Pita frekuensi Ku merupakan kelas pertama dari K-band. Ku-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz dan 14 hingga 14,5 GHz.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pita radio | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ITU | ||||||||||||
|
||||||||||||
| EU / NATO / US ECM | ||||||||||||
| IEEE | ||||||||||||
| TV dan radio lainnya | ||||||||||||
Pita frekuensi Ku (Inggris: Ku-band) merupakan kelas pertama dari K-band. Ku-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz ( downlink frequencies) dan 14 hingga 14,5 GHz (uplink frequencies).[1]
Ku-band atau Kurtz-under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. Ku-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.[2]
Ku-band dibagi ke dalam beberapa segmen yang bervariasi berdasarkan pembagian geografis yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU).
Jaringan televisi komersial pertama yang secara luas menggunakan Ku-band sebagai media untuk cabang saluran uplink-nya adalah NBC, yaitu pada tahun 1983.
Daerah 1 meliputi Eropa dan Afrika dengan rentang frekuensi 11,45 sampai 11,7 GHz dan 12,5 sampai 12,75 GHz yang ditempatkan untuk layanan satelit tetap (fixed satellite service/FSS) dengan jarak frekuensi uplink antara 14,0 dan 14,5 GHZ.
Daerah 2 meliputi Benua Amerika dengan rentang frekuensi 11,7 dan 12,2 GHz yang ditempatkan untuk layanan satelit tetap (fixed satellite service/ FSS). Lebih dari 21 FSS satelit Ku-band yang mengorbit di Amerika Utara.
Sementara rentang frekuensi 12,2 sampai 12,7 GHz ditempatkan untuk layanan satelit penyiaran (broadcasting satellite service/BSS).
Sistem Ku-band memiliki energi yang lebih besar untuk mencegah campur aduknya dengan sistem gelombang mikro bumi dibandingkan sistem C-band, dan besarnya energi untuk melakukan pengiriman sinyal balik ke bumi juga dapat lebih ditingkatkan. Dengan sistem ini energi pengiriman sinyal berhubungan dengan ukuran piringan penangkap sinyal. Jadi semakin besar energinya maka ukuran piringan yang dibutuhkan untuk menangkap sinyal tersebut akan semakin kecil.[3]
Sistem Ku-band menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. Selain itu, Ku-band juga lebih tahan terhadap hujan dibandingkan dengan Ka-band. Sistem Ku-band juga lebih terjangkau dari segi biaya karena hanya memakai satu piring saja dan dapat menggunakan antena yang kecil.[4]
Sistem Ku-band amat rentan terhadap gangguan cuaca, terutama ketika hujan lebat. Badai hujan yang besar dapat mengganggu jalannya proses penerimaan dan pengiriman sinyal bagi satelit yang memakai sistem Ku-band. Namun untuk penerimaan sinyal televisi, sinyal dapat terganggu jika curah hujan lebih dari 100mm per jam.
Selain itu, ketika musim salju proses penerimaan dan pengiriman sinyal sistem Ku-band juga mudah terganggu oleh adanya fenomena yang disebut snow fade, yaitu ketika akumulasi jumlah salju secara signifikan mengubah titik fokal dari piringan.
Selain itu, jika dibandingkan dengan sistem C-band, sistem Ku-band membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan pengiriman sinyal.

