maret 1997 atau 12 Zulkaidah 1417 H (Keppres RI No. 11 Tahun 1997)
Lembaga induk
Kementerian Agama Republik Indonesia
AfiliasiIslam
RektorProf. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si.
Staf akademik
176 orang dosen[1]
Staf administrasi
59 orang tenaga kependidikan
Jumlah mahasiswa16.170 (2022)[butuh rujukan]
Alamat
Jl. Gurun Aua, Kubang Putiah, Kec. Banuhampu
,
Bukittinggi, Sumatera Barat
,
Indonesia Indonesia
Bahasa
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Arab
  • Bahasa Inggris
  • Bahasa Minang
Warna  Emas[2]
JulukanUIN SMDD / UIN Bukittinggi
Situs webuinbukittinggi.ac.id
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°19′18.77″S 100°23′52.15″E / 0.3218806°S 100.3978194°E / -0.3218806; 100.3978194Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°19′18.77″S 100°23′52.15″E / 0.3218806°S 100.3978194°E / -0.3218806; 100.3978194Lihat peta diperkecil

Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN SMDD) Bukittinggi adalah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. UIN Bukittinggi diberi nama dari Syekh Muhammad Djamil Djambek, seorang ulama pelopor pembaharuan Islam dari Sumatera Barat pada awal abad ke-20.

Pada awalnya UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 11 tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan tanggal 12 Zulkaidah 1417 H.[3][4]

Pada 2014, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi sesuai dengan Perpres RI No. 181 Tahun 2014.[4][5] Kemudian pada tanggal 8 Juni 2022, IAIN Bukittinggi telah alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sesuai dengan Perpres RI No. 85 Tahun 2022.[4][6]

Sejarah

Periode Universitas Islam Darul Hikmah Bukittinggi

Syekh Ibrahim Musa Parabek, dekan pertama

Universitas Islam Negeri Bukittinggi punya sejarah panjang. Awalnya pada 1953 atau 27 Rajab 1373 H, Yayasan Darul Hikmah dipimpin oleh Ustaz Nazharuddin Thaha mendirikan Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah di Bukittinggi dengan Syekh Ibrahim Musa Parabek sebagai dekan pertama. Kampus terletak di Garegeh (bekas SD 17 dan sekarang menjadi SD 04). Pada 1 Agustus 1956 perguruan ini berpindah tempat ke Padang Luar (sebelum SMP Standar Padang Luar).[7]

Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah naik status dengan nama Universitas Islam Darul Hikmah (UIDH) dan diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Muhammad Ilyas pada 12 Oktober 1957 di Gedung Olahraga Kepolisian (sekarang di belakang SMA Negeri 2 Bukittinggi) dengan presiden/rektor pertamanya masih Syekh Ibrahim Musa Parabek. UIDH tercatat merupakan universitas Islam yang pertama di Sumatera Tengah.

UIDH memiliki 5 fakultas yakni: Fakultas Hukum Islam (Syariah) di Bukittinggi (lanjutan Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah), Fakultas Ushuluddin di Padang Panjang (1956), Fakultas Ad-Da’wah wal Irsyad di Payakumbuh (Juli 1957), Fakultas Fiqh wal-Ushul di Solok (Agustus 1957), dan Fakultas Lughatul Adabiyah wat-Tarbiyah di Padang (Agustus 1957).[7]

Universitas Islam Darul Hikmah Bukittinggi berhenti beroperasi sejak 4 Mei 1958, karena tentara Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) menduduki kota Bukittinggi dalam upaya melepaskan Sumatra Tengah dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Sejak itu gedung kampus Padang Luar ditutup. Kampus fakultas di Payakumbuh, Padang Panjang, Batusangkar, Solok dan Padang juga ditutup. Rektor Syekh Ibrahim Musa Parabek, tenaga pengajar, dan para pegawai mengubgsi. Sedangkan sebagian mahasiswa memanggul senjata dan bergabung dalam Kompi Mawar menghadapi tentara APRI.[7]

