Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ngayogjazz

Ngayogjazz adalah festival musik jazz tahunan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh para seniman dan komunitas musik jazz lokal Yogyakarta sejak tahun 2007. Kegiatan tahunan ini terbuka bagi masyarakat dan gratis. Setiap tahunnya kegiatan ini diselenggarakan di desa-desa yang ada di Yogyakarta, hal ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan memajukan pariwisata setempat serta mematahkan stigma bahwa jazz merupakan musik 'mahal' yang dapat dinikmati segelintir orang saja. Dengan pelaksanaan berkonsep pesta rakyat ini, semangat egalitarian yang dibawa seluruh elemen Ngayogjazz ingin dimunculkan bahwa musik jazz adalah musik semua orang dan seluruh kalangan bisa menikmatinya dengan cara masing-masing. Masyarakat dapat menikmati musik jazz yang dikombinasikan dengan elemen kearifan lokal masyarakat Yogyakarta.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ngayogjazz
Ngayogjazz 2012 yang diadakan di Desa Wisata Brayut

Ngayogjazz adalah festival musik jazz tahunan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh para seniman dan komunitas musik jazz lokal Yogyakarta sejak tahun 2007.[1] Kegiatan tahunan ini terbuka bagi masyarakat dan gratis. Setiap tahunnya kegiatan ini diselenggarakan di desa-desa yang ada di Yogyakarta, hal ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan memajukan pariwisata setempat serta mematahkan stigma bahwa jazz merupakan musik 'mahal' yang dapat dinikmati segelintir orang saja. Dengan pelaksanaan berkonsep pesta rakyat ini, semangat egalitarian yang dibawa seluruh elemen Ngayogjazz ingin dimunculkan bahwa musik jazz adalah musik semua orang dan seluruh kalangan bisa menikmatinya dengan cara masing-masing.[2] Masyarakat dapat menikmati musik jazz yang dikombinasikan dengan elemen kearifan lokal masyarakat Yogyakarta.

Sejarah

Festival ini terbentuk dari gagasan beberapa musisi, termasuk Djaduk Ferianto.[3] Bermula dari kegiatan Jazz Mben Senen yang biasanya diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta, maka lahirlah gagasan untuk mengadakan event tahunan yang diadakan di Yogyakarta dan dihadirkan secara spesial bagi seniman musik jazz dan pecinta musik jazz. Gagasan tersebut direalisasikan pada tahun 2007 dan diadakan secara perdana di Padepokan Bagong Kussudiardja, Dusun Kembaran, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan perdana Ngayogjazz berhasil mengundang Trie Utami, Syaharani, Viky Sianipar, serta Iga Mawarni.[3]

Pada tahun 2008, Ngayogjazz diselenggarakan di Desa Wisata Tembi, Bantul, dengan menampilkan sekitar 12 musisi serta sejumlah kesenian tradisional seperti gejog lesung, bang bung, cokekan, golek gung, dan hadrah.[3]

Pada tahun 2009, acara ini diadakan di Pasar Seni Gabusan, Bantul. Festival ini menampilkan Dwiki Dharmawan, Dewa Budjana, Bintang Indrianto, Arya Setyadi, Gerry Herb, I Wayan Sadra bersama Sonoseni Ensambel, serta Peni Chandra Rini Jurasik Big Band Komunitas Jazz Kemayoran. Festival ini dihadiri sekitar 8.500 orang dan mulai melibatkan musisi internasional, yaitu Harri Stojka dan Claudius Jelinek dari Austria serta Albert Yap dan BassGroove 100 dari Malaysia.[3][4]

Erupsi Gunung Merapi pada 2010 membuat penyelenggaraan Ngayogjazz ditunda hingga Januari 2011. Festival kemudian berlangsung di Pelataran Djoko Pekik, Bantul, dengan tiga panggung dan sekitar 16 penampil, serta dihadiri kurang lebih 10.500 orang. Pada tahun yang sama, Ngayogjazz digelar kembali di bulan November di Kotagede, Yogyakarta. Terdapat enam panggung yang tersebar di berbagai titik, termasuk di dekat kompleks makam Kotagede. Kesenian tradisional yang ditampilkan antara lain calung, ledek gogik, dan salawatan mataram, dengan jumlah penampil sekitar 15 musisi.[3]

Pada 2012, Ngayogjazz diadakan di Desa Wisata Brayut, Sleman. Sejak saat itu hingga 2023, festival rutin diselenggarakan di berbagai desa di Sleman dan Bantul, antara lain Desa Wisata Brayut, Desa Wisata Sidoakur, Desa Budaya Pandowoharjo, Padukuhan Kwagon, Dusun Kledokan, Desa Gilangharjo, Desa Karangtanjung, Desa Cibuk Kidul, dan Dusun Gancahan.[3]

Ngayogjazz Meningkatkan Perekonomian Warga Lokal

Ngayogjazz merupakan event tahunan yang dinantikan oleh masyarakat luas baik warga Yogyakarta maupun luar Yogyakarta. Kegiatan besar ini diadakan tidak hanya di satu lokasi yang permanen tetapi berpindah-pindah di setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan di desa-desa yang tersebar di Yogyakarta. Dalam setiap pagelaran itu, perekonomian warga desa tempat diselenggarakannya Ngayogjazz secara otomatis terangkat. Dalam acara itu, mereka bisa menjajakan berbagai makanan, minuman, atau pernak-pernik lainnya.[5]

Referensi

  1. ↑ Iwan Pribadi (2007). "(NGAYOGJAZZ 2007) Iki Jaman e Ngejazz". gudeg.net. Diakses tanggal 2 Mei 2014.
  2. ↑ Wonderful, Indonesia. "Gelaran Ngayogjazz 2022, Jazz Merakyat yang Selalu Dirindukan". Diakses tanggal 18 Oktober 2022.
  3. 1 2 3 4 5 6 Raditya, Michael H.B.; Surahman, Sigit; Rahmah, Mamluatur; Baihaqi, Mohamad; Arifin, Samsul; Setodewo, Resa; Adha, Yasril; Listya, Agastya Rahma (2024). MUSIK DI INDONESIA; Sejarah dan Perkembangan Kontemporer (PDF). Semarang: eLSA Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Wonderful, Indonesia. "Gelaran Ngayogjazz 2022, Jazz Merakyat yang Selalu Dirindukan". Diakses tanggal 18 Oktober 2022.
  5. ↑ Shani, Rasyid (28 Juli 2021). "Mengenal Ngayogjazz, Acara Musik Tahunan di Jogja yang Usung Konsep Unik". Diakses tanggal 18 Oktober 2022.
  • l
  • b
  • s
Festival musik jazz di Indonesia
  • Jakarta International Java Jazz Festival
  • Jazz Goes To Campus
  • Jazz Gunung
  • Ngayogjazz
  • North Sumatra Jazz Festival
  • Prambanan Jazz

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Ngayogjazz Meningkatkan Perekonomian Warga Lokal
  3. Referensi

Artikel Terkait

Indro Hardjodikoro

Tampil pada acara-acara jazz tanah air seperti Java Jazz, Jak Jazz, Ngayogjazz, Jazz Goes to Campuss dan banyak lagi dari tahun 1998 hingga sekarang

Oele Pattiselanno

dunia (North Sea Jazz Festival, Ubud Jazz Festival, Bali Jazz Festival, Ngayogjazz Festival, Jak Jazz Festival dan Java Jazz Festival) dan beliau sibuk mengajar

Gamelan

ansambel musik tradisional Jawa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026