Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Melayu Kepulauan Seribu

Bahasa Orang Pulo adalah kreol berbasis Melayu yang dituturkan oleh masyarakat Orang Pulo di Kepulauan Seribu. Bahasa ini terbentuk dari percampuran banyak bahasa di Indonesia, terutama bahasa Bugis dan Melayu.

bagian dari rumpun bahasa Austronesia
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini berisi tentang bahasa kreol berbasis Melayu yang dituturkan di Kepulauan Seribu. Untuk bahasa yang juga disebut sebagai Pulo atau Wakatobi, lihat Bahasa Tukang Besi.
Bahasa Orang Pulo
logat Orang Pulo
Melayu Campuran, Melayu Kepulauan Seribu[1]
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  •  DKI Jakarta
    • Kepulauan Seribu
EtnisOrang Pulo
Penutur
29.417[a]
Rumpun bahasa
  • Kreol berbasis Melayu
    • Orang Pulo
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • bahasa alami
      • contact language (en) Terjemahkan
        • pijin atau kreol
          • bahasa Melayu dagang dan kreol Suntingan nilai di Wikidata
            • Orang Pulo
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Dialek
    Utara (Sebira)
    Tengah (Panggang, Pramuka, Kelapa-Harapan)
    Selatan (Tidung, Untung Jawa)
    Sistem penulisan
    Latin
    Status resmi
    Diakui sebagai
    bahasa minoritas di
    Indonesia
    Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    GlottologTidak ada
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    Orang Pulo belum diklasifikasikan dalam tingkatan manapun pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
    Referensi: [2][3]
    Lokasi penuturan
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
        Cara menggunakan templat ini Sunting peta ini
    Tampilkan seluruh penuturan
     Dialek Utara:  Sebira
     Dialek Tengah:  Panggang  Pramuka  Kelapa-Harapan
     Dialek Selatan:  Tidung  Untung Jawa
    Tampilkan pembagian dialek
    Perkiraan lokasi penuturan Bahasa Melayu Kepulauan Seribu
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
    Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

    {{PW Bahasa|importance=|class=}}


    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    08.12, Kamis, 23 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Orang Pulo (logat Orang Pulo; nama alternatifnya Melayu Campuran atau Melayu Kepulauan Seribu[1]) adalah kreol berbasis Melayu yang dituturkan oleh masyarakat Orang Pulo di Kepulauan Seribu. Bahasa ini terbentuk dari percampuran banyak bahasa di Indonesia, terutama bahasa Bugis dan Melayu.[4]

    Sejarah

    Penduduk Kepulauan Seribu dipercayai telah terbentuk serta bermula dari Pulau Panggang. Setelah permukiman di Kepulauan Seribu tambah meluas, kemudian penyebaran penduduk serta budayanya dilangsungkan dari satu pulau menuju ke pulau yang lain, semisal Pulau Pari, Untung Jawa, Tidung, dan sejumlah pulau lainnya.[5]

    Budaya beserta karakteristik dari penduduk Pulau Panggang pada masa itu sangat berbeda dengan masyarakat Betawi, meski daerahnya begitu berdekatan pada daratan Kota Jakarta. Serta tidak berkarakter mirip dengan masyarakat Banten meski sejumlah penduduk awal berasal dari Banten. Orang-orang dari Pulau Panggang lebih mempunyai kecenderungan dan karakteristik serta budaya tersendiri. Budayanya merupakan perpaduan antara budaya Banten, budaya Kalimantan (khususnya suku Tidung dan Banjar), budaya Mandar dari Sulawesi, budaya Sunda, serta sedikit budaya dan karakter masyarakat Betawi. Hasil campuran yang begitu kompleks ini menghasilkan satu kebudayaan juga karakteristik yang baru. Orang Pulo, penghuni awal Pulau Panggang yang selanjutnya membentuk budaya dan karakter dari penduduk Kepulauan Seribu.

