Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rusydi Hamka

Drs. H. Rusydi Hamka, pelafalan dalam bahasa Indonesia: [/ruːʃdɪ hɑːmkɑːˈ/] adalah seorang dai, jurnalis, sastrawan, dan politisi berkebangsaan Indonesia. Dia pernah memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DKI Jakarta sekaligus menjadi legislator di DPRD DKI Jakarta bersama dengan adiknya, Afif Hamka. Di DPRD DKI Jakarta, Rusydi menjabat wakil ketua bersama dua lainnya dari Fraksi Karya Pembangunan, yakni Sugeng Suprijatna dan Ade Surapriatna. Pada Pemilu 1999, ia mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari PPP untuk daerah pemilihan DKI Jakarta dan berhasil menduduki kursi parlemen. Ini menjadikan kiprah terakhirnya di dunia politik. Sebelumnya, ia pernah menduduki kursi Majelis Permusyawaratan Rakyat masa bakti 1992–1997. Selain berkarier di politik, Rusydi juga merupakan tokoh Muhammadiyah mengikuti jejak ayahnya, Hamka.

politisi Indonesia
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rusydi Hamka
Ini adalah sebuah nama Indonesia yang tidak menggunakan nama keluarga. Nama "Hamka" adalah sebuah patronimik.
Rusydi Hamka
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 – 30 September 2004
KomisiKomisi I
Grup parlemenFraksi Partai Persatuan Pembangunan
Daerah pemilihanDKI Jakarta
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Masa jabatan
25 Juli 1997 – 25 Agustus 1999
Menjabat bersama Sugeng Suprijatna dan Ade Surapriatna
KetuaEdy Waluyo
Grup parlemenFraksi Partai Persatuan Pembangunan
Daerah pemilihanJakarta Selatan
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1992 – 30 September 1997
KetuaWahono
Informasi pribadi
Lahir(1935-09-07)7 September 1935
Padang Panjang, Hindia Belanda
Meninggal18 September 2014(2014-09-18) (umur 79)
Cempaka Putih, Jakarta, Indonesia
MakamMakam Pahlawan Nasional Buya Hamka, Tanah Kusir[1]
KebangsaanIndonesia
Partai politikPartai Persatuan Pembangunan
Suami/istriKhasyiah
HubunganMuhammad Amrullah (buyut)
Abdul Karim Amrullah (kakek)
Abdul Bari Karim Amrullah (paman)
Abdul Wadud Karim Amrullah (paman)
Ahmad Rasyid Sutan Mansur (paman)
Irfan Hamka (adik)
Aliyah Hamka (adik)
Jusuf Hamka (adik tiri)
Anak5
Orang tua
  • Hamka (ayah)
  • Sitti Raham (ibu)
AlmamaterSekolah Tinggi Publisistik
ProfesiWartawan dan politisi
Dikenal karenaJurnalis Panjimas
Kehidupan religius
AgamaIslam
OrganisasiMuhammadiyah
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Drs. H. Rusydi Hamka, pelafalan dalam bahasa Indonesia: [/ruːʃdɪ hɑːmkɑːˈ/] (7 September 1935 – 18 September 2014) adalah seorang dai, jurnalis, sastrawan, dan politisi berkebangsaan Indonesia. Dia pernah memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DKI Jakarta sekaligus menjadi legislator di DPRD DKI Jakarta bersama dengan adiknya, Afif Hamka.[2][3] Di DPRD DKI Jakarta, Rusydi menjabat wakil ketua bersama dua lainnya dari Fraksi Karya Pembangunan, yakni Sugeng Suprijatna dan Ade Surapriatna.[4][5] Pada Pemilu 1999, ia mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari PPP untuk daerah pemilihan DKI Jakarta dan berhasil menduduki kursi parlemen.[6] Ini menjadikan kiprah terakhirnya di dunia politik. Sebelumnya, ia pernah menduduki kursi Majelis Permusyawaratan Rakyat masa bakti 1992–1997.[7] Selain berkarier di politik, Rusydi juga merupakan tokoh Muhammadiyah mengikuti jejak ayahnya, Hamka.

