Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pembantaian Haiti 1804

Pembantaian Haiti 1804 adalah pembantaian yang dilancarkan terhadap orang-orang kulit putih di Haiti oleh mantan budak-budak kulit hitam atas perintah jenderal Jean-Jacques Dessalines. Pembantaian ini berlangsung di seluruh wilayah Haiti dari awal Februari 1804 hingga 22 April 1804, dan mengakibatkan kematian 3.000 hingga 5.000 orang. Tentara-tentara bergerak dari rumah ke rumah, menyiksa dan menghabisi seluruh keluarga. Bahkan orang kulit putih yang bersahabat dan bersimpati kepada orang-orang kulit hitam juga dipenjara dan dibunuh. Hanya tiga kategori orang kulit putih yang diampuni, yaitu tentara-tentara Polandia yang meninggalkan angkatan bersenjata Prancis, sekelompok kecil penetap dari Jerman yang diundang ke Nord-Ouest, Haiti, sebelum revolusi, dan sekelompok dokter dan profesional. Orang-orang yang memiliki koneksi dengan angkatan bersenjata Haiti juga diampuni, dan begitu pula perempuan yang mau menikahi laki-laki kulit hitam.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembantaian Haiti 1804
Gambar yang menunjukkan Jenderal Jean-Jacques Dessalines mengangkat pedang sembari memegang kepala perempuan kulit putih yang sudah dipenggal.
"Pembakaran Plaine du Cap - Pembantaian orang kulit putih oleh orang kulit hitam". Pada 22 Agustus 1791, para budak membakar perkebunan dan kota serta membantai orang-orang kulit putih.

Pembantaian Haiti 1804 adalah pembantaian yang dilancarkan terhadap orang-orang kulit putih di Haiti oleh mantan budak-budak kulit hitam atas perintah jenderal Jean-Jacques Dessalines.[1] Pembantaian ini berlangsung di seluruh wilayah Haiti dari awal Februari 1804 hingga 22 April 1804, dan mengakibatkan kematian 3.000 hingga 5.000 orang.[2] Tentara-tentara bergerak dari rumah ke rumah, menyiksa dan menghabisi seluruh keluarga.[3] Bahkan orang kulit putih yang bersahabat dan bersimpati kepada orang-orang kulit hitam juga dipenjara dan dibunuh.[4] Hanya tiga kategori orang kulit putih yang diampuni, yaitu tentara-tentara Polandia yang meninggalkan angkatan bersenjata Prancis, sekelompok kecil penetap dari Jerman yang diundang ke Nord-Ouest, Haiti, sebelum revolusi, dan sekelompok dokter dan profesional.[5] Orang-orang yang memiliki koneksi dengan angkatan bersenjata Haiti juga diampuni, dan begitu pula perempuan yang mau menikahi laki-laki kulit hitam.[6]

Nicholas A. Robins dan Adam Jones menggambarkan pembantaian itu sebagai "genosida kaum subaltern ", di mana kelompok tertindas menggunakan cara genosida untuk menghancurkan penindas mereka.[7] Sepanjang awal hingga pertengahan abad kesembilan belas, peristiwa pembantaian itu terkenal di Amerika Serikat. Selain itu, banyak pengungsi Saint Dominika datang ke AS dari Saint-Domingue, menetap di New Orleans , Charleston , New York , Baltimore dan kota-kota pesisir lainnya. Peristiwa ini mempolarisasi opini publik AS Selatan pada pertanyaan tentang penghapusan perbudakan.[8][9]

Referensi

  1. ↑ St. John, Spenser (1884). "Hayti or The Black Republic". hlm. 75. Diakses tanggal 12 September 2015.
  2. ↑ Girard 2011, hlm. 319–322.
  3. ↑ Mark Danner (2011-02-15). Stripping Bare the Body. hlm. 107. ISBN 978-1-4587-6290-0. Diakses tanggal 2013-07-27.
  4. ↑ Jeremy D. Popkin (2010-02-15). Facing Racial Revolution: Eyewitness Accounts of the Haitian Insurrection. University of Chicago Press. hlm. 363–364. ISBN 978-0-226-67585-5. Diakses tanggal 2013-07-24.
  5. ↑ Popkin 2012, hlm. 137.
  6. ↑ Girard 2011, hlm. 322.
  7. ↑ Robins, Nicholas A.; Jones, Adam, eds. (2009). Genocides by the Oppressed: Subaltern Genocide in Theory and Practice. Indiana University Press. p. 3. ISBN 978-0-2532-2077-6. The Great Rebellion and the Haitian slave uprising are two examples of what we refer to as 'subaltern genocide': cases in which subaltern actors—those objectively oppressed and disempowered—adopt genocidal strategies to vanquish their oppressors. See also Jones, Adam (2013). "Subaltern genocide: Genocides by the oppressed". The Scourge of Genocide: Essays and Reflections. With Nicholas Robins. Routledge. p. 169. ISBN 978-1-1350-4715-3.
  8. ↑ Kevin C Julius, The Abolitionist Decade, 1829-1838: A Year-by-Year History of Early Events in the Antislavery Movement; MacFarland and Company; 2004
  9. ↑ Six Days in April: Lincoln and the Union in Peril; Frank B. Marcotte; Algora Publishing; 2004; page 171

