Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perfilman Filipina

Perfilman Filipina dimulai dengan dikenalkannya film di negara tersebut pada tanggal 31 Agustus 1897, di Salón de Pertierra, Manila. Setahun kemudian, adegan-adegan film mulai direkam di Filipina oleh sutradara Spanyol, Antonio Ramos, menggunakan Sinematograf Lumiere. Meskipun sebagian besar sutradara dan produser awal di negara tersebut kebanyakan adalah orang asing dan ekspatriat Spanyol dan Amerika Serikat, penduduk lokal ikut andil dalam perfilman Filipina saat itu. Hasilnya ialah film pertama yang dibuat oleh orang Filipina dan ditayangkan di Filipina pada tanggal 12 September 1919, dengan judul Dalagang Bukid. Film tersebut didasarkan pada zarzuela populer dan disutradarai oleh José Nepomuceno, yang di kemudian hari, ia dijuluki sebagai "Bapak Perfilman Filipina". Karyanya tersebut menandai dimulainya sinema sebagai bentuk seni di Filipina.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perfilman Filipina
Sinema Filipina
Jumlah layar920 (2018)[1]
 • Per kapita0,9 per 100.000 (2013)[1]
Distributor utamaStar Cinema 27.1%
UIP 17.0%
Disney 16.1%[2]
Film fitur yang diproduksi (2013)[3]
Total53
Jumlah admisi (2014)[4]
Total78,300,000
 • Per kapita0.8
Keuntungan Box Office (2017)[4]
Total$218 juta
Bagian dari seri tentang
Budaya Filipina
Sejarah
Bangsa
  • Kelompok etnik
  • Penduduk asli
Bahasa
  • Filipino
  • Inggris
  • Bahasa isyarat
Tradisi
  • Sistem nilai
  • Hubungan kekerabatan
  • Gelar kehormatan
  • Mode dan busana
Mitologi dan cerita rakyat
  • Mitologi
    • Figur
Hidangan
Hari raya
  • Hari libur
  • Festival
Agama
  • Gereja Katolik
  • Gereja Protestan
  • Islam
  • Kepercayaan tradisional
Seni
  • Arsitektur
Sastra
  • Komik
Musik dan seni pertunjukan
  • Musik
  • Tarian
Media
  • Televisi
  • Perfilman
  • Koran
  • Radio
  • Perfilman
  • Internet
  • Animasi
  • Permainan video
Olahraga
  • Bola basket
  • Sepak bola
  • Permainan tradisional
Simbol
  • Bendera
  • Lambang
  • Lagu kebangsaan
  • Burung
  • Puspa
  • Batu permata
  • Semboyan
  • Olahraga dan seni bela diri
  • Pohon
  •  Portal Filipina

Perfilman Filipina [a] dimulai dengan dikenalkannya film di negara tersebut pada tanggal 31 Agustus 1897, di Salón de Pertierra, Manila. Setahun kemudian, adegan-adegan film mulai direkam di Filipina oleh sutradara Spanyol, Antonio Ramos, menggunakan Sinematograf Lumiere.[5] Meskipun sebagian besar sutradara dan produser awal di negara tersebut kebanyakan adalah orang asing dan ekspatriat Spanyol dan Amerika Serikat, penduduk lokal ikut andil dalam perfilman Filipina saat itu. Hasilnya ialah film pertama yang dibuat oleh orang Filipina dan ditayangkan di Filipina pada tanggal 12 September 1919, dengan judul Dalagang Bukid (Gadis Desa). Film tersebut didasarkan pada zarzuela populer dan disutradarai oleh José Nepomuceno,[6] yang di kemudian hari, ia dijuluki sebagai "Bapak Perfilman Filipina". Karyanya tersebut menandai dimulainya sinema sebagai bentuk seni di Filipina.[7]

Meskipun saat ini perfilman sedang menghadapi berbagai masalah di seluruh dunia, film masih dianggap sebagai salah satu bentuk hiburan populer di kalangan masyarakat Filipina. Perfilman Filipina secara langsung mempekerjakan sekitar 260.000 orang Filipina dan menghasilkan pendapatan sekitar ₱2 miliar per tahun.[8] Di antara negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, perfilman Filipina merupakan salah satu perfilman yang kuat di kawasan Asia Tenggara, dengan mayoritas film yang dibuat di kawasan tersebut berasal dari Filipina, bersama dengan industri film Thailand dan Indonesia.

