Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pop Makassar

Pop Makassar, juga dikenal sebagai tembang pop Makassar, adalah genre musik pop berbahasa Makassar yang memasuki arus utama musik Indonesia yang bermula tahun 1920-an hingga 1990-an. Lagu yang cukup populer kala itu adalah Ana’ Kukang, Pakarena, Ati Raja, Sailong, Ana’ Kamase, dan Anging Mammiri’, Tulolonna Sulawesi yang sempat dipopulerkan oleh artis ibukota seperti Lilis Surjani, Titiek Sandhora, Banabon Plus, Angel Paff, Andi Meriem Mattalatta, dan Anci La Ricci. Lagu pop Makassar cukup dikenal luas oleh masyarakat Indonesia khususnya tahun 70-80an. Kota Makassar menjadi sentral musik populer di Indonesia Timur dan sekaligus genre musik pop Makassar itu sendiri. Studio di Makassarperekaman yang terkenal adalah Suara Mas Record, Libel Record dan Irama Baru Record.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pop Makassar
Music genreTemplat:SHORTDESC:Music genre
Pop Makassar
Sumber aliran
  • Pop tradisional
  • Keroncong
  • Langgam
  • Jazz
  • Synth-pop
Sumber kebudayaanBermula pada tahun 1920-an
Dipopulerkan: 1970-an awal mula musik pop berbahasa Makassar-1990an
Alat musik yang biasa digunakan
  • vokal
  • drum
  • gitar
  • gitar bass
  • saksofon
  • keyboard
Genre campuran (fusion)
  • Jazz Makassar
  • City-pop Makassar
  • hip hop Makassar
  • Synth-pop Makassar
  • Langgam Pop Makassar
Topik lainnya
Pop Indonesia
Kecapi, seruling dan sitar pada relief Borobudur, foto ca 1890
Musik dari Indonesia
  • Garis waktu
  • Contoh
Jenis
  • Klasik
  • Daerah
  • Tradisional
  • Jazz
  • Hip hop
  • Pop
  • Rok
  • R&B
  • Keroncong
  • Dangdut
Bentuk khusus
Jawa
  • Kidung
  • Tembang
  • Langgam
  • Gamelan
  • Angklung
  • Calung
  • Campursari
  • Tarling
  • Musik tegalan
  • Kecapi suling
  • Gambang
  • Jaranan dangdut
Bali
  • Genggong
  • Rindik
  • Ceng ceng
  • Guntang
  • Gamelan Bali
  • Kecak
Sumatra
  • Zapin
Kalimantan
  • Sapeh
  • Katambung
  • Sampe
Sulawesi
  • Kolintang
Nusa Tenggara Timur
  • Sasando
Maluku
  • Tifa
  • Kulintang
Papua
  • Triton
  • Fuu
  • Tifa
  • Krambi
  • Pikon
Media dan pertunjukan
Penghargaan musik
  • Anugerah Musik Indonesia
  • Anugerah Planet Muzik
  • Penghargaan MTV Indonesia
  • Billboard Indonesia Music Awards
  • Indonesian Dangdut Awards
Tangga musik
  • Billboard Indonesia Top 100
Festival musik
  • Java Jazz Festival
  • Java Rockin'Land
  • Java Soulnation
  • Java Soundsfair
  • Jazz Goes To Campus
  • Jazz Gunung
  • Rock In Solo
  • Ngayogjazz
  • We the Fest
  • Djakarta Warehouse Project
  • Ultra Bali
  • Sunny Side Up Tropical Festival
  • Synchronize Festival
  • The 90s Festival
  • Joyland Festival
  • Hammersonic Festival
Media musik
Billboard Indonesia
Rolling Stone Indonesia
MTV Indonesia
Musik nasional
Lagu kebangsaan
"Indonesia Raya"
Musik daerah
Bentuk lokal
  • Musik Ambon
  • Musik Bali
  • Musik Jawa
  • Musik Melayu
  • Musik Minang
  • Musik Sunda
Daerah lain
Daftar lagu daerah Indonesia
  • l
  • b
  • s

