Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRudolf Pardede
Artikel Wikipedia

Rudolf Pardede

Rudolf Matzuoka Pardede adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-14. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Sumatera Utara dan pernah menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Gubernur Sumatera Utara ke-14
Diperbarui 9 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rudolf Pardede
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Rudolf Pardede" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Sept 2022)
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Pardede.
Rudolf Pardede
Gubernur Sumatera Utara ke-14
Masa jabatan
5 September 2005 – 16 Juni 2008
(Pelaksana Tugas sampai 10 Maret 2006)
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Sebelum
Pendahulu
Tengku Rizal Nurdin
Pengganti
Syamsul Arifin
Sebelum
Wakil Gubernur Sumatera Utara ke-5
Masa jabatan
16 Juni 2003 – 5 September 2005
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
GubernurTengku Rizal Nurdin
Sebelum
Pendahulu
Abdul Wahab Dalimunthe
Pengganti
Gatot Pujo Nugroho
Sebelum
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara
Masa jabatan
2000–2010
Informasi pribadi
Lahir(1942-04-04)4 April 1942
Balige, Hindia Belanda yang diduduki Jepang
Meninggal27 Juni 2023(2023-06-27) (umur 81)[1][2][3]
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Sebab kematianSakit[1][2][3]
Partai politik  Gerindra
Afiliasi politik
lainnya
  PDI-P (1982–2010)[4]
Anak4
Orang tua
  • Tumpal Dorianus Pardede (bapak)
  • Hermina br. Napitupulu (ibu)
Profesi
  • Politikus
  • Pengusaha
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Rudolf Matzuoka Pardede (4 April 1942 – 27 Juni 2023) adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-14. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Sumatera Utara dan pernah menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.[5]

Kehidupan

Rudolf adalah putra Tumpal D. Pardede, seorang wirausahawan Sumatera Utara yang mempunyai usaha di berbagai bidang seperti perhotelan dan tekstil. Ia adalah pemimpin kelompok usaha keluarga ini yang bernama Pardedetex. Rudolf menikah dengan Vera Natarida boru Tambunan dan dikaruniai empat orang anak.[butuh rujukan]

Gubernur Sumatera Utara

Tanda tangan Rudolf Pardede pada prasasti di HKBP Gedung Johor, Medan saat menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara

Rudolf menggantikan Gubernur Sumatera Utara, Rizal Nurdin yang tewas karena pesawat yang ditumpanginya jatuh pada tanggal 5 September 2005. Sebelumnya ia adalah Wakil Gubernur Sumatera Utara. Dari September 2005 hingga 8 Februari 2006, jabatannya adalah pelaksana harian Gubernur Sumatera Utara. Melalui Keputusan Presiden No. 27/2006, ia dikukuhkan sebagai Gubernur.

Rudolf ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara sesuai Keppres RI Nomor 27/ M Tahun 2006 tanggal 8 Februari 2006 tentang Pemberhentian Gubernur Sumatera Utara dan Pengangkatan Wakil Gubernur Sumatera Utara menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Pada 10 Maret 2006, Rudolf Pardede dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-14 oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta.[6] Rudolf menggantikan Tengku Rizal Nurdin yang tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat di Bandara Polonia, Medan. Di kemudian hari, Rudolf Pardede menggagas kembali pembangunan bandara baru untuk menggantikan Bandara Polonia yang berada di tengah kota. Pada masa pemerintahannya, peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kualanamu dilakukan. Rudolf juga menggagas pembangunan kereta api bandara yang menghubungkan Kota Medan dengan Bandara Kualanamu.[7]

Kontroversi

Dalam riwayat hidup yang disampaikan pada saat pencalonan disebutkan bahwa ia tamat SD di Medan pada tahun 1954, SMP di Tanjung Pinang (tamat tahun 1957), SMA di Sukabumi (tamat tahun 1960) dan pendidikan sarjana ekonomi di Jepang (tamat tahun 1966), dan pada waktu menduduki kursi pelaksana Gubernur, terjadi polemik berkepanjangan berkaitan kebenaran ijazah dan asal-usulnya (berkaitan dengan sekolah yang dilalui) dan sampai saat ini tidak dapat diselesaikan oleh Kepolisian Indonesia.[butuh rujukan] Sejak 18 Juli 2003, ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Polri atas kasus pemalsuan ijazah yang digunakannya saat mencalonkan diri menjadi kepala daerah.[butuh rujukan]

