Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lembaga Pemasyarakatan Banceuy

Lembaga Pemasyarakatan Banceuy adalah nama sebuah penjara di kota Bandung, yang identik dengan Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di Penjara Banceuy ini, sehingga Penjara ini identik dengan namanya.

penjara bersejarah di Bandung
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Building in Bandung, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Building in Bandung, Indonesia
Penjara Banceuy
Informasi umum
LokasiBandung, Indonesia
AlamatJalan Soekarno Hatta No. 187A, Bandung
Koordinat6°54′52″S 107°36′35″E / 6.914520026251675°S 107.60975986595365°E / -6.914520026251675; 107.60975986595365
Mulai dibangun1877
Direnovasi1983 (dibongkar untuk dijadikan kompleks pertokoan)
Data teknis
Ukuran1,5 x 2,5 meter

Lembaga Pemasyarakatan Banceuy (disebut juga Lapas Banceuy atau LP Banceuy) adalah nama sebuah penjara di kota Bandung,[1] yang identik dengan Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di Penjara Banceuy ini, sehingga Penjara ini identik dengan namanya.

Lapas Kelas II A Banceuy dikhususkan menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat Berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba.

Sejarah

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy[2] terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 187A Bandung, sebelumnya terletak di Jalan Banceuy No. 8 Bandung, nama Banceuy melekat pada nama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bandung di Jalan Soekarno Hatta No. 187 A Bandung, karena nilai historis pada saat itu mantan presiden Soekarno pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy.

Penjara Banceuy dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1877, awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah. Sel penjaranya sendiri berukuran 1,5 x 2,5 meter. Inilah yang menjadi titik tolak kenapa bangunan ini bersejarah. Pada tanggal 29 Desember 1929, Soekarno serta tiga rekan dari PNI, Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja ditangkap di Yogyakarta dan kemudian dijebloskan ke penjara Banceuy selama kurang lebih 8 bulan. Di sinilah Soekarno menyusun pledoi yang sangat terkenal yang kemudian diberi nama Indonesia Menggugat. Yang dibacakan di sidang pengadilan di Gedung Landraad (kini bernama Gedung Indonesia Menggugat yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan). Pada tahun 1983 penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta. Yang kemudian penjara Banceuy ini sendiri dibongkar untuk dijadikan kompleks pertokoan dan disisakan hanyalah sel penjara Bung Karno dan menara pos penjaga.

Pada tahun 1985 melalui prakarsa Ka. Lapas Banceuy Bandung (R.A . Basarah) semua penghuni Lapas Banceuy Bandung (Jalan Banceuy No. 8 Bandung) dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Jalan Jakarta No. 29 Bandung.

Pada tahun 1990, setelah kebutuhan minimal standar Lapas sebagai tempat hunian Narapidanabangunan kantor, blok hunian, listrik, dan air, serta fasilitas lainnya tersedia. Kepala Kantor Wilayah Dep. Kehakiman Jawa Barat (Kohar Sayuti, S.H.) bersama Ka Lapas Banceuy (Marsono, Bc.IP., S.H.) Lapas Banceuy silam resmi dihuni oleh narapidana pindahan dari Rutan Kebon Waru jalan Jakarta No. 29 Bandung.

Masa Pergerakan

Penjara Banceuy menjadi bagian dari saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Di penjara ini, presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah mendekam selama delapan bulan atas tuduhan pemberontakan dan dijerat pasal-pasal karet haatzai artikelen. Saat itu, pada akhir Desember 1929, Soekarno yang menjabat Ketua PNI dijebloskan ke Penjara Banceuy bersama rekan satu pergerakannya, yaitu R. Gatot Mangkoepradja (Sekretaris II PNI Pusat PNI), Maskoen Soemadiredja (Sekretaris II Cabang Bandung), dan Soepriadinata (Anggota PNI Cabang Bandung).