Pop Makassar (bahasa Inggris: Makassar-popcode: en is deprecated , atau singkatan dari Makassarese pop), juga dikenal sebagai tembang pop Makassar, adalah genre musik pop berbahasa Makassar yang memasuki arus utama musik Indonesia yang bermula tahun 1920-an hingga 1990-an. Lagu yang cukup populer kala itu adalah Ana’ Kukang, Pakarena, Ati Raja, Sailong, Ana’ Kamase, dan Anging Mammiri’, Tulolonna Sulawesi yang sempat dipopulerkan oleh artis ibukota seperti Lilis Surjani, Titiek Sandhora, Banabon Plus, Angel Paff, Andi Meriem Mattalatta, dan Anci La Ricci. Lagu pop Makassar cukup dikenal luas oleh masyarakat Indonesia khususnya tahun 70-80an. Kota Makassar menjadi sentral musik populer di Indonesia Timur dan sekaligus genre musik pop Makassar itu sendiri. Studio di Makassarperekaman yang terkenal adalah Suara Mas Record, Libel Record dan Irama Baru Record.

Perkembangan

Perkembangan awal musik Populer Makassar (1920-1970)

Terdapat 2 tokoh yang sangat populer sehingga memengaruhi awal corak musik populer di Kota Makassar, W.R Supratman dan Ho Eng Djie.

W.R Supratman

Pada tahun 1920, di Makassar telah ada kelompok Band beraliran Jazz yang bernama Black and White. Band ini dibentuk oleh sepupu dari W.R. Supratman, yang kita kenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menariknya, W.R. Supratman sendiri beberapa kali tampil bersama Black and White, dimana ia memainkan violin.

Pada dekade 1920-an itu, beberapa kemajuan terjadi di Kota Makassar, antara lain listri mulai digunakan. Hal ini turut memengaruhi perkembangan musik populer di Kota Makassar. Perkembangan lainnya adalah pada dekade 1950-an, industri musik populer cukup maju di Kota Makassar. Orang-orang keturunan Tionghoa mempunyai peranan penting pada fase ini. Mereka selain mempunyai kelompok musik, mereka juga bergerak dalam bisnis penyewaan alat musik, membuat panggung pertunjukan musik dan lain-lain.

Pada dekade paska reformasi, perkembangan musik populer di kota Makassar mengalami momentumnya. Kelompok musik Makassar tidak saja dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional. Dua kelompok musik Makassar yang menyedot perhatian publik adalah Theory of Discoustic (atau yang populer disebut ToD) dan Kapal Udara.

Melihat perkembangan musik populer di Kota Makassar dalam 100 tahun terakhir, nampak bahwa kekuatan musik dan musisi telah ada sejak lama. Musisi-musisi Indonesia banyak diwarnai oleh perkembangan musik di Makassar, seperti fakta bahwa W.R. Supratman ternyata bermain musik sejak di Makassar pada dekade 1920-an, jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Ho Eng Djie

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masyarakat Tionghoa memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan musik dikota makassar. Ho Eng Djie dilahirkan di Kassi Kebo (Kampung Cina) di Maros, pada 27 Juli 1906,[1] tetapi menurut Yo Kao Tjio, Ho Eng Djie lahir pada 1907. Yo Kao Tjio adalah seorang pengarang Peranakan Tionghoa di Makassar, pernah menulis tentang “lagu-lagu Berirama Tionghoa” pada 1958. Di dalamnya juga terdapat biografi Ho Eng Djie. Namun, buku tersebut tidak pernah diterbitkan.

Sejak zaman pra kolonial, kelompok etnis Makassar dikenal dengan kebudayaannya yang khas hingga kini, terutama karya sastranya yang mengandung nilai seni tinggi seperti: tarian, musik, puisi serta lagu-lagu dalam bahasa Makassar.[2]

Lagu-lagu berbahasa daerah Makassar telah banyak diciptakan oleh orang-orang Makassar seperti Bora Dg. Irate, B. Madjia, Arsyad Basir dan lain-lain, serta orang Tionghoa. Salah satunya adalah Ho Eng Dji, seorang Cina Peranakan atau Tionghoa Peranakan, tokoh yang menggeluti dunia kesenian Makassar lewat karya pantun, puisi dan lagu yang sebagian besar dinyanyikannya sendiri.