Awal kehidupan

Rusydi—berdiri di belakang Hamka—dalam foto keluarga, 1952.

Rusydi (Ejaan Lama: Rusjdi) lahir di sebuah ruang asrama di Kuliatul Mubaligin, Padang Panjang, Pesisir Barat Sumatera, pada 7 September 1935. Ia lahir dari pasangan Abdul Malik, seorang ulama asal Maninjau, dan Sitti Raham.[8] Setahun setelah kelahirannya, Hamka merantau dengan membawa keluarganya ke Medan. Dia menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School—sekolah Hindia Belanda khusus bagi kaum bumiputera—Muhammadiyah di Medan dalam kurun waktu dua tahun.[9] Selama bersekolah di Medan, ia belajar agama di Maktabah Islamiah Jamiatul Wasliah.[10] Pada tahun 1945, Rusydi kembali ke Padang Panjang dan melanjutkan sekolahnya di Sekolah Rakyat Muhammadiyah sampai tamat. Saat Indonesia mengalami Agresi Militer Belanda II, Hamka membawanya ikut dalam gerilya di Sumatera Tengah. Kemudian, dia meneruskan jenjang sekolahnya di sebuah madrasah sanawiah di Lubuk Basung, Agam.

Rusydi merantau ke Jakarta pada awal 1950 dan melanjutkan pendidikan menengah, baik sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas di sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta.[9] Di tahun 1957, ia menempuh pendidikan tingginya di Fakultas Sastra—saat ini bernama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya—Universitas Indonesia selama dua tahun sebelum akhirnya pindah dan berkuliah di Sekolah Tinggi Publisistik—kini Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Lenteng Agung, Pasar Minggu, Jakarta. Dari perkuliahannya itu, ia dianugerahi gelar sarjana ilmu publisistik, yakni doktorandus.

Kehidupan pribadi

Rusydi menikahi seorang gadis bernama Khasyiah (née Rasul) dan dikaruniai lima orang anak: Yusran Rusydi, Amalia Rusydi, Rafiq Rusydi, Amaluddin Rusydi, dan Mohammad Ridha Rusydi.

Rusydi meninggal dunia pada hari Kamis, 18 September 2014 Masehi, bertepatan tanggal 23 Zulkaidah 1435 Hijriah dalam usia 7004288660000000000♠79 tahun, 11 hari.[11] Sebelumnya, ia menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI), Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia disemayamkan di kediamannya di Jalan Kenanga, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta. Usai pesemayaman, ia disalatkan di Masjid Al-Azhar sebelum akhirnya dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Buya Hamka, Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir.

Buku

  • Prof. Dr. Hamka Membahas Kemusykilan Agama (1983) ISBN 983-942-247-2
  • Hamka Pujangga Islam: Kebanggaan Rumpun Melayu, Menatap Peribadi dan Martabatnya (2002)
  • Pribadi dan Martabat Buya Hamka (2017) ISBN 978-602-385-240-6

Dalam budaya populer

  • Dalam film Buya Hamka (2023), Rusydi Hamka diperankan oleh Roy Sungkono dan pada masa kecil diperankan oleh Bima Azriel.[12]