    Hasil percampuran budaya yang menciptakan karakteristik dan kebudayaan yang unik di Kepulauan Seribu juga dapat terlihat dalam gaya bahasa, gerak-gerik, serta pemikiran mereka. Gaya bahasa mereka lebih bervolume keras kedalam berbicara semisal orang Sulawesi, lincah serta gesit semisal tipikal Banten, serta karakter-karakter kesukuan Indonesia lainnya. Begitupun dengan penamaan kuliner khas Orang Pulo yang punya gaya bahasa tersendiri serta terdengar unik. Semisal penyebutan makanan serupa lontong maupun nasi uduk yang disebut selingkuh, sambal segar untuk ikan bakar yang disebut sambal beranyut.[6]

    Kondisi kebahasaan

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas HKBP Nommensen pada tahun 2023, bahasa Orang Pulo mulai terancam punah dan mengalami pergeseran yang diakibatkan oleh banyaknya pendatang yang menggunakan bahasa Indonesia resmi. Sehingga banyak masyarakat lokal di sana yang juga beralih menggunakan bahasa Indonesia resmi.[7] Hal ini juga didukung oleh faktor penggunaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris yang dianggap penting oleh masyarakat karena Kepulauan Seribu merupakan daerah pariwisata.[8] Sebagian besar masyarakat lokal di Kepulauan Seribu adalah masyarakat multibahasa atau mampu berbicara dan memahami dua bahasa atau lebih.[7]

    Pengucapan

    Masyarakat di Kepulauan Seribu memiliki gaya tutur bicara yang sedikit unik. Aksennya terdengar berbeda dengan aksen yang biasa dituturkan masyarakat Jakarta di daratan kota. Meski secara umum terdapat banyak kemiripan, tetapi aksen seperti ini jelas berbeda dengan aksen Jakarta yang populer dipakai di tayangan televisi. Nada bicara orang Pulau Pramuka terdengar lebih 'naik-turun', kosakata yang dipakai juga terkadang tidak mudah untuk dipahami orang luar.[1]

    Sebutan "Orang Pulo" biasa digunakan untuk orang yang berasal dari Pulau Panggang, Pulau Pramuka, dan Pulau Karya. Namun secara umum, sebutan tersebut juga bisa digunakan ke masyarakat Kepulauan Seribu secara umum, membedakan dengan sebutan "Orang Daratan" (masyarakat yang tinggal di daratan utama Jakarta). Pulau Panggang juga telah disebut-sebut sebagai pulau paling awal yang dihuni oleh manusia di Kepulauan Seribu. Sekarang, pulau ini padat dengan permukiman penduduk. Penghuni generasi pertama pulau ini diketahui berasal dari Banten dan Mandar.[1]

    Dalam buku Orang Pulo di Pulau Karang karya Rosida Erowati Irsyad, orang Pulo (penduduk Kepulauan Seribu) menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen Melayu. Orang Pulo disebut punya artikulasi suara kuat, serta struktur bahasa dan kosakatanya yang khas. Terdapat empat gaya bahasa yang digunakan oleh penuturnya, yakni gaya bahasa dari Pulau Kelapa (dekat Pulau Harapan) yang kental dengan pengucapan vokal panjang dan bergelombang, gaya bahasa dari Pulau Tidung yang dipengaruhi oleh bahasa Tidung serta pesisir Tangerang (khususnya bahasa Sunda Tangerang),[8] kemudian gaya bahasa dari Pulau Untung Jawa yang masih kental dengan aksen Betawi, dan gaya bahasa Orang Pulo (yakni orang Pulau Panggang, Pulau Pramuka, dan Pulau Karya) yang dipengaruhi bahasa Melayu dan Bugis.[1]

    Kosakata

    Berikut ini kosakata yang khas dalam bahasa orang Pulo dan tidak ditemukan dalam bahasa lain, menurut buku Orang Pulo di Pulau Karang antara lain:

    • atret 'mundur'
    • potret 'maju'
    • pangkeng 'kamar'
    • monro 'istirahat'
    • godot 'menyulam benang'

    Terdapat pula kosakata yang mirip dengan yang dipakai pada bahasa lain, namun menjadi berbeda arti. Misalnya, pengentotan yang berarti 'utang tidak dibayar-bayar', atau mbok yang berarti 'kakak perempuan', juga trade berarti 'tidak ada'.

    Kemudian ada juga ciri khas glottal stop. Gaya glottal stop umumnya dikenal sebagai ciri aksen bahasa Inggris Cockney, tetapi juga terdapat dalam bahasa Orang Pulo. Glottal stop adalah cara pelafalan bunyi [t] mati dengan pangkal tenggorokan. Bukan hanya bunyi [t] mati, tetapi bunyi [k] mati juga.

    Berikut adalah beberapa contoh glottal stop dalam bahasa Orang Pulo.

