Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Masjid Al-Azhar Jakarta

Masjid Al-Azhar Jakarta atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Al-Azhar adalah sebuah masjid yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Masjid ini dimiliki oleh Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. Yayasan tersebut pada awalnya didirikan khusus untuk membangun masjid ini dan sekitarnya.

masjid di Indonesia
Diperbarui 7 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Masjid Al-Azhar Jakarta
Masjid Al-Azhar Jakarta
مسجد جامع الأزهر
Masjid Al-Azhar Jakarta, 2021
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°14′4.992″S 106°47′57.012″E / 6.23472000°S 106.79917000°E / -6.23472000; 106.79917000Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°14′4.992″S 106°47′57.012″E / 6.23472000°S 106.79917000°E / -6.23472000; 106.79917000Lihat peta diperkecil
Agama
AfiliasiIslam – Sunni
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
KepemilikanYayasan Pesantren Islam Al-Azhar
Lokasi
LokasiJakarta Selatan
NegaraIndonesia
Arsitektur
ArsitekFriedrich Silaban[1]
TipeMasjid
GayaTimur Tengah
Didirikan1953-1958
Peletakan batu pertama19 November 1953
Spesifikasi
Kapasitas10,000[2]
Kubah1
Menara1
Luas kawasan43,755 m2
Situs web
masjidagungalazhar.com

Masjid Al-Azhar Jakarta (bahasa Arab: مسجد الأزهر جاكرتا) atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Al-Azhar (bahasa Arab: مسجد جامع الأزهر) adalah sebuah masjid yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Masjid ini dimiliki oleh Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. Yayasan tersebut pada awalnya didirikan khusus untuk membangun masjid ini dan sekitarnya.

Dibangun antara tahun 1953–1958, masjid yang awalnya bernama Masjid Agung Kebayoran Baru[3] ini merupakan masjid terbesar di Jakarta ketika masa pembangunannya, sebelum predikat tersebut diambil alih oleh Masjid Istiqlal pada tahun 1978.

Sejarah

Bangunan Masjid Agung Al-Azhar di masa lalu

Gagasan untuk membangun masjid dan sekolah di Kebayoran Baru diprakarsai oleh 14 orang tokoh Partai Masyumi. Kemudian pada tanggal 7 April 1952, atas anjuran Menteri Sosial Indonesia Sjamsuddin Sutan Makmur, mereka mendirikan Yayasan Pesantren Islam yang akan menaungi masjid dan sekolah. Kementerian Agama menyediakan sedikit dana untuk mendukung pembangunan, sementara Gubernur Jakarta Sjamsuridjal menyumbangkan tanah seluas empat hektar di pinggiran Kebayoran Baru.[4]

Buya Hamka, seorang ulama Indonesia dan aktivis Islam, menyarankan agar sebuah masjid dibangun terlebih dahulu ketimbang sekolah;

tetapi bangunlah masjidnya dengan banyak ruang untuk kantor dan rapat supaya sewaktu sekolah dibangun, masjidnya tetap bisa beraktivitas penuh, termasuk kelas pendidikan.[4]

Atas dasar itu, pembangunan masjid dimulai pada tanggal 19 November 1953 dan selesai pada tahun 1958.[5] Pada saat penyelesaiannya, masjid ini menjadi yang terbesar di Jakarta, sebelum predikat tersebut diambil alih oleh Masjid Istiqlal pada tahun 1978. Awalnya panitia pembangunan menunggu presiden Soekarno menggunting pita sebagai tanda dibukanya masjid secara resmi. Kemudian pada tahun 1959, Buya Hamka diminta menjadi imam besar masjid.

Pada tahun 1960, Imam Besar Al-Azhar Syekh Mahmud Syaltut, dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, mengusulkan agar masjid ini dinamai dengan Masjid Al-Azhar sebagai pengakuan atas peran dan ketokohan Buya Hamka.[6] Di bawah kepemimpinan Buya Hamka, Masjid Al-Azhar menjadi pusat dakwah dan kebangkitan umat Muslim di Jakarta.[7][8]

Perkembangan

Pada tahun 1967, sebuah taman kanak-kanak didirikan di kompleks masjid ini. Amal usaha pendidikan Al-Azhar berkembang hingga mendirikan Universitas Al-Azhar Indonesia pada tahun 2000.[5]

Pada tanggal 19 Agustus 1993, masjid ini ditetapkan sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta. Dan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 25 April 2005 melalui SK PM.13/PW.007/MKP/05 dengan kode KB000185.[9]

Transportasi Umum

Jenis Trayek Tujuan Catatan
MRT Jakarta Lin Utara–Selatan Lebak Bulus—Bundaran HI Di Stasiun MRT ASEAN
Transjakarta 1 Blok M—Kota Di Halte Transjakarta Masjid Agung
6V Ragunan—Senayan BANK DKI
S61 Alam Sutera—Blok M
T31 PIK 2—Blok M
1N Tanah Abang—Blok M Di Halte Taman Mataram atau Kementerian PUPR
1P Terminal Senen—Blok M

Referensi

  1. ↑ "Sejarah Jakarta: Masjid Al Azhar Dibangun Sejak 1953, Kerap Disambangi Pejabat dan Artis". Tribunnews.com. 23 June 2023.
  2. ↑ AGUNG AL-AZHAR. SIMAS. Retrieved May 1, 2021.
  3. ↑ Kasdini, Yusuf Alfiansyah. "Sejarah Masjid Agung Al-Azhar yang Dulunya Bernama Masjid Agung Kebayoran Baru". detikhikmah. Diakses tanggal 2025-07-06.
  4. 1 2 Rush 2016, hlm. 126.
  5. 1 2 Merrillees 2015, hlm. 129.
  6. ↑ Rush 2016, hlm. 127.
  7. ↑ Rush 2016, hlm. 128.
  8. ↑ "Al Azhar, Masjid". Ensiklopedi Jakarta (dalam bahasa Indonesian). Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-09. Diakses tanggal November 9, 2016. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. ↑ "Data Kebudayaan Kemendikdasmen". referensi.data.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-07-07.

Bacaan lanjut

  • Merrillees, Scott (2015). Jakarta: Portraits of a Capital 1950-1980. Jakarta: Equinox Publishing. ISBN 9786028397308.
  • Rush, James R. (2016). Hamka’s Great Story: A Master Writer’s Vision of Islam for Modern Indonesia. Wisconsin: University of Wisconsin Press. ISBN 9780299308407.

Pranala luar

  • Situs web resmi
  • Masjid Agung Al-Azhar di situs web Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Perkembangan
  3. Transportasi Umum
  4. Referensi
  5. Bacaan lanjut
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar masjid di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Masjid di Indonesia

Masjid di Indonesia adalah tempat-tempat penyelenggaraan Salat Lima Waktu dan Salat Jumat secara berjamaah secara rutin. Keberadaan masjid-masjid berusia

Arsitektur masjid di Indonesia

Arsitektur masjid di Indonesia merupakan bagian utama dari arsitektur Islam Indonesia. Meskipun banyak bangunan Islam tertua di Jawa dan hampir semuanya di Sumatera

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026