Curug Cimahi adalah air terjun yang terletak di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 87 meter, menjadikan air terjun ini sebagai salah satu curug tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Destinasi wisata ini berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Kota Cimahi ke arah Lembang atau 20 kilometer dari Kota Bandung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Curug Cimahi | |
|---|---|
Curug Cimahi ca tahun 1910-1940 | |
| Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '6° 47' 56.58" S 107° 34' 39.34" E'.. | |
| Lokasi | Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia |
| Koordinat | 6° 47' 56.58" S 107° 34' 39.34" E |
| Tinggi total | 87 meter |
| Jumlah titik | 1 |
| Rata-rata laju aliran | 700 m³/s (38,430 cu ft/s) |

Curug Cimahi adalah air terjun yang terletak di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.[1] Dengan ketinggian sekitar 87 meter, menjadikan air terjun ini sebagai salah satu curug tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Destinasi wisata ini berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Kota Cimahi ke arah Lembang atau 20 kilometer dari Kota Bandung.[2][3][4]
Alamat lengkap Curug Cimahi berada di Jalan Kolonel Masturi No 325, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat 40551. Curug Cimahi terletak di ujung Jalan Raya Kolonel Masturi, tidak jauh dari salah satu Kampus Advent Bandung.[3]
Fasilitas yang telah disediakan pihak pengelola di antaranya shelter yang terdapat di pinggir jalur dari gerbang menuju air terjun, tempat parkir, pintu gerbang, pagar pengaman, peta lokasi, jalan setapak, piknik site, bangku, tempat sampah, pusat informasi dan pos jaga, serta mushola dan kamar kecil. Selain itu terdapat beberapa warung milik warga yang menjual makanan dan minuman yang biasanya buka pada hari-hari ramai seperti akhir pekan dan liburan.[3]