Periode Fakultas Agama Islam Syar'iyyah Yayasan Imam Bonjol Bukittinggi

Empat tahun lamanya kegiatan perguruan tinggi Islam terhenti, tetapi animo masyarakat Sumatera Barat untuk mendirikan perguruan tinggi Islam masih tinggi. Hal ini mendorong Yayasan Imam Bonjol pimpinan Drs. Azhari pada 5 Juni 1962 membuka Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Tarbiyah di Padang. Pada 21 September 1963 Fakultas Tarbiyah ini dinegerikan menjadi Fakultas Tarbiyah Cabang Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selanjutnya Azhari (Ketua Yayasan/Wali Kota Padang), Firdaus Khaerani (Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi) dan Hj. Naemah Djambek sebagai pengurus Yayasan Imam Bonjol berhasil membuka Fakultas Agama Islam Syar’iyyah (FAIS) di Bukittinggi yang diresmikan oleh Azhari. Acara peresmian ini hampir dibatalkan karena pihak kepolisian tidak memberikan surat izin akibat dugaan seluruh mahasiswa FAIS bergabung dengan PRRI. Melalui dialog dan usaha pengurus, maka pihak Kepolisian memberikan izin sehingga FAIS Bukittinggi dapat diresmikan.[7]

Peresmian FAIS ini dilakukan pada Senin malam pukul 20.00 WSU 21 Januari 1963 berlokasi di Gedung Nasional (sekarang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bukittinggi). Firdaus Khaerani ditetapkan sebagai dekan pertama. Keesokan harinya, pada Selasa 22 Januari 1963 dilakukan pula peresmian Fakultas Adab di Payakumbuh.[7]

Tujuan awal pendirian FAIS adalah untuk menghapuskan pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan antek-anteknya, dengan cara membekali para pemuda dengan dakwah di dalam dan luar sekolah sehingga mencetak ulama yang akan membangun dan mengembangkan mental dan spiritual masyarakat agama Islam.[7]

Periode Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Padang di Bukittinggi

H.A. Kamal, ketua panitia peresmian fakultas

Terbatasnya modal mengakibatkan fakultas tidak memiliki sarana dan prasarana dan banyak meminjam. Kantor administrasi kampus, tempat pertemuan, dan kegiatan kemahasiswaan dilaksanakan di Surau Inyiak Djambek Jalan Tengah Sawah Nomor 4 Bukittinggi. Namun, tempat perkuliahan acap kali berpindah tempat. Awalnya kuliah berlokasi di Sekolah Dasar Perwari Tengah Sawah (kini kampus Stisipol Pancasakti), kemudian di PGA 4 tahun Jirek (bekas Gedung Akper Perintis), hingga dipindahkan ke Sekolah Muhammadiyah Tarok (kini SMK Muhammadiyah). Akhirnya pada 29 November 1966 FAIS Yayasan Imam Bonjol dinegerikan sebagai Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol, berbarengan dengan kelahiran IAIN Imam Bonjol Padang. H.A. Kamal bertindak sebagai ketua panitia peresmian fakultas. Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Saifuddin Zuhri, meresmikan IAIN Imam Bonjol di Gedung Negara Tri Arga (kini Istana Bung Hatta Bukittinggi). Pada acara peresmian H. Mahmud Yunus dilantik menjadi rektor, H. Mansur Datuak Nagari Basa menjadi Dekan Fakultas Syari’ah Bukittinggi, H. Izzuddin Marzuki LAL menjadi Dekan Fakultas Adab Payakumbuh, H. Baharuddin Syarif M.A menjadi dekan Fakultas Ushuluddin Padang Panjang, dan H. Mahmud Yunus menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah Padang.[7]

Setelah peresmian, kampus Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi juga tidak memiliki sarana dan prasarana yang mencukupi. Tidak ada kantor, gedung perkuliahan, dan mobil operasional. Awalnya fakultas ini bertempat di Surau Inyiak Djambek dan jika ada pertemuan pimpinan dengan mahasiswa atau kegiatan kemahasiswaan diselenggarakan di rumah Naemah Djambek di sebelah kantor atau ke lantai dua surau.[7]

Kemudian, atas inisiatif Letnan Kolonel A.M. Ridhwan Komandan Komando Distrik Militer 0304/Agam sekaligus menjabat Penjabat Sementara Komandan Resor Militer Wirabraja, diputuskan Kantor Pertanian di Jalan Sjech M. Djamil Djambek Landbouw menjadi tempat perkuliahan. Dua tahun berikutnya perkantoran fakultas dipindahkan dari ke Kantor Pertanian Landbouw dan gedung perkuliahan juga dipindahkan ke sekolah MIK Gaffar Djambek di Gurun Panjang (bekas Zender Tri Arga). Kedua gedung itu masih di bawah pengawasan Kodim 0304/Agam.