Kematian

Rudolf Pardede meninggal dunia pada tanggal 27 Juni 2023 pukul 21.15 WIB di Rumah Sakit Siloam, Medan. Sebelumnya, ia menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.[1][2][3]

Referensi

  1. 1 2 3 Alfiansyah (28 Juni 2023). Tarigan, Salomo (ed.). "Mantan Gubernur Rudolf Pardede Meninggal di RS Siloam Tadi Malam, Disemayamkan di Pardede Hall". Tribunnews Medan. Diakses tanggal 28 Juni 2023.
  2. 1 2 3 Chan, Abe (28 Juni 2023). "Rudolf Pardede, Mantan Gubernur Sumut Meninggal Dunia". Suara Sumatera. Diakses tanggal 28 Juni 2023.
  3. 1 2 3 Aldi, Nizar (27 Juni 2023). "Kabar Duka, Gubernur Sumut ke-16 Rudolf Pardede Meninggal Dunia". Detik Sumut. Diakses tanggal 28 Juni 2023.
  4. ↑ Siregar, Wahyudi Aulia (28 Juni 2023). "Profil Rudolf Pardede Gubernur Sumut ke-16 Wafat di Usia 81 Tahun". iNews Sumut. Diakses tanggal 1 Juli 2023.
  5. ↑ "SK Kepengurusan Partai Gerindra untuk Pemilu 2019" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.
  6. ↑ "Pagi Ini Rudolf Pardede Dilantik Sebagai Gubernur Sumut". Detik News. 10 Maret 2006. Diakses tanggal 30 Juni 2023.
  7. ↑ Sinaga, Nikson (28 Juni 2023). "Rudolf Pardede, Gubernur Sumut yang Mencanangkan Pembangunan Bandara Kualanamu". Kompas. Diakses tanggal 30 Juni 2023.
Jabatan politik
Didahului oleh:
HT. Rizal Nurdin
Gubernur Sumatera Utara
2006–2008
(Pelaksana Tugas:2005-2006)
Diteruskan oleh:
Syamsul Arifin
Posisi baru Wakil Gubernur Sumatera Utara
2003–2005
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Gatot Pujo Nugroho
  • l
  • b
  • s
Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara
Revolusi Nasional Indonesia
(1948–1950)
  • Sutan Mohammad Amin Nasution
  • Ferdinand Lumban Tobing (Tapanuli dan Sumatra Timur)
  • Daud Beureu'eh (Aceh)
Demokrasi Liberal
(1950–1957)
  • Sarimin Reksodihardjo
  • Abdul Hakim Harahap
  • Sutan Mohammad Amin Nasution
Demokrasi Terpimpin
(1957–1965)
  • Zainal Abidin
  • Raja Junjungan Lubis
  • Eny Karim
  • Ulung Sitepu
Transisi
(1965–1967)
  • Roos Telaumbanua
Orde Baru
(1967–1998)
Gubernur
  • Marah Halim Harahap
  • Edward Wellington Pahala Tambunan
  • Kaharuddin Nasution
  • Raja Inal Siregar
Wakil Gubernur
  • Alimuddin Simanjuntak
  • Pieter Sibarani
Reformasi
(sejak 1998)
Gubernur
  • Tengku Rizal Nurdin
  • Rudolf Pardede
  • Syamsul Arifin
  • Gatot Pujo Nugroho
  • Tengku Erry Nuradi
  • Sabrina
  • Eko Subowo
  • Edy Rahmayadi
  • Hassanudin
  • Agus Fatoni
  • Bobby Nasution
Wakil Gubernur
  • Lundu Panjaitan - Abdul Wahab Dalimunthe
  • Rudolf Pardede
  • Gatot Pujo Nugroho
  • Tengku Erry Nuradi
  • Nurhajizah Marpaung
  • Musa Rajekshah
  • Surya

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Gubernur Sumatera Utara
  3. Kontroversi
  4. Kematian
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Gubernur Sumatera Utara

artikel daftar Wikimedia

Daftar Wakil Gubernur Sumatera Utara

artikel daftar Wikimedia

Sumatera Utara

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026