Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tembang

Tembang adalah lirik/sajak yang mempunyai irama nada sehingga dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai lagu. Salah satu tembang yang paling populer di masyarakat adalah tembang macapat. Tembang dikenal sebagai lagu tradisional di Bali dan Jawa yang irama dan ritmenya menggunakan laras pelog dan slendro.

Lirik/sajak yang mempunyai irama nada
Diperbarui 22 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Tembang adalah lirik/sajak yang mempunyai irama nada sehingga dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai lagu. Salah satu tembang yang paling populer di masyarakat adalah tembang macapat. Tembang dikenal sebagai lagu tradisional di Bali dan Jawa yang irama dan ritmenya menggunakan laras pelog dan slendro.[1]

Tembang di Bali

Tembang di Bali dikenal dengan sebutan sekar. Tembang di Bali dibedakan atas empat ciri, yakni; Sekar Rare, Sekar Alit, Sekar Madia dan Sekar Agung.[2][3]

Sekar Rare

Artikel utama: gegendingan

Sekar Rare (gegendingan)[4] tidak memiliki alunan seperti tembang lainnya. Sekar rare bersifat polos dengan menggunakan bahasa Bali yang lumrah. Sekar rare merupakan tembang tertua di Bali yang sampai sekarang tidak memiliki aturan yang pasti.[5][6] Sekar rare dinyanyikan sesuai dengan suara gong yang lebih banyak menggunakan laras pelog. Sekar rare dibedakan menjadi tiga, yakni;

  • Gending Rare, biasanya dipakai bermain oleh anak-anak. Gending ini menggambarkan perasaan senang. contoh; Guak Maling Taluh, Meong-Meong, Juru Pencar, Ongkek-ongke, Uncung-Uncung Semanggi.
  • Gending Janger, dinyanyikan penari janger dan kecak dalam tarian janger. Gending ini menggunakan basa Bali kapara yang menggambarkan rasa senang. Sekarang, Gending ini juga digunakan dalam tarian genjek. Contoh gending ini; Embok Nyoman dan Don Dapdap.
  • Gending Sanghyang, dinyanyikan penari Sang Hyang saat menari. Tujuannya mengundang agar dewa yang dipuja datang dan merasuki penari Sang Hyang. Salah satu contoh adalah Gending Sang Hyang Dedari.[7]

Sekar Alit

Artikel utama: pupuh dan macapat

Sekar alit disebut juga dengan pupuh atau macapat.[4] Pupuh diikat oleh aturan padalingsa, guru wilangan dan guru dingdong. Guru dingdong merupakan huruf vokal yang terdapat pada akhir suku kata tiap-tiap baris dalam satu bait. Untuk lebih jelas padalingsa tiap pupuh dapat dijelaskan pada masing-masing pupuh. Wangun atau bagian tembang yang termasuk Sekar alit di Bali ada sekitar 14 pupuh, yaitu:

  1. Pupuh Adri
  2. Pupuh Dangdang
  3. Pupuh Demung
  4. Pupuh Durma
  5. Pupuh Gambuh
  6. Pupuh Ginada
  7. Pupuh Ginanti
  8. Pupuh Maskumambang
  9. Pupuh Megatruh
  10. Pupuh Mijil
  11. Pupuh Pangkur
  12. Pupuh Pucung
  13. Pupuh Sinom
  14. Pupuh Semarandana[8]

Sekar Madia

Sekar madya atau sekar madia, disebut juga kidung,[4] adalah golongan tembang yang mempergunakan bahasa Jawa Kuno, Jawa Tengahan dan Bali Alus, yaitu bahasa yang digunakan di dalam lontar-lontar panji atau malat. Sekar Madya tidak terlalu terikat oleh hukum atau aturan-aturan seperti padalingsa dan guru lagu, hanya di sini menggunakan beberapa macam bagian dari Pengawit (pembuka), Pengawak (bagian tengah), Pemawak (bagian yang pendek), dan Penawa (bagian yang panjang). Yang tergolong Sekar Madya adalah Kidung atau Kakidungan, kidung sering dinyanyikan pada saaat upacara keagamaan tepat pada puncak upacara yang di mana bersifat sakral. Beberapa kidung yang diketahui di Bali antara lain:

  • Kidung Tantri
  • Kidung Alis-alis Ijo
  • Kidung Wargasari
  • Kidung Kawitan Wargasari
  • Kidung Aji Kembang
  • Kidung Kaki Tua
  • Kidung Sidapaksa
  • Demung
  • Malat
  • Puh Jerum

Sekar Agung

Tembang yang tergolong Sekar Agung adalah Kekawin,[4][9] yang di mana kekawin adalah puisi bali klasik yang terdapat dalam sastra Jawa kuno, dilihat dari syairnya kekawin juga banyak diambil dari bahasa Sanskerta yang disesuaikan. Terdapat beberapa uger-uger (aturan) dalam Kekawin tersebut antara lain: Guru, laghu, wretta, dan matra.[10]

Referensi

  1. ↑ Budiyasa dan Purnawan, 1997:1
  2. ↑ detikBali, Tim. "Mengenal Sekar Rare, Sekar Alit, Sekar Madia, dan Sekar Agung". detikbali. Diakses tanggal 2026-01-21.
  3. ↑ Herbst, Edward (2012-12-20). Voices in Bali: Energies and Perceptions in Vocal Music and Dance Theater (dalam bahasa Inggris). Wesleyan University Press. hlm. 38. ISBN 978-0-8195-7328-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 3 4 Sukerta, Pande Made (2010). Tetabuhan Bali. ISI Press Solo. hlm. 105. ISBN 978-602-8755-20-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Darma Putra, M. F. (2021). Pembelajaran Sekar Rare dalam Tarian Janger Sakral Seka Teruna Teruni Banjar Pegok Desa Adat Sesetan. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 1(4), 195–201.
  6. ↑ "3 Contoh Sekar Rare Sebagai Tembang Tertua di Bali". kumparan. Diakses tanggal 2026-01-22.
  7. ↑ Yuliawati, N. N., Suastika, I. M., & Rai Putra, I. B. (2018). Fungsi dan makna doa pemujaan dalam Gending Sang Hyang Jaran. Linguistika, 48(25), 73–80.
  8. ↑ Wardizal, M.Sn., & Rai Remawa, A.A.G. (2022). CAMANA-WANGSAPATRA-SIDDHAWARA DESA SWABUDAYA NAGASEPAHA. Institut Seni Indonesia Denpasar. hlm. 36
  9. ↑ Widayanthi, Desak Gede Chandra; Antari, Luh Putu Pitri; Subrata, I. Made; Suprastayasa, I. Gusti Ngurah Agung; Wiryanata, I. Gusti Ngurah Agung (2025-11-01). Purana Pura Nithi Bhuwana. Deepublish. hlm. 26–27. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ B, I. Wayan Simpen A. (1982). Riwayat kesusastraan Jawa Kuno. Yayasan Bali Metri. hlm. 11. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tembang di Bali
  2. Sekar Rare
  3. Sekar Alit
  4. Sekar Madia
  5. Sekar Agung
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Puisi

bentuk dari karya sastra

Favourite's Group

pimpinan dari “Band 4 Nada” (grup Empat Nada), band pengiring di perusahaan rekaman Remaco mempunyai gagasan membentuk sebuah group yang bukan sebagai Grup

Tonny Koeswoyo

Musisi asal Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026