    • 'laut' menjadi lau'
    • 'kunyit' menjadi kunyi'
    • 'belok' menjadi blengko'
    • 'barat' menjadi bara'

    Ada pula perubahan kata 'mau' dalam bahasa Indonesia menjadi mao dalam bahasa Orang Pulo, 'timur' menjadi timor, dan 'pohon' menjadi pokok, 'tidur' menjadi tidor.[9]

    Dialek

    Informasi lebih lanjut: Peta interaktif dialek-dialek Bahasa Melayu Kepulauan Seribu

    Bahasa masyarakat Kepulauan Seribu ini memiliki perbedaan yang jauh dari bahasa masyarakat Betawi di daratan Jakarta. Namun demikian, tidak semua perbedaan itu berlaku untuk beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Misalnya, Pulau Pramuka memiliki dialek yang lebih unik dan berbeda dari dialek Orang Pulo pada umumnya.[10]

    Perbedaan dialek masyarakat Kepulauan Seribu sangat terlihat dari kosakata dan dialeknya. Bahasa yang digunakan orang Pulo dalam percakapan sehari-hari sering disebut sebagai logat Orang Pulo. Keunikan bahasa Orang Pulo ini adalah glottal stop atau pelafalan huruf [k] dan [t] mati.[11]

    Berikut ini adalah daftar dialek dalam bahasa Orang Pulo:[1]

    • Orang Pulo
      •  Utara
        •  Sebira (dituturkan di Pulau Sebira dan Kepulauan Seribu bagian utara)
      •   Tengah
        •  Panggang (dituturkan di Pulau Panggang dan Kepulauan Seribu bagian tengah)
        •  Pramuka (dituturkan di Pulau Pramuka)
        •  Kelapa-Harapan (dituturkan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan)
      •  Selatan
        •  Tidung (dituturkan di Pulau Tidung)
        •  Untung Jawa (dituturkan di Pulau Untung Jawa dan Kepulauan Seribu bagian selatan)

    Catatan

    1. ↑ Jumlah penutur bahasa Orang Pulo disesuaikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2021.

    Lihat juga

    • Bahasa dagang dan kreol Melayu
    • Bahasa Betawi
    • Kepulauan Seribu

    Referensi

    1. 1 2 3 4 5 6 Maulana, Ridwan; Tawangsih, Multamia R.M. (2009). "Bahasa-bahasa di Kepulauan Seribu". lib.ui.ac.id. Gambaran Umum Daerah Kepulauan Seribu. Depok, Indonesia: Universitas Indonesia: 126. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
    2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    4. ↑ Achmad Syalaby (20 Januari 2016). "Menjaga Warisan Orang Pulo". www.republika.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Februari 2023. Diakses tanggal 3 Maret 2022.
    5. ↑ "Keunikan dan Kebudayaan Kepulauan Seribu". pulauseribu-resorts.com. Diakses tanggal 3 Maret 2022.
    6. ↑ "Uraian Sedikit Sejarah Kepulauan Seribu". travelwisataindonesia.com. Diakses tanggal 3 Maret 2022.
    7. 1 2 Sitorus, Pontas J.; Putri, Eka; Bakara, Sondang; Tambunan, Verawaty (2023). "Ancaman Kepunahan Dialek Pulo di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu". j-innovative.org. 3. Pematangsiantar, Indonesia: Universitas HKBP Nommensen. ISSN 2807-4238. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
    8. 1 2 Pitrianti, Siti (2019). "Ragam Bahasa Percakapan Sehari-hari Masyarakat di Pulau Tidung Kepulauan Seribu". journal.stkipyasika.ac.id. 2. Majalengka, Indonesia: STKIP Yasika. Diakses tanggal 6 Februari 2023.
    9. ↑ "Dipengaruhi Banyak Suku Kepulauan Seribu Punya Logat Yang Unik". news.detik.com. Diakses tanggal 3 Maret 2022.
    10. ↑ "Mengenal Sejarah Dan Kebudayaan Pulau Seribu Pulau Penuh Pesona". pulauseributraveling.com. Diakses tanggal 3 Maret 2022.
    11. ↑ "Berada Di Dekat Jakarta Bagaimanakah Logat Penduduk Kepulauan Seribu?". www.klikanggaran.com. Diakses tanggal 3 Maret 2022.


    Ikon rintisan

    Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Kondisi kebahasaan
    3. Pengucapan
    4. Kosakata
    5. Dialek
    6. Catatan
    7. Lihat juga
    8. Referensi

    Artikel Terkait

    Rumpun bahasa Austronesia

    rumpun bahasa besar yang tersebar di Asia Tenggara dan Samudra Pasifik

    Suku-suku Austronesia

    kelompok beranggotakan etnik-etnik berbahasa Austronesia

    Bahasa Malagasi

    bahasa yang dituturkan di Madagaskar

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026