Dewan Pengembangan Film Filipina merupakan badan yang mengelola pengembangan film di Filipina. Badan tersebu juga membentuk arsip film nasional pada bulan Oktober 2011.[9] Terdapat berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi film di Filipina. Luna Awards, yang diadakan setiap tahunnya, memberikan penghargaan kepada film-film Filipina terbaik yang dipilih oleh rekan-rekan pelaku industri film. Sementara itu, Manunuri ng Pelikulang Pilipino (organisasi kritik film Filipina) memberikan Gawad Urian, yang terkenal karena pilihan pemenangnya yang kredibel.

Ikhtisar

José Nepomuceno, dikenal sebagai Bapak Sinema Filipina, merupakan sutradara film pertama di Filipina.

Tahun-tahun pembentukan industri perfilman Filipina dimulai sejak tahun 1930-an. Pada masa itu, berbagai pelaku perfilman bereksperiman dengan untuk menemukan genre film sebagai medium seni baru. Berbagai skenario dan penokohan dalam film masa tersebut berasal dari teater populer dan sastra lokal yang telah familiar. Film-film yang bersifat nasionalis juga cukup populer pada masa Persemakmuran, meskipun sering kali dianggap terlalu subversif.

Pada tahun 1940-an, perang membawa kesadaran akan realitas ke dalam perfilman Filipina. Tema-tema film yang utamanya bertema perang dan kepahlawanan terbukti sangat populer di kalangan penonton lokal.

Eddie Romero merupakan salah satu sutradara dan produser film ternama di Filipina.

Tahun 1950-an merupakan masa keemasan pertama perfilman Filipina,[10][11] dengan munculnya berbagai film-film yang lebih artistik dan matang, serta peningkatan signifikan dalam teknik sinematik di kalangan pembuat film. Sistem studio menghasilkan aktivitas yang hingar bingar di industri film lokal, karena banyak film dibuat setiap tahun dan beberapa talenta lokal mulai mendapatkan pengakuan di luar negeri. Badan-badan pemberi penghargaan pertama kali dibentuk selama periode ini. Ketika dekade tersebut hampir berakhir, monopoli sistem studio dikepung akibat konflik buruh-manajemen, dan pada tahun 1960-an, kesenian yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya sudah menurun. Masa ini dapat dicirikan oleh peningkatan komersialisme film, film penggemar, film pornografi lunak, film laga, dan film sempalan koboi.

Tahun-tahun darurat militer dan setelahnya merupakan tahun-tahun yang penuh gejolak bagi industri perfilman Filipina. Film-film pada periode ini kini mengangkat topik-topik yang lebih serius setelah era Darurat Militer. Selain itu, film laga dan porno berkembang lebih jauh, memperkenalkan materi subjek yang lebih eksplisit. Tahun-tahun ini juga menandai kedatangan film alternatif atau independen di Filipina.

Tahun 1990-an menyaksikan meningkatnya popularitas film slasher, komedi romantis berorientasi remaja, serta film dewasa yang eksplisit secara seksual, meskipun komedi kasar masih menarik banyak penonton. Genre-genre dari dekade-dekade sebelumnya telah didaur ulang dengan cerita yang hampir sama, dan kisah cinta berkelompok, yang pernah populer di masa lalu, telah muncul kembali.[11]

Saat ini, industri perfilman telah mencatat penurunan yang stabil dalam jumlah penonton film dari 131 juta pada tahun 1996 menjadi 63 juta pada tahun 2004.[12][13] Dari puncaknya yang mencapai 200 film per tahun selama tahun 1980-an, industri film negara itu turun menjadi hanya membuat 56 film baru pada tahun 2006 dan sekitar 30 pada tahun 2007.[12][13] Meskipun industri ini telah mengalami masa-masa sulit, abad ke-21 menyaksikan kelahiran kembali pembuatan film independen melalui penggunaan teknologi digital, dan sejumlah film sekali lagi mendapatkan pengakuan dan prestise internasional.