| Spektrum | Frekuensi | IEEE | EU, NATO, US ECM |
ITU | Aplikasi dan penggunaan | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| no. | sing. | ||||||
| Frekuensi | A | ||||||
| 3 Hz | 1 | ELF | Komunikasi bawah air, Komunikasi dengan kapal selam, Transportasi dan pigging pipa minyak dan gas (pemeliharaan pipa, inspeksi, pembersihan, dll.) | ||||
| 30 Hz | 2 | SLF | Komunikasi kapal selam | ||||
| 300 Hz | 3 | ULF | Komunikasi bawah laut, komunikasi dalam tambang. Aplikasi militer. Aplikasi transmisi sinyal melalui bumi (TTE), misalnya pertambangan | ||||
| 3 kHz | 4 | VLF | Navigasi, sinyal waktu, komunikasi kapal selam, monitor detak jantung nirkabel, geofisika. Suar navigasi | ||||
| 30 kHz | 5 | LF | Navigasi, sinyal waktu, penyiaran gelombang panjang AM (Eropa dan sebagian Asia), RFID, radio amatir.. Penyiaran bergerak maritim. Sistem navigasi. Penyiaran radio (AM di Eropa dan sebagian Afrika dan Asia) | ||||
| 300 kHz | 6 | MF | Siaran AM (gelombang menengah), radio amatir, suar longsor. Penyiaran darat. Penyiaran bergerak maritim. Penyiaran radio (AM di Eropa dan sebagian Afrika dan Asia) | ||||
| 3 MHz | HF | 7 | HF | Siaran gelombang pendek, radio pita warga, radio amatir dan komunikasi penerbangan lintas cakrawala, RFID, Radar VHF Pita A. Tautan data taktis. radar lintas cakrawala, komunikasi radio pembentukan tautan otomatis (ALE) / gelombang langit insiden vertikal dekat (NVIS), telepon radio laut dan seluler.. Penyiaran tetap. Penyiaran seluler. Penyiaran penerbangan. Penyiaran bergerak laut. Penyiaran radio | |||
| 30 MHz | VHF | 8 | VHF | Penyiaran radio (FM), siaran televisi, komunikasi darat-ke-pesawat dan pesawat-ke-pesawat dengan jarak pandang yang jelas, komunikasi darat bergerak dan komunikasi laut bergerak, radio amatir, radio cuaca. Penyiaran tetap. Penyiaran seluler. Penyiaran penerbangan. Penyiaran bergerak laut. Navigasi radio. Radar VHF Pita B | |||
| 250 MHz | B | ||||||
| Gelombang | 300 MHz | UHF | 9 | UHF | Siaran televisi, oven microwave, perangkat/komunikasi microwave, radio astronomi, telepon seluler, LAN nirkabel, Bluetooth, wireless network protocol, LTE 4G (450, 700, 800, 850, 900, 1500, 1800, 1900, 2100, 2300, 2500, 2600, 3500 MHz), IEEE 802.11 (Wi-Fi), ZigBee, GPS dan radio dua arah seperti radio seluler darat, FRS dan GMRS, radio amatir, radio satelit, Sistem kendali jarak jauh, ADSB. Penyiaran tetap. Komunikasi seluler. Akses Internet Nirkabel. Walkie talkie. Penyiaran penerbangan, Penyiaran bergerak laut. Radio amatir. Televisi. Navigasi radio. Komunikasi meteorologi. Komunikasi ruang angkasa. Radar UHF pita C. Radar Pita D (Pita L). Radar Pita E (Pita S). Tautan data taktis | ||
| 500 MHz | C | ||||||
| 1 GHz | L | D | |||||
| 2 GHz | S | E | |||||
| 3 GHz | F | 10 | SHF | Astronomi radio, perangkat/komunikasi gelombang mikro, telepon seluler, LAN nirkabel, Bluetooth, wireless network protocol, IEEE 802.11 (Wi-Fi), DSRC, radar paling modern, satelit komunikasi, penyiaran televisi kabel dan satelit, DBS, radio amatir, radio satelit. Penyiaran tetap dan komunikasi titik ke titik (komunikasi titik ke titik menggunakan antena parabola dan antena horn). Penyiaran seluler. Navigasi radio. Komunikasi ruang angkasa dan satelit. Radar Gelombang Mikro. Radar Pita F (Pita S). Radar Pita G (Pita C). Radar Pita I/J NATO (Radar Pita X dan Ku). Radar Pita K NATO (Radar Pita K dan Ka) | |||
| 4 GHz | C | G | |||||
| 6 GHz | H | ||||||
| 8 GHz | X | I | |||||
| 10 GHz | J | ||||||
| 12 GHz | Ku | ||||||
| 18 GHz | K | ||||||
| 20 GHz | K | ||||||
| 27 GHz | Ka | ||||||
| 30 GHz | 11 | EHF | Astronomi radio, relai radio gelombang mikro frekuensi tinggi, penginderaan jarak jauh gelombang mikro, radio amatir, senjata berenergi terarah, pemindai gelombang milimeter, LAN nirkabel (802.11ad). Komunikasi satelit. Eksplorasi bumi dan luar angkasa. Seluler 5G. Radar Pita K NATO (Radar Ka). Radar Pita V. Radar Pita W | ||||
| 40 GHz | V | L | |||||
| 60 GHz | M | ||||||
| 75 GHz | W | ||||||
| 100 GHz | |||||||
| 110 GHz | mm | ||||||
| 300 GHz | 12 | THF | Pencitraan medis eksperimental untuk menggantikan sinar-X, dinamika molekuler ultracepat, fisika materi terkondensasi, spektroskopi domain waktu terahertz, komputasi/komunikasi terahertz, penginderaan jarak jauh, Karakterisasi material. Alternatif sinar X untuk menghasilkan gambar beresolusi tinggi. Astronomi | ||||
| 3 THz | |||||||