M. Asril, Wali Kota Bukittinggi

Dua tahun berikutnya, pada awal tahun 1970, Wali Kota Bukittinggi M. Asril, segera menyetujui dan menyerahkan dua bidang tanah. Pertama, bekas Zender Jepang di Garegeh digunakan untuk mendirikan gedung Fakultas Syari'ah dan yang kedua adalah tanah wakaf Inyiak Hajeral untuk perumahan dosen (kini menjadi gedung Sekolah Dasar Luar Biasa). Namun, pada saat itu belum sempat dilakukan pembangunan gedung fakultas akibat dana yang belum tersedia, sehingga kampus tetap berada di Gurun Panjang.[7]

Semakin lama jumlah mahasiswa semakin meningkat. Akibatnya gedung perkuliahan di Gurun Panjang tidak mencukupi. Oleh karena itu, pimpinan fakultas berusaha menyewa lokasi yang lebih baik. Mereka menemukan sebuah bekas gedung dengan lima ruangan di Jangkak Mandiangin (kini kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Agus Salim). Perkuliahan berpindah ke Jangkak, sementara kantor masih di Gedung Pertanian Landbouw. Gedung di Jangkak ditempati selama 2 tahun antara 1970 hingga 1971. Pada tahun 1972 pimpinan fakultas mengerahkan mahasiswa untuk bergotong royong mendirikan dua gedung perkuliahan dan satu kantor di Garegeh. Setelah pembangunan diselesaikan, kantor dan perkuliahan berpindah ke Jalan Paninjauan, Garegeh, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi.[7]

Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi adalah salah satu fakultas daerah karena tidak berlokasi di tempat kampus utama di Padang. Sedangkan IAIN Imam Bonjol di Padang juga memilikii Fakultas Syariah. Menurut hukum yang berlaku, dua fakultas sejenis tidak diizinkan berada dalam satu perguruan tinggi, sehingga setiap fakultas sejenis yang terdapat di setiap daerah harus beralih status sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), disebabkan keberadaannya amat diperlukan oleh masyarakat.[7]

Pimpinan

No Foto Nama Periode Ket.
Dekan Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi
1. Buya H. Mansur Datuak Nagari Basa 1967-1972
2. Drs. H. Tazar Qur'an 1973-1980
3. Abdul Malik Rahman 1981-1983
4. Drs. H. Fauzi Damrah 1984-1987
5. H. Bachtiar Sabri 1987-1988
6. Abdul Malik Rahman 1988-1991
7. Hasan Mahdi, MA 1992-1996
8. Drs. H. Tamrin Kamal, MS 1996-1997
Ketua STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi[8][9]
1. Drs. H. Tamrin Kamal, MS 1997–1998
2. Drs. H. Fauzi Damrah 1998–2002
3. Prof. Dr. H. Abdul Rahman Ritonga, MA 2002–2006
4. Dr. H. Ismail, M.Ag 2006–2010, 2010–2014 [10]
5. Dr. Ridha Ahida, M.Hum 2014–2015
Rektor IAIN Bukittinggi
1. Dr. Ridha Ahida, M.Hum 2015-2019, 2019–2022 Rektor[11][12]
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
1. Prof. Dr. Ridha Ahida, M.Hum 2022–2024 Rektor[13]
2. Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si 2024–Sekarang Rektor[11]

