Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPenghambat oksidase xantina
Artikel Wikipedia

Penghambat oksidase xantina

Penghambat oksidase xantina adalah zat apa pun yang menghambat aktivitas oksidase xantina, suatu enzim yang terlibat dalam metabolisme purin. Pada manusia, penghambatan oksidase xantina mengurangi produksi asam urat, dan beberapa obat yang menghambat oksidase xantina diindikasikan untuk pengobatan hiperurisemia dan kondisi medis terkait termasuk pirai. Penghambat oksidase xantina sedang diselidiki untuk penanganan cedera reperfusi darah.

Wikipedia article
Diperbarui 9 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penghambat oksidase xantina adalah zat apa pun yang menghambat aktivitas oksidase xantina, suatu enzim yang terlibat dalam metabolisme purin. Pada manusia, penghambatan oksidase xantina mengurangi produksi asam urat, dan beberapa obat yang menghambat oksidase xantina diindikasikan untuk pengobatan hiperurisemia dan kondisi medis terkait termasuk pirai.[1] Penghambat oksidase xantina sedang diselidiki untuk penanganan cedera reperfusi darah.

Penghambat oksidase xantina terdiri dari dua jenis: analog purin dan lainnya. Analog purin meliputi alopurinol, oksipurinol,[2] dan tisopurina. Lainnya termasuk febuksostat,[3] topiroksostat, dan inositol (asam fitat dan mio-inositol[butuh rujukan]]).

Dalam percobaan, banyak produk alami telah ditemukan menghambat oksidase xantina secara in vitro atau pada hewan model (mencit, tikus). Ini termasuk tiga flavonoid yang terdapat dalam banyak buah dan sayuran yang berbeda: kaempferol, mirisetin, dan kuersetin.[4][5] Secara lebih umum, flavon planar dan flavonol dengan gugus 7-hidroksil menghambat oksidase xantina.[6] Minyak asiri yang diekstrak dari Cinnamomum osmophloeum menghambat oksidase xantina pada mencit.[7] Produk alami propolis dari sumber terpilih menghambat oksidase xantina pada tikus; zat spesifik yang bertanggung jawab atas penghambatan ini belum diidentifikasi, dan keumuman temuan ini tidak diketahui.[8] Ekstrak daun Pistacia integerrima juga menghambat oksidase xantina pada tingkat yang tampaknya memerlukan penelitian lebih lanjut.[9]

Dalam pengobatan tradisional, paku pohon Cyathea spinulosa (sebelumnya Alsophila spinulosa) telah digunakan untuk pirai, tetapi komponen paling aktifnya yakni asam kafeat hanya merupakan penghambat oksidase xantina yang lemah.[10]

Referensi

  1. ↑ Pacher P, Nivorozhkin A, Szabó C (March 2006). "Therapeutic Effects of Xanthine Oxidase Inhibitors: Renaissance Half a Century after the Discovery of Allopurinol". Pharmacol. Rev. 58 (1): 87–114. doi:10.1124/pr.58.1.6. PMC 2233605. PMID 16507884.
  2. ↑ Iwanaga T, Kobayashi D, Hirayama M, Maeda T, Tamai I (December 2005). "Involvement of uric acid transporter in increased renal clearance of the xanthine oxidase inhibitor oxypurinol induced by a uricosuric agent, benzbromarone". Drug Metabolism and Disposition. 33 (12): 1791–5. doi:10.1124/dmd.105.006056. PMID 16135657. S2CID 16377221.
  3. ↑ Becker MA, Schumacher HR, Wortmann RL, et al. (March 2005). "Febuxostat, a novel nonpurine selective inhibitor of xanthine oxidase: a twenty-eight-day, multicenter, phase II, randomized, double-blind, placebo-controlled, dose-response clinical trial examining safety and efficacy in patients with gout". Arthritis and Rheumatism. 52 (3): 916–23. doi:10.1002/art.20935. PMID 15751090.
  4. ↑ Procházková D, Boušová I, Wilhelmová N (2011). "Antioxidant and prooxidant properties of flavonoids". Fitoterapia. 82 (4): 513–523. doi:10.1016/j.fitote.2011.01.018. PMID 21277359.
  5. ↑ Selloum L, Reichl S, Müller M, Sebihi L, Arnhold J (November 2001). "Effects of flavonols on the generation of superoxide anion radicals by xanthine oxidase and stimulated neutrophils". Archives of Biochemistry and Biophysics. 395 (1): 49–56. doi:10.1006/abbi.2001.2562. PMID 11673865.
  6. ↑ Nagao A, Seki M, Kobayashi H (October 1999). "Inhibition of xanthine oxidase by flavonoids". Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry. 63 (10): 1787–90. doi:10.1271/bbb.63.1787. PMID 10671036.
  7. ↑ Wang SY, Yang CW, Liao JW, Zhen WW, Chu FH, Chang ST (August 2008). "Essential oil from leaves of Cinnamomum osmophloeum acts as a xanthine oxidase inhibitor and reduces the serum uric acid levels in oxonate-induced mice" (PDF). Phytomedicine. 15 (11): 940–5. doi:10.1016/j.phymed.2008.06.002. PMID 18693097.
  8. ↑ Yoshizumi K, Nishioka N, Tsuji T (March 2005). "プロポリスのキサンチンオキシダーゼ活性阻害作用及び血漿尿酸値低下作用 [Xanthine oxidase inhibitory activity and hypouricemia effect of propolis in rats]". Yakugaku Zasshi (dalam bahasa Japanese). 125 (3): 315–21. doi:10.1248/yakushi.125.315. PMID 15738631. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. ↑ Ahmad NS, Farman M, Najmi MH, Mian KB, Hasan A (May 2008). "Pharmacological basis for use of Pistacia integerrima leaves in hyperuricemia and gout". J Ethnopharmacol. 117 (3): 478–82. doi:10.1016/j.jep.2008.02.031. PMID 18420362.
  10. ↑ Chiang HC, Lo YJ, Lu FJ (1994). "Xanthine oxidase inhibitors from the leaves of Alsophila spinulosa (Hook) Tryon". Journal of Enzyme Inhibition. 8 (1): 61–71. doi:10.3109/14756369409040777. PMID 7539070.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Oksidase xantina

senyawa kimia

Alopurinol

senyawa kimia

Febuksostat

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026