Lihat juga

  • Sinema Asia
  • Festival Film Metro Manila
  • Sinema Asia Tenggara
  • Sinema dunia

Catatan

  1. ↑ Filipino: Pelikulang Pilipinocode: fil is deprecated , dari bahasa Spanyol película, yang berarti "film"

Referensi

  1. 1 2 "Cinema Infrastructure –Capacity". Screendaily. Diakses tanggal August 24, 2018.
  2. ↑ "Share of Top 3 distributors (Excel)". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal May 4, 2017. Diakses tanggal May 8, 2017.
  3. ↑ "Feature Film Production – Method of Financing". UNESCO Institute for Statistics. Diakses tanggal May 8, 2017.
  4. 1 2 "Exhibition – Admissions & Gross Box Office (GBO)". UNESCO Institute for Statistics. Diakses tanggal May 8, 2017.
  5. ↑ "History of Philippine Cinema". sdfilipinocinema.org/. Diakses tanggal August 9, 2020.
  6. ↑ "The Role of José Nepomuceno in the Philippine Society: What language did his silent film speaks?". Stockholm University Publications. Retrieved on January 6, 2011.
  7. ↑ Armes, Roy (1987). Third World Film Making and the West. University of California Press. hlm. 152. ISBN 978-0-520-90801-7.
  8. ↑ "2014 Philippines Yearly Box Office Results". Diakses tanggal March 17, 2015.
  9. ↑ "Finally, a national film archive". inquirer.net. October 27, 2011. Diakses tanggal November 2, 2011.
  10. ↑ "Is the Curtain Finally Falling on the Philippine Movie Industry?". PhilNews.com. Retrieved January 25, 2009.
  11. 1 2 Anonymous. "History of Philippine Cinema". Philippine Journeys. Retrieved January 22, 2009.
  12. 1 2 Cannes entry puts spotlight on Philippine indie films Diarsipkan 2011-05-24 di Wayback Machine.. Grafilo, John. Top News Light Reading. May 6, 2008.
  13. 1 2 A bleak storyline for the Filipino film industry. Conde, Carlos H. International Herald Tribune. February 11, 2007.