Fakultas Dan Program Studi

Nomor Fakultas Akronim Dekan Program studi dan gelar akademik Dies natalis Gedung
1 Fakultas SyariahFSyar[14] Prof. Dr. H. Ismail, M.Ag
Program sarjana
  • Hukum Keluarga Islam (ahwal syakhshiyyah) (S.H.)
  • Hukum Ekonomi Syariah (muamalah) (S.H.)
  • Hukum Tata Negara (siyasah) (S.H.)
  • Hukum Pidana Islam (Jinayah) (S.H.)
2 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu KeguruanFTIK[15] Dr. Junaidi, S.Ag., M.Pd
Program sarjana
  • Pendidikan Agama Islam (S.Pd.)
  • Pendidikan Bahasa Arab (S.Pd.)
  • Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd.)
  • Pendidikan Matematika (S.Pd.)
  • Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (S.Pd.)
  • Bimbingan Konseling (S.Pd.)
  • Pendidikan Profesi Guru (Gr.)
3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamFEBI[16] Dr. H. Aidil Alfin, M.Ag
Program sarjana
  • Ekonomi Islam (S.E.)
  • Akuntansi Syariah (S.E.)
  • Pariwisata Syariah (S.E.)
  • Manajemen Haji dan Umrah (S.Mn.)
  • Manajemen Bisnis Syariah (S.E.)
  • Bisnis Digital (S.Bns.D.)
Program diploma
  • Perbankan Syariah (D3) (A.Md.Ps.)
4 Fakultas Ushuluddin, Adab, dan DakwahFUAD[17] Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag
Program sarjana
  • Al-Qur'an & Ilmu Tafsir (S.Ag.)
  • Ilmu Hadis (S.Ag.)
  • Aqidah dan Filsafat Islam (S.Ag.)
  • Sosiologi Agama (S.Sos.)
  • Komunikasi Penyiaran Islam (S.Sos.)
  • Sejarah Peradaban Islam (S.Hum.)
5 Fakultas Sains dan TeknologiFST[18] Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd, M.E
Program sarjana
  • Matematika (S.Mat.)
  • Informatika (S.Kom.)
  • Statistika (S.Si.)

Program Pascasarjana

Nomor Fakultas Direktur Program studi dan gelar akademik Dies natalis Gedung
1 Pascasarjana[19] Prof. Dr. H. Nunu Burhanuddin, LC., M.Ag
Program S2
  • Hukum Islam (syakhshiyyah) (M.H.)
  • Manajemen Pendidikan Islam (M.Pd.)
  • Pendidikan Agama Islam (M.Pd.)
  • Tadris Bahasa Inggris (M.Pd.)
  • Ekonomi Syariah (M.E.)
  • Aqidah dan Filsafat Islam (M.Ag.)
Program S3
  • Pendidikan Agama Islam (Dr.)
  • Aqidah dan Filsafat Islam (Dr.)
  • Ilmu Syariah (Dr.)

Galeri

  • Gedung Rektorat UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    Gedung Rektorat UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Rujukan

  1. ↑ https://kepegawaian.uinbukittinggi.ac.id/
  2. ↑ https://febi.uinbukittinggi.ac.id/wp-content/uploads/2019/10/PMA-NO-35-TAHUN-2017-STATUTA-IAIN-Bukittinggi.pdf
  3. ↑ https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/59561/keppres-no-11-tahun-1997
  4. 1 2 3 "Sejarah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi". 2018-08-03. Diakses tanggal 2025-10-27.
  5. ↑ https://uinbukittinggi.ac.id/sejarah/
  6. ↑ https://indramayu.pikiran-rakyat.com/edusains/pr-114701694/selamat-jokowi-resmi-teken-perpres-alih-status-lima-iain-menjadi-uin-cek-mana-saja?page=all
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Salinan arsip". Diakses tanggal 2022-06-10. ;
  8. ↑ Zulkarnain; Ahmad Syukri; Maisah (2021). "TRANSFORMATION OF STATE ISLAMIC HIGH SCHOOL (STAIN) INTO STATE ISLAMIC RELIGIOUS INSTITUTE (IAIN) IN IMPROVING ACADEMIC SERVICES (Student Perception Study of PGM)". Abdau, Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. 4 (1). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 2022-07-04.
  9. ↑ https://books.google.co.id/books?id=BUc6EAAAQBAJ&pg=PA343
  10. ↑ https://uinbukittinggi.ac.id/dr-ismail-m-ag/#1635602160934-b9eefed8-6c04
  11. 1 2 https://uinbukittinggi.ac.id/rektor-uin-bukittinggi-periode-2024-2028-resmi-dilantik-menag-ri/
  12. ↑ https://kemenag.go.id/daerah/menag-lantik-sejumlah-rektor-dan-pejabat-eselon-ii-pusat-daerah-tfc2jn
  13. ↑ https://kemenag.go.id/nasional/lantik-tujuh-rektor-ptkin-ini-pesan-menag-yaqut-jf3ihj
  14. ↑ "Fakultas Syariah UIN SMDD".
  15. ↑ "Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN SMDD".
  16. ↑ "Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SMDD".
  17. ↑ "Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN SMDD".
  18. ↑ "Fakultas Sains dan Teknologi UIN SMDD".
  19. ↑ "Pascasarjana UIN SMDD".