Referensi

  1. ↑ "Drs. H. Rusjdi Hamka". Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Diakses tanggal 2024-05-31.
  2. ↑ "Mereka yang Diperkirakan Masuk". Berita Yudha. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-06-17. hlm. 6. Diakses tanggal 2024-05-31.
  3. ↑ Jakarta Dalam Dimensi Politik Pemilu 1997. Direktorat Sosial Politik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 1997.
  4. ↑ "Brigjen TNI Edy Waluyo Pimpin DPRD DKI Jakarta". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-07-23. hlm. 1. Diakses tanggal 2024-05-31.
  5. ↑ "Menyerahkan Pimpinan". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-07-26. hlm. 10. Diakses tanggal 2024-05-31.
  6. ↑ Pemilihan Umum 1999: Buku lampiran I-XII. Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. 1999.
  7. ↑ Ensiklopedi Muhammadiyah. RajaGrafindo Persada. 2005.
  8. ↑ "Mengenang Rusjdi Hamka". Republika. 2014-09-27. Diakses tanggal 2024-06-01.
  9. 1 2 "Tokoh Panjimas Rusydi Hamka dalam Kenangan". Panjimas. Jakarta. 2014-09-19. Diakses tanggal 2024-06-01.
  10. ↑ Hamka, Rusydi; Rusydi, Yusran (2017-02-03). Buya Hamka: Pribadi dan Martabat. Noura Books.
  11. ↑ Rahmat, Agus (2014-09-18). "Anak Buya Hamka, Rusydi Hamka Meninggal". Inilah. Jakarta. Diakses tanggal 2024-06-01.
  12. ↑ "Film "Buya Hamka" dirilis pada 20 April 2023 sambut Ramadhan". Antara News. Jakarta. 2023-03-14. Diakses tanggal 2023-03-21.

Pranala luar

  • "Rusydi Hamka: Tolak Bantuan AS Senilai 400 Juta US$ Itu"[pranala nonaktif permanen]. Yahoo.com. 22 September 2001.
  • "Kampanye PPP di Ranah Minang / Rusydi Hamka". Trove.nla.gov.au.
  • l
  • b
  • s
Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Keluarga
Moyang
  • Abdul Karim Amrullah (ayah)
  • Muhammad Amrullah (kakek)
  • Tuanku Guguk Katur (kakek buyut)
  • Tuanku Pariaman (ayah dari nenek buyut)
Kerabat
  • Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak ipar)
  • Yusuf Amrullah (paman)
Saudara
  • Fathimah Karim Amrullah (kakak)
  • Willy Amrull (adik)
  • Abdul Bari Karim Amrullah (adik)
Istri
  • Sitti Raham
  • Sitti Khadijah
Anak
  • Rusydi Hamka (anak kandung)
  • Irfan Hamka (anak kandung)
  • Aliyah Hamka (anak kandung)
  • Afif Hamka (anak kandung)
Organisasi
  • Muhammadiyah
  • Barisan Pengawal Nagari dan Kota
  • Majelis Syuro Muslimin Indonesia
  • Majelis Seniman Budayawan Islam
  • Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
  • Majelis Ulama Indonesia
Karya
  • Si Sabariah
  • Dijemput Mamaknya
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
  • Merantau Ke Deli
  • Tuan Direktur
  • Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi
  • Karena Fitnah
  • Keadilan Illahi
  • Menunggu Beduk Berbunyi
  • Cermin Penghidupan
  • Tafsir Al-Azhar
  • Sejarah Umat Islam
  • Perbendaharaan Lama
  • Kenang-Kenangan Hidup
  • Ayahku
  • Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao
  • Tasawuf Modern
  • Lembaga Hidup
  • Falsafah Hidup
  • Dari Hati ke Hati
  • Falsafah Ketuhanan
Terkait
  • Museum Kelahiran Buya Hamka
  • Kutubkhanah HAKA
  • Kulliyatul Mubalighin
  • Pedoman Masyarakat
  • Panji Masyarakat
  • Gema Islam
  • Masjid Agung Al-Azhar
  • Universitas Hamka
  • Buya Hamka (film)
  • Hamka & Siti Raham (film)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Awal kehidupan
  2. Kehidupan pribadi
  3. Buku
  4. Dalam budaya populer
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar-daftar politikus Indonesia

politik Indonesia Daftar Presiden Indonesia Daftar Wakil Presiden Indonesia Daftar Perdana Menteri Indonesia Daftar Wakil Perdana Menteri Indonesia Daftar

Bukhori Yusuf

A. (lahir 05 Maret 1965) adalah seorang akademisi sekaligus politikus Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Anggota DPR RI di Komisi VIII sekaligus

Daftar politikus terkaya di Indonesia

makna dan implikasi penting, baik dari sudut pandang masyarakat, pengamat politik, maupun tata kelola pemerintahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026