Ho Eng Djie mampu berbahasa Makassar dengan baik karena merupakan bahasa sehariharinya, namun kepandaiannya berbahasa Makassar ditunjang pula dari bekalnya belajar bahasa Makassar dan penulisan aksara Lontara ketika bersekolah di sekolah swasta Partikulir Incek Bau Sandi di Kampung Melayu (sekarang Jalan Sangir) Makassar. Di sekolah tersebut, selain mendapatkan pelajaran bahasa Melayu, juga diajarkan bahasa Makassar dan menulis dengan aksara Lontara.

Pada tahun 1938, tokoh Ho Eng Dji muncul sebagai seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu-lagu Makassar yang mampu memperkenalkan lagu daerah Makassar ke tingkat nasional. Sahabat Ho Eng Djie sekaligus rekannya dalam orkes musik yang dipimpinnya, Poey Tjoeng Ang, sempat tenar di tahun 1951-1958, sebagai seorang penyanyi dan juga pengarang lagu-lagu Makassar. Mereka sering menyanyi pada acaraacara penting di Kota Makassar kala itu, seperti Tahun Baru Tionghoa/Cina (Imlek) dan pentas-pentas musik lainnya.[1]

Puncak ketenaran lagu Pop Makassar

Pada pertengahan tahun 70an, kehadiran lagu pop lokal Makassar semakin menjamur seperti kehadiran Iwan Tompo yang bergabung pada studio rekaman Irama Baru record pada tahun 1975. Selain itu ada pula Anci La Ricci yang ikut berkontribusi banyak dalam Lagu-lagu pop Makassar.

Pada tahun 1994, Libel Record menghadirkan album Pop Makassar yang dinyanyikan oleh artis ibukota seperti Obbie Messakh, Pance Pondaag, Muchsin Alatas dan David Messakh.

Penyanyi

Berikut adalah daftar musisi dan penyanyi yang ikut mengusung dan menyanyikan tema musik pop Makassar.

Penyanyi Nasional

  • Lilis Suryani
  • Titiek Sandhora
  • Andi Meriem Mattalatta
  • Angel Paff
  • Obbie Messakh
  • Pance Pondaag
  • Muchsin Alatas
  • Banabon Plus

Penyanyi Lokal

  • Iwan Tompo
  • Anci La Ricci
  • Nurdin Taqwa
  • Udhin Leaders
  • Arwinny Puspita
  • Ridwan Sau
  • Anto Sarro
  • Angel Pfaff
  • Syam SR
  • Connie Rimawati
  • Lukman Rola
  • Dian Ekawati
  • Hamsan Marliat
  • Maharani
  • Arie Karim
  • Rachmansyah
  • Meriany
  • Ashari Sitaba
  • Astrina Basri
  • Juita
  • Rangga Mutakhir
  • Warda
  • Adnan Bustam

Referensi

  1. 1 2 Hamonic, Gilbert; Salmon, Claudine (2010). Dunia Sastra dan Seni Masyarakat Tionghoa Makassar (1930-1950). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Bahrum, Shaifuddin (2003). Cina Peranakan di Makassar. Makassar: Yayasa Baruga Nusantara. ISBN 9799796903. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Perkembangan
  2. Perkembangan awal musik Populer Makassar (1920-1970)
  3. Puncak ketenaran lagu Pop Makassar
  4. Penyanyi
  5. Penyanyi Nasional
  6. Penyanyi Lokal
  7. Referensi

Artikel Terkait

Anci La Ricci

pop Indonesia, pop daerah Bugis dan Makassar berkebangsaan Indonesia yang berdarah Duri. Dikenal sebagai maestro lagu-lagu daerah Bugis dan Makassar.

Dian Ekawati

belum melambungkan namanya. Tapi siapa sangka, penyanyi pop dan lagu-lagu daerah asal Makassar ini pernah mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia. Pada

Iwan Tompo

3 Besar Makassar, Pop Langgam Makassar Abadi Vol 1, Pop Langgam Makassar Abadi Vol 2, Pop Langgam Makassar Abadi Vol 3, Pop Langgam Makassar Abadi Vol

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026