Di penjara itu, Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen. Pada ruangan pengap ini pula, Soekarno menyusun pidato pembelaan (pledoi),[3] yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Penjara Banceuy di Jalan Banceuy (dahulu Bantjeujweg)[4] merupakan penjara yang digunakan untuk menahan para pribumi yang melakukan tindakan kriminal dan tahanan politik. Tak ada catatan yang begitu lengkap mengenai sejarah pembangunan penjara ini, seperti siapa sang perancang ataupun apa gaya arsitekturnya. Hanya diketahui, penjara ini dibangun pada akhir abad ke-19 atau tepatnya pada 1871. Saat bangunan ini memasuki usia lebih dari seratus tahun, Penjara Banceuy mulai tergerus perkembangan zaman. Pada tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan yang kelak bernama Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy sendiri dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta. Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang. Bagian menara terlihat dari pinggir Jalan Banceuy yang mengarah ke Jalan Naripan dan Jalan Cikapundung. Tak jauh dari situ, sekitar 200 meter ke dalam area pertokoan Banceuy Permai, berdiri sel tahanan nomor 5

Referensi

  1. ↑ "Wisata Kota Bandung"
  2. ↑ "Lembaga Pemasyarakatan"
  3. ↑ "Indonesia Menggugat"
  4. ↑ "Jalan Braga"

Pranala luar

  • (Indonesia) [pranala nonaktif permanen]
  • (Indonesia)
  • (Indonesia) Situs web resmi kota Bandung
  • (Indonesia) Situs Resmi Dinas Pariwisata Kota Bandung
  • l
  • b
  • s
Tempat wisata di Jawa Barat
Air terjun (Curug)
  • Air Terjun Cikahuripan
  • Air terjun Cikaso
  • Air terjun Cipurut
  • Air terjun Pangandaran
  • Curug Cibeureum
  • Curug Cimahi
  • Curug Cimarinjung
  • Curug Luhur
  • Curug Muara Jaya
  • Curug Ngumpet
  • Curug Orok
  • Curug Pi'it
  • Palutungan & Curug Putri
Cagar alam
  • Cagar Alam Gunung Papandayan
  • Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu
  • Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat
  • Cagar Alam Tangkuban Perahu
Danau, Tasik, Telaga, atau Situ
  • Situ Bagendit
  • Situ Cipule
  • Situ Cisanti
  • Situ Lengkong
Geiser
  • Geiser Palabuhanratu
Gua
  • Gua Lalay
Kebun botani
  • Kebun Raya Bogor
  • Kebun Raya Cibodas
Masjid
  • Masjid Al-Jabbar
  • Masjid Raya Bandung
  • Masjid Dian Al Mahri
Pantai
  • Pantai Palabuhanratu
  • Teluk Palabuhanratu
  • Pantai Santolo
  • Pantai Sereg
  • Pantai Tirtamaya
  • Pantai Pangandaran
  • Pantai Cipatuguran
  • Pantai Citepus
  • Pantai Karang Pamulang
  • Pantai Kejawanan
  • Batu Bintang Palabuhanratu
  • Pantai Batu karas
Sejarah
  • Gado Bangkong
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Sate
  • Monumen Bandung Lautan Api
  • Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
  • Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti
  • Penjara Banceuy
  • Pesanggrahan Tenjo Resmi
  • Sumur Sindu
Taman
  • Taman Ade Irma Suryani
  • Taman Bunga Nusantara
  • Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
  • Taman Kota Palabuhanratu
  • Taman Wisata Alam Linggajati
  • Taman Wisata Wiladatika
  • Taman Wisata Matahari
  • Taman Wisata Mekarsari
Waduk
  • Waduk Cirata
  • Waduk Darma
  • Waduk Jatigede
  • Waduk Jatiluhur
  • Waduk Saguling

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Masa Pergerakan
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Kota Bandung

kota di Provinsi Jawa Barat

Rumah Bersejarah Inggit Garnasih

museum di Indonesia

Emir Moeis

politisi Indonesia dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026