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri di Indonesia
Daftar
UII
  • Indonesia
UIN
  • Alauddin
  • Antasari
  • Ar-Raniry
  • Fatmawati Sukarno
  • Datokarama
  • Imam Bonjol
  • Kiai Haji Achmad Siddiq
  • Mahmud Yunus
  • Mataram
  • Maulana Malik Ibrahim
  • Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri
  • Raden Fatah
  • Raden Intan
  • K.H. Abdurrahman Wahid
  • Raden Mas Said
  • Sayyid Ali Rahmatullah
  • Sjech M. Djamil Djambek
  • Sultan Aji Muhammad Idris
  • Sultan Maulana Hasanuddin
  • Sultan Syarif Kasim
  • Sultan Thaha Saifuddin
  • Sumatera Utara
  • Salatiga
  • Sunan Ampel
  • Sunan Gunung Djati
  • Sunan Kalijaga
  • Syarif Hidayatullah
  • Syekh Ali Hasan Ahmad Addary
  • Walisongo
IAIN
  • Ambon
  • Bone
  • Curup
  • Fattahul Muluk
  • Kediri
  • Kerinci
  • Kudus
  • Lhokseumawe
  • Madura
  • Manado
  • Metro
  • Palangka Raya
  • Palopo
  • Parepare
  • Ponorogo
  • Pontianak
  • Sorong
  • Sultan Amai
  • Sultan Qaimuddin
  • Syaikh Abdurrahman Siddik
  • Syekh Nurjati
  • Takengon
  • Ternate
  • Zawiyah Cot Kala Langsa
STAIN
  • Bengkalis
  • Mandailing Natal
  • Majene
  • Sultan Abdurrahman
  • Teungku Dirundeng Meulaboh
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat
    • l
    • b
    • s
    Perguruan tinggi di Sumatera Barat
    Kabupaten Dharmasraya
    Swasta
    • Universitas Dharmas Indonesia
    Kabupaten Lima Puluh Kota
    Negeri
    • Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
    Kabupaten Padang Pariaman
    Negeri
    • Politeknik Pelayaran Sumatera Barat
    Kabupaten Tanah Datar
    Negeri
    • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
    Kota Bukittinggi
    Negeri
    • Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    Kota Padang
    Negeri
    • Universitas Andalas
    • Universitas Islam Negeri Imam Bonjol
    • Universitas Negeri Padang
    • Politeknik Negeri Padang
    Swasta
    • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayanusa
    • STIE Keuangan Perbankan dan Pembangunan Padang
    • Universitas Baiturrahmah
    • Universitas Bung Hatta
    • Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
    • Universitas PGRI Sumatera Barat
    • Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
    • Universitas Tamansiswa Padang
    Kota Padang Panjang
    Negeri
    • Institut Seni Indonesia Padang Panjang
    Lihat juga: Daftar perguruan tinggi di Sumatera Barat: Negeri dan swasta (Indonesia)

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Periode Universitas Islam Darul Hikmah Bukittinggi
    3. Periode Fakultas Agama Islam Syar'iyyah Yayasan Imam Bonjol Bukittinggi
    4. Periode Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Padang di Bukittinggi
    5. Pimpinan
    6. Fakultas Dan Program Studi
    7. Program Pascasarjana
    8. Galeri
    9. Rujukan
    10. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Universitas Indonesia

    universitas di Indonesia

    Universitas

    jenis lembaga pendidikan tinggi

    Daftar perguruan tinggi di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026