Sumber

  • Dayan, Joan (1998). Haiti, History, and the Gods. University of California Press. ISBN 978-0-520-21368-5.
  • Girard, Philippe R. (2011). The Slaves Who Defeated Napoleon: Toussaint Louverture and the Haitian War of Independence 1801–1804. Tuscaloosa, Alabama: The University of Alabama Press. ISBN 978-0-8173-1732-4.
  • Popkin, Jeremy D. (2012). A Concise History of the Haitian Revolution. Chicester, West Sussex: Wiley-Blackwell. ISBN 978-1-4051-9820-2.
  • Shen, Kona (December 9, 2008). "History of Haiti, 1492–1805: Haitian Independence, 1804–1805". Brown University. Diakses tanggal 1 February 2012.
  • "The 1805 Constitution of Haiti". Webster University website. 10 December 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2005-12-28. Diakses tanggal 1 February 2012. Transcribed by Bob Corbett.
  • l
  • b
  • s
Topik-topik genosida
Genosida
  • Jumlah korban
  • Penduduk asli Siberia (abad ke-17–18)
  • Ainu (abad ke-17–19)
  • Sikh Pertama (1746)
  • Mongol Dzungar (1750-an)
  • Sikh kedua (1762)
  • Orang kulit putih di Haiti (1804)
  • Adighe (1817–67)
  • Penduduk asli Amerika (1830-an)
  • Moriori (1835–1860-an)
  • Mapuche (1870-an–84)
  • Genosida Selknam
  • Anak aborigin Australia (1900–69)
  • Herero dan Namaqua (1904–07)
  • Yunani (1914–23)
  • Asiria (1914–25)
  • Armenia (1915–23)
  • Holodomor (1932–33)
  • Orang-orang Haiti di Republik Dominika (1937)
  • Pembantaian Nanking (1937–38)
  • Holokaus (1941–44)
  • Generalplan Ost (1941-1945)
  • Porajmos (1941-1945)
  • Suluk (1944)
  • Indonesia (1965–1966)
  • Biafra (1967–70)
  • Moro (1969–)
  • Papua (1969–)
  • Bangladesh (1971)
  • Burundi pertama (1972)
  • Kamboja (1975–79)
  • Chittagong Hill Tracts (1977–97)
  • Guatemala (1981–83)
  • Orang Kurdi di Irak (1986–89)
  • Burundi kedua (1993)
  • Rwanda (1994)
  • Bosnia dan Herzegovina (1995)
  • Darfur (2003–)
  • Yazidi (2014–)
Jenis
  • Otogenosida
  • Genosida budaya
  • Pembersihan etnis
  • Etnosida
  • Pembantaian genosidal
  • Genosida utilitarian
Metode
  • Senjata bio etnis
  • Pemerkosaan genosidal
  • Genosida penduduk asli
Penyangkalan genosida
  • Holokaus
  • Armenia
  • Rwanda
  • Holodomor
  • Pembantaian Nanking
  • Kamboja
Isu
  • Definisi genosida
Tokoh penting
  • Adolf Hitler
  • Talat Pasya
  • Joseph Stalin
  • Pol Pot
  • Omar al-Bashir
  • Augustin Bizimungu
  • Slobodan Milošević
  • Lothar von Trotha
  • Efraín Ríos Montt
  • Saddam Hussein
  • Francisco Macías Nguema
  • Leopold II dari Belgia
  • Mengistu Haile Mariam
  • Michel Micombero
  • Kaisar Qianlong
  • Jean-Jacques Dessalines


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Jean-Jacques Dessalines

memerintahkan pembantaian orang-orang kulit putih di Haiti yang mengakibatkan kematian 3.000 hingga 5.000 orang antara Februari hingga April 1804. Pada Bulan

Daftar genosida

James (2020). The Early Haitian State and the Question of Political Legitimacy: American and British Representations of Haiti, 1804—1824 (dalam bahasa Inggris)

Prancis

negara di Eropa Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026