Pranala luar

  • Acquiring Eyes: Philippine Visuality, Nationalist Struggle and The World Media-System PDF Jonathan Beller (Manila: Ateneo de Manila University Press, 2006)
  • Philippines' Brillante Mendoza scoops Best Director at Cannes
  • Filipino-language titles Diarsipkan 2009-02-16 di Wayback Machine. at the Internet Movie Database
  • Tagalog-language titles Diarsipkan 2009-02-14 di Wayback Machine. at the Internet Movie Database
  • Philippine Independent Films
  • Criticine Philippines Diarsipkan January 3, 2010, di Wayback Machine. – Philippine page of Southeast Asian Cinema journal Criticine
  • Critic After Dark: A Review of Philippine Cinema Diarsipkan 2014-08-04 di Wayback Machine.
  • Tilman Baumgaertel: Kino Sine. German-Philippine Cinema Relationships. English-language Book for free download
  • 50 Greatest Filipino Films Diarsipkan 2014-07-04 di Wayback Machine.
  • Filipino Movies at GMOAT
  • Philippine Cinemas Diarsipkan 2019-12-27 di Wayback Machine. at Flixseats
  • Talaan ng mga Artista sa Pilipinas
  • l
  • b
  • s
Topik Filipina 
Sejarah
Ikhtisar
  • Arkeologi
  • Ekonomi
  • Militer
  • Politik
Kronologi
  • Prasejarah
  • Masa pra-kolonial
  • Masa kolonial
    • Kolonialisme Spanyol
    • Kolonialisme Amerika
  • Pendudukan Jepang
  • Masa pasca-kolonial
    • Republik Ketiga
    • Kepresidenan Marcos
    • Republik Kelima
Geografi
  • Cagar biosfer
  • Danau
  • Ekoregion
  • Gempa bumi
  • Gunung berapi
  • Iklim
    • Perubahan iklim
    • Topan
  • Kawasan lindung
    • Taman nasional
  • Kehidupan liar
  • Kelompok pulau
    • pulau
  • Pegunungan
  • Perbatasan
  • Situs Ramsar
  • Situs Warisan Dunia
  • Sungai
  • Teluk
  • Titik ekstrem
Politik
  • Hak asasi manusia
    • LGBT
  • Hubungan luar negeri
  • Keluarga politik
  • Kodifikasi hukum
  • Konstitusi
  • Partai politik
  • Pembagian administratif
  • Pemilihan umum
Pemerintahan
  • Eksekutif
    • Departemen eksekutif
    • Kabinet
      • daftar
    • Penegak hukum
    • Presiden
    • Sekretariat
  • Legislatif
    • Senat
    • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Yudisial
    • Mahkamah Agung
    • Pengadilan Banding
    • Pengadilan Negeri
  • Angkatan Bersenjata
    • Angkatan Darat
    • Angkatan Laut
    • Angkatan Udara
    • Korps Marinir
  • Penjaga Pantai
Ekonomi
  • Air dan sanitasi
  • Bank pusat
  • Bursa saham
  • Energi
  • Kode pos
  • Komunikasi
    • Nomor telepon
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Perpajakan
  • Pertanian
  • Peso
  • Sains dan teknologi
  • Sensus
  • Tenaga kerja anak
  • Transportation
Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama
  • Bahasa
  • Demografi
  • Imigrasi
  • Kejahatan
  • Kekerabatan
  • Kelompok etnik
    • Penduduk asli
  • Kemiskinan
  • Kesehatan
  • Kesenjangan pendapatan
  • Korupsi
  • Masalah lingkungan
    • Perubahan iklim
    • Penebangan hutan
  • Pekerja migran
  • Pendidikan
    • Pendidikan tinggi
  • Pengungsi
  • Penumpangan rumah
  • Penyensoran
  • Perceraian
  • Perdagangan manusia
    • Perdagangan seks
  • Prostitusi
  • Seksualitas
  • Wanita
  • Pinoy
Budaya
  • Arsitektur
  • Fesyen dan pakaian
  • Hari libur
    • Festival
  • Hidangan
  • Media
  • Mitologi
  • Musik
  • Nama
  • Olahraga
  • Penemuan
  • Permainan tradisional
  • Sastra
  • Seni rupa
  • Sinema
  • Tarian
Simbol
  • Bahasa
  • Bahasa isyarat
  • Bendera
  • Bunga
  • Burung
  • Lagu kebangsaan
  • Lambang
  • Olahraga dan bela diri
  • Permata
  • Pohon
  • Segel agung
  • Semboyan
  • Portal Filipina
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Perfilman Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
  • Brunei
  • Kamboja
  • Indonesia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste2
  • Vietnam
Asia Timur
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Mongolia
  • Tiongkok
  • Republik Tiongkok
Asia Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Asia Tengah
  • Kazakhstan3
  • Kirgizstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Asia Barat
  • Armenia1
  • Azerbaijan1
  • Bahrain
  • Siprus1
  • Georgia1
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Yordania
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Suriah
  • Turki3
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
Lintas benua
  • Mesir3
  • Rusia3
Negara dengan
pengakuan terbatas
  • Abkhazia1
  • Republik Artsakh1
  • Ossetia Selatan1
  • Siprus Utara1
  • Republik Tiongkok
Dependensi dan
wilayah lain
  • Kepulauan Cocos (Keeling)
  • Hong Kong
  • Makau
  • Pulau Natal
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ikhtisar
  2. Lihat juga
  3. Catatan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Filipina

negara di Asia Tenggara

Scorpio Nights

pernah memunculkan kontroversi di kalanngan perfilman Filipina. Film ini dianggap salah satu film Filipina yang paling kontroversial dan penting pada masanya

Agama di Filipina

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026