Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemerintahan Sipil Hindia Belanda

Pemerintahan Sipil Hindia Belanda adalah organisasi semi-militer yang didirikan pada April 1944, yang bertugas memulihkan administrasi sipil dan hukum pemerintahan kolonial Belanda setelah penyerahan pasukan pendudukan Jepang di Hindia Belanda pada akhir Perang Dunia II.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemerintahan Sipil Hindia Belanda
Pemerintahan Sipil Hindia Belanda
Nederlandsch-Indische Civiele Administratie
Kedatangan personel NICA di Bandar Udara Kemayoran, Batavia, November 1945
PemimpinHubertus Johannes van Mook
Abdulkadir Widjojoatmodjo
Waktu operasi1944–1947
Mematuhi Belanda
 Hindia Belanda
Wilayah operasiKepulauan Indonesia
StatusSemi-militer
Sekutu Tentara Kerajaan Hindia Belanda
 Amerika Serikat
 Britania Raya
 Australia
Lawan Jepang
 Indonesia

Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (bahasa Belanda: Nederlandsch Indische Civiele Administratiecode: nl is deprecated ; bahasa Inggris: Netherlands Indies Civil Administrationcode: en is deprecated ; disingkat NICA) adalah organisasi semi-militer yang didirikan pada April 1944, yang bertugas memulihkan administrasi sipil dan hukum pemerintahan kolonial Belanda setelah penyerahan pasukan pendudukan Jepang di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada akhir Perang Dunia II.[1]

Pada Januari 1946, namanya diubah menjadi Cabang Administrasi Militer Sekutu–Urusan Sipil (AMACAB). Setelah penarikan Komando Asia Tenggara Britania (SEC) dari Kepulauan Indonesia, organisasi ini berganti nama menjadi Layanan Administratif Sementara (bahasa Belanda: Tijdelijke Bestuursdienstcode: nl is deprecated ) pada Juni 1946.

Pembentukan

NICA dibentuk di Australia pada 3 April 1944 dan awalnya bertugas menghubungkan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda di pengasingan dengan Komando Tertinggi Sekutu di Wilayah Pasifik Barat Daya (SWPA/South West Pacific Area). Berkedudukan di Camp Colombia, Brisbane, lembaga ini awalnya bernaung di bawah struktur komando Sekutu. Di awal 1944, Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, H.J. Van Mook dan Panglima Tertinggi SWPA, Jenderal Douglas MacArthur dari AS, menyepakati bahwa wilayah Hindia Belanda yang berhasil direbut oleh pasukan Sekutu akan diserahkan kepada pemerintahan sipil NICA. Namun karena penundaan politis di Departemen Luar Negeri AS (U.S. State Department), kesepakatan berjudul Van Mook - MacArthur Civil Affairs Agreement tersebut baru ditandatangani pada 10 Desember 1944.

Pada April 1944, detasemen personel NICA yang pertama mendarat di Hollandia (sekarang Jayapura), terdiri dari personil militer atau paramiliter Belanda, Indo (Eurasia) dan pribumi Hindia Belanda yang berseragam. Komando umum dijabat oleh Colonel C. Giebel yang Staff Officer NICA (SONICA). Setiap detasemen dikepalai oleh seorang Commanding Officer NICA (CONICA) yang bertanggung jawab untuk pemerintahan lokal. Sebelum kapitulasi Jepang, unit-unit NICA sudah membentuk pemerintahan sipil di Nugini (seperti Hollandia, Biak, and Manokwari), Maluku (Morotai) dan Kalimantan (Tarakan dan Balikpapan).

Dukungan suplai dan logistik dari AS kepada NICA berakhir ketika komando militer dialihkan dari SWPA yang dikepalai AS kepada SEAC (South East Asia Command) pimpinan Inggris pada 15 Agustus 1945. 250 detasemen NICA yang tadinya direncanakan akan dikirim ke Jawa dihentikan aktivitasnya. Perebutan kembali Sumatra, Jawa, Bali dan Lombok menjadi tanggung jawab Inggris. Sementara wilayah selain wilayah tersebut menjadi tanggung jawab Australia. Pada 24 Agustus 1945, Belanda menandatangani perjanjian British Civil Affairs Investment Agreement dengan South East Asia Command (SEAC) pimpinan Louis Mountbatten.

Pada September 1945, utusan pertama NICA mendarat di Batavia (sekarang menjadi Jakarta). Karena pemerintah Republik Indonesia bersikeras menentang kehadiran staff NICA dan penggunaan nama Hindia Belanda dalam lembaga tersebut, maka pada Januari 1946, namanya diubah menjadi AMACAB (Allied Military Administration-Civil Affairs Branch). Setelah Inggris meninggalkan Indonesia dan pembubaran SEAC pada Juni 1946, namanya diganti lagi menjadi Tijdelijke Bestuursdienst (Temporary Administrative Service).

Referensi

Utama

  1. ↑ "NICA, Netherlands Indies Civil Administration" (dalam bahasa Belanda). Nationaal Archief. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-07-12.

Bibliografi

  • Touwen-Bouwsma, Elly; Groen, Petra M. H., ed. (1996). Tussen Banzai en Bersiap. De afwikkeling van de Tweede Wereldoorlog in Nederlands-Indië [Between Banzai and Bersiap: The Completion of the Second World War in the Netherlands Indies] (dalam bahasa Belanda). The Hague: SDU. ISBN 978-9012082518.
  • Zijlmans, G.C. (1985). Eindstrijd en ondergang van de Indische bestuursdienst. Het corps binnenlands bestuur op Java 1945-1950. Amsterdam. ISBN 9789067070713. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Bussemaker, H. Th. (2005). Bersiap. Opstand in het Paradijs (dalam bahasa Belanda). Zutphen: Walburg Pers. ISBN 9789057309014.
  • Ricklefs, Merle Calvin (2001). A History of Modern Indonesia Since c. 1300. Stanford University Press. hlm. 99. ISBN 9780804721943.
  • Cheong, Yong Mun (1982). H.J. Van Mook and Indonesian Independence: A Study of His Role in Dutch-Indonesian Relations, 1945-48. The Hague: Nijhoff. ISBN 9789024791415.
  • Cribb, Robert (2000). Historical Atlas of Indonesia. Psychology Press. ISBN 9780700709854.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembentukan
  2. Referensi
  3. Utama
  4. Bibliografi

Artikel Terkait

Hindia Belanda

koloni Belanda di Asia Tenggara; sejak tahun 1949 dikenal sebagai Indonesia

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda selama Perang Dunia II, 1942-1945

Daftar Gubernur-Jenderal Hindia Belanda

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026